Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 8. Bertemu Gandhi


__ADS_3

“Gandhi bukan dari keluarga baik-baik. Cukup dengan mengetahui ini saja, Papa rasa kamu bisa mengerti.” Jawab Mirza enggan menjelaskan lebih detail tentang masa lalunya dengan keluarga Gandhi.


Mama Devina hanya mengusap lembut lengan putrinya yang sedang emosi. Wanita itu sangat memahami bagaimana perasaan Aya saat ini. apalagi Aya dan Gandhi sudah lama menjalin hubungan, meskipun secara sembunyi-sembunyi.


“Papa egois!” ucap Aya dan beranjak dari duduknya meninggalkan kedua orang tuanya.


Papa Mirza tampak memijit keningnya selepas Aya pergi meninggalkan ruang tengah. Sang istri hanya bisa menenangkan suaminya, karena Mama Devina sangat tahu bagaimana perasaan suaminya saat ini.


“Aku akan berusaha meyakinkan Aya tentang Gandhi, Mas. Kamu tenang saja.” ucap Mama Devina.


“Terima kasih, Sayang. Sebenarnya ini hanya masa laluku dengan kedua orang tua Gandhi. Tapi harus berdampak pada Aya. Aku akan tetap menjauhkan Aya dari Gandhi.”


Mama Devina hanya mengangguk. Setelah itu beranjak masuk ke kamar Aya untuk mengajak bicara baik-baik.


Mirza menghela nafasnya pelan. Mengingat masa lalunya. Papa Gandhi adalah lawan bisnis Mirza sejak dulu. Pria itu selalu berusaha menghancurkan perusahaannya. Ternyata setelah ditelusuri lebih dalam, Troy Ghazerfer adalah kakak angkat dari Deo, sahabat lama Mirza yang meninggal di tangannya. maka dari itu kemunculan Troy di dunia bisnis hanya untuk membalaskan dendam adiknya. Namun suatu ketika saat keduanya tengah berseteru, tepatnya saat Mirza baru saja pulang dari perjalanan bisnis, dengan sengaja Troy ingin mencelakai Mirza dengan cara menyusun kecelakaan yang sudah ia rekayasa.


Kebetulan saat itu Troy juga sedang bersama sang istri. Namun sayang, saat ia menjalankan rencana, ternyata justru mobil Troy yang lebih dulu dihantam oleh sebuah truk box besar. Hingga kecelakaan tidak bisa dihindarkan. Mobil yang ditumpangi Mirza pun ikut terkena dampaknya, meskipun ia hanya mendapat luka ringan. Sedangkan mobil yang dikendarai Troy bersama istrinya rusak parah dan penumpangnya meninggal semua, yaitu Troy dan istrinya.


Maka dari itu Mirza sangat melarang Aya dekat menjalin hubungan dengan Gandhi. Mirza juga baru mengetahui akhir-akhir ini kalau Aya menjalin hubungan diam-diam dengan Gandhi. Bahkan hubungan itu sudah lama.


Mirza yakin, suatu saat nanti Gandhi pasti mengetahui penyebab kematian kedua orang tuanya. Kemungkinan besar Gandhi akan menuduh dirinya yang menjadi penyebab kematian kedua orang tuanya. Dan pastinya itu akan berdampak pada Aya.


***


Setelah acara pertunangannya dengan Darren, Aya sama sekali tidak berminat menjalani hari-harinya. Mamanya juga selalu meyakinkan kalau Darren adalah pria yang terbaik untuknya dan meminta untuk melupakan Gandhi. Tidak ada pilihan lagi baut Aya selain menerima pernikahannya dengan Darren. Namun untuk melupakan Gandhi, dia tidak bisa. Aya akan tetap menjalankan rencananya. Yaitu berpisah dari Darren setelah menikah nanti. hanya saja ia belum memikirkan caranya.


Sementara itu Darren yang saat ini tengah sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba teringat dengan Aya. Bukan teringat wajah cantiknya, melainkan sikap Aya padanya. Jujur sampai sekarang Darren merasa sangat bersalah pada Aya yang seolah tidak mau tahu tentang hubungannya ke depan nantinya seperti apa. Harusnya dia juga ikut berusaha bagaimana caranya mengakhiri hubungan itu. meskipun Darren sendiri tidak ingin mempermainkan sebuah pernikahan. Namun ia juga tidak bisa memaksakan kehendak. Apalagi diantara dirinya dan Aya tidak saling cinta. Aya sendiri juga sudah mempunyai kekasih.


Ingin menghubungi Aya untuk mengajaknya bertemu pun Darren masih mikir dua kali. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini.

__ADS_1


Tok tok tok


“Permisi, Tuan!” sapa Julian memasuki ruangan Darren.


“Ada apa?”


“Saya sudah selesai menyiapkan materi untuk meeting nanti siang. Ini berkasnya, bisa anda cek ulang.”


Darren mengangguk menerima dokumen dari asistennya. Setelah itu ia meminta Julian keluar dari ruangannya.


*


Kini Darren dan Julian sedang dalam perjalanan menuju sebuah restaurant dimana ia akan meeting dengan kliennya. Seperti biasa, Darren memilih ruangan vvip agar lebih nyaman saat membahas masalah bisnisnya dengan klien.


Darren menautkan keningnya saat tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan. Perempuan yang pernah ia lihat, namun ia lupa dimana. Dan anehnya lagi, perempuan yang sedang menggandeng kekasihnya itu taampak terkejut saat melihatnya. Bahkan terlihat pura-pura tidak tahu Darren.


Setelah mengingat-ingat, ternyata perempuan itu adalah teman Aya yang dulu pernah ia temui saat sedang mencari cincin pertunangan dengan Aya. Lagi pula Darren juga tidak terlalu mengenal perempuan itu. tapi kenapa sikapnya sangat aneh.


“Ehm!” Darren berdeham untuk menetralkan keadaan. Setelah itu ia masuk ke ruangan vvip restaurant itu, di mana kliennya sudah menunggunya.


**


Sore ini Aya yang sedang mengurung dirinya di dalam kamar tampak terkejut sekaligus senang saat mendapat pesan dari kekasihnya. Pesan yang berisi kejutan. Karena Gandhi mengatakan kalau ia sedang berada di negara ini. padahal semalam saat berkirim pesan dengan Aya, pria itu tidak mengatakan apapun.


Saking terkejutnya dan masih belum percaya akan ucapan Gandhi, Aya sampai melakukan panggilan video dengan kekasihnya itu memastikan kalau Gandhi memang benar ada di kota ini.


Kini Aya sudah percaya saat melihat keberadaan Gandhi di sebuah hotel. Setelah itu mereka membuat janji untuk bertemu. Tentunya seperti biasa. Aya akan bertemu secara diam-diam agar kedua orang tuanya tidak tahu.


Aya segera bersiap untuk pergi bertemu dengan kekasihnya. Dia sangat bahagia sekali hari ini. karena Gandhi memang sering memberikan kejutan. Seperti sekarang ini.

__ADS_1


“Ma, Aya mau jalan sama Lissa dulu!” pamit Aya pada Mamanya yang sedang berada di dapur. Sedangkan Papanya tidak tampak di rumah. mungkin masih dalam perjalanan pulang dari kantor.


“Hati-hati, Ay!” sahut Mama Devina setelah Aya mencium kedua pipinya.


Aya keluar rumah bertepatan dengan mobil Papanya memasuki halaman rumah. begitu juga dengan Ansel, sang adik yang baru saja pulang dan masih mengenakan seragam sekolahnya.


“Mau kemana, Kak? Kok cantik?” tanya Ansel basa-basi.


“Dari dulu juga sudah cantik. Mau hang out lah.”


“Pasti mau ketemu sama Kak Gandhi kan? Aku tadi berte,-hmmpp!”


Aya segera membungkam mulut adiknya saat melihat Papanya berjalan mendekatinya danjuga Ansel. Memang adiknya itu tidak bisa menjaga rahasia. Dan Ansel juga sedikit banyak tahu kalau selama ini ia menjalin hubungan backstreet dengan Gandhi.


“Kalian ini kenapa? Ay, mau kemana?” tanya Papa Mirza.


“Nggak apa-apa kok, Pa. ehm, aku mau jalan sama Lissa.” Ucap Aya sekalian berpamitan pada Papanya. Setelah itu mempersilakan Papanya masuk ke dalam rumah.


“Awas kalau mulut kamu bocor lagi!” ancam Aya pada adiknya. Ansel sendiri hanya mengangguk tanpa ingin menimpali ancaman kakaknya.


Kini Aya sudah masuk ke dalam mobil dan segera melajukannya untuk bertemu dengan Gandhi.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2