Anak Terbuang

Anak Terbuang
Rumah Sakit


__ADS_3

"Aduh, kepalaku sakit, aku dimana?" Rena baru terbangun dari pingsannya setelah 3 jam.


"Rena, kamu di rumah sakit, dahi kamu bocor dan sudah dijahit". Budi tersenyum melihat Rena yang sudah sadar.


"Aku harus pulang, dan aku harus bayar biaya rumah sakitnya, tapi kartu ATM ku ketinggalan di kost". Rena berusaha bangun tetapi kepalanya masih pusing dan berat, akhirnya Rena tiduran lagi.


"Tenang Rena, jangan mikirin biaya dulu, kamu harus istirahat dan tenangin diri kamu disini, kemungkinan besok atau lusa kamu bisa pulang".


" Ngga bisa, aku harus pulang hari ini. Aku harus transfer ke ayah karena ayahku baru pulang dari UGD dan keluargaku butuh uang saat ini. Aku harus pulang".


"Rena, jangan paksakan diri kamu. Kamu butuh istirahat".


"Aku bisa istirahat di kostku, ngga perlu istirahat disini, dan besok aku ada meeting".


" Rena, kamu tadi pingsan, saat kamu pingsan, maaf handphone kamu berdering ada video call dari Tante Silvani. Dan aku sudah dikasih tanggung jawab untuk jaga kamu selama kamu di rumah sakit".


"Huft, kalau Tante Silvani sudah tahu, aku ngga bisa bantah lagi".


"Kamu lapar? Ini tadi aku sudah beliin nasi goreng yang ada di depan kantor kamu. Tadi aku titip teman untuk beliin nasi goreng buat kamu dan ini ada sari kacang hijau".


"Ngga, aku ngga lapar". Kamu makan saja dan maaf, aku ngga perlu dijagain, kamu bisa pulang dan istirahat karena besok kamu harus kerja dan takutnya nanti Tanti marah sama aku, dipikirnya aku menggoda kamu. Aku ngga mau".


"Kamu keras kepala. Tante Silvani sudah ceritakan semua mengenai kamu. Dan aku sudah mengiyakan sama Tante Silvani untuk menjaga kamu selama di rumah sakit. Mengenai besok aku sudah minta ijin bahwa besok aku ngga bisa masuk kantor. Jadi sekarang makan, kecuali kamu mau dimarahin sama Tante Silvani".


Akhirnya Rena makan nasi goreng yang sudah dibeli oleh Budi dan juga minum sari kacang hijaunya.


"Budi, terima kasih sudah menolong aku. Seingatku, aku tadi di rumah orang tuaku, bagaimana kamu bisa bawa aku ke rumah sakit? Rena tidak tahu kalau Budi mengikutinya dari pagi sejak pergi dari kost.


"Mungkin aku jodoh kamu, jadi aku datang menolong kamu di saat kamu butuh pertolongan. Sudah malam, kamu istirahat, jangan mikir macam-macam".


"Tapi gimana dengan keluargaku? Mereka butuh uang.. ". belum sempat Rena menyelesaikan kalimatnya handphone Rena berdering.


"Biar aku yang angkat, karena kamu perlu istirahat".


"Ngga usah diangkat, itu pasti dari kakakku. Biarkan saja".


Tidak berapa lama, Rena tertidur lagi.

__ADS_1


Budi melihat Rena yang sedang tertidur. Saat Rena masih pingsan, Budi sudah mengirimkan no handphonenya ke Tante Silvani. Banyak hal yang tidak terduga mengenai Rena dan Budi merasa sedih mendengar cerita Rena. Ternyata di balik kemandirian kamu, ketegasan kamu, kamu adalah anak yang rapuh dan kamu berusaha membuat orang tuamu bangga tapi mereka tidak mengakui keberadaanmu.


Rena, kamu istirahat ya, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, bahwa aku tidak akan meninggalkan kamu sampai apapun yang terjadi, siapapun dirimu sebenarnya. Sekuat atau serapuh apapun dirimu, aku akan tetap menjagamu terlepas kamu tidak mau menerima aku. Kamu gadis yang hebat, Rena.


Budi tertidur di kursi dan menggenggam tangan Rena.


Rena membuka matanya, ia masih merasakan kepalanya sakit, Rena melihat Budi yang sedang membelakangi dan melihat kearah luar. Budi tidak tahu bahwa Rena sudah bangun. Budi selesai menerima telpon dan membalik badannya.


"Pagi Rena cantik".


"Pagi Budi. Kira-kira hari ini aku bisa ke keluar dari rumah sakit ngga? Kalau kelamaan di rumah sakit, biayanya pasti besar apalagi ini di kamar VIP. Aku ngga punya uang banyak. Dan hari ini aku harus ke sekolah adikku untuk membayar uang sekolah mereka".


'Hei tenang dulu, ini masih pagi, jangan terlalu memaksakan dirimu diluar dari batas kemampuanmu".


"Aku mau ke kamar mandi, mau mandi, tapi aku ngga bawa baju ganti".


"Kamu pakai baju rumah sakit. Bajumu sedang di laundry dan mungkin sudah kering, nanti diantar ke rumah sakit. Oh iya aku juga sudah kasih tahu Ibu kostmu, bahwa kamu di rumah sakit karena ada accident kecil yang menimpa kamu.


"Aku mau ke kamar mandi" Rena bangun dari tidurnya.


"Aku antar kamu ke kamar mandi".


Budi mengalah dan melihat Rena yang berjalan ke arah kamar mandi dan tidak berapa lama keluar.


"Jam berapa dokter akan periksa aku?"


"Mungkin sebentar lagi, ini sarapan kamu, makan dulu jangan keras kepala biar cepat sehat dan semoga bisa pulang hari ini".


"Kamu sendiri sudah sarapan?"


"Aku tadi beli bubur, kita makan sama-sama".


"Rena, hari ini kalau kamu diperbolehkan pulang, kamu istirahat dulu saja dan kasih tahu bos kamu kalau kamu ijin tidak masuk hari ini"


Dokter datang bersama beberapa perawat


"Dokter, saya bisa pulang hari ini?"

__ADS_1


"Ya bisa, biar disiapkan resepnya sama suster tapi nanti ada jadwal untuk cek luka kamu".


"Terima kasih dokter".


Rena terlihat senang saat tahu bahwa dirinya bisa keluar dari rumah sakit hari ini.


"Aku mau siap-siap pulang, tapi bagaimana aku pulang, aku ngga ada baju ganti?"


"Pagi Renaaa".


"Loh Mbak Esther dan Tanti, kok tahu aku disini kan aku belum bilang bahwa aku di rumah sakit".


"Budi semalam telpon Mbak, terus tadi Tanti minta ikut untuk jenguk kamu. Gimana kondisi kamu, kok bisa seperti ini? Oh, ok aku tahu. Kamu jangan mikir kantor dulu. Aku udah bilang sama Bu Elice dan mereka titip salam semoga cepat sembuh".


Tanti terlihat terkejut dan tidak suka karena Budi ada di kamar yang sama dengan Rena.


"Mas Budi sayang, kok kamu bisa disini? Aku pikir kamu masih di rumah?"


"Aku jaga Rena di rumah sakit, karena Rena kecelakaan".


"Wah Rena semoga kamu cepat sembuh dan bisa segera pulang, kasihan mas Budi aku masa nemenin kamu! Tanti terlihat kesal dengan Rena.


" Tanti, Rena sedang sakit, kalau tahu gitu lebih baik tadi kamu ngga usah ikut jenguk Rena!" Mbak Esther marah dengan Tanti.


"Budi kan pacar aku Mbak, masa Budi nemenin Rena, ya jelas aku tidak suka. Bisa-bisa Rena ambil Mas Budi". Tanti mendekati Budi dan menggelayut manja di lengannya Budi


"Maaf Tanti, saya bukan pacar kamu, dan ini di rumah sakit, tidak sepantasnya kamu bicara seperti ini, lebih baik kamu keluar dari kamar ini!"


"Tapi Mas Budi, aku hamil anak kamu? Kita sudah melakukannya, dan ini aku punya bukti photo waktu kamu sama aku tidur di hotel setelah pulang clubbing. Tadinya hari ini aku mau kasih kabar mengenai kehamilanku sama kamu", Tanti menangis dan memberikan photo saat dirinya dan Budi di kamar hotel kepada Mbak Esther.


"Tanti dan Budi, silakan keluar dari kamar ini, Rena masih butuh istirahat dan selesaikan urusan kalian. Budi, laki-laki yang baik adalah laki-laki yang berani mengambil resiko dan bertanggung jawab atas perbuatannya!"


Budi segera menarik Tanti keluar dengan kesal.


"Mbak, hari ini aku boleh pulang, tapi aku ngga bawa ada baju ganti. Budi bilang bajuku yang kemarin sedang di laundry".


"Tenang, Mbak Esther sudah ambil baju kamu tadi di kost. Dan mengenai biaya sudah lunas".

__ADS_1


"Sudah lunas? siapa yang bayar? Apa Budi yang bayar? Tapi nanti kita ke bagian administrasi ya Mbak".


"Ayo ganti baju dan siap-siap pulang. Mbak Esther antar kamu sampai kost. Besok-besok jangan ke rumah orang tua kamu dulu daripada kamu celaka".


__ADS_2