
Malam ini juga Darren dan Gandhi mengintai apartemen milik Very yang diduga sebagai tempat untuk menyembunyikan Aya. Gandhi meminta Darren untuk berada di dalam mobil saja agar tidak dicurigai orang-orang Omnya yang tengah berjaga di luar apartemen. Sedangkan dirinya masuk berpura-pura mengambil berkas penting atas ijin Omnya.
Gandhi sangat mudah masuk ke dalam unit apartemen itu. tentu saja dengan alasan atas perintah Omnya. Apalagi orang suruhan Very ada yang mengenal Gandhi.
Sesampainya Gandhi di dalam, dia bertemu dengan seorang wanita yang diduga pembantu Very yang tadi pagi ia lihat masuk ke dalam salah satu kamar membawa nampan berisi piring dan gelas bekas.
Gandhi mengalihkan perhatian wanita itu untuk membuatkan sesuatu untuknya. Setelah itu Gandhi berusaha masuk ke dalam kamar yang kemungkinan Aya disekap di sana.
“Sialann! Pintunya dikunci.” Gumam Gandhi sambil terus mencoba membuka pintu itu.
“Aya! Apakah kamu yang ada di dalam?” ucap Gandhi melalui celah pintu dan berharap didengar oleh Aya.
Sedangkan Aya sendiri yang tengah berbaring di sofa, dia melihat gagang pintu seperti hendak dibuka, namun tidak bisa. Mungkinkah itu seseorang yang datang ingin menyelamatkannya. Akhirnya Aya mendekati pintu itu. samar-samar dia mendengar suara seseorang. Namun tidak begitu jelas. Gandhi pun kembali mengulangi pertanyaannya, sebelum wanita yang ia minta untuk buat minuman tadi keluar dari dapur.
“Aya! Aku Gandhi. Katakan, apakah yang di dalam kamu? Jika iya, beri isyarat dengan gagang pintu ini.” ucap Gandhi sedikit menaikkan volume suaranya.
Aya tidak menyangka kalau itu suara Gandhi. Bahkan pria itu datang ingin menyelamatkannya. Lantas, dimanakah Darren? Apakah pria itu sama sekali tidak mencarinya.
Tidak ingin menunggu lama lagi dan ingin secepatnya keluar dari tempat ini, Aya pun menjawab dengan isyarat seperti yang dikatakan oleh Gandhi baru saja.
Cklek cklek cklek
Gandhi tersenyum tipis setelah memastikan bahwa orang yang ada di dalam kamar itu adalah Aya. Secepatnya dia akan mencari cara untuk menyelamatkan Aya. Tak lupa ia menghubungi Darren yang sedang menunggunya di luar. Namun tiba-tiba saja, saat Gandhi menempelkan ponselnya di telinganya, ada seseorang dari belakang yang memukul tengkuknya cukup keras.
Bughh
Seketika Gandhi jatuh tersungkur dan langsung pingsan di tempat.
***
__ADS_1
Keesokan harinya, di sebuah gedung tua yang tidak berpenghuni, tampak seorang perempuan tengah tetidur di sebuah sofa yang cukup nyaman. Meskipun sofa itu sangat usang. Kedua tangan perempuan itu juga sedang terikat. Aya masih belum bangun sekaligus sadar setelah semalam dibawa paksa oleh orang suruhan Very untuk dipindah ke tempat ini.
Semalam, seseorang yang memukul Gandhi sampai pingsan adalah salah satu anak buah Very yang berjaga di dalam. Orang itu mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Gandhi terhadap Aya. Juga mengetahui niat Gandhi yang ingin menyelamatkan Aya. Tidak menunggu lama, pria itu langsung memukul tengkuk Gandhi sampai pingsan, lalu segera menghubungi bosnya.
Dan di salah satu ruangan di gedung tua itu juga ada seorang pria yang sedang tertidur di lantai kotor dengan kedua tangan juga diikat.
Byurrr
Darren seketika terbangun kala wajahnya ada yang menyiram dengan air. Dia melihat sekeliling dan baru sadar akan posisinya yang sedang terikat.
“Selamat pagi, Tuan Darren!”
Darren menatap ke sumber suara. Tak jauh dari posisinya tampak Very sedang duduk di sebuah kursi kayu sambil memegang sebatang rokok yang mengepulkan asapnya.
“Berengsek!! Di mana kamu sembunyikan istriku, hah?”
Darren bangun. Namun salah satu anak buah Very langsung menendangnya sampai tersungkur. Darren sendiri tidak mengerti, bagaimana bisa Very berkata seperti itu. apa maksud dari ucapan pria itu.
“Jadi aku tidak akan susah balas dendam padamu, Tuan Darren. Karena setelah ini, setelah Ayara meminta kamu untuk menceraikannya, aku akan langsung menikahinya.”
“Tidak akan! Sampai kapanpun aku tidak akan meceraikan Aya.”
“Wow, benarkah? Tapi Ayara sendiri yang bilang padaku. anggap saja ini imbalan yang kamu terima setelah merebut Jenifer dariku. Bahkan kamu yang telah menyebabkan kematiannya, juga janin yang tak lain calon anakku.”
“Nikmati saja penderitaanmu setelah ini, Tuan Darren! Kalian semua, awasi dia dan sebentar lagi bawa ke ruangan sebelah.” Ucap Very lalu keluar meninggalkan Darren.
Kini Very sudah berada di ruangan di mana Aya berada. Wanita itu sudah bangun. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan tangan terikat seperti itu.
“Hai, Cantik! Apa kamu mau bertemu dengan suamimu?” tanya Very mendekati Aya.
__ADS_1
“Oh, maksud aku suami yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami. dan setelah itu kamu akan menikah denganku.”
“Tidak! Aku tidak sudi menikah denganmu, Baj***an!!” Umpat Aya.
Very sangat marah mendengar umpatan Aya. Pria itu mendekati Aya dan mencengkeram rahangnya dengan kencang.
“Aku tidak menerima penolakan. Setelah aku berhasil menghabisi Darren, kamu akan secepatnya menjadi milikku. Itu semua sebagai imbalan atas apa yang telah dilakukan Darren selama ini. dia telah merebut Jenifer dariku.”
Cuuhhh
Tiba-tiba saja Aya meludahi wajah Very. Pria itu tampak semakin murka. Kemudian dia melayangkan sebuah tamparan yang cukup keras ke pipi kiri Aya.
“Aku tidak peduli. Lebih baik aku mati saja daripada harus menikah dengan pria psikopat menyedihkan seperti kamu. Ayo, cepat bunuh aku sekarang juga!!” teriakan Aya menggema seisi ruangan.
Very kemudian berdiri dan meminta anak buahnya untuk membawa Aya keluar dari ruangan itu. Aya tampak berontak, namun tetap saja dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Kini Aya sudah keluar dari ruangan itu mengikuti Very yang sudah berjalan lebih dulu. dia sangat terkejut saat melihat seseorang yang sangat ia kenal dalam keadaan babak belur dengan muka tertunduk lemah.
“Darren!!!” lirihnya pilu.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1