
Rex tentu saja kaget mendengarnya. Ia tak sangka akan di jodohkan.
“Maafkan aku, Kek. Aku tak bisa menerima perjodohan ini.” Rex dengan tegas menolak di hadapan Hasan Mustapa.
Hasan Mustapa seketika berubah aura wajahnya. Ia terlihat sedih.
Sedangkan Paul dan Anastasya nampak berubah juga aura wajahnya. Paul terlihat menggelap sedangkan Anastasya terlihat murung.
Hasan Mustapa menatap cucunya tersebut.
“Kenapa Rex? Apa kau sudah memiliki pilihan sendiri?” Hasan Mustapa melihat ke arah Rex.
“Aku masih terlalu muda. Bahkan belum menyelesaikan sekolahku. Maaf aku tak bisa Kek. Jika begitu, Rex pamit undur diri.” Rex pun bangkit dan mencium punggung tangan kakeknya, berdiri lalu melangkah pergi menjauh.
Anastasya menatap ke arah Rex yang terus berjalan melewatinya, hingga Rex hilang dan pergi dari kamar tersebut.
Paul mendekati Hasan Mustapa.
“Yang mulia, hamba rasa Pangeran sedang memerlukan pendekatan. Biarkan putri saya dan pangeran saling mengenal dahulu. Selanjutnya nanti dibicarakan kembali Tuanku.” Paul berucap di hadapan Hasan Mustapa.
Hasan Mustapa pun mengangguk dan meminta mereka meninggalkannya. Akhirnya Paul dan putrinya undur diri dan pamitan. Paul dan Anastasya segera kembali ke rumahnya.
Di rumahnya, Paul nampak kesal dengan penolakan Rex pada putrinya. Selama ini putrinya banyak di puja kaum adam, namun kali ini malah di tolak mentah-mentah. Anastasya hanya bisa diam memandang ke arah papanya yang kelihatan sangatlah masam wajahnya.
“Pa ... tak usah dipaksakan. Sudah ku bilang kan kalau mana mungkin pangeran suka padaku. Sudahlah lupakan saja.” Ana sudah pasrah.
Paul memandang kearah putrinya.
“Papa punya misi padamu Ana.”
“Apa itu Papa?”
“Kau dekati Rex dan buat dia jatuh hati padamu. Kemudian saat kau bisa dekat dengannya buat dia bertekuk lutut di hadapanmu. Kemudian selanjutnya bunuh dia.” Paul memberikan senyuman liciknya.
Ana terkejut bukan main.
“Apa yang Papa bilang? Ana tak berani Papa. Jadi maksud Papa menjodohkan Ana pada Pangeran adalah hanya kedok untuk membunuh pangeran.” Ana serasa tak percaya dengan yang di ucapkan Papanya.
“Awalnya Papa pikir dengan mudah menaklukkannya dengan dirimu tapi dia tak tertarik dengan kecantikan mu, Ana. Jadi laksanakan rencana B. Tapi walau rencana A pun berhasil hasilnya akan tetap sama. Dia harus tetap di bunuh, Ana.” Paul terlihat menakutkan. Bahkan Ana sendiri serasa tak mengenal Papanya.
“Jadi penyerangan selama ini kepada keturunan para sultan dan para Pangeran adalah ulah Papa?” Ana menggeleng serasa tak percaya.
“Papa hanya melaksanakan tugas dan mandat saja. Tak tahunya si tua bangka malah menemukan keturunan sultan Mustapa, anak dari sultan Hasan Mustapa. Aku sudah mendengar kalau Ahmed yang membawanya. Berarti tua bangka itu selama ini mencari keberadaan Zainab, selir dari Mustapa yang telah di usir sebelumnya yang melahirkan pangeran Zaki Mustapa. Dan Rex adalah anak Zaki Mustapa. Kini dia di istana karena Ahmed. Kakek tua itu sudah merencanakan selama ini. Kalau tahu begitu seharusnya ia dibunuh saja. Awalnya ia dibiarkan karena sudah penyakitan dan hidupnya tak akan lama jadi di biarkan. Namun kini malah datang keturunan pewaris tahta. Ini tak bisa di biarkan lagi. Jadi kami harus segera bertindak.” Paul mengatakan hal yang membuat Anastasya merasa pusing dan tak percaya. Kami? siapa sajakah yang dimaksud?
Anastasya bangkit dari tempat duduknya, ia menggeleng pada Papanya.
“Pa, ini tidak benar. Kita sudah bertahun-tahun tinggal di Turki. Dan Papa juga sudah bekerja di kerajaan ini kenapa Papa berkhianat??? Papa sudah di angkat dan derajat kita sudah di tinggikan. Semua harta dan tempat tinggal kita terima dari kerajaan ini, kenapa harus begini jadinya Pa?” Anastasya tak bisa berpikir jernih.
Paul menghela nafas.
“Karena penawaran yang diberikan lebih menjanjikan.” Paul tersenyum penuh arti.
“Siapa Pa? Siapa antek Papa yang membuat Papa jadi berkhianat begini?”
“Kau tak perlu tahu siapa dia. Yang jelas lakukan perintah Papa.”
__ADS_1
“Ana tak mau Papa. Walau Ana menyukai pangeran, namun Ana tak mau menipunya atau pun mencelakainya. Ana pikir Papa melakukannya untuk kebahagian Ana, namun nyatanya untuk hal kepentingan Papa.” Ana berlari ke kamar dan menangis di dalam kamarnya.
Paul menatap kesal pada putrinya. Seorang suruhan datang mendekat menyampaikan pesan. Paul pun mengatakan akan menemuinya di tempat biasa. Dan pergilah suruhan tersebut setelah Paul menyuruhnya.
Di lain sisi.
Rex nampak gusar dan tak bersemangat melihat semua laporan yang ada di atas meja. Ia segera pergi keluar dan menghirup udara segar. Ahmed datang mendekat. Ia melihat kalau Rex agak lain.
“Tuanku.” Ahmed membungkuk hormat.
“Hem.” Rex tak banyak kata.
Ahmed melihat ke arah wajahnya Rex.
“Ada masalah kah?”
“Kakekku hendak menjodohkan ku, Ahmed.”
Ahmed pun langsung tersenyum.
“Bukan kah bagus.”
“Kau ini. Kan tahu kalau aku masih sekolah. Lagian bagaimana dengan Naomi.” Rex kelihatan tak senang.
“Emang kenapa dengan Naomi? Bukankah Anda bilang kalau kalian hanya teman. Hehehe.” Ahmed menggoda Rex.
“Dan masalah sekolah juga tak masalah. Di negeri ini jika Anda menikah pun tak masalah, sambil menyelesaikan sekolah di sini juga tak masalah.” Sambung Ahmed kembali.
Seketika Rex kesal pada Ahmed. Ia menggetok kepala Ahmed. Ahmed mengadu kesakitan.
“Aku tak bisa. Aku harus kembali. Lagian aku sudah meminta Naomi menunggu ku.”
“Apakah Anda dan Naomi sudah pacaran. Kalau tahu begitu ku laporkan pada baginda Hasan Mustapa.”
“Tak segampang itu. Aku hanya meminta Naomi menunggu tapi kami belum resmi pacaran.”
“Anda jahat sekali Tuanku. Jangan menggantungkan hati seseorang.” Ahmed berusaha menasehati.
Rex menaikan sebelah alisnya memandang ke arah Ahmed.
“Kau berani padaku Ahmed.” Mata Rex menatap tajam. Ahmed segera menggeleng.
“Gak Tuanku. Hamba tak berani.”
“Aku dan Naomi juga sudah melakukan....”
“Melakukan apa?” Ahmed jadi berpikiran aneh.
“Kiss.”
“Kiss. Dari bibir ke bibir gitu.”
“Iya.”
“Hahaha ... kalau itu seh tak masalah. Aku pikir tadi ML.”
__ADS_1
“ML?”
Ahmed berbisik ke Rex. Rex segera memerah wajahnya.
“Gila kau? Kami masih sekolah tak mungkin melakukan itu. Aku masih menghormati Naomi.”
“Jadi Anda gusar karena di sana ada yang menunggu sedangkan di sini hendak di jodohkan begitu ya.”
“Nah ... akhirnya kau paham. Tapi aku sudah menolak perjodohan tersebut.”
“Apa!!! Anda menolak. Tak ada yang berani melawan titah baginda sebelumnya. Sayang sekali Nona Anastasya kan cantik orangnya.”
“Kau mau?”
“Hahaha ... hamba tahu diri Tuanku. Nona Anastasya bukan level saya. Dia di atas saya. Saya hanya paling akan memilih orang biasa atau para dayang dan pelayan.”
Rex tersenyum.
“Kau pantas juga mendapatkan yang lebih baik Ahmed.”
“Tapi Tuanku, jika Anda sudah menolak lalu apa yang membuat Anda nampak gusar?”
“Aku takut mengecewakan Kakek. Beliau sudah tua dan sakit, kini terluka. Aku hanya akan membuat beban pikirannya saja. Aku harus bagaimana Ahmed? kakek terlihat sedih saat aku menolak perjodohan tersebut." Rex merasa pusing kepalanya.
“Kalau saya jadi Anda maka saya setuju saja. Nona Anastasya kan cantik dan sesuai untuk Anda. Saya rasa dia pantas bersanding dengan Anda, kalau masalah Naomi ya sudah di boyong saja nanti dia kemari. Di sini raja boleh punya banyak istri dan selir. Akan saya siapkan harem khusus para selir Anda, Tuanku.” Ahmed mengusulkan.
Seketika Rex menatap tajam ke arah Ahmed. Hal ide gila apa yang di lontarkan oleh Ahmed. Rex tak suka poligami.
“Aku tak suka hal itu Ahmed. Lagian aku hanya akan fokus ke kerajaan kemudian sekolah.”
“Tapi itu sudah peraturan di sini Tuanku. Namun hanya akan ada satu permaisuri saja untuk Anda. Yang duluan melahirkan seorang pangeran lah yang akan jadi permaisuri.”
“Jadi menurutmu semua aku nikahi begitu.”
“Tentu saja tidak. Mereka bisa jadi selir Anda. Yang Anda nikahi cukup hanya boleh maksimal empat saja.”
“Gila. Selir boleh banyak dan istri di batasi. Harem untuk ku pula supaya mengumpulkan semua wanita ku begitu. Aku tak sudi. Kau saja. Aku hanya bisa dengan satu saja. Lagian akan merepotkan mengurus mereka semua.” Rex menolak.
Ahmed malah tertawa geli melihat Tuannya.
“Itu sudah peraturan agar Anda memiliki keturunan. Kerajaan memerlukan keturunan, maka Anda akan tetap harus melakukannya. Lagian Anda tak perlu mengurus mereka, para dayang dan pelayan yang akan mengurus mereka semua.”
Rex menatap tak percaya pada Ahmed. Dengan satu wanita saja sudah pusing malah dibilang harem untuk para wanitanya. Rex merasa pusing. Saat seperti ini malah hape Rex berbunyi. Dan terlihat di layar kalau nama Naomi tertera. Rex membelalakkan matanya menatap layar hapenya.
“Naomi....” gumam Rex dan hape terlempar ke arah Ahmed. Dengan kaget Ahmed segera menangkap hape tersebut. Syukurlah Ahmed cekatan dan gesit, hape pun berhasil di tangkapnya.
Bersambung....
Hahaha ... kaget ya Rex hape berdering dan nama Naomi yang terlihat di layar hape. Kontak batin kah? Naomi seakan tahu kah maka menelepon Rex :D hehehe 🤭🤣
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
__ADS_1
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D