
Beberapa saat kemudian, Aya sudah berada di ruang bersalin. Mereka berdua tadi, yaitu Darren dan Aya pergi ke rumah sakit dengan diantar oleh sopir. Karena Darren yang masih panik, dia tidak sanggup mengemudikan mobilnya.
Dan kini Darren sudah ikut masuk di ruang bersalin menemani Aya yang sudah siap melahirkan. Mama Devina juga sudah ada di sana siap membantu putrinya melahirkan.
“Ma, ini sakit sekali!” keluh Aya dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.
“Tenang, Sayang! Semua wanita pasti mengalami ini. ikuti aba-aba Mama ya? Sebentar lagi rasa sakit itu berganti dengan rasa bahagia.” Jawab Mama Devina memberi semangat.
Lalu kemanakah Darren? Kenapa tidak terdengar suara pria yang akan menjadi calon Papa itu. sejak tadi Darren setia berada di samping istrinya. Hanya saja pria itu juga ikut takut melihat istrinya akan melahirkan. Bahkan wajahnya saja sudah pucat.
Selama kurang lebih satu jam, dengan penuh perjuangan dan mempertaruhkan nyawa, akhirnya Aya berhasil melahirkan putri cantiknya ke dunia. Tangis suara bayi menggema ke seisi ruangan. Tetesan air mata membasahi pipi Aya dengan melihat jelas bayi mungilnya itu.
“Sayang, anak kita sudah lahir. Dia sangat cantik sekali.” Ucap Aya pada suaminya di saat bayi itu sedang dilakukan IMS.
“Iya, Sayang,-“
Brukkk
Suasana ruang bersalin pun dibuat terkejut dengan Papa si bayi yang tiba-tiba pingsan. Bahkan beberapa perawat ada yang menahan tawanya saat melihat Darren jatuh pingsan.
“Astaga, Darren!! Cepat bawa menantuku keluar!” ucap Mama Devina yang juga ikut terkejut.
Aya juga ikut cemas saat melihat kondisi suaminya yang tiba-tiba pingsan. Pantas saja sejak tadi Darren meskipun ikut menemaninya dalam proses melahirkan, pria itu tampak diam dan tidak banyak bicara. Ternyata juga ikut takut.
Lalu Aya ingat kalau sejak pagi suaminya memang belum sarapan. Ditambah lagi keadaannya yang sedang darura akan melahirkan. Tentunya Darren semakin ikut cemas.
“Ma, bagaimana dengan Darren?” tanya Aya khawatir.
“Sudah, jangan dipikirkan. Sekarang yang lebih penting itu kamu.” Jawab Mama Devina setengah jengkel saat melihat menantunya pingsan di depan para perawat. Sungguh malu sekali. Badan kekar dan wajah tampan, eh malah pingsan saat menemani sang istri melahirkan.
__ADS_1
Sementara itu Darren yang dibawa keluar oleh beberapa perawat, membuat Papa Mirza kaget. Papa Mirza yang sejak tadi menunggu kelahiran sang cucu dengan perasaan cemas, kini dikejutkan dengan kondisi menantunya yang jatuh pingsan.
“Tuan Darren kenapa?” tanya seseorang yang sejak tadi juga ada di depan ruang persalinan bersama Papa Mirza.
“Loh, kamu kenal dengan Darren Tris?” tanya Papa Mirza pada sosok pria yang sedang berdiri di sampingnya.
Ternyata sejak tadi Papa Mirza tidak sendirian di depan ruang bersalin. Melainkan bersama Tristan. Cucu dari sahabat Papanya. Kebetulan juga mereka berdua baru dipertemukan kembali setelah sekian lama tidak pernah bertemu.
Tristan adalah cucu dari Xander, sahabat dari Papanya Mirza. Dia anak dari pasangan Ken dan Michelle. Dan kedatangan Tristan ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang pun tanpa senagaja bertemu dengan Papa Mirza.
Dan kini justru Papa Mirza tidak menyangka kalau Tristan adalah rekan bisnis menantunya. Duia memang sangat sempit.
Kini Papa Mirza dan Tristan sedang berada di ruang perawatan Darren. Bukannya ingin tahu kabar Aya yang baru saja melahirkan, Papa Mirza justru khawatir dengan keadaan menantunya yang sedang pingsan.
“Sebenarnya ada apa ini, Dok? Ada apa dengan menantu saya?”
“Pasien hanya panik saja dan perutnya juga dalam keadaan kosong saat menemani istrinya melahirkan.” Jawab dokter.
***
Beberapa saat kemudian Darren sudah sadar dari pingsannya. Pria itu sangat malu saat melihat Papa mertuanya di sana. Bahkan rekan bisnisnya juga ada di ruang perawatannya.
“Sudah enakaan badan kamu? Ayo kita ke ruangan istri kamu!” tanya Papa Mirza.
“Kalau begitu Tristan pamit dulu, Om. Lain kali Tristan akan main ke rumah Om. Dan buat Tuan Darren, selamat atas kelahiran anak pertama anda. permisi!”
Setelah itu Darren dan Papa Mirza langsung menuju ruang perawatan Aya. Di sana ada Mama Devina yang sedang menggendong bayi mungil. Sedangkan Aya tidur di atas brankar.
“Sayang, maafkan aku!” ucap Darren sambil mencium kening istrinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Mama Devina memberikan bayi itu kepada orang tuanya. Memberikan waktu untuk anak dan menantunya menimang bayi mungil yang baru saja lahir itu.
“Terima kasih, Sayang. Terima kasih atas perjuanganmu telah melahirkan anak kita ke dunia. Aku sangat mencintaimu.” Ucap Darren dengan tulus.
“Aku juga mencintaimu. Mari kita rawat dan kita didik anak kita dengan baik. Mari kita menjalani hidup kita dengan damai dan bahagia. Terima kasih suamiku.” Jawab Aya dengan tulus.
.
.
.
*THE END
Terima kasih buat semua reader yang sudah setia membaca kisah Darren dan Aya dari awal hingga akhir. Nantikan novel baru author yang akan menetas lagi. Dan jangan lupa untuk mampir ke novel author yang masih on going “Brondong Tajir Vs Perawan Tua”.
Sebagai bentuk apresiasi author, berikut nama-nama akun reader yang akan mendapatkan hadiah pulsa, karena selalu memberikan komentar positif. Silakan dm ke akun ig author @dee_k9191. Mohon maaf yg belum beruntung🙏🙏 karena masih banyak sekali komentar kalian semua yg baik-baik🤗🙏😁 terima kasih...
__ADS_1
** konfirmasi ditunggu sampai tujuh hari. Setelah itu dianggap hangus**