Anak Terbuang

Anak Terbuang
Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Novi dan Alex dilakukan 2 kali karena Alex berbeda keyakinan dengan Novi.


Rena merasakan capek, sejak kecelakaan tubuhnya sering merasakan capek. Saat di gedung Rena lebih banyak duduk. Ia melihat kebahagiaan yang terpancar di mata Novi dan Alex.


Rena melihat ke arah lain dan tanpa sengaja matanya melihat Budi, tunangannya dan orang tuanya. Ternyata Budi juga sedang melihat ke arah Rena. Budi tersenyum kepada Rena dan Rena pun membalas senyuman Budi. Rena ingat bahwa ia belum mengucapkan selamat kepada Budi. Rena segera bangkit berdiri dan menghampiri Budi.


"Hai Budi, selamat yah atas pertunangan kalian berdua. Semoga segera menyusul Novi dan Alex. Selamat juga buat Om dan Tante".


" Terima kasih Rena" ucap Budi.


Mamanya Budi langsung melihat ke arah Rena dengan pandangan tidak suka karena ia mendengar menyebutkan nama Rena.


"Oh, kamu Rena yang anak p*****r yang berani mendekati anak saya? Ngapain kamu disini? Mau kasih tahu kalau kamu punya uang hasil mel**** seperti ibumu sampai akhirnya dibuang!


"Terima kasih Tante, permisi".


Beberapa orang yang tahu bahasa Indonesia segera memandang Rena dengan jijik. Ancis yang juga mendengar omongan mamanya Budi segera menarik tangan Rena dan mengajak Rena kembali ke Mamanya Budi. Ancis tidak suka dengan sikap Mamanya Budi.


" Maaf Tante. Rena tidak serendah yang Tante pikirkan. Rena di Jakarta punya posisi di perusahaannya. Dan Rena bukan anak seorang ******* yang seperti Tante bilang. Dan jangan pernah merusak acara orang dengan kata-kata Tante yang mengagungkan bibit, bebet dan bobot. Kelas Rena jauh lebih tinggi diatas Tante dan keluarga. Rena diam bukan berarti salah atau membenarkan omongan Tante, tapi Rena tahu kualitas Tante seperti apa!"


"Budi, mendingan loe bawa keluarga loe keluar dari sini. Senin kita bicara di kantor. Permisi! Ayo Rena". Ancis menarik tangan Rena dengan lembut untuk pergi dari hadapan Budi dan keluarganya.


Tante Silvani dan Om Bram tidak tahu bahwa sempat terjadi insiden kecil.


Ancis masih menarik tangan Rena dan bertemu dengan orang tuanya. Papa Ancis adalah rekan kerja Om Bram, karena itu mereka hadir di pernikahan Novi dan Alex.


"Papa dan Mama, kenalkan ini Rena. Rena adalah anak angkat Om Bram dan Tante Silvani.". Ancis mengenalkan Rena kepada orang tuanya.

__ADS_1


"Kenalkan Om dan Tante, saya Rena dan benar saya anak angkat Tante Silvani dan Om Bram".


" Frans, besok ajak Rena untuk brunch di rumah ya".


"Ok Mami" Ancis terlihat senang dengan sambutan kedua orang tuanya kepada Rena.


"Terima kasih Tante, atas undangan brunchnya."


"Ya Rena, sampai bertemu besok ya".


" Tante dan Om, Rena permisi dulu".


Rena pergi dari hadapan orang tuanya Ancis. Ia kembali ke tempat duduknya yang tadi.


"Hai, boleh aku kenalan dengan dirimu? Aku Vito, aku teman kampusnya Novi".


Rena segera bangkit berdiri karena melihat Mama melambaikan tangan kearahnya.


Vito yang melihat Rena berdiri dan pergi merasa kesal.


"Anak angkat saja sombong!"


Rena membalikkan badannya menghadap Vito "Ada masalah dengan status saya? Kuliah yang benar dulu kasihan orang tuamu bela-belain mengirimmu kuliah ke luar negri berharap hidupmu nanti lebih baik dari mereka".


Vito kaget dengan omongan Rena. Ya Vito adalah anak Indonesia yang kuliah di Amerika dan sampai saat ia belum lulus. Orang tuanya sudah berteriak kepada dirinya agar segera menyelesaikan kuliahnya segera. Dan Vito sempat mendengar omongan orang tuanya Budi yang mengatakan ibunya Rena p*****r. Vito pikir mungkin dengan memberikan 100 dollar ia bisa membawa Rena.


Tanpa Rena ketahui Ancis memberikan selembar kertas kepada Tante Silvani dan meminta ijin kepada Tante Silvani untuk mengumumkan di depan para tamu mengenai Rena. Kemarin Ancis mendapatkan email dari perusahaan Bu Tita bahwa akhirnya bulan kemarin sesuai RUPS, Rena di angkat sebagai Wakil Direktur yang artinya Rena bukan manager lagi tetapi sudah menjadi Wakil Direktur. Ancis sudah menyiapkan surat tersebut di flash disk. Ancis ingin membuat orang tua Budi malu dengan kata-katanya yang tadi sempat di dengar oleh beberapa orang.

__ADS_1


Rena naik ke atas pelamin dan berdiri di tengah diantara Om Bram dan Tante Silvani. Orang-orang yang berasal dari Indonesia memandang Rena dengan pandangan Jijik.


"Selamat malam semuanya, Terima kasih atas kehadirannya di pesta pernikahan anak kami Novi dan Alex, selain itu kami ingin memperkenalkan anak kami yang satu lagi walaopun bukan anak kandung kami tetapi ia sudah ikut kami dari SD kelas 6. Perkenalkan Rena".


Om Bram merangkul Rena.


"Rena tidak bisa ikut kami karena ia sudah bekerja. Rena anak pintar, dan Ia adalah lulusan nasional di Jakarta. Dan kami baru tahu ternyata Rena akhir bulan lalu diangkat menjadi Wakil Direktur. Kami sebagai orang tua angkat dari Rena sangat bangga dengan prestasi Rena. Ia bekerja dari mulai bawah sampai akhirnya bisa mempunyai posisi yang tinggi di kantornya. Dan Ia juga bekerja sambil kuliah. Rena lulus kuliah dengan Cum Laude. Rena yang dari kecil bukan apa-apa sekarang menjadi Siapa. 2 anak kebanggaan kami Novi dan Rena".


Ancis menayangkan surat pengangkatan Rena dan mendapatkan photo Rena dari kecil sampai menjelma menjadi perempuan cantik, anggun dan berwibawa dan bukti bahwa Rena cum laude.


Budi dan orang tuanya masih ada melihat tayangan itu membuat Mamanya menunduk malu. Ia termakan omongan mantan Budi yang sekarang menjadi tunangannya.


Seorang wanita yang bersuamikan orang Indonesia berbicara dengan Mamanya Budi.


"Sorry, gadis yang tadi kamu hina ternyata gadis yang punya harkat dan martabat. Jangan pernah menilai seseorang karena masa lalu orang tuanya yang kamu sendiri tidak tahu".


Budi menutup mukanya dengan kedua tangannya. Omongan Mamanya sempat menjadi perbincangan yang mendengar dan sekarang Budi merasa bahwa semua orang akhirnya melihat kearah Mamanya dengan pandangan tidak suka. Dan Budi melihat tunangannya menunduk. Budi pergi meninggalkan tunangan dan keluarganya.


Ancis melihat perubahan orang-orang yang tadi nya memandang rendah ke arah Rena sekarang memandang takjub kepada Rena


Vito pun kehilangan mukanya. Ternyata Rena adik angkat Novi adalah seorang Wakil Direktur.


Pesta pernikahan Novi dan Alex dilanjutkan kembali.


Rena berjalan turun. Rena melihat Ancis sedang meminta flash disknya. Rena berjalan menghampiri Ancis


"Ancis, maksud kamu apa? Jabatan aku bukan untuk konsumsi umum dan aku tidak suka. Tadinya aku mau kasih surprise ke Mama dan Papa juga Novi setelah selesai pesta pernikahan. Tolong, lain kali jangan dicampur adukkan. Harus first thing first. Ini pestanya Novi dan Alex, semua mata harus tertuju ke Novi dan Alex yang berbahagia." Rena menarik napas panjang dan pergi meninggalkan Ancis.

__ADS_1


__ADS_2