
“Selamat ulang tahun, istriku!” ucap Darren sambil memberikan buket bunga itu pada Aya dengan senyuman manisnya.
Aya masih bingung dan tidak mengerti, bagaimana suaminya berada di sini. bahkan pria itu memanggilnya dengan sebutan “istriku”. dan kini semua tamu yang ada di ballroom juga tampak bertepuk tangan meriah menyambut pesta ulang tahun Aya.
“Sayang!” Darren melambaikan tangannya di depan wajah Aya yang masih melamun dan tangannya memegang buket bunga pemberiannya.
“Sayang? Kamu… apa kamu ingat,-?”
Belum sempat Aya melanjutkan ucapannya, Darren sudah menarik tubuh Aya ke dalam pelukannya. Semua tamu undangan kembali memberikan tepuk tangan meriah. Darren juga tak henti-hentinya menghujani kecupan pada pucuk kepala istrinya, hingga seluruh wajah Aya yang sudah basah karena air mata.
“Selamat ulang tahun, Sayang! Selamat ulang tahun, istriku tercinta!” gumam Darren dengan sudut mata yang juga sudah mulai basah.
Aya meletakkan buket bunga itu, lalu kembali memeluk suaminya. dia sangat yakin kalau Darren sudah sembuh dari amnesianya. Pria itu sudah mengingat semuanya. Yang menjadi pertanyaan Aya adalah, sejak kapan Darren sembuh? apakah pria itu sengaja mengerjainya beberapa waktu ini? Aya pun memukuli dada suaminya karena sangat kesal.
“Kamu jahat! Kamu jahat!”
Darren langsung menangkup kedua tangan istrinya dan menuntunnya ke depan untuk melanjutkan acara inti pesta ulang tahun istrinya. Setelah ini baru lah ia akan menjelaskan semuanya pada Aya.
Ini Aya sudah berdiri di tengah-tengah tamu undangan dengan kue tart besar. Aya memanjatkan doa sejenak, setelah itu meniup lilin di atas kue itu.
Rasanya sungguh seperti mimpi. Aya tidak menyangka di usianya yang ke dua puluh empat ini mendapat pesta kejutan yang di luar ekspektasinya. Tapi satu hal yang membuatnya bahagia, yaitu kado yang didapatnya sangat istimewa. Ada nyawa yang kini sedang tumbuh dalam rahimnya, dan suaminya yang telah mengalami amnesia sudah sembuh. Darren sudah kembali ke pelukannya lagi. menjadi suami yang sangat ia cintai.
Aya memotong kue itu dengan dibantu oleh suaminya. potongan pertama diberikan pada Darren sekalian Aya menyuapinya. Lalu potongan berikutnya diberikan pada Mama dan Papanya.
__ADS_1
Acara selanjutnya adalah acara santai. Tamu undangan yang sebagian besar adalah karyawan perusahaan Papa Mirza kini dipersilakan menikmati hidangan yang tersedia sambil menonton hiburan musik dari penyanyi papan atas.
“Ayo kita duduk di sana!” Ajak Darren menuju tenpat duduk yang nyaman untuk istrinya.
Aya pun mengangguk tersenyum, lalu mengikuti ke mana suaminya membawanya. Mungkin setelah ini senyum Aya itu akan hilang berganti dengan kemurkaan dan siap menguliti suaminya hidup-hidup.
Jujur saja, meskipun Aya sangat bahagia dengan kejutan di pesta ulang tahunnya ini, dia juga masih kesal pada sang suami yang sepertinya sengaja mengerjainya.
“Mau makan apa?” tanya Darren setelah keduanya duduk.
“Mau makan kamu.” Jawab Aya dengan sewot.
Darren pun menarik hidung Aya dengan gemas. Dia tahu kalau istrinya saat ini sedang kesal dengannya. akhirnya pria itu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya. Setelah itu Darren berjongkok di hadapan Aya dan mengecup perutnya yang lebih berisi.
Rasa hangat menjalar ke seluruh tubuh Aya. Rasa amarah yang sempat ada kini menguap begitu saja saat melihat perlakuan hangat suaminya.
“Baiklah. Aku akan menceritakan semuanya.” Ujar Darren setelah kembali duduk di samping Aya.
Aya mengangguk dan siap mendengarkan cerita suaminya.
“Maafkan aku, Sayang. Aku memang sudah lama bisa mengingat kamu. Tapi kamu jangan marah dulu.” ucap Darren.
Kejadian itu tepat di saat Aya jatuh pingsan setelah pulang dari rumah sakit untuk mengantarnya periksa. Melihat wajah Aya yang pucat dan tak berdaya, ada semacam rasa khawatir yang muncul pada hati Darren. Hingga membuatnya merasakan sakit kepala yang hebat.
__ADS_1
Saat Darren dilarikan ke rumah sakit dengan hanya didamping Julian, dan setelah mendapat pemeriksaan dari dokter, Darren merasa ada yang aneh dengan hatinya. Bayang-bayang Aya yang tengah pingsan memenuhi isi kepalanya. Setelah itu beberapa kepingan kenangan masa lalunya mulai muncul satu per satu. Sayangnya hanya tentang Aya.
Dokter mengatakan kalau ingat Darren sudah perlahan kembali. Tapi dokter itu berpesan untuk tidak terlalu memaksa untuk mengingat semuanya yang justru akan semakin membahayakan kesehatannya. akhirnya Darren bertekat untuk mengingatnya secara perlahan tanpa memberitahu dulu pada istrinya. Dia juga meminta bantuan pada Julian untuk memberikan rangsa ngan tentang masa lalunya. Dia juga meminya Julian untuk merahasiakan semua itu selama ia masih dalam masa pemulihan.
Darren tidak ingin membebani istrinya dengan mengatakan keadaan yang sebenarnya jika ia memaksa untuk mengingat semuanya. Hal itu juga akan berdampak pada janin Aya. Dan selama itu pula Darren selalu beralasan ada pekerjaan kantor yang membutuhkan dirinya. Padahal saat itu dia menjalani serangkaian terapi untuk otaknya dengan didampingi oleh Julian.
Aya menitikan air matanya mendengar semua cerita yang sesungguhnya. benar memang yang dikatakan oleh suaminya, jika ia ikut memikirkan kesehatan Darren, janinnya juga akan ikut terdampak.
“Lalu, kapan kamu mulai mengingat semuanya?” tanya Aya penasaran.
“Saat aku minta kamu membuatkan aku masakan rendang. Ya, walau saat itu aku masih berpura-pura tidak ingat, karena demi menyusun rencana pesta ulang tahun kamu ini.”
“Rendang? Bukankah sejak dulu kamu tidak suka rendang? Aneh sekali. Ingatannya sembuh justru doyan makan rendang.”
“Sebenarnya sejak dulu aku suka rendang, Sayang. Hanya saja,-“ Darren sengaja menggantung kalimatnya untuk membuat istrinya penasaran. Pasti readernya juga penasaran kan? 😂😂😂
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!