Anak Terbuang

Anak Terbuang
Rena dan karyawan


__ADS_3

"Hallo, selamat pagi Rena."


"Pagi Budi. Ada apa? Pagi-pagi sudah telpon aku."


"Aku mau ucapkan terima kasih."


"Terima kasih untuk apa?"


"Ngga papa, hanya ingin ngomong terima kasih saja."


"Oh ok. Budi sorry, aku harus berangkat ke kantor. Sudah dulu ya."


"Ok Rena, hati-hati?"


Budi tertawa riang. Akhirnya ia bisa punya mobil sport dari Anas dan juga perusahaan.


Hari ini Budi akan membawa notaris untuk penyerahan perusahaan Ananta ke tangannya. Ia tidak mau terjadi apapun di kemudian hari.


Ananta, kamu yang mengajak taruhan dengan penuh percaya diri. Kamu tidak tahu bahwa yang kamu hadapilah adalah perempuan yang smart bukan sekedar pintar. Mungkin bagimu Rena hanya perempuan yang mengandalkan kecantikkannya saja, tetapi kamu salah langkah."


Rena.... aku akan mulai mengejar kamu kembali. Tunggu aku Rena, aku akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya supaya kamu tidak perlu bersedih lagi.


Pagi ini Budi bersemangat. Dan ia akan pastikan Ancis tidak akan bisa mendapatkan hati Rena. Karena Rena hanya untuk dirinya.


Ancis sedang sarapan pagi. Ia masih teringat isi buku Rena yang Ia baca.


Dibalik sosoknya yang anggun ada kesedihan dan luka batin dalam diri Rena. Tapi Rena tidak pernah menampilkan kesedihannya. Semuanya Ia tuangkan dalam buku kecilnya.


Aku akan berusaha mengobati semua luka batin Rena dan kesedihannya juga perasaan terbuang dan tidak diharapkan oleh orang tuanya.


Ancis sudah mendapatkan benang merah apa yang nantinya harus Ancis lakukan kepada Rena. Agar Rena bisa membuka hatinya untuk Ancis.


Ancis menginginkan Rena menjadi miliknya.


Bagas pada akhirnya bercerai dengan Tanti. Ia masih mencintai Rena. Pernikahannya dengan Tanti karena dijebak oleh Tanti yang alih-alih hamil anaknya Bagas padahal Tanti hamil dari laki-laki lain.

__ADS_1


Bagas bertanggung jawab untuk membiayai anaknya. Bagas keluar dari rumahnya. Ia tidak mau Tanti dan anaknya Tanti akan susah. Bagas meninggalkan rumah dan kembali ke rumah orang tuanya.


Rena sudah sampai kantor. Dan hari ini Adi sengaja meminta Della membuatkan surat yang harus ditanda tangani oleh Bu Rena.


Della sudah di lantai 5 tempat Bu Rena. Della menuju ke salah seorang sekretaris.


Pagi Mbak. Ibu yang sok kecantikan itu ruangannya yang mana?"


"Maaf, ibu siapa. Disini ada 4 Ibu. Mbaknya mau ke ruangan ibu siapa?"


"Itu loh Mbak, ibu yang merasa paling berjasa dan sok cantik. Semua orang juga bisa dapatin tender. Kesannya kayak dia yang paling pintar di kantor ini."


Rena membuka pintu saat Della bicara dan mendengar semuanya.


"Rahma ada apa? Kenapa ribut sekali."


"Bu Rena maaf Bu. Mbak ini ngga jelas mau apa. Katanya mau bertemu dengan ibu-ibu disini. Dan saya bilang ada 4 ibu disini, mbaknya mau ketemu siapa eh dia ngomong seperti yang ibu dengar tadi."


"Oh gitu. Kamu bawa dokumen apa dan mau bertemu siapa?"


"Coba saya cek sebentar ya. Rahma pinjam pensil."


Rena mengecek surat tersebut dan memberikan coretan agar di revisi Setelah selesai Rena memberikan surat tersebut kepada Della.


"Ini ada beberapa yang harus kamu revisi. Tolong diperbaiki dan langsung saja ke ruangan saya di depan Rahma. Saya tunggu yah. Terima kasih."


Della mengambil kertas yang di berikan Rena dengan kasar dan mendengus lalu pergi.


"Ibu Rena tidak marah dengan kelakuan anak itu?"


"Buat apa saya marah. Dia masih baru dalam bekerja jadi harus dibimbing agar lebih baik lagi."


"Baik Bu Rena."


Rena masuk ke dalam ruangannya. Rahma melihat Bu Rena yang sudah masuk.

__ADS_1


Bu Rena hatinya terbuat dari apa ya? Dijelek-jelekin karyawan baru, dia santai saja. Makasih ya Allah, aku dapat bos sebaik Bu Rena, Bu Tita, Bu Elice dan Bu Asha.


Rahma melanjutkan bekerja.


Della masih menggerutu dengan kejadian tadi.


"Emang gue sekretarisnya disuruh revisi. Ogah banget. Dia bukan bos gue langsung."


Adi yang mendengar Della menggerutu segera mengambil surat yang sudah banyak coretan dari Bu Rena. Dan Adi segera mengetik surat tersebut, mengeprint dan naik ke atas untuk minta tanda tangan Bu Rena.


"Adi loe sama ya penjilatnya kayak Bu Rena."


"Della stop, loe ngga akan berkembang kalau cara kerja loe kayak gitu. Bu Rena ngga ada salah sama loe, tapi loe segitu bencinya."


"Suka-suka gue dong, Loe kenapa bela Bu Rena sampai segitunya?"


"Ya gue bela Bu Rena, karena Bu Rena bos yang baik, sama seperti Bu Tita, Bu Elice dan Bu Asha. Mereka memperhatikan karyawannya. Dan mereka mengajari mengenai integritas sebagai karyawan. Mereka melihat kita sebagai manusia yang bukan hanya sebagai pekerja. Sayangnya otak loe ngga nyampe!"


"Adi, ngapain loe mikirin Della. Kita aja ngga suka sama kelakuan dia. Loe marah sama dia berarti loe setipe sama Della Udah cuekin aja. Dan kalau dia tidak mau berubah kita lihat akan diperpanjang tidak? Kan masih masa probation."


"Iya benar yang kalian bilang. Della seperti itu karena dia merasa tidak mampu menyaingi kecantikan Bu Rena. Kalau Bu Rena kan cantik dari dalam dan natural. Della cantik karena polesan yang tebal."


"Kok kalian seperti itu sama aku. Aku kan tidak mengganggu kalian. Dan aku tidak suka sama Bu Rena karena dja kan cuma lulusan sekolah kejuruan, bukan lulusan universitas ternama seperti aku. Aku yang lulusan universitas dapat kerja sebagai administrasi saja."


"Hei Bu Rena lulusan universitas ya, Dan dia Cum Laude. Bu Rena bukan orang yang show off seperti kamu. Sudah, memang susah ngomong sama orang yang otaknya ngga sampai seperti yang Adi bilang."


"Hei ada apa ini? Kok ribut sekali sampai kedengaran di lantai 5. Ada apa dengan kalian. Dan kenapa nama saya dibawa-bawa. Nama saya jadi trending topik sepertinya. Semoga bukan omongan yang jelek yah."


"Ngga ada apa-apa kok Bu. Kita cuma kasih tahu sama Rena bahwa Bu Rena lulusan universitas juga dan Cum Laude."


"Hahahaha, kalian lucu. Saya mendengarkan semua yang kalian bicarakan dan itu semua jadi bahan intropeksi saya pribadi. Anyway thanks a lot yah. Ayo lanjut bekerja yang baik dan tidak perlu bertikai. Harus saling menghornati dan menghargai. At least respect with yourself first then you can respect with others. If you think you are respect with yourself but in the fact you have negative thinking with others. I can say you don't have respect with yourself. Think twice before say negative. Ok guys, selamat bekerja ya."


"Terima kasih Bu Rena."


Banyak yang tidak suka dengan Della.

__ADS_1


__ADS_2