
Dengan pikiran sedikit tidak tenang, Aya pun akhirnya langsung pulang pagi ini. dia juga terus menghubungi ponsel Gandhi yang masih tidak aktif sampai sekarang.
Saat sampai lobby hotel, Aya bertanya pada resepsionis tentang keberadaan tamu atas nama Gandhi.
“Mohon maaf, Nona. Tamu atas nama Tuan Gandhi sudah check out sejak tadi malam.”
“Oh, terima kasih atas informasinya.”
Aya akhirnya pulang ke rumah. dia sedikit khawatir jika nanti Mamanya marah karena dirinya baru pulang pagi ini. ponselnya juga kehabisan daya, jadi ia tidak sempat memberitahu pada orang rumah.
Sesampinya di rumah, Aya melihat Mamanya yang sudah rapi hendak pergi ke rumah sakit. Pasti Mama Devina sedang ada jadwal operasi kalau pagi-pagi begini berangkat.
“Aya, kamu sudah pulang? Mama tinggal dulu, ya? Ini buru-buru sekali.” Ucap Mama Devina.
Aya terdiam. Kenapa Mamanya tampak biasa saja. kenapa Mamanya tidak marah saat dirinya baru pulang pagi ini.
“Iya, Ma. Hati-hati! Ehm, maaf semalam Ay,-“
“Sudah, nggak apa-apa. Mama mengerti kok, pasti kamu sangat sibuk membahas pekerjaan dengan calon suami kamu kan? Justru Mama sangat lega saat Darren mengatakan kalau kamu aman bersamanya. Ya sudah, Mama berangkat dulu!” ujar Mama Devina setelah itu langsung berangkat ke rumah sakit.
Aya terkejut mendengar penuturan Mamanya baru saja. kenapa Darren mengatakan hal itu pada Mamanya. Apa mungkin semalam terjadi sesuatu yang tidak ia ketahui. Aya mencoba mengingat kembali saat makan malam bersama Gandhi semalam. Dia masih ingat kalau setelah makan, ia pulang dan sempat diantar oleh Gandhi menuju basement. Setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi.
Aya menaiki tangga masuk ke dalam kamarnya. Dia masih memikirkan kejadian semalam. Kenapa Darren bisa bilang seperti itu pada Mamanya?
__ADS_1
Akhirnya Aya mengisi daya ponselnya setelah itu mengaktifkannya untuk melihat panggilan atau pesan masuk ke ponselnya.
Aya melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Mamanya. Setelah itu ada satu panggilan masuk juga dari Mamanya. Itu artinya Darren lah yang menerimanya. Ada apa sebenarnya?
***
Hari pernikahan Aya dan Darren pun semakin dekat. Besok, mereka berdua akan menyandang status resmi sebagai suami istri. Namun hal itu sama sekali tidak membuat Aya maupun Darren bahagia.
Dan semenjak malam setelah Aya dilamar Gandhi, sampai saat ini Gandhi tidak ada kabar sama sekali. Hal itu justru membuat Aya semakin tidak tenang. Aya juga sempat bertanya pada Darren mengenai kejadian malam itu, di mana dirinya tertidur di kamar hotel yang entah kamar siapa. Saat itu Darren hanya mengatakan kalau ia melihat Aya jatuh pingsan di basement, setelah itu dibawa ke kamar.
Darren memang sengaja mengatakan seperti itu karena ia tidak ingin dituduh yang tidak-tidak oleh Aya jika mengatakan kejadian yang sesungguhnya. apalagi Darren sendiri tahu kalau Aya baru saja dilamar Gandhi waktu itu.
Aya tidak putus asa. Dia terus menghubungi Gandhi, meskipun tidak ada jawaban sama sekali dari pria itu. mulai dari nomor ponsel sampai akun sosial media Gandhi, sama sekali tidak bisa dihubungi. Namun, meskipun demikian, Aya masih berpikiran positif. Dia masih menunggu Gandhi sampai kapan pun.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Lissa. Sejak kedatangan Gandhi di hari wisuda Aya dan juga dirinya, Lissa belum sempat bertemu dengan pria itu. padahal ia sudah sangat merindukan belaian Gandhi yang selalu bisa membuatnya terbang melayang.
***
Hari ini adalah hari pernikahan Aya dan Darren. Pernikahan itu digelar di salah satu hotel milik Darren. Padahal sebelumnya Aya sudah mengatakan kalau pernikahannya itu digelar secara sederhana saja. namun karena semua itu keinginan Papa Vano, Aya pun tidak bisa menolaknya.
Malam ini Aya sudah sangat cantik dalam balutan gaun pengantin berwaran putih dengan taburan Swarovski. Begitu juga dengan Darren dengan baju pengantin yang warnanya senada dengan mempelai wanita, membuat pria itu semakin tampan.
Kini Aya dan Darren sudah duduk bersanding untuk segera melakukan prosesi sakral pernikahannya. Meskipun diantara mereka berdua sama-sama tidak ada cinta, namun tidak dapat dipungkiri kalau keduanya sama-sama gugup. Khususnya Darren. Mengingat ini adalah pernikahan keduanya.
__ADS_1
Ucapan kata sah dari semua tamu undangan menandakan bahwa kini Darren dan Aya sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Darren dan Aya bergantian menyematkan cinci pernikahan di jari manis masing-masing. Aya mencium punggung tangan suaminya dengan perasaan yang sangat sulit diartikan. Dan dibalas oleh Darren dengan kecupan pada kening Aya. Ada rasa hangat menjalar di seluruh tubuh Darren saat bibirnya menempel di kening istrinya. Namun setelah itu ia segera menyadarkan dirinya bahwa semua ini tidak akan bertahan lama.
Setelah prosesi sakral itu selesai, kini Aya dan dan Darren berdiri di pelaminan untuk menyambut para tamu undangan yang memberikan ucapan selamat. Termasuk salah satunya adalah Lissa.
Kedua sahabat itu saling berpelukan. Lissa ikut bahagia dengan pernikahan sahabatnya ini, walau dia tahu Aya sama sekali tidak bahagia. Setelah berpelukan dengan Aya, Lissa menjabat tangan Darren.
“Selamat ya buat pernikahannya. Semoga bahagia selalu!” ucap Lissa sambil mengerling kecil pada Darren. Bahkan tangan Lissa tak juga lepas menjabat tangan Darren.
“Terima kasih.” Jawab Darren dengan datar dan melepas tangan Lissa sedikit kasar.
Dalam hati Darren sangat kasihan melihat Aya memiliki sahabat seperti Lissa. Apalagi perempuan itu telah bermain hati dengan kekasih Aya. Ya, Darren baru ingat kalau dulu pernah bertemu Lissa dan Gandhi sedang jalan berdua. Bahkan pasangan selingkuh itu sepertinya juga pernah menghabiskan malam panjang di hotel miliknya. Tapi entah kenapa Darren malas memberitahu hal itu pada Aya. Apa mungkin Darren ingin Aya melihat sendiri kebusukan kekasihnya itu.
Acara demi acara berjalan dengan lancar. Waktu semakin malam dan tamu undangan satu per satu meninggalkan tempat. Begitu juga dengan pasangan pengantin itu kini sedang menuju salah satu kamar yang special diperuntukkan untuk mereka.
Tidak ada malam pertama. tidak ada kejadian handuk melorot, atau bahkan pengantin wanita yang meminta bantuan pada suaminya untuk melepas gaunnya. Bahkan tidur dengan dipisahkan oleh guling. Karena baik Darren maupun Aya sudah menduga kalau reader akan berpikiran seperti itu. jadi ia bisa melepas gaunnya sendiri. Darren membawa baju gantinya saat masuk ke kamar mandi. dan tidurnya pun Darren yang lebih dulu memilih tidur di sofa, daripada Aya yang tidur di sana, yang nantinya ada rasa tidak tega, dan Darren memindahkannya, hingga terjadilah sesuatu yang sangat diinginkan oleh reader. 😂😂😂
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!