Anak Terbuang

Anak Terbuang
Minta maaf


__ADS_3

Jam 11 malam, Mama Silvani baru pulang dari rumah sakit. Banyak pasien yang harus ia tangani. Papa Bram sedang di ruang kerjanya.


Rena sedang menonton TV saat Mama Silvani datang.


"Malam Ma, kok malam sekali pulangnya Ma?"


"Iya Rena, banyak pasien. Kamu hari ini kemana? Ada pergi-pergikah? Atau pergi dengan Tante Annelise, Mamanya Ancis?"


"Ngga Ma, Rena seharian di rumah mengecek beberapa kontrak. Terus tadi sempat telpon Bu Tita, ia minta Rena segera balik karena ada beberapa proyek yang harus Rena tangani"


"Kapan kamu akan balik ke Indonesia?"


"Sepertinya Jumat inj Ma, biar Senin minggu depan aku bisa masuk kerja".


"Mama sedih kalau kamu harus balik ke Indonesia minggu ini. Kamu juga belum sempat kemana-mana. Kamu di rumah saja berkutat dengan pekerjaanmu".


"Ngga papa Ma, masih ada waktu untuk pergi dan jalan-jalan Ma. Aku harus fokus sama karirku dulu Ma. Aku sedang enjoy menikmati hidup Ma".


"Ok Rena sayang sepanjang kamu happy. Sudah malam, ayo tidur besok lagi kita ngobrolnya. Papa masih di ruang kerja?


"Iya Ma, seperti. Selamat malam Mama"


"Malam anaknya Mama yang cantik".


Rena melihat handphonenya. Ada telpon masuk dari Budi jam 10 tadi dan juga 1 pesan.


Rena membaca pesan tersebut. Rena merebahkan badannya dan tertidur.


Pagi-pagi sudah berisik dengan suara Novi dan Alex. Rena melihat kearah jam, jam 7 pagi. Pagi sekali mereka check out dari hotel? Rena berjalan ke kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian Rena keluar dari kamarnya.


"Mbak Rena yang cantik sudah mandi, mau kemana pagi-pagi?".


"Memangnya aku ngga boleh mandi? Takut ngikutin kamu yah mandi terus hahahahaha".


"Renaaaaaa."

__ADS_1


"Kenapa hahahahaha malu ya ketahuan mukanya merah".


Mama dan papa yang melihat kelakuan Rena dan Novi geleng-geleng kepala.


Persahabatan yang berubah menjadi saudara. Dan Rena bukan anak yang aji mumpung, itu yang membuat Mama dan Papa mengangkat Rena menjadi anak mereka. Rena tidak pernah berubah dari kecil sampai sekarang. Dan Rena buktikan bahwa Rena bisa dan mampu.


Mama suka menangis jika mengingat Rena kecil yang tetap sekolah sambil bekerja dan bisa membayar uang sekolahnya sendiri. Padahal jika Rena mau ia tidak perlu bekerja, tetapi pendirian Rena kuat. Dan di sekolah ia tetap mendapatkan peringkat.


Mama dan Papa bangga dengan Rena. anak yang dulu selalu kelaparan, penuh luka dan pendiam cenderung tertutup. Sekarang sudah menjelma menjadi wanita yang cantik, anggun dan pintar.


Mama menghampiri Novi dan Rena yang masih bercanda dan memeluk mereka berdua.


"Mama bangga dengan kalian berdua. Kalian adalah berlian dalam hidup Mama dan Papa".


" Makasih Mama cantik". Rena dan Novi bicara berbarengan.


"Ok anak-anak Mama, sarapan sudah di meja. Ayo kita makan sama-sama. Mama panggil Papa dulu".


"Ok Mama".


Bel rumah berbunyi, Alex bangkit untuk membuka pintu.


Yang datang ternyata Budi dan keluarganya.


"Morning Alex".


" Morning Budi, mau bertemu siapa? Atau ada janji dengan Rena?"


"Ya, aku dan keluarga datang pagi-pagi mau bertemu dengan Om Bram, Tante Silvani dan Rena".


"Oh ok, silakan masuk, duduk dulu. Biar aku panggil Mama, Papa dan Rena".


" Siapa yang datang pagi-pagi Alex".


"Budi dan keluarganya Ma, mau bertemu Mama, Papa dan Rena".

__ADS_1


" Rena, kamu ada janjian sama Budi?"


"Ngga ada Ma, memang semalam Budi telpon tapi aku ngga tahu, handphone di kamar dan aku sedang nonton tv. Ada pesan masuk dari Budi tapi aku ngga balas hanya baca dan langsung tidur Ma".


"Ok, kita temuin bareng yah".


" Iya Ma".


Mama, Papa dan Rena berjalan ke ruang tamu. Budi dan keluarganya sedang duduk


"Pagi semua, tumben pagi-pagi ke rumah. Ada apakah?"


"Pagi Om, Tante dan Rena. Maaf kalau pagi-pagi sudah datang. Budi datang untuk mengantar Mama bertemu Rena. Biar Mama yang bicara sama Rena, Om dan Tante."


"Ok Budi".


" Dokter Silvani dan Pak Bram, saya kesini untuk meminta maaf sama Rena. Perkataan saya setahun yang lalu mungkin membuat Rena sakit hati dan ditambah saat pernikahan Novi dan Alex tanpa dokter dan pak Bram ketahui, Saya sudah mempermalukan Rena dengan mengatakan Rena p*****r sampai Rena bisa datang ke Amerika karena hasil mel****. Dan saya merasa bersalah saat Pak Bram memperkenalkan Rena dan melihat slide perjalanan hidup Rena. Budi pun dari awal sudah menjelaskan sama saya tetapi saya tidak mau mendengarkan alasan apapun mengenai Rena. Saya termakan omongan tunangan Budi. Rena, mohon maafkan Tante dan Budi. Tante sudah salah menilai Rena".


"Rena sudah maafkan Tante, dan Rena tidak marah, karena buat apa Rena marah. Rena memang tidak pernah tahu siapa orang tua kandung Rena. Rena hanya tahu bahwa Rena adalah anak dari ayah dan ibu tetapi Rena diperlakukan beda dengan saudara Rena yang lain. Rena diusir dari rumah. Yang akhirnya Rena diasuh oleh Mama Silvani dan Papa Bram. Rena hanya berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Rena bisa seperti ini karena didikan Mama Silvani dan Papa Bram juga Novi yang adalah sahabat Rena dari Tk. Jadi mohon maaf Om dan Tante, Rena tidak tahu mengenai bibit, bebet dan bobot. Rena berusaha untuk tidak menyusahkan dan membuat malu Mama, Papa dan Novi".


"Rena, tante benar-benar minta maaf atas sikap Tante.


"Ngga perlu lagi minta maaf Tante, Seperti yang Rena bilang, Rena sudah memaafkan tante dan Rena rasa tidak perlu menjelaskan dan menjelekkan tunangan Budi. Ini yang namanya takdir dan harus di jalanin. Rena doakan tante dan om juga Budi dan tunangannya sehat dan baik-baik selalu dalam lindungan Allah SWT".


"Rena, pertunangan Budi dibatalkan. Dan tante berharap Rena dan Budi menjalin hubungan kembali".


" Maaf Tante, Rena tidak bisa. Saat ini Rena sedang menikmati hidup Rena dan fokus dengan karir Rena. Jika Allah SWT menghendaki bahwa Rena dan Budi berjodoh, pasti akan dibukakan jalannya sama Allah SWT. Rena hanya mengikuti alur dan jalan yang Allah SWT berikan sama Rena".


"So, Rena sudah memaafkan semua kejadian yang telah lewat. Saya dan Mamanya mengenal Rena, karena Rena ikut dengan keluarga saya dari kecil. Rena bukan orang pendendam. Itulah Rena anak kami, dia katakan A ya A, tidak pernah dia berkata A dan sebentar kemudian jadi B. Rena orang yang strike to the point. Saya rasa itu saja yang perlu di ketahui dan maaf karena kami harus berangkat kerja. Dan Rena harus mengurus kepulangannya ke Indonesia karena pekerjaannya di Indonesia sudah menunggu".


"Baik Om dan Tante juga Rena, terima kasih atas waktunya. Budi dan papa mama permisi pulang".


" Ok, take care yah, bye".


Budi dan orang tuanya pulang. Papa dan Mama memeluk Rena

__ADS_1


__ADS_2