
Deg
Aya memundurkan langkahnya saat mendengar Darren menyebut nama wanita lain. Apakah panggilan sayang baru saja juga tertuju pada wanita yang bernama Jenifer? Mantan istri Darren.
“Ayolah, Jenifer Sayang! Perutku mual-mual lagi.” Darren justru memperjelas panggilannya.
Hati Aya tampak pias. Ternyata selama ini suaminya belum bisa melupakan sosok mantan sitrinya yang telah meninggal. Begitu besarkah cinta Darren pada Jenifer. Dan apakah itu juga alasan sampai sekarang Darren tak juga mengungkapkan perasaannya.
Tak ingin membuat Darren kembali mengulangi menyebut nama wanita itu, akhirnya Aya memutuskan untuk membuat minuman hangat seperti yang diminta oleh suaminya.
“Baik, aku akan membuatkanmu minuman itu. tapi aku bukan Jenifer.” Jawab Aya dengan suara dingin dan segera keluar dari kamar mandi.
Sedangkan Darren yang masih lemas, seketika tersadar akan ucapannya baru saja. pria itu membasuh mukanya dengan air cukup kasar.
“Astaga! Kenapa bisa seperti.” Lirih Darren menyadari kesalahannya.
**
Aya sudah berada di dapur. Dia meminta bantuan pembantunya untuk membuatkan minuman penghilang rasa mual. Aya juga sedikit mengulik masa lalu suaminya dengan mendiang sang istri pada pembantu Darren.
“Bi, apa Bibi tahu minuman yang sering Darren minum saat dia masuk angin?”
“Oh, tahu Non. Minuman jahe hangat dengan ditambah madu.”
“Oh berarti Bibi dulu sering buatin Darren minuman seperti itu kalau dia sedang masuk angin.”
“Nggak, Non. Hanya saja Bibi dulu pernah lihat Non Jenifer membuat,-“
Bibi yang sadar akan kesalahan ucapannya langsung menutup mulutnya sendiri. Aya yang sudah terlanjur dengar pun terdiam seketika.
“Ya sudah, Bibi buatkan saja minuman seperti itu. sekalian nanti tolong Bibi berikan pada Darren ke kamar. oh iya, kalau dia belum makan, Bibi ambilkan juga dan bawa ke kamar. karena Darren sedang sakit.”
Bibi hanya menganggukkan kepalany. Wanita itu juga merasa bersalah atas ucapannya baru saja. tapi melihat reaksi dingin majikannya, Bibi tidak berani bertanya lagi.
Aya segera menuju ruang makan. Meskipun hatinya sedang tidak baik-baik, namun perutnya tetap harus diisi. Bahkan ia sangat lahap sekali menghabiskan makannya.
__ADS_1
Setelah menghabiskan makannya, Aya memutuskan untuk naik ke lantai atas yaitu kamarnya. Karena ia memang belum mandi. dan saat baru saja masuk kamar, dia melihat Darren sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil menikmati makan malamnya yang baru saja diambilkan oleh pembantunya.
“Sayang, kamu dari mana saja?” tanya Darren dengan suara lemahnya.
“Aku habis makan.” Suara Aya tampak datar, lalu wanita itu segera masuk ke kamar mandi,
Darren terdiam dan tidak jadi menghabiskan makanannya. Aya jelas marah dengannya. entahlah pria itu juga tidak mengerti kenapa bisa salah panggil seperti tadi. apa itu artinya Darren masih memikirkan mendiang istrinya.
Cukup lama Aya berada di kamar mandi. karena memang perempuan itu sedang berendam air hangat. Hingga Darren yang masih lemas akibat mual-mualnya tadi tertidur dengan posisi masih duduk.
Cklek
Aya keluar dari kamar mandi dengan badan yang sudah segar. Dia melihat Darren tertidur dengan posisi tidak nyaman. Tapi Aya membiarkannya. Dia hanya menyelimuti suaminya.
Aya juga sudah lelah karena habis lembur. Dia butuh istirahat dan mengesampingkan hatinya yang sedang sakit akibat suaminya.
Aya tidur di samping Darren dengan posisi membelakangi pria itu. mungkin rasa sakit hatinya lah yang membuat Aya enggan tidur dengan posisi seperti biasanya. Dan tak lama kemudian rasa kantuk itu menyerang. Aya tidur dengan pulas.
“Sayang! Kumohon jangan tinggalkan aku. aku sangat mencintaimu. Jangan pergi Jenifer!”
Aya bagun dari tidurnya. Ia masih memperhatikan Darren memanggil nama Jenifer berulang kali. Apalagi kata-kata cinta yang Darren ucapkan terdengar sangat tulus dan seperti tidak bisa kehilangan wanita itu.
Aya segera bangun. Hatinya semakin sakit. Namun ada sesuatu yang membuat hatinya penasaran. Akhirnya Aya memberanikan diri membuka lemari baju milik Darren yang tidak pernah ia buka. Lemari bagian atas yang memang bukan tempat baju, membuat Aya sangat penasaran.
Deg
Aya melihat di sana ada banyak sekali pernak-pernik milik wanita. tentu saja itu milik mendiang istri Darren yang masih disimpan rapat oleh Darren. Selain itu di sana ada sebuah album foto kenangan Darren bersama mantan istrinya.
Aya menoleh ke belakang. Darren sepertinya sudah terlelap kembali setelah mengalami mimpi buruknya. Namun mimpi itu kini beralih pada Aya. Ya, Aya merasa seperti sedang mimpi buruk lantaran suaminya masih belum bisa melupakan masa lalunya.
Hati Aya benar-benar sakit. Sudah bisa dipastikan kalau memang rumah tangganya selama ini tidak ada artinya sama sekali. Aya kira rasa sakit yang terdalam yang pernah ia alami adalah saat orang yang ia cintai telah menghianatinya. Ternyata ia salah. Karena masih ada rasa sakit yang lebih sakit dari semua itu. yaitu, mencintai seseorang yang masih mencintai masa lalunya.
Dengan menahan rasa sesak di dadanya, Aya mengambil beberapa pakaiannya dan dimasukkan ke dalam tas. Mungkin lebih baik ia pergi untuk mengobati luka hatinya. Entah hanya sementara atau selamanya.
Usai mandi dan bersiap, Aya segera turun ke dapur. Dia meletakkan tasnya di dalam mobilnya yang ada di garasi yang tidak pernah ia pakai. Aya sengaja berangkat ke kantor nanti saja, menunggu Darren berangkat lebih dulu. ia memilih masuk ke kamar tamu untuk mengerjakan pekerjaan kantor.
__ADS_1
**
Darren bangun dari tidurnya. Bahkan pagi ini Darren kembali mual-mual. Pria itu segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Pria itu benar-benar lemas. Sebelumnya Darren tidak pernah merasakan hal ini. dulu hanya masuk angin saja. itu pun tidak seperti ini rasanya.
Setelah menunggu beberapa saat sampai keadaannya membaik, Darren pun kini sudah siap turun. Ia tidak melihat keberadaan Aya, mungkin istrinya itu sudah menunggunya di bawah. Sekalian ia ingin membicarakan kesalah pahaman kemarin.
Sesampainya di ruang makan, Darren tidak melihat Aya di sana. Di meja makan itu pun makanan yang tersaji sepertinya masih utuh belum tersentuh.
“Bi, kemana istriku?” tanya Darren pada pembantunya yang kebetulan lewat depan ruang makan.
“Non Aya sudah berangkat ke kantor, Tuan.” Bohong Bibi karena memang disuruh Aya bilang seperti itu.
Darren diam. ia merasa kalau istrinya benar-benar marah. Lalu akhirnya ia memutuskan untuk mengisi perutnya dulu. kebetulan di sana juga sudah ada minuman jahe hangat plus madu seperti yang diminum Darren kemarin saat perutnya mual-mual.
Menikmati sarapan paginya seorang diri membuat Darren sama sekali tidak berselera. Namun dia hanya meminum jahe hangat itu saja untuk meredakan rasa mual di perutnya.
Tanpa sepengetahuan Darren, Aya juga hendak masuk ke ruang makan. Berhubung masih ada suaminya, akhirnya Aya memilih kembali ke kamar tamu.
“Minuman ini rasanya kok beda seperti yang kemarin ya?”
Aya menghentikan langkahnya saat mendengar suara Darren yang berbicara seorang diri.
“Rasanya seperti buatan Jenifer.” Tambahnya lagi.
Air mata Aya menetes begitu saja saat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh suaminya baru saja. perlahan, wanita itu memundurkan langkahnya dan segera masuk ke kamar tamu.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1