Anak Terbuang

Anak Terbuang
Rahasia Budi


__ADS_3

Mama Budi dan 4 orang temannya sedang menuju rumah Rena.


Rena sedang mengecek semua dokumen yang dikirimkan oleh sekretarisnya. Ada beberapa data yang tidak lengkap. Dan harus selesai Senin minggu depan. Minta kekurangan data dengan sekretarisnya tidak mungkin karena perbedaan waktu. Rena melihat jam sudah jam 2 siang pantes saja perutnya keroncongan. Rena keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Rena membuka kulkas dan mengambil beberapa lembar roti tawar dan memanaskan roti tawar di microwave. Rena mengambil telur dan membuat telor ceplok.


Rena sedang makan roti isi telor mendengar keributan di luar.


"Renaaaaa keluar kamu, you are b***h" Ibu p****** anak pun sama. Lihat ini photo dia sedang di hotel sama laki-laki lain kemarin pulang dari pesta pernikahan anaknya dokter Silvani. Kasihan dokter Silvani dan keluarga sudah di bohongi sama anak ini! Rena keluar kamu!


Para tetangga yang ada di rumah mendengar keributan tapi mereka menganggap itu masalah keluarga, mereka tidak mau ikut campur. Teman-teman Mama Budi melihat photo itu dan mereka terkejut. Kasihan dokter Silvani.


Rena yang mendengar kata-kata Mama nya Budi keluar. Baru keluar, Rena langsung dijambak rambutnya dan ditampar hingga jatuh dan Mamanya Budi memegang kepala Rena.


"Anak s***** cium kaki saya. Saya tidak terima kamu memisahkan saya dengan anak kesayangan saya Budi."


Mama Budi menekan kepala Rena sampai menyentuh kaki Mama nya Budi.


Ancis dan Budi berlari melihat kejadian itu. Ancis menarik Rena untuk berdiri, tetapi Ancis di dorong oleh Mamanya Budi sampai terjatuh.


Budi menarik tubuh dan memeluk Mamanya.


"Mama stop Ma! Apa yang Mama lakukan ke Rena! Lihat Ma, buka mata Mama, Rena tidak salah Ma! Budi malu, kelakuan Mama yang tidak punya manner. Dan Mama bisa dihukum atas kejadian ini!"


Rena bangkit berdiri dan melihat Mamanya Budi tanpa ekspresi.


"Sudah selesai Tante, saya ngga bisa lama-lama, kerjaan saya masih banyak! Kalau belum selesai, besok saja Tante ke sini lagi ya. Selamat siang".


"Rena, Rena, tunggu. aku minta maaf atas perlakuan Mamaku, mohon dimaafkan. Please Rena, please."


Budi memohon kepada Rena agar Mamanya dimaafkan.


"Santai saja Budi, mungkin dengan cara seperti tadi kemarahan dan kebencian Mamamu bisa mereda. Satu lagi, mungkin waktu mudanya Mamamu pernah bertemu dengan ibuku dan tidak dapat pelanggan karena ibuku lebih cantik. Karena dia tahu sekali ibuku yang aku sendiri tidak pernah bertemu. Ibuku punya pelanggan banyak, Mamamu tidak ada pelanggan jadi ngga dapat uang. Bersyukurlah Tante, sudah dapat om-om kaya. Dan mengenai Budi di hipnotis tanya sama anak Tante sendiri. Perbanyaklah sholat dan tahajud Tante biar diberikan petunjuk sama Allah SWT. Siang".

__ADS_1


Semua yang mendengar perkataan Rena terkejut karena Rena mengucapkan tanpa nada marah ataupun kesal. Rena mengucapkan dengan santai dan tanpa beban.


Ancis takjub dengan kata-kata Rena, padahal Ancis melihat Rena sudah mencium kaki Mamanya Budi karena kepala Rena ditekan.


Teman-teman Mamanya Budi pergi satu per satu. Mereka merasa telah dihasut oleh Mamanya Budi.


Budi benar-benar malu dengan Rena. Ia membawa Mamanya masuk ke mobil dan berjalan pulang. Ancis masih berdiri mematung melihat Budi pergi dengan Mamanya.


Lalu Ancis memencet bel rumah Rena dan tidak berapa lama pintu terbuka.


"Siang Rena".


" Siang Ancis, tumben siang-siang datang ke rumah. Masuk Ncis".


Ancis masuk dan bingung, Rena terlihat biasa saja seperti tidak ada kejadian apa-apa dan saat mengatakan siang Ancis, Rena mengatakan dengan tulus tanpa beban.


"Mau minum apa?"


" Sebentar Ncis".


Rena berjalan ke belakang dan mengambil orange juice untuk Ancis. Sementara Ancis menunggu dan masih bingung dengan sikap Rena. Tidak ada tangisan, kekesalan apalagi kemarahan di wajah Rena. Semuanya biasa saja.


"Ini orange juice nya Ncis, di minum. Ngomong-ngomong ada apa datang ke sini?"


"Tadi habis meeting dan kebetulan lewat jadi aku mampir. Oh iya Mama Annelise tanya ke aku kira-kira besok kamu bisa ngga dinner dan ajak serta Om dan Tante".


" Waduh, aku ngga tahu karena besok aku pergi sama Mama. Papa sedang di SF karena ada acara dari kantornya. Tapi nanti aku coba sama Mama yah".


"Kamu lagi apa sekarang Ren?"


"Lagi kerja sih hehehhe, PR dari kantor banyak dan susahnya ada beberapa data yang kurang dan perbedaan waktu jadi nya takes time".

__ADS_1


"Ops, sorry aku ganggu yah".


"Ya kurang lebih, karena nanti malam aku ada video conference lagi untuk tender hari Senin minggu depan".


" Ya sudah, aku permisi pulang. Kamu lanjutan kerja mu."


"Ok Ancis, thank you sudah mampir. Salam buat orang tuamu".


Rena menutup pintu setelah Ancis keluar. Ancis belum menjalankan mobilnya. Ancis benar-benar bingung untuk menilai sikap Rena. Semuanya benar-benar terlihat natural. Rena santai saja. Mungkin kalau perempuan lain, sudah mengeluarkan uneg-uneg kemana-mana dan sumpah serapah dan hal itu tidak terjadi dengan Rena.


Rena kamu perempuan yang mempunyai jiwa besar. Aku salut sama kamu. Jika kejadian itu menimpaku bisa jadi langsung aku laporkan biar Mamanya Budi ditangkap terlepas Budi adalah sahabatku. Ancis masih tidak percaya dengan kejadian yang menimpa Rena dan bahasa tubuhnya santai saja.


Budi di rumah marah dengan Mamanya karena telah melakukan Rena dengan semena-mena. Dan tunangan Budi datang di waktu yang tidak tepat.


"Budi sayang, kenapa kamu marahin Mama".


"Diam kamu. Aku tahu semua kelakuan kamu! Kamu yang mengedit photo ini. Dan aku tahu bahwa itu adalah kamu sendiri. Kamu yang sama laki-laki itu bukan Rena!"


"Hei, jangan menuduh sembarangan ya, bisa aku laporkan!


" Silakan laporkan, laki-laki yang sama kamu itu teman Ancis, temannya Francois Gerald!. Dan Ancis itu teman satu kantorku! Kamu memanfaatkan Mamaku untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan! Kamu itu lebih rendah dari binatang!"


"Plaakkk." Diam kamu Budi. Kamu adalah anak tiri Mama! Mama menikah sama Papamu karena Mama ingin hidup Mama tidak susah. Dan tunangan kamu ini adalah anak kandung Mama! Papamu tidak tahu bahwa Mama punya anak sebelum menikah dengan papamu. Dan Mama tidak mau apa yang Mama dapatkan dari papamu akan berpindah ke tangan orang lain. Kamu harus dan harus menikah dengan anak Mama! Paham kamu! Bukan menikah dengan perempuan s***** itu.


"Jadi?


" Ya kamu anak tiri, karena ibu kandungmu sudah merusak kebahagian Mama waktu Mama masih pacaran sama Papamu. Mama bertekad untuk merebut papamu!"


"Aaaarrrrgggghhhh, Braaaakkkk


Budi keluar rumah sambil membanting pintu dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2