Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 80. Hadiah Ulang Tahun


__ADS_3

Aya tampak manggut-manggut mendengar cerita suaminya mengenai masakan rendang. Di mana dulu saat dia masih bucin-bucinnya dengan Jenifer, sampai makanan saja yang tidak disukai Jenifer, Darren pun ikut tidak suka. Termasuk rendang.


Saat ingatannya sudah kembali. Dan di saat itu juga Darren menyadari kesalahannya yang pernah dia perbuat pada Aya sebelum peristiwa naas itu terjadi, Darren ingat kalau ia sempat mengigau memanggil nama manta istrinya. Entah apa sebenarnya makna dari mimpinya waktu itu. mungkinkah Jenifer seolah memberi isyarat untuk meminta maaf atas kesalahannya yang ia perbuat pada Darren. Karena sebelumnya Darren belum tahu tentang hubungan gelap Jenifer dengan kakak tirinya.


“Maafkan aku, Sayang! Akibat kesalahanku lah hingga membuat kamu harus menerima dampaknya.” Sesal Darren.


“Sudah, semuanya sudah berlalu. Yang penting sekarang aku sangat bahagia, kamu sudah kembali sebagai seorang suami sekaligus calon ayah untuk aku dan anak kita ini.”


Darren juga sama bahagianya. Dia berjanji, setelah ini akan selalu menjaga dua orang yang sangat dia cintai. Bahkan ia rela mempertaruhkan nyawanya demi Aya dan calon buah hatinya.


“Apa kamu tidak lelah, Sayang?”


“Lelah. Lelah hati ini, Bang setelah beberapa hari kamu cuekin.” Jawab Aya mendrama.


Darren sangat gemas dengan tingkah manja istrinya. Jujur saja selama ini dia juga berusaha menahan hasrattnya untuk tidak menyentuh Aya dulu sebelum hari ulang tahunnya.


“Ya sudah kalau lelah, ayo kita istirahat!” ajak Darren lalu menarik tangan Aya untuk berdiri.


“Acaranya belum selesai, masak kita pulang dulu sih?”


“Siapa yang mau pulang? malam ini kita menginap di sini. pasti Mama dan Papa paham lah kalau kamu lelah dan butuh istirahat.”


Tiba-tiba saja wajah Aya memerah. Entah kenapa dia membayangkan yang tidak-tidak saat suaminya akan mengajak untuk menginap di sini. walau hal itu wajar.


“Kenapa, Sayang? Hayoo… pasti kamu sudah berpikiran yang macam-macam kan?” goda Darren saat menyadari perubahan raut wajah istrinya.

__ADS_1


“Nggak. Cuma satu macam saja.” jawab Aya dan berlalu lebih dulu meninggalkan suaminya.


Darren tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Setelah itu dia mengejar istrinya. Namun ia lebih dulu berpamitan pada Mama dan Papanya dan mengatakan kalau istrinya butuh istirahat.


“Ya sudah. Nikmati waktu kalian. Mama ikut senang melihat kalian berdua rukun kembali.” Ujar Mama Devina memberi pesan pada menantunya.


Kini Aya dan Darren sedang menuju salah satu kamar yang sebelumnya sudah dipesan oleh Darren. Sepertinya Darren lah yang tidak tahan untuk menyerang istrinya. Pasalnya, saat ini mereka berdua sedang berada dalam lift, Darren sudah menghujani ciuman di seluruh wajah Aya. Dan ciuman itu berhenti di bibir Aya. Darren pun semakin melu mat dalam bibir manis Aya yang sudah lama ia rindukan. Hingga mereka berdua tidak menyadari kalau pintu lift sudah terbuka.


Ehmm


Suara dehaman seseorang dari luar yang hendak memasuki lift sontak menghentikan aksi setengah panas yang dilakukan oleh Darren dan Aya. Pria itu menatap datar pada pasangan yang tidak tahu malu dan tidak tahu tempat itu. sedangkan Aya sungguh sangat malu setelah aksinya dilihat oleh orang lain.


Darren mengajak istrinya keluar dari lift begitu saja mengabaikan tatapan datar pria yang baru saja memasuki lift. Dan kini sepasang suami istri itu menuju kamarnya.


Aya dan Darren sudah tiba di kamar. Darren kembali memeluk istrinya. Bahkan kini pelukannya bukan sekadar pelukan biasa. Pelukan yang bisa menimnbulkan hawa panas keluar dari tubuh Aya.


“Maaf, Sayang! Asal kamu tahu, aku juga menahannnya mati-matian. Semua itu aku lakukan hanya untuk memberimu pesta kejutan ini. apa kamu tidak memaafkanku?” bisik Darren, di mana posisinya saat ini sedang memeluk Aya dari belakang.


“Ya sudah aku sudah memaafkanmu. Sekarang aku mempersilakan kamu untuk buka puasa.” Jawab Aya dan langsung disambut dnegan suka cita oleh Darren.


Darren memutar tubuh Aya, hingga kini mereka saling berhadapan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak menyentuh Aya, kali ini Darren akan melakukannya dengan lembut. Mengingat dalam rahim istrinya sedang tumbuh janinnya. Jadia dia tidak ingin menyakiti janin itu.


Darren mulai mencium bibir Aya penuh kelembutan. Mengeksplor seluruh bagian dari mulut Aya dengan penuh perasaan. Aya yang sangat menikmati permainan lidah suaminya, reflek ia ikut membalasnya. Dan kali ini mereka berdua bebas melakukannya tanpa khawatir ada seseorang yang memergokinya seperti saat di lift tadi.


Akhirnya, malam ini adalah menjadi malam terpanjang untuk pasangan yang bukan pasangan baru lagi. perlakuan Darren yang begitu lembut dan memabukkan berhasil membawa Aya terbang tinggi ke angkasa. Keduanya sama-sama puas dengan kenikmatan yang tiada tandingannya. Peluh keringat membasahi kening Aya menjadi akhir dari pelepasan yang telah mereka lalui.

__ADS_1


“Aku mencintaimu, Ayara!”


“Aku juga mencintaimu Darren, suamiku.”


Setelah itu darren menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dengan Aya. Mereka berdua masih belum tidur. Darren menarik Aya ke dalam pelukannya. Kalau tidak ingat Aya sedang mengandung, mungkin Darren hanya memberikan waktu Aya sebentar untuk istirahat. Setelah itu dia akan melanjutkan aksinya yang mungkin bisa saja sampai pagi.


“Oh iya, Sayang. Aku punya hadiah ulang tahun untukmu.” Ucap Darren sambil mengecup kening Aya.


“Apa itu?” Aya tampak penasaran.


Darren pun mengambil sebuah amplop di atas nakas yang sebelumnya sudah ia siapkan. Setelah itu diberikan pada Aya.


Aya langsung membuka amplop itu dan mengambil isinya yang ternyata adalah dua tiket perjalanan ke luar negeri.


“Ini tiket untuk kita melakukan baby moon. Maaf, sebagai ganti honey moon kita yang sempat tertunda dulu.” ucap Darren dengan raut sedih setelah mengingat kejadian waktu itu.


“Terima kasih, Sayang! Aku sangat senang dengan hadiahnya.” Aya memeluk suaminya dengan erat.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2