Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 72. Kecupan Singkat


__ADS_3

“Maaf! Tapi aku tidak bisa mengingat apapun. Kamu jangan marah, ya?” jawab Darren sambil menoleh ke arah Aya.


Aya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia sama sekali tidak marah. Dia juga tidak akan putus asa untuk membantu suaminya sembuh dari amnesianya.


“Ya sudah, lebih baik kamu istirahat saja. kamu pasti lelah.”


“Lalu kamu mau ke mana? Bukankah kamu juga harus istirahat. Kamu kan sedang hamil.”


Lagi-lagi Aya tersenyum senang dengan perhatian kecil yang diberikan oleh Darren. Meskipun pria itu belum bisa mengakui kalau janin dalam rahimnya adalah darah dagingnya, setidaknya Darren ingat dengan kehamilannya.


“Kamu ganti baju dulu, setelah itu kita istirahat.” Ujar Aya kemudian beranjak mengambil pakaian ganti untuk suaminya.


Darren menerima baju ganti itu, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi. Aya juga masuk ke ruang ganti untuk menukar pakaiannya dengan pakaian santai.


Kini Darren sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia tidak melihat keberadaan istrinya. Entah Aya pergi ke mana.


Cklek


Aya masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas air putih. Lalu mengambil obat Darren agar diminum sebelum tidur.


“Minumlah suplemen ini sebelum tidur.”


“Aku bosan minum obat.” Tolak Darren.


“Suplemen ini sangat membantu proses kesembuhan kamu. Jadi, kumohon minumlah dengan teratur.”


Melihat wajah Aya yang tertunduk sedih, membuat hati Darren tak kuasa untuk menolaknya lagi. terlebih saat melihat sorot mata Aya, Darren merasa tidak asing dengan wanita itu. ada semacam rasa ingin terus memandangnya. namun dia masih malu untuk mengatakannya. Selain itu dia juga bingung tentang arti tatapan mata Aya. Apakah Aya memang wanita teristimewa di hatinya? Darren masih berusaha mengingatnya pelan-pelan.


Akhirnya Darren menerima suplemen itu dan meminumnya. Dia juga bisa melihat dengan jelas senyum Aya dengan tatapan mata berbinar.

__ADS_1


“Terima kasih.”


Aya meletakkan gelas itu, kemudian menyusul suaminya tidur. Namun mereka tidur dalam posisi berjauhan. Aya tidak ingin membuat Darren tidak nyaman jika ia yang lebih dulu mendekatinya atau bahkan memeluknya. Biarlah saja seperti itu dulu. asal mereka berdua sudah tidur seranjang dan Darren tidak menolaknya.


Sore harinya Aya terjaga lebih dulu. dia melihat Darren masih nyenyak tidurnya. Aya membiarkan saja, karena ia akan turun untuk memasak buat makan malamnya nanti.


Setibanya di dapur, Aya melihat pembantunya sedang memasak. Jadi sekalian Aya menceritakan pada pembantunya tentang amnesia yang sedang diderita oleh suaminya. Aya juga meminta untuk membantu proses penyembuhan suaminya.


“Baik, Non. Akan bibi lakukan sesuai perintah Non Aya. Dan selamat, buat kehamilan anda.” jawab Bibi.


Sebelumnya memang pembantu Darren sempat menduga kalau Aya sedang hamil. Karena saat itu dia sering melihat majikan laki-lakinya sering mual-mual. Ternyata dugaannya itu benar setelah Aya memberitahunya.


Selesai masak, Aya kembali ke kamarnya. Dia akan mandi sekaligus membangunkan suaminya. namun sesampainya di kamar, Aya sangat terkejut saat melihat Darren sedang mimpi buruk. Apalagi Darren terlihat sangat gelisah dengan keringat membasahi tubuhnya.


“Tidak! Aku… jangan tinggalkan! Tidak! Kumohon, Ay…”


Grep


Darren bangun dan langsung memeluk Aya. Dia masih ketakutan. Bahkan keringatnya masih terus keluar. Rasanya mimpi buruk itu sangat nyata. Darren merasa seperti sedang ditinggalkan oleh seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Bukan ditinggal mati, melainkan ditinggal pergi jauh akibat kesalahan yang ia lakukan. Apakah itu berhubungan dengan masa lalunya.


“Darren! Sudah. Kamu hanya sedang bermimpi. Kamu baik-baik saja.” ujar Aya menenangkan sambil menepuk pelan punggung Darren.


Nafas Darren masih tersengal. Namun tak juga melepas pelukannya. Dia merasa sangat nyaman memeluk wanita yang mengaku sebagai istrinya itu. dan tak lama kemudian Darren mengurai pelukannya, menatap lekat mata indah Aya.


“Kamu baik-baik saja?” tanya Aya memastikan.


“Aku bermimpi sedang ditinggal oleh seseorang.” Ucap Darren sambil berusaha mengingat mimpinya tadi.


Deg

__ADS_1


Aya tiba-tiba takut. Takut jika seseorang yang diimpikan suaminya itu adalah masa lalu Darren, yaitu Jenifer. Namun ia tetap penasaran untuk ingin tahu bagaimanakah sosok yang ada dalam mimpi buruk suaminya.


“Mimpi hanyalah bunga tidur. Jangan terlalu dipikirkan!” ujar Aya kembali menenangkan.


Kedua tangan Darren tiba-tiba menangkup pipi Aya. Dia terus menatap lekat mata Aya. Memang dalam mimpinya tadi tidak jelas, bagaimana wajah sosok perempuan yang pergi meninggalkannya.


“Aku… aku bermimpi orang itu pergi jauh meninggalkanku karena kesalahanku sendiri. Apa kamu bisa membantuku? Kesalahan apa yang pernah aku perbuat dulu sebelum aku hilang ingatan?” tanya Darren dengan tatapan mengiba. Karena jujur saja dia masih terus memikirkan mimpinya baru saja.


Aya hanya tersenyum. Tentu saja dia tidak ingin mengingatkannya. Bukan tidak mau. Tapi itu justru akan memberi efek negative pada suaminya. dia akan membantu Darren dalam proses penyembuhannya dengan kenangan manis yang pernah mereka berdua ukir.


“Percayalah, kamu tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Selama kita menikah, hanya kenangan manis yang pernah kita lakukan.” Ucap Aya dengan tersenyum manis.


Darren terus menatap mata Aya. Kedua tangannya juga masih menangkup pipi Aya. Tiba-tiba saja jarak kedua wajah mereka sangat dekat hampir tak berjarak. Aya pun berinisiatif untuk memulainya lebih dulu. siapa tahu dengan begitu, perlahan-lahan ingatan Darren sembuh.


Cup


Aya memberanikan diri mengecup bibir Darren. Kecupan singkat saja, tidak lebih dari itu. dan hal itu cukup membuat hati Darren merasa aneh.


“Kenapa kamu menciumku? Kamu mesyyum sekali!” ucap Darren seraya melepas tangkupan tangannya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2