Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 53. Terlalu Bersemangat


__ADS_3

Sungguh Aya tidak menyangka kalau malam ini adalah malam paling enak campur menegangkan. Enak karena setelah beberapa hari absen dari sentuhan sang suami, akhirnya malam ini ketidak hadiran Darren dibayar kontan tanpa jeda. Sedangkan yang membuat tegang karena mereka melakukannya di dapur. Sempat ada rasa khawatir dalam diri Aya kalau tiba-tiba ada pembantunya masuk ke dapur dan melihat dirinya sedang bercinta. Namun Darren meyakinkan kalau semua itu tidak akan terjadi.


Terbukti mereka berdua sudah berpacu keringat selama dua jam. Darren benar-benar seperti sedang balas dendam karena menahan rasa rindunya pada Aya selama beberapa hari.


“Sayang, aku lelah.” Ujar Aya dengan nafas tersengal pasca keduanya mengalami pelepasan yang entah sudah ke berapa kali.


“Maafkan aku. aku terlalu bersemangat.”


Darren pun segera memunguti baju istrinya yang berserakan di lantai. Membantu memakaikannya setelah itu barulah ia memakai bajunya sendiri.


Tak ingin membuat istrinya kelelahan menaiki tangga, akhirnya Darren menggendong Aya. Aya pun hanya bisa pasrah, karena badannya terasa remuk.


“Kamu tidurlah dulu! Aku mandi sebentar.” Pinta Darren sambil menutup tubuh Aya dengan selimut.


***


Waktu berlalu begitu cepat. Minggu depan Aya dan Darren akan terbang ke luar negeri untuk berbulan madu. Namun sebelum itu, baik Aya maupun Darren sama-sama sibuk dengan pekerjaan kantor masing-masing. Apalagi keduanya memiliki jabatan yang sama di perusahaan.


Darren hari ini benar-benar dibuat pusing dengan masalah pekerjaannya. Proyek pembangunan salah satu mall yang ada d luar kota, atau lebih tepatnya proyek bersamanya dengan Very mengalami kendala. Beberapa kuli bangunan sempat melakukan aksi demo lantaran gajinya tidak dibayar selama satu bulan. Dan hal itu semakin membuat Darren pusing. terlebih hal ini dia yang merasa bertanggung jawab.


Pihak yang menangani masalah gaji beberapa pegawai termasuk kuli bangunan dikabarkaan hilang taanpa kabar, alias kabur. Namun Darren tetap berusaha mencari orang itu. akhirnya Darren pun mau tidak mau harus segera pergi ke sana hari ini juga.


“Kita berangkat sekarang, Tuan?” tanya Julian yang sudah siap dan berada di ruangan bosnya.


Darren masih diam. dia sibuk menghubungi istrinya, namun sejak tadi tak kunjung mendapat jawaban. Akhirnya Darren terpaksa berangkat tanpa menunggu lebih lama lagi. tapi dia sudah mengirim pesan pada Aya kalau hari ini ia akan pulang sangat larut.


Sementara itu, siang ini Aya sedang berada di luar kantor karena ada meeting dengan kliennya. Aya sejak tadi tidak melihat ponselnya yang ada di dalam tas. Dia juga tidak tahu kalau ponselnya dalam mode hening. Pantas saja sejak tadi beberapa panggilan masuk dari suaminya tidak ia ketahui. Mungkin karena dia ingin fokus dengan meetingnya kali ini.


Setelah meeting, Aya berencana langsung kembali ke kantor. sedangkan asistennya sudah ia minta untuk kembali lbih dulu, karena mendapat tugas dari Aya untuk menghandle meeting dengan beberapa karyawann bagian divisi keuangan.


Aya keluar dari restaurant dengan tergesa-gesa karena mendapat panggilan dari asistennya untuk segera sampai kantor. saking fokusnya, ia berjalan sambil memesukkan ponselnya ke dalam tas dan tidak menyadari kalau di depannya ada seorang pelayan sedang membawa nampan berisi minuman.

__ADS_1


Brukk


Pyarrrr


Aya menabrak pelayan itu. namun sebelum minuman itu jatih ke lantai, gelas itu sudah meluncur begitu saja pada seseorang yang tak jauh dari tempat Aya berada. Ahasil baju orang itu sangat kotor terkena tumpahan minuman yang berwarna.


“Maafkan saya, Tuan!” ujar Aya.


Aya begitu panik. Dia sadar akan kesalahannya. Dia juga bingung, hendak membantu pelayan itu atau beralih pada pria yang terkena tumpahan minuman itu. di kantor juga ia sudah ditunggu.


“Maaf, Mas. ini sebagai ganti atas keteledoran saya.” ujar Aya menemukan solusi. Ia mengambil beberapa lembar uang untuk ganti rugi.


Kemudian Aya menatap seseorang yang sedang berdiri tak jauh darinya. Pria yang terkena tumpahan noda itu masih berusaha membersihkan bajunya.


“Sekali lagi, maafkan saya Tuan,-“


“Nona Ayara?”


Aya benar-benar terkejut kalau pria yang yang ada di hadapannya itu adalah Very Atamaja, rekan bisnis suaminya. walaupun Aya pernah mendapat amanat dari sang suami agar tidak dekat dengan pria manapun, namun untuk kali ini kasusnya beda. Dirinya yang bersalah.


“Tuan, maafkan saya sekali lagi. baju anda sangat kotor karena ulah saya. bagaimana kalau saya ganti saja kemeja anda itu?”


“Tidak apa-apa, Nona. Namanya juga musibah. Tidak perlu diganti. Saya masih bisa beli sendiri atau bisa dicuci sampai nanti nodanya hilang.”


“Tapi ini murni kesalahan saya, Tuan.” Aya yang merasa tidak enak pun ia sampai mengeluarkan beberapa lembar uang untuk diberikan pada Very sebagai ganti rugi. Jelas Very menolak.


“Saya serius, Nona. Tidak usah diganti. Bagaimana kalau gantinya dengan kita ngopi bareng?” usul Very penuh trik.


“Tapi saya buru-buru sekali ddan harus secepatnya kembali ke kantor.”


“Nggak apa-apa. Sebisa anda, Nona. Tinggalkan nomor ponsel anda.”

__ADS_1


Aya menurut saja karena dia sudah tidak punya banyak waktu. Dia mengetikkan nomor ponselnya di HP Very. Setelah itu Aya segera pergi meninggalkan Very yang sedang tersenyum penuh arti.


*


Aya sudah berada di kantor. beberapa menit yang lalu dia juga masih sempat menghandle meeting walaupun terlambat. Dan kini dia bisa sedikit bersantai, apalagi sebentar lagi jam pulang kantor.


Aya mengecek ponselnya. Di sana ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari suaminya. lalu Aya memilih membuka pesan Darren saja dan ada satu pesan dari nomor baru.


“Sayang, maaf hari ini aku akan pulang larut malam, karena aku sedang di luar kota. Nanti kamu langsung tidur saja, tidak usah menungguku.”


Aya hanya membalas pesan suaminya tanpa melakukan panggilan lagi karena dia yakin kalau sang suami pasti sangat sibuk. Setelah itu Aya membaca pesan dari nomor baru yang tidak ia kenal.


“Nona, Ayara. Saya Very dan ini nomor saya. kalau anda sudah memiliki waktu, hubungi di nomor ini saja.”


Aya tampak menghela nafas. Memang sekarang dia sudah tidak sibuk lagi. apalagi suaminya sedang di luar kota. Jadi Aya memutuskan untuk menepati janjinya akan mentraktir Very daripada ia harus memiliki hutang pada pria itu.


Aya pun mengirim pesan pada Very untuk datang di sebuah café yang sudah ia tunjuk. Rasanya tidak masalah jika dia bertemu dengan pria lain. Asal nanti sesampainya di rumah, akan mengatakan pada suaminya.


Aya pulang lebi dulu dan langsung menuju café di mana ia akan mentraktir Very. Pria itu bahkan sudag standby lebih dulu di sana.


“Maaf, apa saya terlambat?” tanya Aya.


“Tidak, Nona. Saya juga baru sampai. Silakan pesan minuman atau makanan yang anda inginkan.” Ujar Very dengan sopan.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2