Anak Terbuang

Anak Terbuang
Keracunan makanan


__ADS_3

Rena merasa tidak enak badan hari ini. Ia menelpon sekretarisnya dan mengatakan dirinya datang siang. Rena juga memberitahu Bu Tita. Tetapi Bu Tita menyarankan untuk masuk hari Senin saja karena kondisinya masih jet lag. Rena setuju untuk masuk kerja hari Senin.


"Non, sudah jam 7 pagi. Bangun non Rena takutnya telat ke kantor." Mbok mengetuk kamar Rena.


Rena berjalan dan membuka pintu kamarnya.


"Makasih Mbok, hari ini aku ngga ke kantor. Badanku sakit semua. Tadi sudah kasih tahu orang kantor juga. Jadi hari ini aku istirahat di rumah saja."


"Sarapannya Mbok bawa ke kamar?"


"Ngga usah, sebentar lagi saya keluar kamar Mbok. Aku minta kopi hitam ya Mbok."


"Iya Non."


Rena menutup pintu kamarnya, handphonenya berdering. Rena melihat nama Ancis.


"Pagi Rena, kamu ke kantor jam berapa? Aku jemput kamu."


"Aku hari ini ngga ke kantor. Aku sakit tepatnya tidak enak badan. Mungkin masih jet lag. Jadi hari ini mau istirahat. Senin aku baru masuk kantor."


"Aku ke rumahmu yah nengokin kamu."


"Tidak perlu, aku tidak mau di ganggu siapapun."


"Aku hanya ingin jenguk, karena kamu sakit. Dan bisa jadi kamu butuh bantuan."


"Ancis, tidak perlu. Aku ada Mbok yang bantu aku jadi aku tidak mau merepotkan orang lain. Ancis sudah dulu. Aku mau tidur kepalaku sakit."


"Iya Rena, kamu istirahat ya."


Ancis merasa gelisah saat tahu bahwa Rena sakit. Hatinya tidak tenang. Ancis segera pergi membeli buah-buahan buat Rena dan beberapa bahan makanan.


Ancis membawa semua belanjaan ke rumah Rena.


"Mbok, ini bahan makanan tolong buatkan makanan kesukaan Rena. Sama ini buah-buahannya tolong dicuci ya Mbok. Terus kondisi Rena gimana?"


"Mbok kuatir sama non Rena, den Ancis. Non baru saja tidur dan badannya panas tinggi. Sebelumnya habis muntah-muntah dan ternyata semalam katanya bolak balik ke kamar mandi."

__ADS_1


"Sudah di kompres, Mbok?"


"Sudah den."


"Saya permisi masuk kamar Rena, Mbok ikut saja temenin saya ke kamar Rena."


"Mari Den, mbok antar ke kamarnya Non Rena."


Ancis dan Mbok berjalan ke kamar Rena. Mereka masuk dan menemukan Rena yang tergeletak di lantai.


Ancis segera mengangkat Rena dan Ancis terkejut karena badan Rena panas sekali.


"Mbok, siapin baju dan dalaman buat Rena. Rena mau saya bawa ke rumah sakit badannya panas sekali."


"Iya den, segera Mbok siapkan."


Rena sudah tidak sadarkan diri. Mbok sudah selesai menyiapkan baju yang di minta sama Ancis.


"Ayo Mbok ikut saya ke rumah sakit."


"Maaf den Ancis, sopir dan tukang kebun juga sakit. Untungnya Mbok sama satpam ngga ikutan sakit."


"Udah nanti saja jelasinnya. Sopir dan tukang kebun ikut saya ke rumah sakit. Panggil mereka ya Mbok."


"Iya den."


Ancis segera membawa Rena, pak Mistar dan pak Mastar ke rumah sakit.


Mereka bertiga segera ditangani di UGD. Ternyata mereka keracunan makanan. Yang paling parah Rena. Sedangkan pak Mistar dan Pak Mastar sebelumnya sudah minum norit dan minum air kelapa ijo.


Tidak berapa lama Rena sadar.


"Aduh, perutku sakit banget. Aku ada djmana?"


"Kamu ada di rumah sakit sayang, kamu tadi pingsan dan badan kamu panas sekali makannya aku langsung bawa kamu dan sopir juga tukang kebun kamu ke rumah sakit. Kamu dan mereka keracunan makanan."


"Terima kasih Ancis sudah membawa aku dan pak Mistar dan pak Mastar ke rumah sakit. Aduh kepalaku masih sakit."

__ADS_1


"Udah istirahat dulu. Yang penting tadi dikasih obat dan suntikan juga sudah dapat infus."


"Lalu pak Mistar dan pak Mastar mana?"


"Itu di sebelah, mereka juga sudah dikasih obat dan suntikan. Kamu ngga usah kuatir Rena."


"Aku ngga mau opname, aku mau pulang. Aku berobat jalan saja. Karena kalau opname, bisa-bisa Senin aku ngga masuk kerja. Aku senin harus meeting."


"Iya nanti aku tanyakan yah. Sekarang kamu tenang saja dulu."


Ancis meninggalkan Rena yang tertidur dan menelpon ke Bagas, ingin menanyakan makanan yang diberikan oleh Bagas. Ancis sudah membaca pesan masuk ke handphone Rena dari Bagas.


"Halo Rena, apa kabar?"


"Sorry gue bukan Rena, gue Ancis temannya Rena. Loe semalam kirim makanan ke Rena buat apa? Buat ngeracunin Rena. Gara-gara nasi goreng loe, Rena dan sopir juga tukang kebunnya masuk rumah sakit. Maksudnya apa?"


"Hah, maksudnya gue racunin? Gue ngga pernah nyakitin Rena, lagi pula nasi goreng yang gue beli, itu nasi goreng yang ada di depan kantornya Rena dan itu sudah langganan Rena dari dulu. Gue ngga akan mungkin nyakitin Rena. Gue sayang sama Rena."


.


"Urusan sayang ngga akan kayak gini jadinya. Loe sama aja ngga sayang sama Rena. Gue ngga tahu loe ada hubungan apa sama Rena. Tapi loe udah buat dia kesakitan dari semalam!"


"Gue ke rumah sakit sekarang. Rena di rumah sakit mana?"


"Loe ke RSSI, Rena masih di UGD."


Ancis menutup handphonenya.


Bagas siap-siap mau ke RSSI untuk menengok Rena. Tanti mendengarkan pembicaraan Bagas dan Tanti senang karena rencananya berhasil.


Tanti dan Bagas sedang dalam proses perceraian karena Tanti ketahuan selingkuh dan anak yang dulu Tanti klaim sebagai anaknya Bagas ternyata bukan. Karena anak itu ternyata anak dari laki-laki lain dan Tanti memanfaatkan Bagas agar mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Selama pernikahan mereka, Bagas tidak pernah berhubungan layaknya suami istri. Sampai akhirnya Bagas mendapatkan Tanti sedang berhubungan dengan laki-laki lain di kamarnya.


Bagas sudah di dalam mobil dan siap berangkat. Ia mengingat kejadian semalam. Sehabis pulang kantor, Bagas sengaja membeli nasi goreng 5 bungkus. 2 Bungkus akan diberikan kepada Tanti dan anaknya Tanti dan 3 bungkus akan ia makan bersama Rena. Bagas pulang dulu ke rumah untuk mengganti baju dan memberikan 2 bungkus nasi goreng ke Tanti sedangkan yang 3 lagi Bagas taruh di meja. Bagas masuk ke kamarnya untuk mandi, selesai mandi, ia melihat 3 bungkus nasi gorengnya seperti sudah di buka dan di bungkus lagi.


Sampai di rumah Rena, ternyata Bagas mendapat telpon dari Tanti yang mengatakan anaknya sakit. Tanti panik menelpon Bagas dan meminta Bagas pulang segera.


Bagas langsung pulang dan menitipkan nasi goreng ke satpam rumah Rena.

__ADS_1


Bagas segera melajukan mobilnya ke RSSI. Ya Bagas sudah tahu siapa yang membuat Rena keracunan makanan.


__ADS_2