Anak Terbuang

Anak Terbuang
Dijebak


__ADS_3

Akhirnya Rena bisa kembali pulang ke kostnya. Hampir 6 jam Rena di rumah bude Parti tadi. Sebelum sampai kost, Rena sempat mampir dulu untuk beli makan, karena ia lapar dari siang hanya saja ia merasa tidak enak saat ditawari makan oleh bude Parti. Anak bude Parti, Wawan yang baru pulang kerja melihat Rena dirumahnya terkejut. Belum sempat Wawan bertanya dengan ibunya siapa nama tamunya. Ibunya segera menyuruh mengantarkan Rena pulang. Di tengah jalan dan dirasa cukup aman, Rena minta turun di jalan katanya ada janji di toko buku GA.


Setelah mandi dan memakai baju, Rena segera makan nasi yang tadi sempat ia beli. Rena teringat dengan handphonenya yang ada di dalam tas. Ia mengambilnya dan banyak panggilan masuk juga pesan dari kakaknya, Bagas dan Budi. Tapi ia tidak membuka pesan dan meletakkan handohonenya kembali. Baru saja ia meletakkan handphonenya. Ada telpon masuk, Rena hanya melihat nama yang ada di handphonenya, ternyata Bagas dan Budi, Rena tidak mau mengangkat telpon dari mereka berdua untuk saat ini. Ia masih terlalu cape dan shock saat tahu rahasia mengenai dirinya saat kecil.


Rena teringat omongan bude Parti, bahwa nanti Rena akan tahu yang sebenarnya. Memang ada rahasia apa? Maksudnya bude Parti apa? Banyak pertanyaan di kepala Rena. Yang terjadi terjadilah, intinya aku tetap sayang sama keluargaku. Rena akhirnya tertidur.


Jam 7.45 saat Rena mau berangkat kerja, handphonenya berdering yang menelpon ternyata Bu Tita. Rena diminta ke rumah Bu Tita, dan pak Udin sudah jalan ke kantor untuk menjemput Rena dan Mbak Esther.


Bu Tita minta Mbak Esther dan Rena merubah semua jadwal meeting karena nanti sore Bu Tita harus mengunjungi anaknya yang tinggal di Belanda dengan orang tuanya. Banyak kerjaan yang harus Mbak Esther kerjakan terkait buku-buku yang akan dipublikasikan dan kerjaan Bu Tita dikantornya yang lain, sedangkan Rena mendapat tugas untuk membantu adiknya Bu Tita yaitu Bu Elice, karena Bu Elice akan segera membuka kantor baru. Rena baru tahu ternyata Bu Tita selain mempunyai kantor sendiri, Bu Tita masih bekerja di salah satu perusahaan yang memproduksi kebutuhan hidup sehari-hari. Bu Tita menjabat sebagai salah satu direktur. Setelah dibagikan tugas oleh Bu Tita, Mbak Esther dan Rena pamit untuk kembali ke kantor. Bu Tita memberikan amplop kepada Rena dan bilang untuk segera mendaftar kuliah saat Ia tidak ada di kantor. Mbak Esther senang akhirnya Rena akan kuliah dan dibiayai oleh Bu Tita. Karena ia pun kuliah juga dibiayai oleh Bu Tita.


Sampai di kantor, Tanti memberitahu Mbak Esther bahwa ia dipanggil oleh Bu Elice.


"Rena, aku lagi senang, akhirnya aku punya pacar. Pacar aku orang kaya. Jumat kemarin aku diajak clubbing sama dia. Kamu mau lihat ngga photonya". Tanti sengaja mau buat Rena kaget karena dia mau nunjukkan photo Budi dan dirinya yang sedang dj hotel.


"Selamat yah Tanti, semoga hubungan kalian berjalan lancar. Nanti saja lihat photonya boleh, aku banyak kerjaan dari Bu Tita".

__ADS_1


Tanti kesal mendengar jawaban Rena. Tanti sengaja memberikan photo yang sudah dia cetak dj depan meja Rena. akhirnya Rena melihat. Rena kaget karena Budi yang Tanti maksud adalah Budi yang Rena kenal. Tetapi Rena dengan cepat menutupi terkejutnya sehingga Tanti tidak tahu.


"Gantengkan Ren, dan hihihi, aku udah tidur sama dia". Tanti dengan bangganya mengatakan bahwa dia sudah tidur dengan Budi.


Rena mendapatkan satu pesan di handohonenya yang ternyata dari Budi. Rena hanya membaca tidak mau membalasnya, karena Rena tidak mau merusak hubungan antara Budi dan Tanti.


Aku harus fokus sama kerjaanku, sama keluargaku dan juga kuliahku. Terima kasih ya Tuhan, aku di kasih bos yang baik.


Mbak Esrher keluar dari ruangan Bu Elice dan mengajak Rena keluar kantor sekaligus makan siang. Tanti segera mengejar Mbak Ester dan Rena yang akan keluar makan siang.


Sementara Budi di dalam mobil kesal dengan Tanti. Budi lupa bahwa Tanti bekerja di gedung yang sama dengan Rena. Dan Budi baru tahu kalo ternyata Rena dan Tanti saling mengenal. Sepanjang perjalanan Tanti menceritakan kepada Budi bahwa Rena telah merebut pacarnya yang dulu dan mengatakan bahwa Rena itu seorang j*l**g. Budi tahu bahwa apa yang dikatakan Tanti adalah bohong. Budi mendapat telpon dari kantornya, bahwa Budi di tunggu di kantornya sehabis makan siang untuk ikut meeting dengan asistennya Bu Tita. Budi mencari alasan untuk membatalkan makan siang dengan Tanti.


"Tanti, maaf ternyata aku harus kembali ke kantor sekarang, aku antar kamu ke kantor, dan kita batal makan siang. Next time yah, aku lupa benar-benar lupa kalo aku ada meeting. Dan ini macet, aku ngga bisa antar kamu balik ke kantor. Kamu balik ke kantor naik taxi saja yah"


"Yah, padahal tadinya aku mau makan sambil bbc sama kamu? Ya sudah aku turun disini saja. Oh iya, aku minta uang taxi". Tanti kesal dan berharap Budi bisa mengantarkannya ke kantor.

__ADS_1


"Ini, 100 cukup kan? Budi mengeluarkan dompet dan mengambil uang 100ribu kepada Tanti.


"Kurang! Hari jumat kamu pakai aku, harusnya kamu bayar 5juta, biasanya aku sama orang asing bisa dapat 15-20juta sekali servis!.


Akhirnya Budi memberikan 500ribu kepada Tanti. Setelah Tanti keluar dari mobilnya, Budi segera menjalankan mobilnya. Sialan, ternyata dia p*****r dan aku dijebak sama Tanti. Dan dia menjelekkan Rena di depan aku padahal aku sudah tahu mengenai Rena. Hu-uh, Budi mendengus kesal.


"Rena, habis makan siang, kamu boleh pergi untuk mengurus kuliah kamu. jadi uangnya ngga hilang".


"Aku habis ini meeting keluar kantor Mbak, uang yang dari Bu Tita nanti aku masukin ke bank sekalian jalan meeting. Kalau besok aku ijin urus kuliah gimana Mbak?.


"Oh iya, event rokok itu yah?


"Ok, besok kamu bisa ijin dan Rabu kamu masuk yah, karena tadi Bu Elice sudah minta kamu untuk bantu dia dan mulai hari Rabu.


"Ok Mbak, terima kasih".

__ADS_1


__ADS_2