
"Rena, kamu di panggil Bu Elice", ucap Mbak Farah
" Iya Mbak, makasih".
Rena segera keruangan Bu Elice. Ternyata ada beberapa dokumen yang harus segera direvisi.
"Rena, kamu dapat undangan pernikahan Tanti? tanya Bu Elice.
" Ngga Bu".
"Kamu datang yah, mewakili saya, Bu Asha dan Bu Tita".
" Baik Bu. Mengenai dokumen ada yang harus saya kerjain selain revisi ini, Bu?"
"Itu saja dulu".
"Bu, nanti sore saya ijin pulang cepat yah, hari ini hari pertama saya masuk kuliah ".
" Ok, kamu kuliah sore?
"Iya Bu, biar tidak mengganggu pekerjaan saya Bu".
"Ok, good. Mumpung masih muda, kejar ilmu setinggi-tingginya, biar hidupmu lebih baik lagi. Semangat ya, Rena".
" Terima kasih banyak Bu, saya permisi".
Jam 4, Rena segera membereskan mejanya dan bersiap untuk pergi kuliah. Hari pertama kuliah masuk jam 5, Rena telat 15 menit.
Rena keluar dari kelasnya dengan perasaan senang. Dan 4 hari lagi gajian. Sudah jam 9 malam, Rena sedang melihat handphonenya ternyata ada panggilan dari Tante Silvani, Novi, Dian, Om Bram dan juga dari kakaknya. Ada 2 pesan yang masuk dan seperti biasanya, Rena harus mentransfer uangnya ke kakaknya. Pesan yang lain dari Budi, saat Rena hendak membalas pesan dari Budi. Rena sudah dikejutkan dengan suara Budi yang sudah bediri di hadapan Rena.
"Rena, selamat ulang tahun ya".
__ADS_1
" Budiii, kamu buat kaget orang tahu!"
"Maaf, bukan maksud aku mau buat kamu kaget. Sekali lagi selamat ulang tahun dan sebelum kamu banyak pertanyaan, aku tadi telpon ke kantor kamu, katanya kamu sudah pulang dan kuliah. Makanya aku tunggu kamu disini. Terus kenapa aku tahu hari ini kamu ulang tahun karena Tante Silvani telpon kamu dan tidak diangkat. Aku kasih tahu kalau hari ini kamu masuk kuliah sore. Gitu saja infonya, terima kasih". Budi segera berbicara agar tidak ada pertanyaan dari Rena. Dan Budi melihat Rena yang memakai rok selutut dan heels. Budi takjub dengan penampilan Rena yang berbeda. Rena terlihat lebih anggun dan semakin cantik dan kakinya yang jenjang membuat Budi semakin mencintai Rena.
"Budi, kok lihatin aku seperti itu? Kenapa? Ada yang aneh? Dan kenapa kamu nungguin aku di kampus. Ini sudah malam, kamu capek bekerja, tidak perlu jemput aku di kampus. Lagipula aku bisa naik angkutan umum atau naik taksi". Tetap saja Rena memberikan pertanyaan yang harus Budi jawab satu persatu.
"Kamu semakin cantik pakai rok. Dan aku takjub karena selama ini aku lihat kamu pakai celana panjang. Karena aku ngga mau kamu kenapa-napa makanya aku jemput kamu".
" Ya sudah kalau begitu. Terima kasih".
"Sebelum aku antar ke kost mu, kita makan ya, kamu pasti lapar? ajak Budi
"Maaf Budi, kemarin kan kamu yang traktir aku. Dan harusnya aku gantian yang traktir kamu, tapi aku ngga punya cukup uang untuk bayarin kamu, uangku hanya cukup untuk ongkos pulang. Dan aku baru gajian 4 hari lagi. Terima kasih untuk ucapan ulang tahunnya, jujur aku sendiri lupa kalau hari ini ulang tahunku". Rena terlihat sedih dan berusaha menahan air matanya supaya tidak jatuh karena tidak pernah merasakan hari ulang tahunnya bersama ayah, ibu, kakak dan adiknya. Dan yang selalu merayakan ulang tahunnya hanya Om Bram, Tante Silvani, Novi dan Dian.
"Rena, karena ini hari ulang tahunmu, aku mau kamu bahagia, walaupun kamu jauh dari keluargamu, jauh dari Tante Silvani dan Om Bram, Novi dan juga Dian, orang-orang yang kamu sayangi. Aku tahu, kamu sedih karena tidak bisa sama keluargamu. Anggap aku sebagai keluargamu juga". Aku sayang sama kamu, Rena. Ya sudah, ayo masuk ke mobil, kita makan dulu ya".
Rena mengangguk. Di dalam mobil Budi menyetel lagu yang membuat hati Rena semakin sedih, Rena berusaha untuk tidak menangis. Budi melihat Rena yang terdiam. Ingin sekali Budi memeluk Rena. Perempuan yang dia cintai, perempuan yang tegar, perempuan yang terlihat cuek dengan penampilan, perempuan yang sekuat tenaga untuk dapat membahagiakan keluarganya walaupun hanya penderitaan dan cacian yang Rena terima dari keluarganya.
"Rena, aku mau kasih kejutan buat kamu. Aku ngga akan kurang ajar sama kamu. Aku mau ijin untuk menutup mata kamu dengan kain ini. Bolehkah?"
"Kenapa harus ditutup? Kejutan apa? Ya sudahlah, biar cepat selesai dan cepat pulang, aku tutup saja sendiri, mana kainnya?"
Budi memberikan kainnya kepada Rena dan Rena menutup matanya. Budi menggandengn tangan Rena, saat berdekatan dengan Rena, Budi mencium aroma harum yang lembut dari tubuh Rena. Dan Budi menggandeng tangan Rena. Telapak tangannya yang halus dan genggaman yang kuat dari Rena membuat Budi merasa senang.
Setelah sampai di meja yang dituju, Budi membuka tutup mata Rena dan mencium bau harum dari rambut Rena.
"Kamu membuat aku semakin mabok kepayang, Rena". Batin Budi.
Saat membuka matanya, Rena terkejut, karena ada Tante Silvani dan Novi juga Om Bram. Mereka datang dari jauh khusus untuk merayakan ulang tahun Rena. Pertahanan Rena untuk tidak menangis akhirnya pecah. Rena menangis melihat kehadiran mereka. Mereka bertiga segera memeluk Rena. Ada satu lelaki yang Rena tidak kenal. Novi menyadarinya
"Rena, kenalin ini Alex, dia pacarku". Novi memperkenalkan Alex kepada Rena.
__ADS_1
Mereka berenam menikmati makan malam bersama dan mengobrol sampai tengah malam.
"Rena, ini sudah malam, kamu nginap sama kita di rumah yang dulu yah? ajak Tante Silvani.
" Maaf Tante Silvani, aku bukannya ngga mau, tapi besok aku ada meeting, dan sore ada kuliah. Besok pulang kuliah, aku nginap yah Tante, karena lusa aku ngga ada meeting pagi dan akun sekalian bawa baju ganti".
"Ok, berarti hadiah untuk kamu besok saja ya, Ren". ucap Om Bram
"Iya Om Bram".
"Budi, tolong antar Rena sampai kostnya".
" Baik Om Bram. Ayo Rena, kita pulang". ajak Budi.
"Om, Tante, Novi, Alex, Rena pulang duluan yah, sampai berjumpa lagi besok".
Rena dan Budi meninggalkan mereka berempat dan menuju parkiran mobil. Budi dan Rena sudah di dalam mobil, tapi Budi tidak menjalankan mobilnya.
" Ada apa? Kenapa tidak jalan? Ini sudah malam Budi".
"Rena, ini kado dari aku untuk kamu, semoga kamu suka dan tidak menolaknya. Bukalah?
Rena membuka box yang diberikan Budi, Rena terkejut melihat boneka panda yang diberikan oleh Budi, dan tanpa sadar, Rena memeluk Budi, saking senangnya ia mendapatkan boneka seperi yang ia inginkan saat kecil.
Budi terkejut dan senang melihat Rena yang menerima hadiahnya. Rena belum melepaskan pelukannya dan Rena menangis. Budi memeluk balik Rena dan mengelus kepala Rena dengan lembut. Rena menyadari saat Budi mengelus kepalanya dan Rena segera melepaskan pelukannya. Budi masih memeluk Rena dan mencium bibir Rena. Ciuman Budi di bibir Rena membuat Rena refleks menampar Budi. Budi melepaskan pelukannya.
"Maaf Rena, aku terbawa suasana, maafin aku Rena, aku sudah berbuat lancang". Budi merasa bersalah karena ia telah mencium Rena.
"Budi, aku pulang naik taksi saja. Terima kasih untuk kadonya". Rena hendak membuka pintu mobil tetapi di tahan oleh Budi.
" Jangan, nanti aku dimarahin dan aku bertanggung jawab untuk mengantarmu pulang. Maafin aku, Rena".
__ADS_1
Sepanjang jalan pulang, Rena dan Budi terdiam. Budi masih merasakan kelembutan bibir Rena. Sedangkan Rena kesal dan marah kepada dirinya sendiri dan juga kepada Budi, karena Rena terlalu senang mendapatkan boneka panda yang ia inginkan.