Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 38. Jatuh Cinta


__ADS_3

Kini Darren dan Julian sudah tiba di kantornya. Hari ini Darren merasa bahagia daripada sebelumnya. Semua itu karena seseorang, siapa lagi kalau bukan Aya. Bahkan dampak dari rasa bahagia yang Darren rasakan bisa dilihat oleh para karyawannya.


Karyawan Darren pagi ini yang kebetulan ikut meeting tampak heran dengan sikap bos mereka yang berbeda dari biasanya. Darren yang tak pernah menanggapi sapaan karyawannya, pria itu kini tampak mengangguk disertai dengan senyuman. Meskipun tanpa berkata apapun, tetap saja sudah membuat para karyawan merasa kalau saat ini bos mereka sedang kesambet setan.


Julian yang sejak tadi berjalan di belakang Darren juga mengerti sedikit banyak yang dirasakan karyawan Tuannya. Tapi dia diam saja. apalagi hal ini merupakan perubahan yang sangat baik selama ia menjadi asisten Darren. Sekalipun dulu saat Darren masih berstatus suami Jenifer, sikapnya tak seramah hari ini.


Meeting pun dimulai setelah semua peserta hadir lengkap. Darren tampak serius dan fokus dengan beberapa hal yang tengah dibahas. Walau sesekali dalam otaknya muncul wajah Aya yang entah sekarang sedang apa perempuan itu.


“Bagaimana, Tuan?” tanya Julian setelah mempresentasikan materinya.


Darren yang tengah membayangkan sang istri, sontak terkejut dan dia sama sekali tidak mengerti dan tidak dengar dengan apa yang ditanyakan oleh Julian baru saja.


“Ada apa?”


Pertanyaan simple yang baru saj keluar dari bibir Darren membuat Julian ingin sekali menepuk jidatnya sendiri. Atau kalau boleh dia ingin menjambak rambut bosnya itu. bos yang ia yakini sedang kerasukan setan bucin. Sedangkan peserta meeting lainnya tampak menundukkan kepalnya berusaha menaha senyum mereka masing-masing karena ikut gemas sendiri dengan sikap bosnya.


Darren yang melihat situasi tidak kondusif, dan tentunya penyebabnya adalah dirinya sendiri, dia segera mengakhiri meeting tersebut.


“Ehm, saya rasa meeting pagi ini selesai. hasilnya saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Julian baru saja. kalian bisa kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.”


Satu per satu peserta meeting pun keluar dari ruangan itu. kini hanya tersisa Darren dan Julian. Julian sendiri menatap jengah bosnya yang kini justru meraih ponselnya hendak menghubungi seseorang. Julian mengepalkan tangannya, ingin sekali menonjok wajah tampan Darren.


“Kalau kamu kesal denganku, ungkapkan saja, Jul!” ucap Darren dengan pandangan mata tertuju pada layar ponselnya.


Julian yang tidak terbiasa dipanggil dengan sebutan “Jul” pun mengerti kalau itu artinya Darren sedang bersikap masa bodooh dengan apa yang baru saja terjadi.


“Saya permisi, Tuan!” pamit Julian yang tidak ingin berlama-lama berada dalam satu ruangan dengan bosnya.


“Lian!” panggil Darren saat Julian baru saja membuka pintu.

__ADS_1


“Baik, Tuan?”


“Jangan lupa tutup pintunya!” setelah mengatakan itu, Darren langsung menempelkan ponselnya ke telinga, karena seseorang yang ia hubungi sudah menerima panggilannya.


**


Hari ini Darren benar-benar semangat dalam bekerja. Terlebih setelah ia menghubungi Aya pasca meetingnya pagi tadi. apalagi siangnya ia menikmati bekal makanan yang dibawakan Aya yang rasanya sangat enak.


Saat jam pulang kantor usai, Darren segera berkemas untuk pulang. dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Aya. Padahal belum sehari ia meninggalkan perempuan itu di rumah. namun rasanya sudah sangat rindu. Apakah memang ini artinya dia sudah jatuh cinta pada istrinya sendiri.


Darren pulang bersama Julian. Sebelum sampai rumah, ia meminta asisten pribadinya itu untuk mampir sebentar ke toko bunga. Bahkan Darren yang turun sendiri untuk memilih bungan yang cocok yang akan ia berikan pada Aya. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya.


Setibanya di rumah, Julian segera berpamitan pulang dengan naik motornya yang tadi ia letakkan di dalam garasi rumah Darren. Julian sudah sangat lelah, dan tidak ingin lebih pusing lagi dengan melihat sikap aneh bosnya.


“Hati-hati, Jul!” ucap Darren tanpa melihat ke arah Julian, namun mencium harum bunga yang sedang ia pegang.


Julian yang sudah lelah, enggan menimpali ucapan bosnya. Dia segera menyalakan mesin motornya dan keluar dari halaman rumah Darren.


“Ehm! Sedang baca apa?”


Aya sangat terkejut mendengar suara seseorang yang sudah muncul di sampingnya. Apalagi Darren juga sudah tahu jelas kalau saat ini dirinya sedang membuka halaman majalah yang menampilkan potret wajahnya.


“Eh, kamu sudah pulang, Ren? Maaf, aku nggak tahu.” Ucap Aya dan langsung meletakkan majalah itu di atas meja.


Darren hanya tersenyum menanggapi ucapan Aya. Salah satu tangannya yang ia sembunyikan di belakang punggungnya karena memegang bunga, kini Darren berikan bunga itu pada Aya.


“Ini buat kamu! Semoga kamu suka” ucap Darren.


“Terima kasih. Aku suka. Baiklah, aku akan siapkan air untuk kamu mandi.” jawab Aya setelah menerima bunga pemberian suaminya. dia yang masih shock dan juga tidak menyangka kalau Darren bisa romantis, Aya memilih mengalihkan pembicaraan dan langsung beranjak masuk ke kamar.

__ADS_1


Darren sangat lega ternyata Aya menyukai bunga pemberiannya. Tak lama kemudian ia menyusul istrinya masuk ke dalam kamar.


Aya sudah selesai menyiapkan air hangat dalam bathtub untuk Darren mandi. dia tahu kalau Darren pasti sangat lelah setelah seharian sibuk bekerja. Jadi dengan berendam sejenak, bisa menghilangkan penat pria itu.


“Terima kasih. Aku mandi dulu. Kamu di sini saja, nanti kita turun bersama untuk makan malam.” ujar Darren setelah Aya menyiapkan air hangat untuk suaminya.


Selama menunggu Darren mandi, Aya duduk sambil memegangi buket bunga yang diberikan oleh Darren baru saja. jujur hati Aya sangat berbunga-bunga. Tak henti-hentinya ia menciumi harum bunga itu. apakah ini artinya dia benar-benar sudah jatuh cinta pada pria yang berstatus suaminya itu.


Cklek


Mendengar pintu kamar mandi dibuka, Aya dengan cepat meletakkan buket bunga itu di atas meja, tempatnya semula. Dia sangat malu jika Darren melihatnya sedang menciumi bunga itu.


Kini tatapan Aya tertuju pada Dewa yang sedang berjalan ke arahnya. Pria itu hanya memakai handuk yang membelit pinggangnya. Dengan cepat Aya memalingkan mukanya saat Darren semakin dekat posisinya.


“Apa kamu sengaja membiarkan aku memakai handuk seperti ini?” bisik Darren pada Aya yang masih memalingkan mukanya.


“Maksudnya,-hmmmpp”


Saat Aya ingin meminta penjelasan pada Darren, otomatis dia meluruskan pandangannya pada Darren. Dan di saat itu pula bibir Aya langsung bersentuhan dengan bibir Darren yang berada tepat di depan wajahnya. Dan hal itu tidak disia-siakan oleh Darren. Hingga terjadilah ciuman dadakan yang cukup membuat jantung keduanya berpacu.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


 


__ADS_2