Anak Terbuang

Anak Terbuang
Perpisahan


__ADS_3

3 hari lagi keluarga Novi akan berangkat ke Amerika. Malam ini Om Bram, Tante Silvani, Novi dan Rena berkumpul di rumah sambil menunggu kedatangan adiknya Om Bram.


"Rena, kamukan sudah dapat tempat kost dan Tante besok mau lihat kostmu. Tante mau pastikan bahwa kamu mendapat tempat kost yang baik. Karena Tante tidak mau kamu kenapa-napa nanti".


"Baik Tante, besok aku ajak Tante lihat kostku dan aku sudah bayar 1/2, untuk 1/2nya lagi aku bayar saat aku tempati kost".


"Good, kamu memang anak yang baik dan bertanggung jawab, Rena".


"Semua ini berkat didikan Tante dan Om. Tanpa Om, Tante dan Novi juga Dian, mungkin saat ini hidup Rena bisa berantakan". Rena segera memeluk Tante Silvani.


"Rena, Om dan Tante ada hadiah buat kamu, dan Om harap kamu menggunakannya dengan baik. Ini buat kamu", Om menyerahkan buku tabungan atas nama Rena sambil tersenyum.


Rena menerima buku tabungan itu dengan perasaan campur aduk dan tidak tahu harus bicara apa atas semua kebaikan yang diterima. Rena hanya bisa menangis dan mengucapkan terima kasih.


Setidaknya Rena punya uang tabungan, mengingat gaji yang nanti dia terima tidak banyak dan masih bisa untuk hidupnya sendiri.


Keluarga adiknya Om Bram datang dan mereka makan bersama dan berbincang-bincang dengan seru sampai tidak terasa hari malam.


"Rena, Tante mau tanya, nanti kamu tetap tinggal disini atau gimana?" pandangan istri dari adiknya Om Bram tidak suka dengan Rena.


"Ngga, saat kita berangkat mungkin 1-2 hari Rena masih disini, untuk membereskan barang-barangnya, karena dia sudah ngekost dekat kantornya", ucap Om Bram


"Ok".

__ADS_1


Setelah kepergian adiknya, Tante Silvani, Om Bram dan Novi masuk kekamar begitupun dengan Rena.


Sebentar lagi aku akan tinggal di kost. Aku harus mandiri. Sebenarnya aku ingin tinggal sama orang tuaku, tapi apakah mereka masih mau terima aku yang telah menghilang sekian lama. Tapi kenapa ayah tidak pernah mencariku? Tuhan sebenarnya aku anak kandung mereka bukan?" Pertanyaan terkahir selalu menghantui Rena selama ini sampai Rena meneteskan airmata dan tertidur.


Kesibukan Rena di kantor semakin bertambah setelah di lantai 5, karena perusahaan tempat Rena bekerja adalah perusahaan keluarga. Dan Rena baru tahu, Ibu Tita sebagai owner dan direktur utama, adiknya Bu Tita, Bu Elice sebagai direktur keuangan dan Bu Asha sebagai direktur. Di lantai 5, ada 3 sekretaris dan untuk Bu Tita mempunyai 2 Sekretaris salah satunya Rena. Rena menikmati pekerjaannya.


"Rena, nanti malam ketemuan sama Dian yuk. Aku udah janjian sama Dian di Dome, Plaza Indonesia. Jangan ngga datang". Novi mengirimkan pesan kepada Rena.


"Ok Novi",


Besok hari Sabtu dan besok Novi dan keluarganya akan berangkat. Sedangkan Dian minggu depan. Sahabatku akan pergi, mereka yang tahu banyak mengenai hidupku dari kecil. Mereka tidak pernah malu untuk bersahabat denganku. Mereka menyayangi dan mencintaiku seperti saudara kandung. Sedangkan aku punya Kakak, benci sekali dengan diriku. Semoga saat nanti bertemu Kakak, sudah berubah sifatnya dan tidak membenci aku lagi.


"Ren, kenapa mata kamu berkaca-kaca, mikirin pacar yah? lagi berantem yah? Mbak Esther, salah satu sekretaris Bu Tita sudah berdiri di depan meja Rena dan meledek Rena.


"Iih, apaan sih Mbak? Aku lagi keingat sahabatku yang besok akan berangkat ke luar negeri untuk kuliah disana". ucap Rena


Rena memang yang paling muda di kantor, karena lulus langsung bekerja. Teman-teman kantor suka menggoda Rena, anak di bawah umur. Rena tidak marah, karena memang umurnya belum baru 18 tahun.


"Nov, kamu sudah kasih tahu Rena kita ketemu disini?" tanya Dian, mulai kesal karena sudah hampir 1 jam mereka menunggu Rena belum datang


"Panjang umur, Di. Itu Rena datang". Novi melambaikan tangannya ke arah Rena. Lalu Rena menuju meja dimana kedua sahabatnya duduk.


"Maaf aku telat, macet dan juga tadi baru keluar kantor jam 6.30". ucap Rena yang ngos-ngosan karena berlari dari halte bis.

__ADS_1


"Ngerti, ya udah, pesan kopi sana, kamu kan kalo ngga kena kopi, matanya udah kayak ayam, rabun senja, hahahah". Novi tertawa senang menggoda Rena.


Mereka bertiga ngobrol seru sampai hampir tutup. Mereka sedih karena harus terpisah untuk waktu yang tidak dapat diprediksi apakah akan bertemu lagi. Dian memberikan kalung kepada mereka bertiga dan ada liontin huruf depan mereka bertiga NDR. Sebelum pulang mereka bertiga berpelukan.


"Rena, terima kasih banyak buat kebersamaan kita selama ini. Karena dengan adanya kamu membuat aku menjadi tidak manja lagi".


"Novi, harusnya aku yang berterima kasih, kamu dan orang tuamu menerima aku tinggal di tengah-tengah keluargamu tanpa tahu asal-usulku hanya tahu bahwa kita teman sekolah dan bersahabat". Rena merengkuh pundak Novi yang duduk di sebelahnya.


Pagi, Rena sudah membantu Novi dan keluarganya berkemas. Mereka akan berangkat jam 1 siang. Setelah semuanya beres, Rena masuk ke kamar dan juga membereskan barang-barangnya karena besok Rena akan pindah ke kost.


"Rena, jaga diri baik2 yah, Om dan Tante juga Novi akan sering hubungi kamu. Om dan Tante sayang kamu. Kamu tetap anak Om dan Tante, kamu tidak sendiri Rena", ucap Tante Silvani


Dan mereka berempat berpelukan bersama, kemudian Om, Tante dan Novi masuk ke dalam. Rena menatap kepergian mereka dengan perasaan sedih dan air mata yang mengalir. Setelah tidak melihat mereka, Rena berbalik pulang dengan Pak Atmo. Sampai di rumah Rena segera masuk kamar dan membereskan beberapa barangnya, Ada 2 koper kecil dan 1 tas saja. Rena melihat ke sekeliling kamar yang selama ini ditempati. Ada perasaan sedih saat akan meninggalkan kamarnya.


Tiba-tiba handphonenya bunyi


"Hallo Bagas",


"Rena, hari ini bisa ketemuan?" tanya Bagas


"Maaf Bagas, aku ngga bisa, aku masih harus beberes dan besok aku sudah mulai tinggal di kost. Jadi hari ini aku ngga bisa kemana-mana".


"Kalau gitu besok aku jemput yah Ren, aku antar ke kostmu dan nanti aku pinjam mobil ayah untuk bawa barang-barangmu ke tempat kost".

__ADS_1


"Ngga usah Gas, barangku hanya 2 koper kecil dan tas ransel yang biasa aku pakai kerja. Aku ngga mau merepotkan kamu". Rena menolak permintaan Bagas untuk mengantar ke kost besok. Tetapi Bagas tetap memaksa.


"Ya sudah, besok jemput aku jam 1 an yah. Karena nunggu adiknya Om Bram datang". Rena mengalah


__ADS_2