Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 88.


__ADS_3

Naomi dan Sonia terkejut luar biasa. Bukan main sakitnya hatinya Sonia.


Tubuh Sonia bergetar dan matanya sudah berkaca-kaca. Dia langsung menatap ke arah Ahmed. Ahmed pun sama menatap ke arah Sonia. Hanya Naomi yang sadar dengan tatapan keduan insan tersebut Naomi menatap kesal pada Rex. Apa pria sungguh tak peka orangnya. Apa Rex tak bisa melihat ekspresi dari Sonia dan Ahmed.


“Ehem ... bisa kita berbicara hanya berdua saja.” Naomi menatap Rex.


“Baiklah.” ucap Rex.


Ahmed, Miranda dan Sonia pun lalu pamit keluar ruangan. Kini hanya Rex dan Naomi yang berduaan saja.


Di luar.


Miranda tersenyum hangat ke Ahmed dan Sonia hanya melihat dari samping.


“Hamba permisi dahulu Putri.” Ahmed pamitan pada Miranda dan sekilas melihat ke arah Sonia.


“Iya.” Jawab Miranda sambil senyum.


Pergilah Ahmed dan berjalan menjauh. Kini hanya Sonia dan Miranda yang ada. Miranda menatap Sonia.


“Kak, kenapa kau kemari?” Miranda menatap Sonia.


“Ah, hanya menemani Nona Naomi.” Sonia berkilah.


“Oh, eh kok panggil Nona Naomi. Kan kita harus memanggilnya Yang Mulia.”


“Dia sendiri yang meminta ku memanggilnya seperti itu.”


“Wah, kakak semakin dekat dengannya. Enak sekali. oh iya kak. Menurut kakak gimana Ahmed? Tampan juga kan? Aku rasa sebaiknya aku memulai hubungan dengan nya setelah kami di jodohkan. Lagian yang mulia sudah menetapkan tanggal pernikahan kami. Tak sabar aku menunggu bulan depan.” Miranda senang bukan main. Sedang kan wajah Sonia sudah terlihat sedih.


“Miranda ....” panggil Sonia.


“Iya kak.” Miranda melihat ke arah Sonia.


“Kau menyukai Ahmed kah?”


“Suka. Dia orang kepercayaan Yang mulia. Cukup tampan dan aku rasa dia baik jadi tak masalah lah aku menikah dengannya.”


“Maksudku apa kau mencintai Ahmed?”


Sonia berhenti berjalan dan melihat ke arah Miranda. Miranda yang awalnya berjalan juga ikit menghentikan langkahnya. Tadinya keduanya berjalan bersisian tapi kini berhenti dan saling menatap.


“Maksud kakak?”


“Apa kau mencintai Ahmed, Miranda?” Sonia ingin tahu perasaan Miranda. Jika Miranda tak punya cinta maka dia akan berjuang untuk cintanya. Tapi jika sebaliknya maka Sonia akan mengikhlaskannya untuk Miranda.


“Aku belum terlalu mencintainya. Tapi aku akan belajar mencintainya kak. Lagian aku sudah mulai menyukai Ahmed. Dia sopan dan ramah pada seorang wanita.” Miranda tersipu malu saat menceritakannya. Membuat Sonia berpikir kalau Miranda tampak bahagia dengan Ahmed.


Entah kenapa hatinya Sonia seperti sangat bersedih.


“Lalu sekolahmu bagaimana? kau masih SMA kelas 3 dan tahun depan baru lulus.”


“Kita kan anggota kerajaan kak, masalah itu gak akan masalah kak. Lagian disini hukumnya adalah yang mulia Rex. Jadi pasti aman. Aku tetap bisa meneruskan pendidikanku dan menikah juga.”


“Oh ....” hati Sonia serasa nyut sakit sekali. Miranda menggandeng tangannya Sonia dan mereka berjalan bersisian.


Di dalam ruangan.


Naomi menceritakan semuanya pada Rex dan dia tak menutupinya lagi. Naomi mengatakan hubungan rahasia yang ada antara Ahmed dan Sonia.

__ADS_1


“Ya tuhan. Kenapa kau tak katakan sebelumnya sayang?” Rex jadi bingung setelah medengarkan perkataan dan rahasia hubungan Ahmed dan Sonia.


“Seharusnya kau lebih peka. Apa tak pernah melihat raut wajah Sonia dan Ahmed? Mereka berdua terlihat sedih.” Naomi menghela napas panjang.


“Lalu bagaimana sekarang?”


“Kenapa bertanya pula?ya batalkan pernikahan Miranda dan Ahmed.” Usul Naomi.


“Tak semudah itu sayang. Masalahnya Miranda sudah menyetujuinya dan dia sudah mengatakan menyukai Ahmed.”


“Lalu kita harus mengkorbankan hati Sonia dan Ahmed kah?”


“Lalu Miranda bagaimana? aku takut dia jatuh sakit lagi nanti.” Rex jadi bingung.


Naomi pun jadi pusing dan bingung.


****


Saat ini Naomi mengundang Ahmed datang ke tempatnya. Dia menghidangkan minuman es jeruk dan teh manis serta dan beberapa cake yang menemani.


Ahmed datang dan memberi salam. Naomi pun menyuruhnya duduk dihadapannya. Keduanya kini saling bertemu dan tak lama kemudian Sonia pun datang karena di panggil Naomi. Ahmed dan Sonia melihat satu sama lain. Untuk beberapa detik keduanya diam dan saling menatap. Naomi dapat melihat kalau keduanya saling mencintai.


“Duduklah putri Sonia.” Naomi meminta Sonia duduk. Sonia segera sadar dan langsung duduk. Ahmed pun segera mengalihkan perhatiannya ke arah Naomi.


“Kalian berdua pasti heran kenapa aku meminta kalian berdua kemari?”


Ahmed dan Sonia hanya diam dan saling pandang.


“Aku ingin kalian berdua mengatakan pada Miranda kalau kalian berdua telah saling mencintai. Katakan sejujurnya hubungan kalian berdua.”


Sonia menatap kaget ke Naomi dan Ahmed pun sama kagetnya.


“Apa maksud Anda?” Ahmed nampak bingung dengan perkataan Naomi.


“Hamba tak berani. Mencintai putri Sonia saja sudah suatu kelancangan apalagi sampai berani melawan Tuanku sendiri.” Ahmed menunduk. Sonia memahami perasaan Ahmed. Dan Sonia juga tak mau menyakiti Miranda.


“Aku rasa tak perlu mengatakan apa pun pada Miranda. Aku dan Ahmed sudah berakhir.” Sonia mulai menangis. Ahmed menatap ke arah Sonia dengan kaget sekaligus sedih. Dia tak mau berpisah dari Sonia tapi tak mungkin melawan Rex tuannya.


“Sonia, pikirkan dahulu.” Ucap Naomi ke Sonia.


“Tak ada yang perlu di bahas. Hamba pamit undur diri.” Sonia membungkuk hormat dan langsung pergi. Dia menyembunyikan air matanya.


Ahmed merasakan sesak di dadanya. Dia menatap sedih melihat kepergian Sonia.


“Ahmed, tak mau kah kau berjuang untuk cintamu?” Naomi menatap Ahmed.


“Hamba ....”


“Rex sudah tahu hubungan kalian. Aku yang mengatakannya. Dia menyesal sudah menjodohkanmu dengan Miranda. Andai Rex tahu lebih cepat maka dia tak akan menjodohkan kalian. Karena itu aku mengatakan agar kalian berdua yang jujur dengan Miranda. Jika kalian yang mengatakannya maka akan lebih baik. Rex takut menyakiti Miranda kembali, jadi aku memikirkan cara ini. Berkata jujurlah kalian berdua. Karena tak mungkin aku yang maju. Kalian berdualah yang harus berjuang.” Naomi bicara panjang lebar.


“Terima kasih Yang mulia. Hamba pamit dahulu.” Ahmed segera pamit dan pergi. Naomi berharap kalau Ahmed bisa memahami apa yang dia katakan.


Ahmed sibuk mencari Sonia. Tapi kemana pun dia tak menemukan Sonia. Di kamarnya tak ada, di istana para putri juga tak ada. Di dekat daerah sekitar istana tak ada. Akhirnya Ahmed bertanya ke beberapa pelayan, penjaga dan para dayang. Namun semua tak terlalu memperhatikan.


Saat Rex sibuk mencari Sonia. Miranda melihat Ahmed. Dia segera mengejar Ahmed juga. Ahmed kemudian pergi ke tempat dia dan Sonia sering bertemu. Dia pikir mungkin Sonia ada di sana. Dan benar saja, ternyata Sonia ada di sana. Ahmed mendekat. Miranda melihat Ahmed dan terus mengejar.


“Sonia ....” panggil Ahmed. Sonia menoleh.


“Ahmed ....” Sonia memadang ke arah Ahmed.

__ADS_1


“Maafkan aku sayang. Mari kita berjuang demi cinta kita.”


“Maaf aku tak bisa.” Sonia mulai menangis.


“Kenapa?” Ahmed tak mengerti, kenapa di saat dia sudah mantap dan yakin tapi kini malah Sonia yang tak yakin.


“Aku lihat Miranda senang dan bahagia karena akan menikah denganmu. Walau aku dan Miranda tak satu ibu tapi kami sedarah. Dan aku tak bisa menyakiti Miranda. Aku sekarang iklhas. Dulu kau yang takut melawan yang mulia. Kau memikirkan Yang mulia. Kini giliran aku memikirkan perasaan Miranda. Maafkan aku.” Sonia menangis haru. Dan Ahmed juga bersedih.


“Tolong jaga dan bahagiakan Miranda, Ahmed.” Sonia menitikan air matanya dan hendak pergi. Ahmed hanya bisa terdiam. Saat Sonia hendak pergi, dia malah melihat Miranda mendekat.


“Miranda!” Sonia berseru karena kaget dan Ahmed pun berbalik melihat ke arah belakang sehingga terlihat Miranda.


“Kak Sonia? Ahmed? Kalian sedang apa disini?” Miranda menatap heran.


Sonia segera menghapus air matanya di sudut matanya.


“Kau kenapa kau?” Miranda jadi cemas.


“Tak apa. Mataku kena debu tadi. Tak sengaja bertemu Ahmed disini maka berbincang sebentar. Kini aku mau kembali ke kamar. Silahkan kalian berbincang.” Sonia tersenyum tipis dan pergi.


Miranda menatap aneh. Kemudian dia menatap Ahmed.


“Kalian membicarakan apa?”


“Tak ada yang penting.” Ahmed hanya menggeleng. Kini dia benar-benar pasrah menerima keadaan.


Miranda merasa ada yang salah tapi dia tak tahu apa itu.


“Mari hamba antar Anda ke kamar, putri.” Ahmed pun mengajak Miranda dan mereka berjalan bersisian karena hendak kembali ke kamarnya Miranda.


Waktu pun berlalu dan sebulan kemudian pun dilangsungkan pernikahan antara Ahmed dan Miranda. Suasana istana di hias meriah di setiap sudutnya. Saat ini Ahmed telah di dandan sebagai pengantin pria yang tampan. Dia bersiap hendak menikah.


Di lain tempat Miranda di rias sangat cantik sekali. dia tersenyum bahagia. Almira pun bahagia. hanya Sonia yang terlihat sendu. Dia berusaha tersenyum tapi terlihat sendu sekali. Miranda merasakan kalau Sonia belakangan ini nampak lain. Tapi setiap ditanya kata Sonia tak ada apa-apa.


Naomi dan Rex muncul di acara. Sebentar lagi Ahmed dan Miranda akan menikah. Tapi hati Naomi begitu sedih. Dia segera mencari Sonia. Saat melihat Sonia di kamar Miranda, Naomi segera memanggil. Sonia datang mendekat. Miranda merasa ada yang aneh dengan tatapan serta panggilan antara Naomi dan Sonia.


Acara pun di mulai. Pengantin pria datang dan menunggu di dekat altar. Sedangkan Miranda mulai berjalan mendekat. Di sisi kanan dan kirinya ada Sonia dan Almira yang menjadi pengiringnya. Rex dan Naomi duduk di kursi kebesaran mereka.


Saat sudah mendekat. Almira dan Sonia menyingkir ke samping. Kini Miranda dan Ahmed berdiri berhadapan. Acara pernikahan pun dimulai tapi kemudian Miranda menghentikan pernikahannya.


“Hentikan ....” ucap Miranda. Semua mata tamu yang hadir melihat dan saling bertatapan heran.


“Ada apa?” tanya Ahmed.


“Aku tak mau menikah denganmu, Ahmed.” Sebuah tamparan mendarat ke wajah Ahmed. Semua hadirin kaget melihat. Naomi, Rex, Almira dan Sonia pun kaget.


Bersambung....


What!!! Miranda menghentikan pernikahan, ada apa ya? sudah tahu kayaknya Miranda, apa dia marah ya?


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D

__ADS_1


Kasi komen yang positif ya kak :D  Komentarnya mana komentarnya hehehe :D


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D


__ADS_2