
Rena masuk kerja. Jadwal Senin ini sangat padat. Rena harus pergi untuk meeting dan meeting sampai malam hari.
"Rena, kamu belum pulang?"
"Bu Tita, belum bu. Masih ada beberapa dokumen yang harus aku siapkan untuk tender besok."
"Jangan terlalu di forsir badan kamu. Kamu masih jet lag ditambah Jumat kemarin kamu sakit. Anyway, I am so proud of you. Performa kamu sangat ok, client kita deal semua. You are so amazing Rena. Ngga salah aku pilih kamu jadi wakilku."
"Rena berterima kasih sama Bu Tita, karena Bu Tita selalu mengajarkan hal baru dan dengan sabar membimbing Rena. Sampai saat ini Rena masih belum bisa percaya kalau Rena bisa berada di posisi ini. Rena speechless. Bingung harus gimana. Satu-satunya cara Rena akan berusaha untuk mengembangkan perusahaan ini menjadi perusahaan yang semakin besar."
"Ya, saya percaya sama kamu. Oh iya ngomong-ngomong kamu punya pacar ngga sih? Setahu saya waktu itu kamu punya pacar. Terus sekarang gimana?"
"Aduh si ibu. Rena ngga ada pacar Bu. Rena masih enjoy dengan hidup Rena saat ini. Ibaratnya Rena sudah pusing dengan hidup Rena dan tanggung jawab Rena baik di diri Rena sendiri maupun pekerjaan Rena. Bukan Rena mengeluh tetapi Rena belum mau pusing untuk ngurusin hidup orang yang belum tentu akan jadi pasangan hidup Rena. Hahahaha jadj panjangkan Bu."
"Hahahaha, kamu benar-benar wanita karier sama seperti saya dulu. Sudah malam, besoklah dilanjutkan lagi."
"Sebentar lagi Bu, Rena hanya tidak mau menunda pekerjaan yang harusnya bisa selesai hari ini ya Rena kerjakan. Daripada besok Rena pontang panting sendiri."
"Ya sudah, saya duluan ya. Kamu nanti pulang sama siapa?"
"Ada supir Bu?"
"Ok, good night, see you tomorrow. Take care ya."
"Ok Bu Tita, good night and take care too."
Rena melanjutkan pekerjaannya. Tanpa di sadari sudah jam 11 malam. Rena membereskan mejanya dan keluar ruangan. Ternyata di depan sudah ada Ancis.
"Loh Ancis, dari kapan disini kok ngga telpon aku."
"Bu Wakil Direktur kan sibuk. Tidak mau ganggulah. Oh iya tadi Pak Mistar aku suruh pulang. Kamu pulang sama aku."
"Lah, kok Pak Mistar ngga kasih tahu aku?"
"Kamu ini dari tadi loh, lah terus. Sudah ayo pulang, kamu pasti lapar. Kita makan dulu."
"Makan di rumah saja Ancis. Aku capek."
"Kamu ngga kasihan sama si Mbok? Kamu sampai rumah bisa jam 12 malam terus Mbok harus nyiapin makanan buat kamu."
"Kasihan, kalau sudah malam gini aku ngga bangunin Mbok, aku tinggal seduh mie saja sebentar, jadi."
"Sudah, semakin banyak ngomong, semakin malam, semakin lapar."
"Ok, thank you sudah nungguin aku."
Ancis dan Rena keluar gedung kantor. Mobil Ancis di parkir di halaman depan.
"Mau makan apa?"
"Terserah kamu Ancis."
"Kita makan di menteng saja ya. Kamu suka apa?"
__ADS_1
"Apa saja Ancis."
Ancis berhenti di pinggir jalan. Rena makan sate ati ayam sedangkan Ancis makan sate padang.
Ancis melihat Budi bersama teman-temannya.
"Sejak kapan dia di Jakarta, terakhir dia masih di Amerika?"
"Siapa Ncis?"
"Kamu lihat arah jam 12 kamu di seberang jalan?"
"Aduh, tinggal kasih tahu saja siapa, kenapa harus pakai cara jam. Ribet kamu. Dan banyak orang juga di seberang."
"Iya, iya Rena cantik. Ada Budi."
"Budi? Budi teman kamu?"
"Budi, eks pacarmu."
"Oh, ya sudah biarin saja. Kenapa jadi kamu yang pusing? Atau kamu mau kesana sama Budi. Aku bisa pulang sendiri, tinggal naik taksi."
"Rena, kamu lagi kenapa sih? Kok kamu bicaranya ketus gitu?"
"Aku ngga papa Ancis, Dan ngomongku biasa saja. Memang seperti ini cara bicaraku. Masa aku harus rubah cara bicaraku?"
"Ngga perlu sayang, aku tahu kamu capek. Sudah selesai makannya?"
"Siap Bu bos, kita pulang. Aku bayar dulu."
"Ngga usah, sudah aku bayar."
"Oh ok. Makasih Rena."
"Oh ya harus."
"Harus apa?
"Harus bilang terima kasih."
Rena dan Ancis menyebrang jalan karena mobil Ancis ada si seberang jalan.
Budi melihat Ancis dan Rena saat akan menyebrang jalan.
"Ah kalah cepat gue! Sial."
"Kenapa loe? Kalah cepat sama apa atau sama siapa?"
"Loe lihat perempuan sama laki-laki yang menyebrang jalan?"
Teman Budi melihat Rena dan Ancis.
"Wooooowww, cantik natural tuh cewek. Loe kenal mereka Budi?"
__ADS_1
Teman-teman yang lain memperhatikan Rena dan Ancis karena teriakan woooowww.
"Gilaaaa, jam segini ada cewek cantik."
Budi segera berlari menghampiri Ancis dan Rena yang sudah menyebrang dan berjalan ke mobil.
"Renaaaa. Ancis." Budi menarik napas panjang karena berlari mengejar Rena dan Ancis.
"Hai Budi."
"Rena, kamu habis makan juga disinj?"
"Iya sama Ancis. Tadi Ancis jemput aku di kantor?"
"Hebat loe Ncis, gerak cepat banget!"
"Gerak cepatlah Budiii, ini sudah jam 01.30, mesti cepat pulang. Besok Rena ada meeting pagi."
"Budi, kita. pulang dulu yah. Bye Budi. Ayo Ncis."
Budi terlihat kesal saat Rena menggandeng tangan Ancis.
Ancis menoleh ke belakang melihat Budi yang kesal. Ancis mengangkat kedua bahunya.
"Kita lihat nanti Ncis, siapa pemenangnya. Loe atau gue yang akan dapatin Rena. Loe sahabat makan sahabat, Ncis. Sial!"
Budi kesal dan menendang ban salah satu mobil yang terparkir.
Budi berbalik arah dan berjalan kembali ke teman-temannya yang masih duduk.
"Budi, loe kenal sama tuh cewek?"
"Iya kenal, mantan gue yang waktu itu gue pernah cerita."
"Aaaahhh gila loe. Cewek secantik itu loe lepas. Dia yang sekretaris itu?"
"Iya dulu. Sekarang jabatan dia Wakil Direktur."
"Wah, kalau itu mah makin susah di gapai. Seperti pungguk merindukan bulan."
"Hahahaha, setuju, bulannya makin jauh, dikejar juga ngga akan bisa."
"Eh, Budi bukannya waktu itu mak loe bilang cari istri itu harus punya bibit, bebet, bobot. Kalau gitu mak loe salah menilai itu cewek. Secara bibit, itu cewek cantik, anggun, secara bebet, kelihatan cewek terhormat dan berkelas, secara bobot, posisi dia di lingkungan pekerja udah jauh diatas kita.
"Kalian kenapa sih, malah buat kepala gue makin pusing. Loe juga Ji, kenapa juga mesti bawa-bawa mak gue?"
"Kalian ngga suka kalau itu perempuan yang bernama Rena eks pacar gue!"
"Tenang Budi, ngga usah nggas."
"Anas, loe kok diam aja dari tadi."
"Gue nyimak obrolan kalian. Daripada kalian cuma ngomong buktiin kalau kalian bisa lebih dari itu perempuan. Hidup sudah susah, jangan loe buat susah. Enjoy aja. Easy going but never failed to try."
__ADS_1