Anak Terbuang

Anak Terbuang
Bertemu Kakak


__ADS_3

"Rena, aku sudah di depan rumah?" Rena tidak menyadari bahwa dari tadi handphonenya berdering, Bagas menelpon.


Saat Rena duduk di pinggir kasurnya, ada satu pesan masuk dan ternyata dari Bagas


"Aku keluar sekarang?"


Rena mengangkat kopernya, dan keluar kamar, melangkah keluar rumah, di depan pintu masuk, Rena berhenti dan menengok kebelakang sekali lagi. Mbok pagi tadi sudah pamit untuk pulang kampung karena keluarga adeknya Om Bram tidak mau mempekerjakan Mbok hanya Pak Atmo saja yang masih dipekerjakan dan saat ini Pak Atmo sedang pergi. Ada perasaan sedih di hati Rena untuk meninggalkan rumah yang penuh kebahagiaan selama ini. Dan Rena melanjutkan melangkah keluar.


Rena pamit dengan satpam yang dirumah, dan segera menghampiri Bagas yang sudah menunggu di depan rumah. Bagas melihat Rena membawa 2 koper kecil dan Bagas bingung karena hanya 2 koper itu saja barang-barangnya Rena. Rena memang orang yang simpel tidak mau terlalu banyak baju ataupun barang. Kadang Om Bram dan Tante Silvani bingung saat membelikan Rena baju ataupun boneka. Rena selalu menolak. Rena bukan gadis yang aji mumpung.


"Rena, barang bawaanmu hanya ini? Tidak ada yang lain lagi?


"Ngga ada, memang hanya ini. Kenapa Gas? "


"Ok, kita berangkat sekarang?"


Rena menganggukkan kepalanya.


Sepanjang perjalanan mereka berdua disibukkan dengan pikiran masing-masing. 40 menit kemudian Rena dan Bagas sampai di kost Rena. Ibu Kost menyambut Rena dan Rena memasukkan kopernya ke dalam kamar sedangkan Bagas menunggu di luar. Setelah meletakkan kopernya, Rena menemui Ibu Kost dan menyerahkan uang pelunasan, tetapi Ibu Kost menolak.


"Rena, kost kamu sudah dibayar sama Tantemu kemarin waktu kalian datang dan sudah dibayar untuk 1 tahun, jadi kamu tidak usah membayar kost lagi". ucap Ibu Kost.


"Loh, heeh, baik Bu, terima kasih", ucap Rena


Rena keluar dan menemui Bagas yang dari tadi menunggu di halaman. Karena kost yang ditempati Rena khusus perempuan jadi Bagas tidak bisa masuk dan jika berkunjung hanya bisa di teras.

__ADS_1


"Gas, makasih yah sudah anterin aku".


"Sama-sama Rena, semoga kamu betah di tempat kost ini Ren. Oh iya, kamu mau keluar ngga sekalian kita ngopi atau makan? Aku sempat lihat kamu sama temanmu di Dome, Plaza Indonesia. Aku pikir kamu pasti suka kopi, yuk kita cari tempat untuk ngopi?"


"Gas, besok saja bolehkah? Aku mau beresin barangku dulu. Dan besok kan hari Minggu jadi ada waktu untuk luang. Gimana, ok kah?"


"Ok, besok kabarin aku yah. Karena hari Minggu biasanya ayah kasih tugas buat Aku. Aku pamit pulang dulu Ren, sampai besok yah?"


Rena masuk ke kamarnya setelah Bagas pergi. Rena menata bajunya dan buku-bukunya. Setelah beres, Rena menatap kamar kost. Tante Silvani sudah membayar 1 tahun kamar kost. Dan Minggu depan aku gajian, mungkin habis gajian aku bisa ke rumah orang tuaku. Semoga mereka menerimaku. Tuhan, berikanlah yang terbaik buat aku saat ke rumah Ayah dan Ibu.


Senin hari yang sibuk buat Rena, karena ia harus ikut Bu Tita meeting di luar kantor sedangkan Mbak Esther sedang mengerjakan tugas penting untuk event festival dimana perusahaannya berhasil memenangkan tender untuk membuat festival kebudayaan di Menado.


Saat memasuki kantor di daerah Sudirman dimana Ibu Tita akan meeting dengan klainnya, receptionist menyambut Bu Tita. Rena terkejut karena dia sepertinya mengenali receptionist tersebut. Dan nama receptionist itu adalah Mirna Elisa, itu adalah nama Kakaknya. Rena bisa melihat bahwa receptionistnya menunjukkan muka tidak bersahabat sama Rena beda saat dia berhadapan dengan Bu Tita, mukanya ramah. Rena mengikuti langkah Bu Tita ke dalam ruangan kantor klain Bu Tita


Meeting yang cukup lama, akhirnya klain Bu Tita sepakat untuk mengganti logo perusahaannya dan akan dikerjakan oleh team design grafis.


"Rena, kamu nanti langsung ke kantor sama Pak Udin, tapi saya mau pulang dulu setelah itu Pak Udin antar kamu ke kantor".


"Baik Bu". ucap Rena


Setelah mengantarkan Bu Tita ke rumah, sepanjang perjalanan ke kantor Rena memikirkan mbak yang tadi. Rena yakin bahwa mbak receptionist itu adalah kakaknya. Tapi masih ada keraguan di hati Rena, mungkin orang yang berbeda tapi nama sama, dan kenapa mbak tadi tidak suka sama aku yah? Rena masih bingung dengan mbak yang tadi.


Sampai di lantai 5, Mbak Esther memanggil Rena untuk segera membantu mengurus beberapa dokumen untuk event festival. Setelah itu Rena membuat minute of meeting kemudian di email ke Bu Tita. Jam 8 malam, tetapi masih banyak yang bekerja. Rena pamit pulang sama Mbak Esther.


Sampai diluar kantor, Rena melihat ada tukang nasi goreng, dia lapar ingin beli tapi uangnya tidak banyak masih menunggu sampai gajian. Akhirnya Rena melangkah pulang ke kost.

__ADS_1


Setelah mandi dan ganti baju,, hendak istirahat, Rena mendengar kamar kostnya diketuk.


"Renaa, ada tamu tuh nunggu di teras, cowok, bilangin jangan malam-malam kesini udah jam 9 malam", Mbak Maria salah satu teman kost Rena mengetuk sambil berbicara.


"Iya Mbak, terima kasih infonya".


Rena segera jalan ke teras dan ternyata ada Bagas. Bagas segera memberikan sebungkus nasi goreng.


"Makan nih, tadi aku beli nasi goreng di depan kantor kamu. Aku tadi lihat kamu sempat lihat tukang nasi goreng, tadinya aku pikir kamu mau beli dan makan disana, ternyata kamu langsung jalan pulang. Jadi aku beliin kamu nasi goreng dan aku tahu kamu pasti belum makan, karena aku lihat kamu jalannya lemes.


"Heheheh, iya Gas, tadi aku memang mau nasi goreng tapi aku cape banget karena kerjaanku banyak. Makasih banyak yah sudah dibeliin, eh iya ini berapa harganya, sebentar aku ganti uangmu". Rena mau masuk kedalam untuk ambil uang dan tangannya dipegang Bagas.


"Aku kesini memang mau kasih kamu nasi goreng dan aku ngga minta diganti uang. Oh iya, ini sudah malam sudah jam 9.45. Batas bertamu di kost kamu kan jam 10.00. Aku balik pulang yah, udah langsung dimakan ngga usah mikir ganti uang. Bye Rena".


"Ok".


Bagas berjalan ke arah motornya dan masih terbayang muka Rena yang tersenyum. Bagas jarang melihat Rena tersenyum seperti tadi. Wajahnya selalu datar tanpa ekspresi. Aku akan buat kamu tersenyum terus Rena.


Rena sedang duduk di meja makan menikmati nasi goreng yang dibeli oleh Bagas. Rena jadi malu karena ketahuan sama Bagas bahwa ia berhenti di tukang nasi goreng. Apa jangan-jangan Bagas nungguin aku? Ah ngga lah, Bagas kalau mau jemput pasti kasih tahu aku dulu.


Rena masuk kamar setelah selesai makan dan mengirim pesan ke Bagas.


"Bagas, makasih yah sudah beliin nasi goreng, sekarang perut aku kenyang dan bisa tidur dengan nyenyak. Selamat malam, selamat tidur Bagas? "


Bagas melihat handphonenya dan melihat ada satu pesan masuk dari Rena. Bagas tersenyum senang karena Rena mengirimi dia pesan.

__ADS_1


"Sama-sama Rena, selamat malam, mimpi indah yah, mimpiin aku tapi aku jangan jadi tukang nasi goreng, aku maunya jadi pacar kamu", Bagas senyum-senyum sendiri membalas pesan dari Rena


Bagas berharap Rena akan membalas pesannya, ditunggu beberapa saat tidak ada balasan dari Rena. Mungkin Rena sudah tidur. Batin Bagas.


__ADS_2