Anak Terbuang

Anak Terbuang
Mencari Kost


__ADS_3

Pagi ini Rena pergi kekantor dengan semangat baru. Aku harus bisa membuat Ayah dan Ibu bangga entah gimana caranya, yang pasti aku harus bekerja dengan baik.


Handphone Rena berbunyi.


"Pagi Bagas".


" Tumben pagi-pagi sudah telpon? "


"Rena, nanti siang bisa keluar makan? tanya Bagas.


"Maaf Bagas, aku ngga bisa, karena nanti aku ijin mau cari kost dekat kantorku".


" Ya sudah, aku temani yah".


"Ok, tapi kamu ngga papa? Aku ngga mau merepotkan kamu".


"Aku kan belum kerja, orang tuaku minta aku kuliah dulu, setelah itu bekerja, jadi aku masih punya waktu". Bagas tersenyum akhirnya Rena mau ditemani dirinya untuk mencari kost.


Rena tadi sudah minta ijin sama Bu Cindy untuk keluar sebentar saat jam istirahat mencari kost. Dan Bu Cindy mengijinkan setelah Rena memberikan alasan kenapa ia harus kost.


Jam 12.01, Bagas mengirimkan pesan ke Rena bahwa dirinya sudah di seberang kantornya.


Rena segera bergegas keluar dan menghampiri Bagas.


"Bagas, aku hanya cari kost dekat-dekat sini, biar aku tidak terlalu jauh kalau pulang kantor".


"Iya, tadi aku sudah lihat-lihat beberapa tempat kost tidak jauh dari sini. Ada 1 yang menurut aku pasti kamu suka karena tempatnya nyaman dan juga tidak terlalu mahal. Kamu mau langsung lihat kesana?" tanya Bagas


Rena menimbang-nimbang perkataan Bagas, karena hanya 1 jam waktu istirahat dan ia tidak mau terlambat datang ke kantor walaupun Bu Cindy sudah mengijinkan.


*Ok, aku mau lihat yang tadi kamu bilang, Gas",


Rena naik ke motor dan mereka menuju tempat kost yang dimaksud Bagas. 5 menit kemudian mereka sampai. Setelah bertemu dengan Ibu Kost dan membayarnya 1/2 nya dari uang sewa, Rena pamit karena harus segera balik ke kantor. Bagas senang Rena akhirnya kost di tempat yang tadi dia cari. Jika berjalan kaki memerlukan waktu 10menit untuk sampai di kantornya.


"Ren, masih ada waktu 20 menit lagi, mungkin bisa makan siomay depan kantormu. Maukah?"

__ADS_1


Rena manganggukkan kepalanya.


Mereka makan siomay dan sibuk masing-masing dengan pikirannya.


"Gas, aku duluan yah sudah hampir jam 1, aku ngga enak sama bosku".


" Iya Ren, nanti aku jemput kamu yah". Bagas berharap Rena mengijinkan untuk menjemputnya saat pulang kantor nanti.


"Ok, siap".


Rena segera pergi meninggalkan Bagas dan masuk ke kantornya. Banyak pekerjaan yang harus Rena selesaikan ditambah ada memo di mejanya dari Bu Tiwi untuk menghadapnya jam 3 nanti. Ada apa yah? Rena bingung tapi segera menyelesaikan kerjaannya.


Jam 3 Rena sudah duduk di ruangan Bu Tiwi, tetapi Bu Tiwi belum nampak dan Rena menunggu sambil bertanya-tanya. Tidak berapa lama Bu Tiwi datang dengan salah seorang perempuan yang sudah berumur sekitar 50tahun. Bu Tiwi duduk dan disebelahnya perempuan tua itu sambil merokok.


"Rena, kenalkan, ini Ibu Tita. Ibu Tita adalah pemilik perusahaan ini. Saya memangggil kamu karena salah satu sekretaris Bu Tita mengundurkan diri, dan Bu Tita melihat hasil kerja kamu selama beberapa minggu ini dari laporan yang diberikan oleh Bu Cindy. Mulai minggu depan, kamu bekerja sebagai sekretaris Bu Tita, di lantai 5".


"Saya Rena, Bu Tita, saya baru bekerja disini. Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan kepada saya", mata Rena berkaca-kaca


Rena kembali ke ruangannya dan Bu Cindy sudah duduk di meja Rena. Lalu Bu Cindy mengucapkan selamat kepada Rena. Rena tersenyum bahagia karena teman-teman kantor dan para atasan menyukai hasil kerja Rena yang belum ada 1 bulan.


Rena segera membereskan mejanya, karena masih baru jadi belum banyak barang-barang di mejanya. Hanya komputer yang dipakai Rena untuk bekerja dan alat tulis yang selalu dibawa.


Jam 6.15 handphone Rena berbunyi


"Rena, aku sudah di depan kantormu, aku tunggu".


"Iya Bagas, sebentar yah, aku keluar".


Rena segera menghampiri Bagas yang sudah menunggu diatas motornya.


" Kita makan dulu yah Ren".


"Maaf Bagas, aku ngga bisa, karena aku makan bareng Om, Tante dan Novi di rumah. Lebih baik langsung antar aku pulang yah. Aku kan masih tinggal sama mereka".


"Ok". Bagas menghela nafas panjang. Susah sekali sih mau ngomong sama kamu Ren.

__ADS_1


Rena merasakan handphonenya bergetar dan dia minta Bagas berhenti sebentar.


"Renaa, Mama tadi telpon aku dia bilang, ngga bisa makan malam karena harus operasi caesar pasiennya, terus Papa masih meeting, aku mau pergi sama teman-teman SMA ku. Jadi kamu makan diluar saja yah. Mama baru kasih tahu. Aku sudah dijemput sama temanku. Bye Rena". Novi menelpon memberi tahu bahwa hari ini bisa makan di luar.


"Ok Novi, terima kasih".


"Bagas, Om dan Tante juga Novi tidak makan dj rumah karena masih ada kesibukan. Kamu masih mau ajak aku makan?"


"Dengan senang hati, yuk Rena? " Bagas tersenyum senang.


30 menit kemudian mereka sampai di rumah makan sunda. Rena dan Bagas masuk kemudian Bagas memesan makanan. Rena berpikir semoga uangnya cukup untuk bayar makanan, karena tadi dia membayar uang kost dan masih ada sisa uang sampai dia gajian nanti. Rena harus irit.


"Kok diam Ren, ini makanannya sudah datang".


"Iya Gas".


Selesai makan, Rena ingin segera pulang, tapi Bagas menahannya.


"Rena, aku mau ngomong sebentar saja". muka Bagas agak memelas


"Ya sudah ngomong saja, aku dengerin".


"Ren, aku suka sama kamu sejak kita kelas 2, sejak kita sebangku Awalnya aku lihat kamu, kamu seperti punya dunia sendiri, hanya sendirian saja di sekolah. Jam istirahat kamu lebih banyak di perpusatakaan, membaca buku, pulang sekolah kamu langsung pulang tidak main dulu seperti yang lain. Tadinya aku pikir kamu sombong, karena kamu juga pintar tetapi saat teman-teman minta tolong diajarin sama kamu, ternyata kamu dengan senang hati dan tulus membantu mereka. Sejak itu aku berusaha mendekati kamu tetapi kamu menghindar sampai akhirnya kita duduk sebangku. Aku sudah memendam perasaan ini sama kamu. Aku suka kamu dan aku mau jadi pacar kamu". Maukah kamu jadi pacarku? " tanya Bagas


Rena memperhatikan Bagas yang sedang mengungkapkan perasaannya.


"Bagas, maaf jika aku terlihat sombong, bukannya aku sombong tetapi aku punya tanggung jawab untuk diriku dan keluargaku juga keluarga Om Bram dan Tante Novi. Pulang sekolah aku harus bekerja, walaupun aku tinggal dengan Om dan Tante, tapi aku tidak mau menyusahkan mereka. Aku diasuh sama mereka sejak aku kecil. Kamu tidak mengetahui latar belakang hidupku. Aku tidak seperti teman-teman yang lainnya".


Rena menghela nafas panjang sebelum melanjutkan omongannya


"Jujur saat ini aku belum ada kepikiran untuk berpacaran, karena aku mau membuktikan kepada keluargaku bahwa aku bisa membuat mereka bangga. Aku Terima kasih sekali kamu sudah mengutarakan perasaanmu kepadaku. Jika memang kita jodoh pasti kita akan berpacaran. Lebih baik saat ini kita berteman dan bersahabat dulu".


"Ok Rena, aku ngerti, kita bersahabat yah bukan sekedar berteman lagi dan aku bisa antar jemput kamu?" tanya Bagas


*Kita lihat nanti yah Gas, aku ngga bisa mengiyakan atau melarang. Kita jalanin saja sebagaimana harusnya. Gas, sudah malam, ngga enak aku sama Om dan Tante kalau pulang kemalaman.

__ADS_1


"Ok Rena, yuk kita pulang".


__ADS_2