Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 51. Sangat Menuntut


__ADS_3

Cup


Darren meninggalkan kecupan singkat di kening Aya sebagai ucapan terima kasihnya. Terima kasih atas segala hal yang telah diberikan oleh Aya untuknya.


Darren membawa Aya ke sofa untuk beristirahat sejenak. Keduanya juga masih belum memakai pakaian masing-masing.


“Terima kasih, Sayang!” Darren mengecup kening istrinya.


“Hem..”


“Aku sangat suka dengan gaya kamu yang di atas tadi. kamu terlihat makin cantik, Sayang.” Puji Darren jujur adanya.


Aya menyembunyikan kepalanya pada ceruk leher suaminya setelah mendengar kalimat pujian itu. dia sungguh sangat malu, walau dia sendiri juga merasakan sangat nikmat dengan posisi di atas seperti tadi. bahkan ia ingin mengulanginya lagi. namun mengingat waktu dan tempatnya yang sangat tidak mendukung, Aya bisa menahannya dulu.


“Sayang, bagaimana kalau liburan akhir tahun nanti kita pergi berbulan madu?”


“Bulan madu, itu kan untuk pengantin baru, Sayang. Nah kita kan bukan pengantin baru lagi.” sahut Aya.


“Nggak apa-apa kali. Karena mau selama apapun hubungan kita, aku tetap menganggap kita seperti pasangan pengantin baru. Jadi bebas saja mau kapan kita berangkat bulan madu.”


“Ya sudah, terserah kamu saja.”


**


Setelah mereka berdua beristirahat sejenak dan membersihkan tubuh masing-masing, kini Aya dan Darren segera pulang. Aya juga sudah membersekaan semua pekerjaannya.


“Sayang, kita mampir makan di luar ya? Aku lapar sekali.” Pinta Aya sambil bergelayut pada lengan suaminya saat mereka kini sedang berada di dalam lift.


“Ok. Kamu mau makan di mana?”


“Di mana saja asal cepet. Aku sudah sangat lapar nih.”


Darren tersenyum melihat sikap manja Aya. Selama beberapa bulan menjalani kehidupan berumah tangganya, inilah yang sangat Darren suka dari sikap istrinya. Yaitu manja.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di sebuah restaurant. Keduanya menunggu sebentar setelah memesan beberapa makanan.

__ADS_1


“Sayang, aku hampir lupa mengatakan pada kamu, kalau lusa aku ada urusan di luar kota untuk menunjau proyek. Kamu nggak apa-apa jika aku tinggal?”


“Berapa hari? Nggak apa-apa kok. Lagian itu kan memang tugas kamu.”


“Iya. terima kasih ya atas pengertiannya. Nggak lama kok. Mungkin tiga sampai empat hari saja. tapi kalau bisa selesai lebih cepat, aku akan segera pulang.”


“Iya, nggak apa-apa. Lagian di rumah ada Bibi. Aku juga tidak akan kesepian.”


Setelah itu makanan mereka datang. Aya tampak sangat lahap sekali menghabiskan makanannya. Mungkin efek dari kerja kerasnya tadi hingga membuat perempuan itu seperti kehabisan tenaga yang lumayan banyak.


Namun Darren tampak heran dengan sikap Aya yang makan begitu banyak dan lahap. Apa istrinya itu benar-benar kehilangan banyak tenaga, makannya sampai seperti itu.


“Pelan-pelan, Sayang! Aku nggak akan minta kok. Sampai belepotan gini.” Ujar Darren sambil membersihkan bibir Aya dengan tisu.


Tak jauh dari tempat Aya dan Darren menikmati makan malamnya, ada seorang pria yang sejak tadi menyaksikan kemesraan pasangan suami istri itu. siapa lagi kalau bukan Very.


Very yang baru saja datang dari luar negeri, ia langsung menuju restaurant ini untuk makan malam. dia melihat Darren dan istrinya dengan tatapan tidak suka. Khususnya tertuju pada Darren.


Niat awal Very mengajak kerjasama dengan perusahaan Darren adalah perlahan-lahan ia akan menghancurkan perusahaan itu. namun saat tahu kalau Darren sudah menikah lagi dnegan perempuan yang sempat mencuri hatinya saat pertemuan pertamanya, akhirnya Very mengubah rencananya. Ia akan menggunakan Aya untuk misi balas dendamnya. Setelah itu barulah ia menghancurkan perusahaan Darren sampai pria itu benar-benar merasakan kehilangan. Seperti yang pernah ia rasakan dulu saat kehilangan Jenifer.


Hari ini Darren tengah bersiap untuk pergi ke luar kota seperti yang dikatakan pada istrinya waktu itu. Darren akan pergi bersama Julian. Namun aia akan mengantar istrinya dulu ke kantor.


“Sayang, apa lebih baik nanti pulang kerja kamu nginap di rumah Mama saja?”


“Nggak usah lah. Kamu jangan khawatir. Aku baik-baik saja di rumah ini. Lagian aku nggak sendiri.”


“Ya sudah kalau ada apa-apa hubungi aku, ya? Kalau aku telfon harus cepat diangkat, agar aku tidak khawatir.”


“Ok, siap boss!!” jawab Aya.


Kini Darren sudah dalam perjalanan menuju kantor istrinya. Kali ini bukan dia yang menyetir. Melainkan Julian, asisten pribadinya.


Julian memang sengaja diminta Darren datang ke rumahnya dan langsung berangkat setelah mengentar sang istri. Karena semua keperluannya sudah dipersiapkan dari kemarin. Khususnya dokumen-dokumen penting.


Darren dan Aya yang duduk di kursi belakang sejak tadi tak henti-hentinya menciumi wajah sang istri. Entahlah, kenapa Darren bisa sebucin itu. namun Aya juga tidak menolak. Hanya saja ia kegelian saat Darren menciumi leher jenjangnya.

__ADS_1


“Ehhhmmmm!”


Darren menghentikan merusuh pada istrinya saat mendengar suara dehaman seseorang yang tidak lain adalah Julian. Aya sendiri juga terkejut, kemudian salah tingkah.


“Sayang, jangan gini dong! Aku malu sama Julian.” Bisik Aya dan samar-samar masih didengar oleh Julian.


“Anda tenang saja, Nona! Hanya saja jiwa kejombloan saja yang meronta-ronta saat mendengar kebucinan bos saya.” sahut Julian.


“Jul! siapa yang menyuruhmu bicara hah?” bentak Darren.


“Nggak ada, Tuan. Ini reflek.”


“Lian, apa kamu bosan hidup?”


Aya langsung mencubit perut suaminya agar tidak berdebat lagi dengan asistennya. Akhirnya Darren diam. begitu juga Julian yang merasa lega karena nyawanya diselematkan oleh istri bosnya.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan kantor Aya. Lagi-lagi Darren seperti tidak rela meninggalkan istrinya. Namun pekerjaannya ini juga sangat penting.


Julian yang sejak tadi diam menunggu Aya tak kunjung turun dibuat tak percaya saat melihat Darren dari kaca spion sedang memeluk pinggang istrinya dengan kepala bersandar pada pundak Aya.


“Maaf, Tuan. Kita tidak punya banyak waktu. Belum lagi kalau nanti kena mac,-“


“Diam kau! Keluarlah dulu. Dan tunggu sebentar.”


Julian seketika keluar dari mobil karena takut dengan kemarahan bosnya. Setelah itu dengan cepat Darren menyambar bibis istrinya dengan sangat menuntut.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2