Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 61. Sangat Kecewa


__ADS_3

Malam ini Lissa tampak bahagia sekali, karena tadi sore dia mendapat pesan dari Darren kalau pria itu menyetujui ajakannya untuk berkencan. Padahal saat meeting tadi Darren tidak memberikan jawaban apapun saat Lissa mengajaknya.


Saat ini Lissa sudah berada di sebuah kamar hotel di mana ia akan menghabiskan malam panjangnya bersama Darren. Wanita itu sudah memakai gaun sekksi untuk menyambut Darren.


Sungguh, Lissa tidak menyangka kalau ia akan mendapatkan Darren dengan sangat mudah. Apalagi kini mantan sahabatnya itu sudah tidak ada dalam jangkauannya. Jadi, ia akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar. Lissa sangat yakin kalau itu adalah Darren. Benar saja, senyumnya merekah saat melihat wajah tampan Darren dalam balutan pakaian casual yang semakin membuat Lissa tidak tahan untuk menyalurkan hasrratnya.


“Selamat malam, Tuan Darren!” sapa Lissa sambil mengulurkan tangannya pada Darren.


Darren tersenyum hangat menyambut uluran tangan Lissa. Bahkan tak segan-segan Darren mengecup punggung tangan Lissa.


Lissa langsung memeluk pinggang Darren. Bibirnya juga berusaha mencium bibir Darren. Namun sayang sekali Darren mencegahnya dengan menahan bibir Lissa dengan jarinya.


“Malam ini kamu sangat cantik sekali, Nona Lissa! Saya baru tahu kalau kamu sangat seksii jika memakai gaun seperti ini.” puji Darren semakin membuat Lissa terbang melayang.


Lissa sangaat senang mendapat pujian dari Darren. Lalu dia menyandarkan kepalanya pada dada bidang Darren. Bahkan tanpa ragu-ragu tangannya mulai mera ba dada Darren.


“Apa kita bisa melakukannya sekarang, Tuan?” tanya Lissa lalu tangannya menyentuh rahang kokoh Darren.


“Kenapa anda buru-buru sekali, Nona? Aku tipe pria yang tidak suka buru-buru. Bagaimana kalau kita ngobrol dulu sambil minum?” ajak Darren lalu mengajak Lissa duduk di sofa tunggal yang tak jauh dari ranjang.


“Oh, baiklah. Akan aku turuti kemauan anda, Tuan. Baiklah, saya akan memesan minuman dulu!” ujar Lissa lalu meraih gagang telepon untuk menghubungi pihak hotel.


“Jangan, Nona! Saya tadi sudah memesan minuman.” Cegah Darren membuat Lissa terkejut sekaligus curiga. Namun tak lama kemudian Darren membisikkan sesuatu ke telinga Lissa. Lissa pun tampak mengangguk lalu diakhiri dengan senyum bahagia.


“Anda memang pandai sekali memikat hati wanita, Tuan. Baiklah, kalau anda sudah memesan minuman.”


Darren membisikkan pada Lissa kalau ia sudah memesan minuman special dari pihak hotel. Agar Lissa tak mencurigainya, Darren mengatakan kalau hotel ini masih dalam jaringan bisnisnya. Dan saat kedatangannya tadi, dia langsung mendapat sambutan istimewa dengan berbagai macam penawaran terbaik. Lalu Darren memesan minuman yang sangat istimewa untuk wanita istimewa yang akan menemaninya malam ini. mendengar dirinya disebut sebagai wanita istimewa, Lissa semakin melayang. Itu berarti posisinya sudah menggantikan Aya di hati Darren.


Tak lama kemudian pelayan hotel datang dengan membawa minuman special yang dipesan oelh Darren tadi. setelah itu mereka berdua kembali duduk sambil bersulang menikmati minuman itu dan ngobrol santai.

__ADS_1


“Apa anda tidak pernah minum minuman beralkohol, Nona?” tanya Darren saat melihat reaksi aneh Lissa ketika minum minuman itu.


“Oh, pernah Tuan. Jangan khawatir! Saya sudah terbiasa.”


“Baiklah. Perlu anda tahu kalau minuman ini sangat mahal dan tidak sembarangan orang bisa memesannya. Dan malam ini saya memesannya khusus untuk wanita istimewa seperti anda.” ujar Darren sembari membelai pipi Lissa.


Keduanya masih terus ngobrol santai. Darren sudah mulai melihat efek minuman itu. bahkan ia terus menuangnya beberapa kali. Lissa pun mulai mabuk. Bicaranya sudah ngelantur.


“Anda tampan sekali, Tuan Darren. Saya sudah tidak tahan untuk main kuda-kudaan dengan anda.”


“Sabar dulu, Nona! Kalau boleh saya tahu, kenapa anda sangat terobsesi sekali dengan saya?” tanya Darren mulai memancing.


“Karena anda sangat tampan. Selain itu, karena aku sangat benci dengan mantan sahabatku.” Jawab Lissa sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


Darren menoleh ke arah Lissa. Dia terus memancing Lissa sambil mengusap pipinya agar terkesan dirinya tengah menggoda wanita itu. tak lupa Darren juga terus menuang minuman berkadar alkohol tinggi itu ke dalam gelas Lissa yang masih dia pegang.


“Aya itu sudah cantik, kaya, dan apapun bisa dia miliki. Dulu, aku telah berhasil merebut kekasihnya. Dan kini suaminya, yaitu anda Tuan Darren yang tampan. Apalagi anda sendiri juga sudah tertarik denganku. Dan lagi, Aya pasti tidak akan tahu kalau kita sedang bersenang-senang.”


“Anda ini ternyata bukan tipe suami yang perhatian, payah!! Tapi aku sangat suka.”


“Aya sekarang sedang berada di luar negeri ha ha ha…”


Darren semakin mengepalkan tangannya. benar dugaannya kalau Lissa tahu sesuatu tentang keberadaan istrinya sekarang.


“Bagaimana anda tahu, Nona cantik?”


“Karena Om Very yang bilang padaku. Om Very lah yang membawa kabur Aya. Biar tahu rasa, biar kapok dia! Apalagi sekarang suaminya sedang bersamaku.”


Darren semakin tidak tahan untuk meluapkan amarahnya. Namun ia harus bersabar dulu untuk mencari informasi lebih lanjut tentang tujuan Very menculik istrinya, dan di negara mana istrinya sekarang.


“Maksud Nona Lissa, Tuan Very Atmaja yang membawa kabur Aya? Kenapa memangnya?”

__ADS_1


“Sssttttt!!!” Lissa bangkit dari duduk sandarannya. Dengan mata yang hampir terpejam, dia menutup mulut Darren dengan jarinya.


“Apa anda tidak tahu, kalau Tuan Very sangat dendam dengan anda? Tuan Very ingin balas dendam dengan anda karena anda telah menyebabkan kematian Jenifer. Adik tiri Om Very sekaligus kekasihnya.” Ucap Lissa dengan suara berbisik.


Darren semakin tidak mengerti dengan maksud ucapan Lissa. Namun ia harus cepat mendapatkan jawaban yang jelas. Apalagi saat ini tangan nakal Lissa sudah mulai membuka kancing kemejanya satu per satu. Namun Darren dengan cepat mencegahnya.


“Sabar dulu, Nona! Sekarang, katakan pada saya, apa maksud anda kalau Jenifer itu kekasih Very?”


Lissa tertawa keras. Dia menunjuk dada Darren dengan tatapan mengiba, lalu kembali tertawa. Setelah itu Lissa menceritakan semua tentang masa lalu Very dan Jenifer yang tidak pernah Darren ketahui. Termasuk dengan janin dalam kandungan Jenifer ternyata bukanlah miliknya.


Wajah Darren memerah. Dia masih tidak percaya dan berusaha menyangkalnya, tapi hatinya sangat sakit. Kalaupun semua itu tidak benar, tidak mungkin Very sampai membawa kabur istrinya hanya untuk balas dendam


Kini perasaan Darren semakin tak karuan. Dia sangat kecewa setelah tahu bagaimana perangai Jenifer yang sesungguhnya. dan dari kejadian ini, Aya yang sama sekali tidak bersalah harus ikut menanggung semuanya. Darren kemudian mencengekeram rahang Lissa untuk menanyakan kemana Very membawa istrinya pergi.


“Di negara X. mungkin sekarang mereka juga tengah melewati malam panjangnya.” Jawab Lissa dan kedua tangannya sudah mengalung ke leher Darren.


Darren segera menepisnya dan mendorong Lissa, sampai wanita itu hampir terjatuh dari sofa. Lissa pun sudah mabuk berat. Lalu tak lama kemudian pintu kamar itu terbuka dan muncullah tiga sosok pria berbadan kekar yang sudah Darren hubungi untuk memuaskan Lissa.


“Terserah kalian mau melakukan apa. Setelah itu, buang jal***g itu dari negara ini.”


“Dengan senang hati Tuan.”


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2