
Setelah keluar dari hotel, Darren memutuskan langsung terbang ke negara di mana saat ini istrinya berada. Darren memang tadi membatalkan penerbangannya hanya demi menemui Lissa untuk mengorek informasi tentang Very Atmaja. Namun setelah mengetahui niat busuk Very, Darren melakukan penerbangan malam ini juga.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, pikiran Darren benar-benar kalut. Dia masih shock dengan kenyataan tentang mantan istrinya. Wanita yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya, ternyata tidak sebaik yang dia pikirkan. Padahal sosok Jenifer yang lemah lembut, sama sekali tidak terpikirkan oleh Darren kalau selama itu istrinya sedang menjalin kasih dengan pria lain. Darren merutuki kebodohannya sendiri karena telah dibutakan oleh cinta.
Memang Darren akui saat melewati malam pertamanya dengan Jenifer dulu, perempuan itu sudah tidak perawan. Jelas ada rasa kecewa dalam hati Darren mengetahui kenyataan bahwa dia bukanlah pria yang pertama kali menyentuh istrinya. Walau Jenifer sudah mengatakan kalau itu masa lalunya, dan hal itu wajar, apalagi di dunia modern seperti ini. mungkin karena cintanya Darren pada Jenifer begitu besar, akhirnya pria itu tidak terlalu mempermasalahkannya. Hanya saja, kenapa Jenifer tidak bilang dari awal.
Lalu Darren kembali mengingat masa lalu itu, di mana Papanya sejak awal kurang begitu suka dengan Jenifer. Padahal menurut Darren, Jenifer adalah sosok perempuan yang baik dan sopan terhadap orang tua. Entah alasan apa yang membuat Papanya tidak suka dengan istrinya. Walau pada akhirnya Tuan Vanno lebih mengutamakan kebahagiaan putranya.
“Maafkan Darren, Pa. dan untuk kamu, Aya, tunggu aku. aku akan segera menjemputmu.” Gumamnya.
Tak lama kemudian Darren sudah sampai bandara. Dia menghubungi Julian untuk menghandle perusahaan sementara waktu. Dia juga tidak bilang pada Julian tentang tujuannya pergi ke luar negeri. begitu juga dengan kerjasamanya dengan perusahaan Very Atmaja. Darren belum memutuskan kontrak kerjasamanya sebelum ia berhasil menemukan Aya.
Kini Darren sudah menuju gate keberangkatan. Namun tidak sengaja ia berpapasan dengan Mama Devina dan Papa Mirza yang akan bepergian ke luar kota.
“Darren?” ucap kedua mertua Darren bersamaan.
Darren sangat terkejut. Apalagi saat ini dirinya sendirian. Padahal Aya sudah mengambil cuti lebih awal dengan alasan pergi berbulan madu.
“Pa, Ma!” sapa balik Darren dengan wajah ketakutan.
“Kenapa kamu di sini? bukankah kalian sedang berbulan madu? Lalu kemana Aya?” tanya Papa Mirza yang mulai menaruh curiga pada rumah tangga anak dan menantunya.
“Maafkaan Darren, Pa!”
Papa Mirza langsung mencengkeram kerah baju Darren. Suasana bandara yang cukup ramai meskipun malam hari membuat Mama Devina berusaha mencegah tindakan impulsive suaminya.
“Mas, jangan begini! Biar Darren menjelaskan dulu.” bisik Mama Devina.
Papa Mirza menuruti ucapan istrinya. Kemudian ia membawa Darren ke tempat yang sedikit lebih sepi untuk mengintrogasinya. Padahal Darren sudah tidak punya banyak waktu, karena pesawatnya sebentar lagi akan take off.
Mau tidak mau Darren harus mengatakan yang sejujurnya pada mertuanya tentang hubungan rumah tangganya yang sedang ada masalah. Darren sudah meminta maaf, namun tanpa sepengetahuannya, kini Aya telah menjadi korban penculikan oleh rekan bisnisnya dan sekarang dibawa pergi ke luar negeri.
__ADS_1
Plakkk
Satu tamparan mendarat denan mulus di pipi kiri Darren. Darren sendiri tampak tertunduk tidak berani menatap wajah mertuanya yang tampak marah. Dia menyadari akan kesalahannya.
“Maafkan Darren, Pa, Ma!”
“Katakan, di negara mana Aya dibawa pergi? Dan untuk kamu, cepat temukan Aya secepatnya. Kalau tidak, nyawa kamu yang akan menjadi taruhannya
.” Ucap Papa Mirza dengan tatapan murkanya.
Setelah memberitahu negara di mana Aya berada sekarang, Darren segera pergi sebelum pesawatnya berangkat. Sedangkan Papa Mirza langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari di mana Aya sekarang.
Sebelum Darren naik ke pesawat, dia mengirim pesan singkat pada Papanya untuk dimintai bantuan mencari keberadaan istrinya saat ini. walaupun dia bisa melakukannya sendiri, tapi Darren tetap harus berjaga-jaga jika hal buruk terjadi pada dirinya.
***
Sementara itu pagi ini Aya masih berada di dalam kamar apartemen milik Very. Pembantu Very tadi sudah memberi Aya makanan dan minuman seperti biasa. Bahkan Very juga memberikannya baju ganti, karena sejak kemarin Aya masih memakai baju yang sama seperti saat pertama kalinya ia dibawa ke negara ini.
Aya bingung, bagaimana caranya untuk keluar dari apartemen ini. apalagi pintunya selalu dikunci dari luar. Aya pun sudah membuka pint uke arah balkon. Ternyata apartemen yang ia tempati ini berada di lantai paling atas. Sehingga, jika ia mempunyai niat untuk kabur, sama saja ia seperti bunuh diri.
“Ya Tuhan, bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini?” gumamnya sambil melihat ke arah luar balkon yang cukup membuatnya merinding.
Cklek
Aya menoleh ke arah pintu yang baru saja dibuka. Ternyata Very datang dan menghampirinya. Pria itu terlihat biasa saja seperti tidak mempunyai dosa. Aya yang melihatnya pun sangat muak bercampur takut.
“Apa kamu berencana kabur dari sini, Nona Aya?” tanya Very dengan senyum yang selalu menakutkan bagi Aya.
“Coba saja kalau berani!” tambahnya lagi.
Aya tampak diam. dia berusaha tidak menunjukkan ketakutannya pada Very.
__ADS_1
“Sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku? Apa tujuan kamu menculikku?”
Very hanya tertawa menanggapi pertanyaan Aya. Namun tawanya itu perlahan hilang berganti dengan wajah sendu saat mengingat Jenifer yang telah meninggal karena Darren.
“Kamu mau tahu?” tanya Very mendekati Aya sambil membelai pipi Aya dengan lembut.
“Semua ini karena suami kamu. Darren telah menyebabkan orang yang paling aku cintai meninggal. Darren yang telah merebut kekasihku. Dan kini dia harus membayar semuanya. Melalui kamu tentunya Nona Ayara.”
Aya jelas tidak mengerti sama sekali dengan maksud ucapan Very. Siapa orang yang dimaksud oleh Very yang telah direbut oleh Darren.
“Kamu tahu, Jenifer itu adalah kekasihku. Dan Darren telah merebutnya dariku. Bahkan anak yang dikandung Jenifer adalah darah dagingku. Darren harus membayar semuanya. Dia telah merenggut nyawa Jenifer juga janinnya, yang tak lain anakku.”
Aya sangat terkejut. Dia tidak menyangka kalau Very pernah terlibat masa lalu dengan suaminya. namun yang membuat hati Aya semakin miris yaitu, sosok jenifer yang telah menjadi bahan rebutan dua orang pria. Dan kini dirinya yang tidak tahu menahu urusan itu, harus ikut manjadi korban balas dendam Very terhadap Darren.
“Kalau kamu ingin balas dendam pada Darren, kenapa harus menggunakan aku sebagai alat?” tanya Aya dengan senyum sinis.
“Tentu saja aku ingin membuat Darren merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan dulu. aku ingin Darren merasakan kehilangan seseorang yang sangat dia cintai, seperti aku kehilangan Jenifer.” Jawab Very berapi-api.
“Anda salah orang, Tuan Very! Anda kira Darren akan merasakan hal yang sama seperti yang anda rasakan, saat anda berhasil menculik saya? anda salah besar!”
“Apa maksud kamu, Nona Ayara?” tanya Very tak mengerti.
“Hubunganku dengan Darren sebentar lagi akan berakhir. Darren tidak pernah mencintaiku. Dia hanya mencintai JENIFER. Jadi, lebih baik anda lepaskan saya sekarang juga, karena tidak ada manfaatnya anda menculik saya.”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!