
Aya sangat terkejut saat mendapat serangan mendadak dari suamiya. Karena perjalanan Darren ke luar kota sudah sangat mepet, akhirnya Darren hanya bisa menikmati bibir istrinya sebentar saja. apalagi Aya juga tidak memiliki kesempatan untuk membalasnya.
Aya melambaikan tangannya saat mobil Darren mulai melajut meninggalkan area perkantorannya. Begitu juga dengan dirinya, masuk ke kantor dan memulai aktivitasnya lagi.
Hari ini jadwal Aya benar-benar padat. apalagi ia sudah mempunyai rencana pergi bulan madu, meskipun dilakukan di waktu libur akhir tahun, setidaknya Aya harus menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik agar tidak mengganggu kegiatannya nanti.
**
Pukul satu siang Darren dan Julian baru saja tiba di tempat lokasi peninjauan proyeknya. Di sana ternyata Very sudah lebih dulu tiba. Dan pria itu datang sendirian. Membuat Darren cukup lega. Itu artinya ancamannya terhadap Lissa kemarin benar-benar didengarkan oleh wanita itu.
“Selamat siang, Tuan Very! Maaf atas keterlambatan saya.” ucap Darren.
“Oh tidak masalah, Tuan. Saya memaklumi. Apalagi anda pasti tidak rela akan meninggalkan istri cantik anda di rumah seorang diri.”
Darren benar-benar tidak nyaman dengan ucapan Very baru saja. namun dia memilih diam, karena waktu dan tempatnya kurang etis jika ia menimpali ucapan Very.
Sedangkan Very hanya menyunggingkan senyum sinis tanpa sepengetahuan Darren. Setelah itu dia segera mengajak Darren berkeliling melihat proses pembangunan gedung bertingkat yang sedang berlangsung itu. sementara Julian memang sengaja diminta oleh Darren menunggu di mobil, karena ada pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan.
Selama berada di luar kota, Darren tak henti-hentinya menghubungi Aya. Pria itu benar-benar tidak bisa jauh dengan istrinya. Bahkan beberapa kali meeting dengan kliennya pun Darren terlihat tidak fokus. Untungnya ada Julian yang segera tanggap.
“Tuan, sepulang dari meeting ini saya mau cuti seminggu.” Ucap Julian yang tengah dalam perjalanan menuju hotel.
Hari ini Darren dan Julian akan pulang. pekerjaanya sudah selesai lebih cepat, dan hal itu membuat Darren sangat tidak sabar untuk bertemu istrinya.
“Aku tidak memberi ijin.” Jawab Darren tanpa menatap Julian yang sedang fokus di bangku kemudinya. Sedangkaan Darren sendiri sibuk dengan gadgetnya.
“Saya tidak meminta ijin,Tuan. Dan saya berhak mengambil cuti saya kapan saja. karena memang selama ini saya belum pernah cuti.”
“Iya, aku tahu. Tapi tetap saja aku yang memutuskan kamu bisa ambil cuti sekarang atau tidak.”
__ADS_1
Julian hanya mendengus kesal. Tapi dia berusaha menahannya. Padahal dia juga ingin mempunyai waktu seperti bosnya. Julian sengaja mengambil cuti juga demi berusaha mendapatkan cintanya. Masak iya, selamanya ia akan jadi jomblo abadi.
“Please, Tuan! Bukankah selama di meeting, kontribusi saya sangat banyak. Apalagi dalam menghandle meeting saat Tuan sedang tidak fokus karena memikirkan Nyonya bos.”
Derran tersentak sekaligus tersindir. Karena apa yang diucapkan oleh asistennya benar adanya. Kemudian ia tampak berpikir sejenak. Sebentar lagi dia juga akan berbulan madu saat libur akhir tahun nanti. lebih baik memberi kesempatan Julian ambil cuti sekarang daripada nanti saat libur akhir tahun. Karena nanti Julian akan dia minta untuk tetap mengawasi perusahaan, meskipun semua karyawan libur.
“Ya sudah aku kasih kamu ijin.” Jawab Darren.
“Benarkah, Tuan?” Julian masih tidak percaya. Namun tidak dipungkiri kalau hatinya sangat bahagia.
“Kalau tidak mau ya sud,-“
“Mau, Tuan. Terima kasih banyak.”
Darren hanya menyunggingkan senyum melihat wajah bahagia asistennya. Taapi dia tidak ingin memberitahu sekarang tentang tugas Julian saat libur akhir tahun nanti.
*
Darren snegaja tidak memberitahu istrinya tentang kepulangannya hari ini. dia sengaja akan memberi Aya kejutan.
Dan akhirnya perjalanan panjang yang menempuh waktu kurang lebih lima jam itu telah mengantar Darren ke rumah dengan selamat. Dia sampai rumah saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. tentu saja jam segini istrinya sudah tidur.
“Hati-hati di jalan, Jul! selamat berlibur.” Ujar Darren pada Julian yang baru saja mengeluarkan motornya dari garasi rumah Darren.
“Sama-sama, Tuan. Terima kasih banyak sebelumnya.”
Setelah Julian pulang, Darren pun masuk ke dalam rumahnya. Suasana tampak sangat sepi dengan lampu yang sudah dimatikan semua. Darren segera melangkahkan kakinya menuju lantai atas di mana kamarnya berada. Namun tanpa sengaja telinganya menangkap suara sesuatu dari arah dapur. Akhirnya Darren memutuskan untuk melihatnya.
Ternyata di dapur ada Aya sedang membuat susu. Beruntung Aya tidak menyadari keberadaan Darren yang tengah mengintipnya. Akhirnya muncul ide nakal untuk mengerjai Aya malam ini juga di dapur.
__ADS_1
Darren terlebih dulu meletakkan tas kerjanya. Tak lupa melepas jasnya hingga hanya tertingga kemeja warna krem yang sudah ia gulung lengannya sebatas siku.
Darren perlahan melangkahkan kakinya mendekati Aya yang masih sibuk mengaduk-aduk susu hangatnya. Waita itu juga segera meminum susu itu di tempat. Darren ikut menelan salivanya saat melihat sang istri sedang minum hingga nampak leher jenjang Aya yang putih nan mulus itu.
“Hmmm… semoga setelah menghabiskan segelas susu hangat ini aku segera ngantuk.” Gumam Aya yang memang sejak tadi ia tidak bisa tidur.
Setelah menghabiskan segelas susunya, Aya segera mencuci gelas itu. namun tiba-tiba saja dia merasa ada seseorang yang ada di dalam dapur. Aya segera menoleh, namun tidak ada siapa-siapa di sana.
Aya sangat takut. Apalagi sudah malam, tentunya pembantunya sudah tidur jam segini. Namun saat Aya membalikkan badan hendak keluar dari dapur, tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang. Aya meronta minta tolong, tapi tiba-tiba ia mencium aroma parfum seseorang yang tidak asing. Siapa lagi kalau bukan suaminya.
Aya berhenti meronta, kemudian berusaha melirik ke arah seseorang yang tengah membekapnya. Darren pun segera melepas bekapannya lalu diganti dengan bibirnya. pria itu sangat rakus menyambar bibir istrinya yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.
“Sayang, aku sangat merindukanmu.” Ucap Darren setelah melepas sejenak pagutanya.
Aya sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bicara ataupun sekadar bertanya kapan pulangnya sang suami. karena Darren kembali melu mat bibir Aya semakin menuntut. Aya pun pasrah. mungkin ini juga salah satu penyebab ia tidak bisa tidur karena merindukan suaminya. terlebih rindu dengan sentuhan Darren.
Darren masih terus menikmati bibir manis Aya. Sedangkan tangannya aktif menyingkap piyama tidur Aya yang panjangnya hanya sebatas paha. Darren segera menelusupkan jemarinya di balik kain segitiga itu.
Aya sontak terkejut. Ia pun reflek menggigit bibir suaminya. namun hal itu tidak membuat Darren kesal ataupun marah.
Keinginan Darren sudah tidak bisa ditahan lagi. dia tidak ingin membawa istrinya masuk ke dalam kamar karena ingin melakukannya sekarang juga. akhirnya pria itu mengangkat tubuh isrinya ke atas bar stool. Darren langsung membuka paha Aya dan menyelami indahnya surga dunia di bawah sana.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!