Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 40.


__ADS_3

Selama lomba final berlangsung, Agung dan Rex menjawab semua pertanyaan yang susah. David dan Naomi sesekali menjawab itu pun karena materi yang mereka ketahui saja. Selebihnya Agung dan Rex yang berperan. Bahkan Rex menjawab semua sapu bersih. Hingga banyak tim lawan kewalahan atau kalah cepat dalam menjawab.


Rex benar-benar mengusai semuanya. Bahkan para juri kagum dengan tingkat kecepatan, ketepatan dan kepintarannya. Satu persatu tim lawan dan bergilir melawan tim Rex dan kawan-kawan, namun Rex tak gentar. Hingga semuanya pun tak dapat lagi melawan. Akhirnya Rex memenangkannya. Semua tim lawan kalah. Posisi peringkat atas dimenangkan oleh Tim nya Rex.


Tim Rex pun menang membawa Piala untuk sekolahnya. Serta masing-masing dari peserta yang menang mendapatkan piagam serta mendali kemenangan juga mereka dapatkan. Dan hadiah uang sebesar 10 juta diberikan juga. semua bersorak riang.


Kini mereka semua sedang di traktir oleh kepala sekolahnya yaitu Pak Donny. Pak Donny membawa ke sebuah restoran yang cukup mahal. Sekalian juga membagikan hadiah uangnya. Dibagi sama rata. Untuk piala akan di pajang di sekolah. Dan Piagam dan mendali bisa disimpan oleh para siswa yang memenangkan lomba tersebut.


Dalam jamuan makan bersama tersebut, semuanya nampak gembira. Saat sedang makan, Rex mendapatkan pesan chat dari Rere. Isinya minta ketemuan. Akhirnya Rex pamitan duluan kepada semuanya. Dan Naomi menatap kepergian Rex. Naomi masih terlihat sedih, walau selama perlombaan tadi ia bisa menyembunyikannya, tapi hanya Naomi yang tahu apa yang ia rasakan. Oh tidak, masih ada David yang selalu mencoba menghibur Naomi. David tahu apa yang dirasakan oleh Naomi. Ia berusaha untuk membuat Naomi kembali ceria.


Rex meminta Ahmed menjemputnya, namun Hape Ahmed tak bisa dihubungi. Akhirnya Rex menaiki taksi. Rex senang akhirnya bisa bertemu dengan Rere kembali. Sampailah ke sebuah tempat bermain wahana. Rex masuk ke sana dan mencari Rere. Saat di depan pintu masuk wahana, Rex melihat Rere. Rex pun segera mendatangi Rere.


“Re, sayang kau kemana saja” Rex memeluk Rere saat melihatnya. Rere pun membalas pelukan hangat tersebut. Keduanya kemudian saling tersenyum.


“Maaf membuatmu cemas.” Rere menyembunyikan kesedihannya.


Keduanya melepaskan pelukannya. Dan keduanya kemudian masuk ke dalam wahana tersebut. Didalamnya begitu banyak permainan. Rex mengajak Rere bermain beberapa permainan yang ada. Mereka main roller coster, halilintar, kicir-kicir, bianglala dan lain-lain.


Rex dan Rere sangat senang. Keduanya bahagia. Setelah puas main di wahana tersebut, Rere mengajak makan di dekat street food. Makanlah keduanya bersama. Kemudian Rere minta di ajak ke bioskop. Pergilah keduanya ke mall terdekat dengan menaiki taksi. Di lantai paling atas di mall tersebut ada bioskop. Kesana lah mereka menghabiskan waktu berdua. Mereka menonton acara teen romantis. Selama dua jam menonton berduaan dengan tangan saling berpegangan.


Usai menonton Rex hendak mengajak Rere makan malam berdua di sebuah restoran, karena hari sudah gelap yaitu jam 8 malam. Namun Rere menolak. Ia bilang masih kenyang. Karena sebelumnya keduanya sudah makan di street food tadi. Rere meminta berjalan-jalan berdua di dekat taman kota.


Keduanya kemudian berjalan bersisian di dekat taman tersebut. Sambil bergandengan tangan dan tersenyum berdua. Sesekali Rere mengambil foto mereka berdua dengan Hape Rex dan terkadang dengah Hape Rere juga. Ia mau mengabadikan moment mereka saat ini.


Sampai disebuah kursi tempat duduk di bawah pohon rindang yang agak sepi dari yang lainnya. Keduanya duduk disana. Rere bersandar di bahu Rex. Rex menatap sekilas ke Rere.


“Hari ini kau senang Rex?” Rere berucap sambil menatap Rex.


“Iya. Tentu saja. Apalagi bersamamu sayang” Rex tersenyum dan dibalas senyuman oleh Rere.


Kemudian jarak keduanya semakin dekat. Pelukan semakin erat dan kecupan dibibir pun melekat. Saling mengulum dan menyesap manisnya dengan lembut. Saling memberikan kehangatan dan kemesraan yang ada di antara keduanya. Keduanya menikmati moment kebersamaannya.


***


Kini Rex hendak mengantar Rere pulang. Mereka tak banyak bicara tadi. Hanya menikmati waktu mereka berdua saja.


“Aku antar pulang ya?” Rex masih menggenggam tangannya Rere.


“Tidak Rex. Aku pulang sendiri saja” Rere menggelengkan kepalanya.


“Esok ke sekolah kan? Selama ini kau dimana Re?” Rex menatap ke arah Rere, namun Rere menundukan kepalanya.


“Aku kabur dari rumah Rex”


“Kenapa?”

__ADS_1


“Tak perlu risau. Nanti aku akan kembali sekolah. Aku selama ini di rumah Jenny. Jangan cemas. Oke” Rere tersenyum. Walau Rex masih cemas namun melihat senyuman Rere membuat hatinya lebih lega.


“Tapi aku antarkan saja ya” Rex tetap ingin mengantar Rere. Rere malah memeluk Rex dengan erat. Rex pun memeluk Rere.


Kemudian Rere melepaskan pelukannya. ia tersenyum dan menyetop sebuah taksi.


“Aku pulang ya Rex. Aku bisa sendiri. Hati-hati dijalan ya. Bye” Rere pamitan dan melambaikan tangannya. Rex pun membalas lambaian Rere sambil tersenyum.


Rere pun pulang dengan taksi. Akhirnya Rex kembali menelepon Ahmed. Ia minta Ahmed jemput.


“Ahmed, akhirnya kau mengangkat hapemu”


“Maaf. Aku terbang ke turki dengan pesawat yang ku sewa. Keadaan darurat soalnya. Ini aku baru kembali. Ada apa? Ada masalah kah?” Ucap Ahmed di seberang sana.


“Tidak ada. Aku hanya minta jemput”


“Jemput dimana?”


“Jemput aku di daerah tam....” belum selesai Rex berbicara seseorang memukulnya dari belakang. Rex pun pingsan.


“Halo ... halo....” Tapi tak ada sahutan lagi dari Rex. Ahmed jadi curiga. Ia segera bergegas mencari Rex.


Orang yang memukul Rex segera menggotong tubuh Rex. Mereka ada dua orang.


“Bagaimana hapenya?” Ucap yang seorang.


“Baik”


Kemudian mereka membawa tubuh Rex dan memasukannya ke dalam mobil yang berhenti tak jauh dari mereka. saat tubuh Rex sudah di dalam mobil tersebut, mereka pun segera naik mobil juga dan melesat pergi sebelum ada orang yang curiga.


Saat sadar, Rex melihat sebuah ruangan yang tak asing. Tempat seperti sebuah ruangan laboratorium. Rex melihat sekeliling, ia bingung kenapa bisa ada di tempat tersebut. Kemudian yang membuat Rex makin terkejut adalah, Alvin Wu berada di tempat tersebut.


Pantas saja Rex seakan mengenali tempat tersebut. Ternyata ini tempat Laboratorium Alvin. Pasti ini tempat Ailen dulu di kurung dan di tangkap oleh mereka. Tapi kenapa dia juga di tangkap sekarang. Rex merasa heran.


Alvin menatap Rex.


“Oh, kau sudah sadar rupanya. Bagus” Alvin tersenyum jahat.


“Kau mau apa? Kenapa aku disini” Rex nampak kelihatan kesal dan marah.


“Lepaskan aku” sambung kata Rex kembali.


Hahaha ... Alvin hanya tertawa. Ia tak peduli dengan protes Rex. Kemudian seorang pria dewasa datang juga di hadapan Rex. Dia adalah Scoot Anderson, Papanya Rere.


Scoot tersenyum ke arah Rex. Senyuman sinis.

__ADS_1


“Anda kan....?” Rex menatap ke arah Scoot.


“Iya. Aku Papanya Rere, Scoot. Ternyata masih ingat. Mungkin masih ingat tragedi teman alien mu yang pulang. Misi kami jadi gagal”


“Kalian manusia jahat dan keji. Buat apa kalian menagkap Ailen. Syukur saja Ailen sudah tak disini. Jadi kalian tak bisa menangkapnya lagi. Dia sudah tak ada di bumi lagi” Ujar Rex kepada kedua pria dewasa di hadapannya.


Saat ini Rex tangan dan kakinya terikat. Ia di dudukan di sebuah kursi yang banyak kuncian pada kedua kakinya dan tangannya Rex. Rex tak bisa bergerak pun.


Baik Alvin dan Scoot hanya saling pandang kemudian mereka tertawa bersama.


“Kami sudah tak perlu alien itu. Tapi sekarang kau lah sasaran kami” Ucap Alvin tersenyum jahat.


Scoot pun sama tersenyum jahat. Rex bingung dengan perkataan mereka.


“Alien itu sudah kabur. Tapi bukankah ada kau Rex. Dia pasti menyalurkan kekuatannya padamu. Maka dirimu akan kami bedah dan lakukan beberapa pemeriksaan. Kalau perlu beberapa ekperimen percobaan pun akan dilakukan demi tujuan kami bersama” Scoot menjelaskan maksud merek berdua pada Rex.


Rex menatap tak percaya kepada kedua pria tua tersebut. Sudah gila kah mereka berdua.


Bersambung....


Owalah jadi target Alvin dan Scoot sekarang adalah Rex ya? Gak dapat Ailen maka beralih ke Rex. Ya ampun, cepat datanglah bala bantuan.


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2