
“Rex ....” gumam Naomi saat baru sadar.
Beberapa penjaga yang di tempatkan di dekat Naomi salah satunya melihat kalau Naomi telah sadar. Kemudian ia memanggil perawat dan dokter. Dokter dan perawat segera datang kemudian melihat serta memeriksa kondisi Naomi.
Naomi berusaha bangkit dan duduk di bantu oleh perawat tersebut.
“Bagaimana perasaan Anda Nona ?” tanya sang dokter.
“Aku merasa sakit kepala dan pusing.” Naomi merasa denyutan sakit di kepalanya.
“Itu karena Anda terkena pukulan di kepala. Mau saya periksa lebih lanjut kepala Anda Nona?” donter kembali bertanya.
“Tak perlu. Aku mau bertemu Rex saja.” Naomi segera bangkit tapi perawat dan dokter melarang.
“Sebaiknya Anda istirahat saja dahulu Nona.” Perawat mengatakan agar Naomi tak perlu bergerak dahulu.
Tapi Naomi tetap ingin turun. Kebetulan Sonia datang dan masuk ke ruangan rawat inap Naomi. Dia begitu gembira melihat Naomi yang sudah sadar.
“Anda sudah sadar kah? Syukurlah.” Sonia mendekati Naomi.
“Sonia. Sudah berapa lama aku di sini?”
“Tiga hari dan ....” Sonia hendak memberitahukan sebuah kabar sekalian karena melihat Naomi sudah bangun.
Naomi melihat Sonia yang nampak ragu berbicara.
“Tolong tinggalkan kami berdua.” Pinta Naomi kepada dokter dan perawat. Dokter dan perawat meninggakan Naomi dan Sonia berduaan. Naomi juga meminta para penjaga untuk keluar. Akhirnya semua keluar, hanya ada Naomi dan Sonia yang ada di dalam ruangan tersebut.
“Ada yang mau kau katakan Sonia? Jika ada katakan saja.” Naomi bertanya ke arah Sonia. Walau Sonia nampak ragu tapi akhirnya dia katakan juga.
“Kau sudah baikan Naomi. Saat hanya berdua maka aku lebih leluasa memanggilmu. Akan canggung jika hanya memanggil nama di depan yang lainnya. Aku juga mau mengatakan sebuah berita.”
“Aku sudah tak apa-apa. Kepalaku memang sakit tapi aku baik-baik saja. Katakan saja.”
“Yang mulia Rex dan Rere akan menikah. Seluruh istana sudah di hiasi untuk acara pernikahan mereka.”
“Apa!!! Mereka mau menikah!!” Naomi kaget bukan main.
“Iya. Aku sengaja kemari dahulu untuk melihatmu sebelum ke acara pernikahan mereka. Semua yang mendengar pun kaget kenapa Yang mulia Rex menikah dengan Rere. Dalam tiga hari ini selama kau tak sadar diri dan di rawat di rumah sakit, di istana malah sedang mempersiapkan pernikahan mereka.” sambung kata Sonia kembali.
“Kapan acara pernikahannya?”
“Hari ini juga. Siang ini jam 2.”
“Sialan. Penipu itu mengambil kesempatan di saat aku tak ada.”
“Penipu???”
“Dia bukan Rere tapi orang lain. Bawa aku kembali ke istana. Kita harus gagalkan acara pernikahan mereka.” Naomi turun dari ranjang pasien dan berganti pakaian. Mereka segera kembali ke istana.
Di istana.
__ADS_1
Rena sudah sangat gembira. Dia sedang memakai pakaian pengantinnya dan sedang di rias. Dan Rex juga sedang di dandani. Ahmed datang mendekat ke tempat Rex. Dia berbisik ke arah Rex. Rex menatap tajam ke Ahmed.
“Kau yakin, Ahmed?”
“Iya Tuanku. Tommy baru saja kembali. Hamba sudah bertemu dengannya.”
“Bawa aku menemui Tommy.”
“Baik.”
Rex yang sedang di dandani segera meminta perias menghentikan kegiatannya. Dia hendak pergi bersama Ahmed.
Rena di kamarnya sudah selesai berdandan. Dia sangat cantik sekali dalam balutan gaun pengantin yang sangat indah. Warna putih bersih dan banyak kemilau bling-bling sebagai penghiasnya. Rena tersenyum puas.
Dan Rex beserta Ahmed masuk ke ruangan baca Rex. Di dalam sudah ada Tommy yang menunggu. Saat Rex masuk bersama Ahmed, Tommy langsung memberikan hormatnya. Rex menyuruh bangkit.
“Sudah lama kau sampai Tom?”
“Baru saja Yang mulia. Hamba membawa berita dari hasil penyelidikan hamba.”
“Jadi bagaimana?”
“Dia bukan Rere, Tuanku.” Tommy berkata dengan serius dan pasti. Ahmed dan Rex mendengar semakin mengerutkan keningnya.
Tommy pun bercerita bagaimana selama dia di kanada. Awal sampai di kanada, dia begitu susah mencari keberadaan Rere dan info nya juga. tapi berkat kegigihan dan keahlian Tommy maka dia pun segera menemukan Rere yang ternyata terkurung di rumah sakit jiwa. Tommy segera menemuinya tapi pihak rumah sakit tak membiarkan Tommy membawanya. Akhirnya Tommy mencari kedua orang tuanya Rere.
Setelah bertemu dengan kedua orang tuanya Rere, di ketahui kalau Rere sudah lama hilang setelah penculikannya. Padahal mereka sudah menebus uang yang banyak tapi Rere tak kembali. jejak penculik pun hilang bersama Rere yang hilang. Julia Mamanya Rere sudah melapor ke pihak berwajib tapi karena Rere di kurung di rumah sakit yang jauh maka tak ditemukan. Syukurlah berkat bantuan Tommy kedua orang tuanya bisa menemukan Rere.
Mereka bersama datang ke rumah sakit tersebut serta akhirnya bisa mengeluarkan Rere. Rere pun di bawa pulang kembali ke rumahnya oleh kedua orang tuanya. Saat kondisi Rere mulai membaik berkat di rawat Mamanya di rumah, saat itulah Rere menceritakan apa saja yang terjadi pada dirinya.
Tepat kedatangan Tommy kembali adalah hari pernikahan Rex dan Rena yang dikira Rere. Rex merasa kesal karena telah di tipu oleh wanita yang di kiranya Rere.
“Kurang ajar. Dia menipuku. Lalu siapa wanita yang mengaku sebagai Rere. Jika Rere asli sudah bersama keluarganya di Kanada lalu siapa yang hendak menikah dengan ku?” Rex mengepalkan tangannya merasa di tipu selama ini.
“Anda mau menikah Tuanku?” Tommy agak kaget mendengarnya.
“Iya. ku kira dia adalah Rere. Dan dia mengaku sedang mengandung.” Rex mengiyakan.
“Tuanku kita coba periksa saja ke dokter mengenai kehamilannya. Dia siapa juga kita tak tahu. Yang jelas dia penipu.” Ahmed mengusulkan.
“Dia sudah di periksa oleh dokter istana. Dan hasilnya dia memang hamil.” Rex menghela napasnya.
“Coba kita tanya kembali ke dokter istana.” Ahmed berkata kembali.
Rex berpikir, kalau dia penipu bisa saja kehamilannya bohong juga tapi dokter istana berkata kalau dia hamil jadi apakah harus di cari tahu lagi. Akan tetapi Rex merasa memang ada yang mengganjal di hatinya. Rex pun setuju dengan ide Ahmed. Rex, Ahmed dan Tommy keluar dari ruangan baca Rex. Mereka semua mencari dokter istana.
Di tengah jalan, saat Naomi dan Sonia akan kembali ke istana, Javin yang selalu mengawasi segera mencegah jalannya Naomi. Mobil Naomi dan Sonia pun berhenti di tengah jalan karena sepeda motor Javin berhenti di depan mereka.
“Ada apa?” Sonia bertanya ke supirnya.
“Ada yang menghalangi jalan Putri.” Supir berkata.
__ADS_1
Naomi melihat keluar dan meminta pengendara sepeda motor itu untuk minggir saja. Baru saja Naomi berjalan, Javin mengeluarkan pistolnya mengarah ke Naomi. Naomi segera mengelak. Suara pistol membuat orang di sekitar panik dan kabur berlarian. Para penjaga Naomi segera melawan juga. dan terjadilah tembak menembak di jalanan.
Naomi berlindung di balik mobil. Supir dan Sonia juga berlindung.
“Sial. Siapa dia?” Naomi nampak kesal.
“Sonia, cepat telepon Ahmed!!” teriak Naomi dan Sonia segera mencari ponselnya untuk menelepon Ahmed.
Beberapa penjaga sudah tewas di bunuh oleh Javin sisanya baku hantam dengan Javin tapi akhirnya tewas juga setelah di tembaknya. Naomi melihat para penjaga telah di habisi pria tersebut. Naomi mengambil tindakan saat Javin hendak berbalik segera Naomi berlari kearahnya dan menendang ke arah Javin.
Javin terjatuh dan pistolnya terlempar jauh. Javin segera bangkit dan Naomi pun mulai menghajarnya. Baik Javin dan Naomi sama-sama menghajar. Baik itu tendang, pukul dan tinju semuanya mereka lakukan dan tak ada yang mau mengalah.
Naomi pun segera berputar dan menendang bokong Javin hingga javin tersungkur jatuh. Hal tersebut langsung dilakukan Naomi untuk meninju wajah Javin. Javin terhuyung dan akhirnya jatuh. Saat javin berusaha bangkit Naomi telah mengambil pistol yang jatuh tadi dan mengarahkannya ke arah Javin. Javin pun terdiam dan tak dapat berkutik.
“Siapa kau hah?” Naomi memandang dengan tatapan tajam.
“ ...” tapi Javin hanya diam. Wajahnya sudah memar dan berdarah karena kena bogem dari Naomi tadi dan bahkan sudut bibirnya berdarah. Pistol di arahkan ke arahnya pun Javin masih saja diam.
Sonia keluar dari mobil dan mendekati Naomi.
“Bagaimana Sonia?”
“Ahmed tak bisa di telepon. Sebaiknya kita ke istana agar menghentikan pernikahan tersebut.” Sonia mengatakan ke Naomi.
“Baik tapi dia harus ikut. Aku yakin dia dan wanita itu satu komplotan.” Naomi mengatakan dengan masih mengarah pistolnya. Sonia segera mencari tali. Kebetulan ada tali dan mereka langsung mengikat tangan Javin dengan kencang. Sonia dan Naomi membawa serta Jarvin bersama mereka. Mereka semua pun segera ke istana.
Di istana, Rex yang sudah menemui dokter istana dan bertanya kembali akhirnya mengetahui kalau dokter telah di ancam dan kehamilan Rena hanya palsu. Rex sangat geram sudah banyak kebohongan yang di lakukan oleh Rena kepadanya.
Rex pun segera berjalan ke arah tempat acara pernikahannya dengan Rena. Tommy dan Ahmed ikut bersama Rex. Di tempat acara Rena sudah sampai dengan riasannya yang sangat cantik. Rex datang mendekati Rena dengan tatapan tajamnya. Rena tersenyum tapi wajah Rex sangatlah dingin sekali memandang kearah Rena.
“Kenapa dengannya sangat aneh?” keluh Rena dalam hatinya.
Dan tepat di saat itulah, Sonia dan Naomi sampai. Mereka membawa Javin ikut serta. Naomi melihat Rex dan Rena yang sudah mengenakan pakaian pengantin. Naomi pun segera memanggil Rex.
“Rex!!!” Seru Naomi dan suaranya membuat semua yang hadir di acara pun melihat ke arahnya.
Rex dan Rena juga melihat ke arah Naomi. Begitu kagetnya Rena melihat Naomi hadir dan datang malah bersama Jarvin pula. Sedangkan Rex kaget tapi sekaligus senang melihat ke arah Naomi.
Bersambung....
Akhirnya akan terbongkar semua.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
__ADS_1
Kasi komen yang positif ya kak :D Komentarnya mana komentarnya hehehe :D
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D