Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 29. Bertemu Lissa


__ADS_3

Kini Aya sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantar Papa Vano. Aya pulang hanya dengan sopir pribadi Darren. Sedangkan Darren sendiri entah pergi ke mana. Yang pasti Aya pikir kalau Darren tidak mau berada satu mobil dengannya. jelas hati Aya sangat dongkol dengan sikap Darren. Namun itu hanya sesaat. Karena sebentar lagi atau secepatnya ia harus mengakhiri pernikahan ini.


Sebelum sopir pribadi Darren mengantarnya ke rumah, Aya meminta untuk diantar ke suatu tempat. Lagi pula di jam seperti ini Aya sangat bosan jika berada di rumah sendirian.


“Terima kasih, Pak!” ucap Aya setelah ia sampai di sebuah café.


Setelah itu Aya masuk ke dalam café sambil menunggu sahabatnya datang. sudah lama Aya tidak berjumpa ataupun bertukar kabar dengan Lissa. Beruntungnya saat ia mengirim pesan tadi Lissa langsung membalasnya dan bisa bertemu dengannya di salah satu café langganan mereka.


Aya memesan minuman dulu. Namun tak lama kemudian Lissa datang. kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu itu berpelukan untuk melepas rindu.


“Duh, tambah cantik saja nih yang sudah menjadi istri Tuan Darren. Bagaimana rasanya, Ay?” tanya Lissa dengan mengerlingkan matanya.


Aya hanya menggelengkan kepalanya meilhat sikap sahabatnya yang menurutnya sudah banyak berubah. Justru Aya yang terkejut dengan penampilan Lissa sekarang. sahabatnya itu kini terlihat sangat cantik dnegan riasan wajah yang berlebihan. Bahkan pakaian yang dikenakan Lissa terbuka.


“Kamu juga tambah cantik, Lis. Silakan mau pesan apa?” ucap Aya mengabaikan pertanyaan terakhir Lissa.


Lissa segera melihat buku menu dan memesan minuman plus makanan ringan. Sambil menunggu pesanan mereka datang, kedua sahabat itu bercengkrama membahas kehidupannya pasca lulus dari perguruan tinggi.


Biasanya Aya yang lebih banyak bicara atau menceritakan dirinya, namun kini justru Lissa yang lebih antusias menceritakan kehidupannya sendiri. Mungkin tidak masalah bagi Aya, karena dengan begitu ia bisa menghilangkan kepenatan yang ia rasakan selama tinggal di rumah Darren.


Aya ikut senang saat mendengar bahwa Lissa kini bekerja di salah satu perusahaan bonafit yang bergerak di bidang konstruksi. Bahkan jabatan Lissa tidak main-main. Dia menjadi asisten pribadi CEO dimana ia bekerja. Tentu saja Aya meragukan hal itu. mengingat ia sangat kenal dengan Lissa termasuk kemampuan Lissa jika bekerja dalam bidang tersebut. Namun Aya tidak ingin merusak momen pertemuannya ini dengan berbagai banyak pertanyaan yang terkesan menudutkan Lissa. Jadi Aya hanya sebagai pendengar setia saja.


“Terus bagaimana pernikahan kamu dengan Tuan Darren, Ay? Pastinya bahagia dong? Secara dia tampan, tinggi, besar, tajir pula. Miliknya juga pasti besar dong, Ay?” tanya Lissa lalu ia berbisik di akhir kalimatnya.


Aya benar-benar terkejut dengan arah pembicaraan Lissa. Sahabatnya itu telah banyak berubah. Apa selama ini Lissa salah pergaulan.

__ADS_1


“Kamu tahu sendiri kan Lis, kalau sedari awal kita sama-sama tidak ada chemistry. Aku dan Darren tetap akan berpisah. Apalagi Gandhi sudah melamarku.”


Ucapan Aya tentang Gandhi membuat Lissa sangat terkejut. Apalagi mendengar kalau Gandhi sudah melamar Aya. Kenapa ia tidak tahu sama sekali. Bahkan sudah lama Gandhi menghilang tanpa kabar. Atau memang sengaja pria itu tidak mau bertemu lagi dengannya.


Lissa pun pura-pura terkejut dan berusaha mengorek informasi tentang Gandhi. Dan Aya pun mengatakan tentang lamaran Gandhi itu di saat malam kelulusannya dulu, sebelum ia menikah dengan Darren. Aya juga mengatakan kalau Gandhi sempat menghilang tanpa kabar, lantaran pekerjaan dan juga kuliahnya. Lissa pun akhirnya bisa memakluminya. Dengan begitu ia masih bisa memiliki kesempatan untuk bisa bertemu lagi dengan Gandhi. Karena jujur saja Lissa sangat merindukan sentuhan pria itu. pria yang berstatus sebagai kekasih sahabatnya. hanya saja Lissa tidak memiliki kontak Gandhi. Tapi itu perkara mudah.


Usai bertemu dengan Lissa, sorenya Aya pulang ke rumah Darren dengan taksi. Sebanranya dia sangat malas jika saat ini hanya tinggal berdua saja dengan pria itu. namun tidak ada pilihan lagi. Aya secepatnya mencari cara agar bisa segera mengakhiri pernikahannya.


Sesampainya di rumah Darren, Aya melihat pria itu sedang duduk di ruang tengah. Darren tampak sibuk dengan memangku laptopnya. Aya berlalu begitu saja menaiki tangga menuju kamarnya.


Mulai hari ini Aya ingin tidur terpisah dengan Darren. Ada beberapa kamar di lantai atas. Dan Aya mengeluarkan baju-bajunya yang sebelumnya ada kamar Darren, untuk dipindah ke kamar sebelah.


Darren yang mengetahui hal itu sama sekali tidak melarang. Dia membiarkan Aya bersikap semaunya. Dia juga tidak mengusir Aya dari rumahnya. Entahlah, Darren memang sengaja memberikan Aya waktu untuk berpikir mengenai pernikahannya ini atau menunggu Aya mengakhiri pernikahannya ini.


***


Aya sendiri hubungannya dengan Gandhi kembali mesra seperti biasa. Hanya saja Gandhi masih belum bisa datang untuk menemuinya. Namun Gandhi berjanji akan menemui Aya sekaligus bicara pada kedua orang tua Aya mengenai masa lalu kedua orang tuanya.


**


Pagi ini Aya sedang duduk di ruang makan untuk menikmati sarapan paginya sebelum pergi ke kantor. hal yang tidak pernah Aya lakukan semenjak kepergian Papa Vano. Mungkin karena pagi ini ada jaadwa meeting, mau tidak mau Aya harus mengisi perutnya. Daripada telat makan yang akan berdampak pada lambungnya seperti tempo hari.


Sejak tadi Aya tidak melihat Darren keluar dari kamarnya. Padahal meeting pagi ini dengan Darren selaku perusahaan yang sedang bekerjasama dengan perusahaan Papanya. Namun Aya juga tidak berniat untuk mencari tahu di mana Darren sekarang. bisa saja pria itu sudah bangun sejak tadi dan sibuk di ruang kerjanya.


Usai sarapan, Aya langsung berangkat ke kantor. seperti biasa ia akan menggunakan mobilnya sendiri. Namun saat mobilnya baru saja keluar dari halaman dia berpapasan dengan Julian yang masuk ke halaman rumah dengan mengendarai motor sportnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Aya sudah sampai kantor. ia menunggu di ruang meeting, karena beberapa karyawan yang ikut meeting sebagian ada yang belum hadir.


Aya mengerutkan keningnya saat tiba-tiba Julian masuk ke ruang meeting tanpa Darren. Ia ingin bertanya, namun meeting itu sudah dimulai. Mungkin setelah meeting selesai, Aya akan bertanya apa alasan Darren tidak hadir dalam meeting kali ini. apakah pria itu benar-benar tidak ingin bertemu dengannya, hingga memilih tidak hadir.


*


“Darren kemana?” tanya Aya to do poin setelah meeting pagi ini selesai dan meninggalkan dirinya dan Julian di ruangan itu.


“Ehm, Tuan Darren sedang kurang sehat, Nona.” Jawab Julian.


Aya sangat terkejut. Pantas saja sejak tadi pagi ia tidak melihat Darren keluar kamar. dia teringat saat dulu dirinya yang sakit, Darren lah yang merawatnya. Mungkin ia sebaiknya membalas budi Darren dengan merawat pria itu. walau hubungannya sekarang tidak baik.


“Tapi, Nona! Maaf jika saya lancang. Sebaiknya anda biarkan saja Tuan Darren beristirahat. Maksud saya jangan diganggu.” Ucap Julian terkesan memperingati Aya.


“Memangnya kenapa? Apa salah jika aku merawatnya?” tanya Aya.


“Tidak. Tapi Tuan Darren jika sedang sakit, dia melarang orang lain merawatnya kecuali, Nona Jenifer.”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2