Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 60. Ajakan Lissa


__ADS_3

“Kenapa kamu di sini??” teriak Aya saat melihat Very berada dalam satu kamar dengannya.


Aya segera menjauhi Very. Dia sangat ketakutan melihat wajah pria itu yang tidak seperti saat bertemu. Apalagi senyumnya sangat mengerikan.


“Pergi! Pergi kau dari sini!” usir Aya ketakutan.


Dan kini Aya sudah turun dari ranjang. Namun dia masih belum menyadari kalau saat ini dia sedang tidak berada di kamarnya.


“Pergi? Pergi kemana, Sayang? Sekarang kamu sedang berada di apartemenku.” Ucap Very dan masih duduk di posisi yang sama.


Aya pun langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Benar, ternyata saat ini dia tidak berada di kamarnya. Apalagi tempat ini sangat asing. Lalu Aya segera menuju ke arah pintu, yang ternyata sudah dikunci oleh Very.


“Buka pintunya! Cepat! Kenapa kau membawaku ke sini?” Aya masih ketakutan.


“Tenanglah, Nona cantik! Jangan takut seperti ini. ayo kita kembali ke sana lagi, kita ngobrol santai sambil menikmati malam yang panjang ini.” Very menghampiri Aya sambil menarik tangan Aya. Namun dengan cepat Aya menepis tangan Very.


“Pergi! Tolong, aku sama sekali tidak memiliki masalah denganmu. Apa yang kamu inginkan sebenarnya?” tanya Aya yang kini sudah terduduk sambil menangis ketakutan.


Aya masih menghindari sentuhan Very dalam bentuk apapun. Bahkan pria itu kini juga ikut berjongkok di hadapan Aya. Tidak mempedulikan Aya yang sedang terisak.


“Yang aku inginkan hanya satu, Nona cantik. Yaitu menurutlah! Kalau kamu memberontak terus, aku tidak akan segan-segan berbuat kasar denganmu. Dan lagi, kamu tidak bisa pergi begitu saja dari tempat ini. karena sekarang kamu sedang berada di negara yang sangat jauh dari negara kamu. Mengerti?” jawab Very sambil mengusap lembut kepala Aya.


Setelah itu Very segera keluar dari kamar itu. membiarkan Aya sendirian, daripada ia emosi dan akan semakin bertindak impulsive pada Aya.


Aya mendengar suara pintu dikunci dari luar. Setelah itu dia beranjak dan duduk di sofa tak jauh darinya. Kini dia merasa benar-benar dalam bahaya. Niatnya ingin pergi dari Darren, justru ia terperangkap dalam kendang singa.


Aya tidak menyangka kalau sebenarnya Very mempunyai niat buruk terhadap dirinya. Jadi pertemuannya waktu itu seperti sudah diatur oleh pria itu. padahal Aya sama sekali tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini. Aya juga tidak mengerti apa yang membuat Very menculiknya hingga membawanya pergi jauh.

__ADS_1


Ingatan Aya kembali pada saat ia bertemu dengan Very karena rasa tanggung jawabnya setelah tak sengaja menumpahkan minuman ke baju Very. Bukan Aya lupa atau sengaja tidak memberitahu pada suaminya tentang pertemuannya dengan Very sore itu. hanya saja waktu itu Darren sedang pergi ke luar kota. Dan pulangnya pun dalam keadaan mabok. Ditambah lagi, hubungan rumah tangganya dengan Darren tiba-tiba memburuk lantaran pria itu ternyata selama ini masih belum bisa move on dari mendiang istrinya. Jadi, Aya tidak jadi menceritakan pertemuannya dengan Very. Dan Aya menganggapnya tidak pentin.


Andai saja saat itu hubungannya dengan Darren tidak ada badai yang tiba-tiba datang, mungkin kejadian seperti ini akan ada. Meskipun nasi sudah menjadi bubur, namun Aya harus tetap berusaha bagaimana caranya keluar dari tempat ini.


Terdengar suara seseorang membuka pintu dari luar. Aya segera siaga kalau saja Very kembali masuk dan berbuat macam-macam dengannya. namun ternyata yang masuk adalah seorang wanita berkebangsaan asing membawa nampan berisi makanan lengkap dan minumannya.


Wanita itu hanya meletakkan makanan di atas meja tanpa mengucapkan apapun. Namun ia menunduk sopan sambil tersenyum ramah pada Aya. Kemudian keluar lagi dan mengunci pintu kamar dari luar.


Sebenarnya Aya masih takut sekaligus marah dengan Very, pria misterius itu. tapi sayangnya rasa lapar di perutnya tidak bisa diabaikan begitu saja. apalagi melihat makanan itu sangat menggugah selera, Aya pun dengan cepat mendekati meja dan segera menyantap makanan itu.


Sementara Very yang sedang berada di ruang kerjanya, ia melihat rekaman cctv di kamar yang ditempati Aya saat ini, pria itu tampak tersenyum tipis saat melihat Aya makan dengan sangat lahap.


“Cantik-cantik tapi rakus sekali makan kamu, Nona Ayara! Tapi itu tidak masalah buat aku.” gumam Very.


Setelah itu Very membuka file pekerjaannya. Dia harus tetap menghandle perusahaannya yang ada di Indonesia. Apalagi dia sedang melakukan kerjasama dengan perusahaan Darren. Perusahaan yang sebentar lagi akan ia tumbangkan.


***


Keesokan harinya, Darren kembali mengalami drama mual-mualnya. Pria itu berusaha menguatkan diri agar tidak tumbang. Meskipun badannya sangat lemas karena beberapa kali memuntahkan isi perutnya, Darren berusaha mensugesti dirinya sendiri kalau keadaannya segera membaik.


Darren juga sudah meminum obat yang diberikan oleh dokter. pukul sembilan, dia sudah mulai bersiap pergi ke kantor. kondisinya pun sudah membaik. Apalagi pagi ini dia ada meeting dengan Very Atmaja.


Sesampainya di kantor, Darren segera menuju ruang meeting seorang diri. Karena meeting kali ini hanya sebentar dan membahas masalah yang terjadi pada proyeknya yang ada di luar kota beberapa waktu yang lalu.


Darren masuk ke ruang meeting, namun alangkah terkejutnya dia saat melihat Lissa sedang duduk di sana seorang diri. Apalagi wanita itu melepas blezernya, hingga terlihat kemejanya yang berwarna putih dan sangat ketat.


“Selamat pagi, Tuan Darren yang tampan!” sapa Lissa sambil menghampiri Darren.

__ADS_1


“Jangan mendekat! Bukankah saya sudah memperingatkan anda sebelumnya, kalau,-“


“Tapi meeting kali ini Tuan Very sendiri yang mengutus saya. karena Tuan saya sekarang sedang bersenang-sen,- opps. Maksud saya sedang bepergian ke luar negeri. dan selama itu Tuan Very menunjuk saya untuk mewakili meeting dengan anda.”


Darren tampak terdiam. Kemudian ia duduk di kursinya. Membiarkan Lissa yang masih berdiri dengan tatapan nakalnya. Darren merasa kalau Lissa sepertinya mengetahui sesuatu tentang Very Atmaja. Dan kini dia harus bersikap biasa saja untuk mengorek informasi mengenai pria itu.


Meeting itu hanya sebentar. Setelahnya Darren segera memutuskan untuk pergi dari ruangan itu. namun sayangnya Lissa dengan cepat mencekal lengannya.


“Tuan, kenapa anda buru-buru sekali? Bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu? saya jamin istri anda tidak akan tahu.” Goda Lissa dengan yakin karena memang ia tahu kalau Aya sudah bersama Very.


“Maaf, saya tidak punya banyak waktu.” Tolak Darren sambil menepis tangan Lissa dengan lembut. Dia berusaha untuk tidak marah, agar ia bisa mencari celah untuk mengetahui siapa Very sebenarnya.


“Bagaimana kalau nanti malam kita bersenang-senangnya? Saya jamin akan membuat anda puas dibandingkan istri anda.” ujar Lissa sambil tersenyum nakal. Dia merasa Darren mulai terpengaruh dengan rayuannya.


Sedangkan Darren tampak mengepalkan tangannya. nanti malam dia juga akan pergi ke luar negeri. atau sebaiknya Darren membatalkan penerbangannya dulu, dan menuruti ajakan Lissa?


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


Mohon maap ya guys kalau besok author absen up dulu. Sampai jumpa lusa🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2