
Besok Novi dan Alex akan bulan madu. Papa akan ke SF. Besok hanya Mama dan Rena yang ada di rumah. Malam ini Rena akan internal meeting dengan Bu Tita, Bu Elise, Bu Asha dan Direktur Marketing. Rena sudah meyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk meeting hari ini. Rena mulai terhubung ke video conference. Ia baru melihat kehadiran Pak Agung dan Bu Asha.
"Pagi Bu Asha dan Pak Agung, Rena sudah hadir."
"Pagi Rena eh di sana malam ya, kamu kapan balik ke Jakarta?"
"Kamis besok saya balik ke Jakarta Bu Asha."
Bu Tita dan Bu Elise sudah tiba dan mereka mulai meeting
Pak Bram melewati kamar Rena dan mendengarkan beberapa suara. Pak Bram mengetuk pintu dan dilihat Rena sedang video conference dengan beberapa orang.
"Anak itu benar-benar punya integritas".
Pak Bram pelan-pelan menutup pintu kamar Rena dan ia berjalan masuk ke dalam kamar nya.
"Rena belum tidur, tadi aku lihat dia sedang meeting lewat video conference".
"Aku takut sama Rena loh Pa".
"Takut kenapa?"
"Sejak pisah dari Budi, Rena sepertj menutup diri dengan laki-laki."
"Biarkan saja dulu Ma, tapi kita tetap pantau."
"Iya pasti tetap kita pantau terus. Mama berharap Rena mau tinggal bersama kita disini. Sebentar lagi Novi ikut Alex ke Jerman. Otomatis kita hanya berdua saja."
"Kita pacaran lagi Ma, hahahaha".
" Idih udah berumur, mikirnya pacaran".
"Idiiih emang ngga boleh pacaran sama istri sendiri".
" Udah malam jangan berisik".
"Hahahahah, Mama butuh liburan rupanya."
"Pikir aja sendiri. Mama mau tidur udah ngantuk".
Rena sudah selesai meeting dan masih melanjutkan kerjanya. Tanpa Rena sadari sudah jam 04.30. Rena bersiap untuk mengambil wudhu. Ia masih mengecek dokumen satu per satu. Sudah terdengar suara azan dari handphonenya dan Rena segera ke kamar mandi untuk wudhu.
Rena keluar kamar dan menuju dapur. Mama ternyata juga menuju dapur.
__ADS_1
"Pagi sayang, kamu belum tidur pasti?"
"Iya Ma, baru selesai meeting tadi."
"Mau sarapan apa kamu?"
"Pengen nasi goreng Ma."
"Mama belum belanja ke toko Indonesia, adanya couscous kamu mau?"
"Iya Ma, mau. Papa berangkat jam berapa ke SF?"
"Nanti jam 8. Kamu rencananya apa untuk hari ini?"
"Tidur hehehehhe. Ngantuk banget Ma."
"Sudah sholat?"
"Sudahlah Ma. Mau aku bantu buat couscous?"
"Ngga usah. Ada brokoli sama kacang merah tolong ambilkan di kulkas sama turkey meat."
"Turkey meat halal buat kita Ma?"
"Iya tentu saja halal."
"Nanti kamu makan ya".
Mama sibuk meyiapkan sarapan. Sudah jam 6, cepat sekali.
"Ma, Rena ke kamar dulu ya".
Mama menganggukkan kepala. Rena berjalan ke kamar. Baru saja menutup pintu, handphone Rena berbunyi. Rena mengambil handphonenya dan melihat nama Budi.
"Hallo pagi Rena."
"Pagi Budi. Mamaku mengundang kamu untuk makan siang di rumah. Kamu bisa?"
"Maaf Budi, aku ngga bisa penuhi undangan makan siang Mamamu. Hari ini aku ada banyak kerjaan. Tadi sebelum subuh baru selesai video conference. Dan ada banyak dokumen yang harus aku cek."
"Kalau besok?"
"Besok aku ikut Mama. Dan kamis besok aku sudah balik ke Indonesia. Next time saja yah, kalau aku ke sini lagi."
__ADS_1
"Ok Rena, terima kasih nanti aku kasih tahu Mama."
"Ya sama-sama."
Budi memberitahu Mamanya bahwa Rena tidak bisa datang untuk makan siang hari ini, besok dan lusa. Budi jelaskan kenapa tidak bisa.
"Perempuan sombong banyak alasan! Salah aku pakai minta maaf sama dia! Lihat itu Budi, perempuan yang tidak punya manner sama orang tua mau kamu jadikan istri? Aku sumpahin Rena tidak akan pernah menikah dan semoga pesawatnya jatuh saat balik ke Indonesia karena sudah merendahkan aku dan anakku."
"Mama! Budi sudah jelaskan sama Mama! Budi lebih tahu Rena. Jika ia tidak bisa karena memang tidak bisa. Bukan karena tidak mau. Kenapa Mama begitu benci sama Rena? Mama sendiri yang ingin minta maaf. Dan kenapa Mama mengutuk Rena seperti itu? Itu namanya mendoakan orang. Rena tidak pernah jahat sama Budi dan apalagi sama Mama."
"Lihat.... lihat diri kamu sudah berani berteriak sama Mama, mana anak Mama yang dulu selalu nurut sama Mama? Ini semua gara-gara anak s****l itu!"
"Ma, tolong tarik kata-kata Mama. Kita akan kena karmanya Ma ngga tahu kapan? Bisa besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan".
" Tahu apa kamu tentang karma? Mama bilang, perempuan yang bernama Rena tidak akan pernah menikah dan akan celaka saat kembali ke Indonesia!"
"Astaghfirullahal Adzim Mama! Istighfar Mama! "
"Pergi kamu dari hadapan Mama! Pergi!"
Budi meminggalkan Mamanya yang masih marah, masuk ke kamarnya dan menangis.
Budi tidak habis pikir bagaimana Mamanya bisa menyumpahi dan membenci Rena sedemikian rupa, padahal baru kemarin Mamanya sendiri yang mau minta maaf kepada Rena.
Mama Budi masih kesal karena rencananya ia gagal untuk mempermalukan Rena di depan teman-temannya. Dan Mamanya Budi tidak percaya bahwa Rena bisa berbahasa Inggris. Buktinya selama Rena di Amerika, Rena tidak menggunakan bahasa Inggris. Mama Rena malu kepada teman-temannya yang diundang makan siang nanti pasti akan menanyakan mana gadis s****l itu.
Mama Budi akhirnya berencana akan datang ke rumah Rena siang ini dan membawa teman-temannya dan mempermalukan Rena habis-habisan karena akan dilakukan di rumah Rena.
Budi berangkat ke kantor. Ia merasa Mamanya sudah sangat keterlaluan terhadap Rena. Budi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan sampai di kantornya dengan kemarahan yang masih tersisa.
Ancis yang melihat Budi datang dengan muka marah mendekati Budi.
"Kenapa loe, pagi-pagi datang ke kantor dengan muka marah. Mobil loe di tabrak? Apa loe berantem sama tunangan loe lagi?"
"Mama gue. Dia buat gue marah dan kecewa karena dia ngga tulus minta maaf sama Rena dan bilang kalau Rena adalah wanita s****l. Dan lagi dia nyumpahin Rena tidak akan menikah dan Rena akan kecelakaan karena pesawatnya jatuh saat pulang ke Indonesia".
" Gila! Mama loe udah gila, sorry banget Bud, gue bilang gitu. Memangnya kenapa Mama loe sampai bisa nyumpahin Rena sedemikian rupa. Rena ngga pernah buat salah sama Mama loe lagi pula semuanya berawal dari mantan loe yang pengen banget dinikahin sama loe."
Budi menceritakan semuanya kepada Ancis. Dan Mamanya merasa bahwa Rena menolak undangannya. Budi sudah menjelaskan kepada Mama nya Rena kenapa Rena tidak bisa.
"Gue bisa narik benang merahnya dari cerita loe. Mama loe benci sama Rena dan punya rencana yang gue ngga tahu apa? Intinya buat malu Rena. Sorry kalau gue salah ambil kesimpulan Dan Mama loe tidak mau loe berhubungan sama Rena".
"Bisa jadi Ncis. Jujur saat ini gue jadi takut Rena kenapa-napa.
__ADS_1
"Kita lihat nantilah. Udah kita mulai kerja dulu. Ada meeting yang harus kita hadiri. Pulang meeting kita coba lewati rumah Rena. Semoga feeling gue salah. Tapi ngga ada salahnya kan loe bilang Rena ada di rumah ngga bisa kemana-mana karena urusan kantornya".
Budi menganggukkan kepala dan mereka berangkat meeting