
Tidak lama Aya dan Very menghabiskan waktu di café. Mereka berdua hanya berbincang ringan. Very sendiri menurut Aya orang yang asyik diajak ngobrol. Namun, meskipun demikian ia tetap waspada, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Darren waktu itu.
“Maaf, saya harus segera pulang, Tuan Very. Dan saya rasa hutang saya sudah lunas.” Ucap Aya sambil tersenyum ramah.
“Nggak apa-apa, Nona. Ini sudah lebih dari cukup atas ganti rugi tadi. padahal saya tidak berniat serius meminta traktir anda.”
Memang Very hanya beralasan meminta traktir Aya atas keteledoran Aya tadi. sebagai seorang pria, sangat anti jika wanita yang membayar makanan yang dia pesan. Namun Aya tetap memaksa dengan dalih bertanggung jawab. Akhirnya ia terpaksa menerima. Namun, ini masih permulaan. Very sudah berencana, suatu saat nanti ia akan kembali bersama Aya dalam keadaan seperti ini. tentunya dalam aktivitas yang lebih intimm lagi.
Tanpa sepengetahuan Aya, ternyata Naufal juga berada di café itu. naufal sempat melihat Aya sedang bersama Very. Namun setelah itu Aya bergegas pergi meninggalkan café.
Yang membuat Naufal heran adalah, ada hubungan apa antara Aya dan Very. Tentu saja Naufal tahu kalau pria itu adalah Very. Meskipun tidak mengenal, begitu juga dengan Very. Namun Naufal pernah bertemu dengan pria itu sewaktu kuliah dulu. pria yang diyakini kakak dari Jenifer itu sering sekali menjemput Jenifer pulang kuliah.
“Apa Darren tahu kalau Very adalah kakak Jenifer, ya?” gumam Naufal.
***
Kini Aya sudah sampai rumah. seperti yang dikatakan oleh suaminya tadi kalau Darren akan pulang larut, jadi Aya memutuskan langsung beristirahat setelah menyelesaikan makan malamnya seorang diri.
Pagi harinya Aya terjaga dari tidurnya. Dia tidak merasakan keberadaan sang suami di sampingnya. Lalu Aya mengecek ponselnya, sama sekali tidak ada panggilan dari Darren. Lantas kemana pria itu sekarang. Aya pun akhirnya menghubungi Darren. Namun belum sampai panggilan itu tersambung, pintu kamar terbuka.
Cklek
“Sayang!” Aya sangat terkejut dengan penampilan suaminya yang tampak lesu.
Aya bergegas menghampiri suaminya yang hampir saja tumbang. Begitu dekat, Aya mencium aroma alkohol dari mulut suaminya. namun Darren tampak diam saja tak bicara apapun.
Aya membawa Darren ke tempat tidur. Pria itu jatuh begitu saja dengan mata yang terkatup rapat. Akhirnya Aya membiarkan Darren tidur, lalu ia melepas kemeja dan juga sepatunya.
Aya tampak menghembuskan nafasnya. Selama menikah, baru kali ini ia melihat suaminya mabok. Sebenarnya ada masalah apa di perusahaan, sampai keadaan Darren seperti ini. mungkin nanti kalau Darren sudah bangun, Aya bisa menanyakannya langsung.
Akhirnya Aya ke dapur untuk membuat sup agar nanti saat Darren bangun, keadaannya lebih baik dan bisa menghilangkan pusingnya.
Setelah membuat sup, Aya kembali ke kamarnya untuk mandi karena akan berangkat ke kantor. di sana Darren masih tidur pulas. Aya pun membiarkannya. Mungkin suaminya hari ini tidak berangkat ke kantor. mengingat keadaannya tadi begitu lemas.
__ADS_1
Aya buru-buru pergi ke kantor. pagi ini memang ada meeting penting dan harus segera tiba di kantor. Aya terpaksa meminta sopir untuk mengantarnya, karena Darren masih tidur.
Namun saat Aya hendak masuk ke dalam mobil, dia melihat Julian memasuki halaman rumahnya dengan menggunakan motor sportnya. Aya pun mengurungkan niatnya masuk ke dalam mobil demi menghampiri Julian.
“Kamu sudah ada janji dengan Darren, Jul?”
“Iya, Nona. Apa Tuan Darren sudah siap?”
“Siap? Memangnya semalam kalian pulang jam berapa?” tanya Aya pura-pura tidak tahu.
“Ehm, jam sepuluh, Nona. Mungkin anda sudah tidur, jadi tidak tahu kalau Tuan sudah pulang. kalau begitu saya masuk dulu.” jawab Julian menghindari pertanyaan dari istri bosnya.
Julian benar-benar merutuki kebodohannya. Karena semalam ia dan Darren memang pulang jam sepuluh. Namun Julian tidak tahu setelh itu Darren langsung pulang atau tidak. Karena memang sepanjang perjalanan pulang kemarin, Darren tampak diam. meskipun urusan pekerjaannya sudah beres.
Sedangkan Aya kini sedang dalam perjalanan ke kantor tampak memikirkan ucapan Julian tadi. kalau Julian bilang mereka semalam pulang jam sepuluh, lantas kenapa Darren baru pulang tadi pagi. apalagi keadaannya sedang mabuk berat.
***
Darren hari ini tidak ke kantor. dia akan bekerja dari rumah saja. saat kedatangan Julian tadi, Darren bangun lalu memberikan beberapa dokumen penting untuk dikerjakan oleh asistennya itu.
Ya, sewaktu Darren sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota, ia mendapat pesan yang berisi foto Aya bersama dengan Very, rekan bisnisnya. Berbagai macam pikiran buruk pun menghantui Darren. Apalagi seharian istrinya susah dihubungi. Dan membalas pesan pun hanya satu kali saja.
Sebenarnya Darren tidak ingin mencurigai istrinya. Tapi entah kenapa melihat pria yang sedang bersama Aya adalah Very, hatinya terusik.
“Apakah kamu benar-benar mencintaiku, Ay?” gumam Darren. Kemudian tatapannya tertuju pada foto mendiang istrinya.
“Sayang, aku tidak mengerti dengan perasaanku sekarang. apa aku sudah bisa benar-benar move on dari kamu dan kini cintaku beralih pada Aya, istriku? jujur saja, aku masih belum bisa melupakan kamu.” Lirihnya sambil mengusap foto itu dengan lembut.
Sampai sore hari, Aya sangat sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan ia tidak sempat menanyakan kabar suaminya yang masih berada di rumah atau tadi pergi ke kantor. sedangkan Darren membiarkan saja. dia masih menunggu istrinya untuk menjelaskan sendiri tentang pertemuannya dengan Very kemarin.
Jika semalam Darren yang tidak pulang, kini giliran Aya yang lembur di kantor. Darren yang khawatir berusaha menghubungi ponsel istrinya, namun ternyata ponsel Aya tidak aktif. Tidak kehilangan akal, Darren akhirnya menghubungi sahabatnya yaitu Naufal. Ternyata Naufal juga masih di kantor, ikut lembur bersama Aya.
Setelah menghubungi Naufal, tiba-tiba saja Darren merasakan mual-mual. Pria itu segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
__ADS_1
“Kenapa denganku?”
Entah sudah berapa kali Darren malam ini terus mengeluarkan isi perutnya. Tubuhnya pun sangat lemas dan wajahnya begitu pucat. Ia sampai tidak bisa menuruni tangga hanya untuk meminta Bibi membuatkan minuman hangat.
Cklek
Aya yang baru pulang dari kantor dengan wajah lelah, sangat terkejut saat melihat suaminya sangat pucat sedang bersandar pada headboard ranjang.
“Sayang, kamu masih sakit? Maafkan aku tidak sempat mengabari kalau pulang terlamb,-“
Belum sempat Aya menyelesaikan kalimatnya, Darren menepis tangan Aya dengan cepat saat perempuan itu ingin menyentuhnya. Lalu Darren berlari ke kamar mandi dan kembali memuntahkan isi perutnya.
“Sayang, kamu baik-baik saja?” tanya Aya mengikuti Darren ke kamar mandi.
Aya juga tampak memijit tengkuk suaminya yang masih tertunduk menghadap wastafel.
“Badanku lemas sekali, Sayang! Tolong buatkan aku minuman hangat seperti biasa.” Pinta Darren tanpa meilhat Aya.
“Minuman seperti apa? Biar aku minta tolong Bibi.”
“Apa kamu sudah lupa dengan minuman hangat seperti yang biasa kamu buatkan untuk aku, Jen?”
.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1
Wah, cari gara-gara nih😅😅