Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 68. Masa Lalu


__ADS_3

Aya yang masih sedih dan shock atas ucapan Papanya yang meminta dirinya berpisah dengan sang suami, kini Aya lebih terkejut lagi dengan pertengkaran antara Mama dan Papanya.


Belum sempat Aya meminta penjelasan pada Papanya, pria itu sudah pergi begitu saja meninggalkan dirinya dan mengejar Mamanya yang entah pergi ke mana.


“Lebih baik aku turun dan melihat keadaan Darren.” Gumam Aya, lalu mendorong tiang penyangga infusnya keluar dari ruang rawatnya.


Keadaan Aya memang sudah lebih baik. Kini dia berjalan pelan untuk mencari keberadaan ruangan ICU dimana suaminya dirawat. Bahkan air matanya masih menetes sambil memegangi perutnya yang masih rata.


Aya selama ini memang tidak menyadari kalau ia sudah terlambat datang bulan, dan juga porsi makannya meningkat. Dia sangat bahagia. Dengan hadirnya calon buah hati dalam rahimnya, berharap hubungannya dengan sang suami membaik. Khususnya dirinya sendiri yang harus bisa memaafkan kesalahan Darren yang masih terbelenggu masa lalunya.


**


Berbeda dengan Aya yang kini sudah berdiri di depan ruang rawat suaminya dnegan ditemani Papa Vano, sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi kini tampak saling diam di sebuah taman rumah sakit yang cukup sepi.


Setelah mencari ke sana kemari keberadaan istrinya, Papa Mirza akhirnya menemukan istrinya yang tengah duduk di sebuah bangku taman rumah sakit. Mama Devina masih kesal dan tidak menyangka kalau sifat suaminya masih keras kepala sejak dulu.


“Sayang, maafkan aku!”


“Sudahlah, Mas! kalau kamu masih tetap ingin memisahkan Aya dengan suaminya, lebih baik kita juga berpisah. Kamu orang tua sekaligus suami yang sangat egois.” Tutur Mama Devina panjang lebar.


Mama Devina juga kembali mengingatkan masa lalunya bersama sang suami. perlu diketahui bahwa masalah yang terjadi pada Aya saat ini hampir mirip dengan masa lalu kedua orang tuanya. Di mana Papa Mirza yang dulu pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang kini menjadi kakak iparnya, yang tak lain istri kakak kandungnya sendiri.

__ADS_1


Saat itu Mama Devina adalah perempuan yang mau bersahabat dengan Papa Mirza. Bahkan Papa Mirza berhasil move on dari cinta pertamanya itu dengan hadirnya Mama Devina. Akhirnya mereka berdua menikah.


Hubungan rumah tangga Mama Devina dan Papa Mirza baik-baik saja. hingga suatu ketika Mama Devina menyakasikan sendiri kalau suaminya sempat mengakui perasaannya terhadap sang mantan kekasih kalau masih sangat mencintai wanita itu.


Betapa hancurnya perasaan Mama Devina saat itu. terlebih dia akan menyampaikan kabar bahagia atas kehamilannya. Akhirnya Mama Devina memutuskan untuk pergi jauh dari suaminya. atau lebih tepatnya pada pria yang selama ini hanya mencintainya setengah hati.


Rupanya dengan kepergian Mama Devina membuat Papa Mirza seperti kehilangan separuh jiwanya. Pria itu berusaha keras mencari istrinya untuk meminta maaf. Namun saat dia sudah menemukan Mama Devina, wanita itu justru meminta cerai dan akan menggugurkan kandungannya.


Berbagai upaya Papa Mirza lakukan agar dia tidak kehilangan istrinya dan calon buah hatinya. Pria itu sadar ternyata cintanya pada Mama Devina sangat besar. Sedangkan dengan mantan kekasihnya hanya sebuah obsesi belaka yang bisa dengan mudah untuk dilupakan.


Kisah Papa Mirza dan masa lalunya bisa dibaca di novel author yang berjudul “Perseteruan 2 calon pewaris” cerita yang paling sedih diantara novel author lainnya, karena pembacanya paling sedikit🤣🤣😭


**


“Maaf! Aku janji tidak akan lagi ikut campur urusan rumah tangga anak-anak kita lagi. berjanjilah untuk tidak mengatakan perpisahan lagi, Sayang!” ucap Papa Mirza setelah menyadari kesalahannya.


Mama Devina menoleh ke arah suaminya yang sedang menunduk sedih. Ucapannya tadi hanya ingin menggertak suaminya saja. karena dia sendiri juga tidak ingin kehilangan sosok suami yang sangat mencintainya selama puluhan tahun menjalin rumah tangga. Meskipun masa lalu mereka juga cukup menguras emosi.


“Aku juga tidak ingin kehilang kamu, Mas. aku hanya berharap, kamu jangan menjadi orang tua yang egois untuk anak-anak kita. Biarlah mereka menentukan dan memilih kebahagiaannya sendiri.”


Papa Mirza pun langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya. Pria itu menciumi kepala istrinya dengan sayang. Hatinya juga sangat lega setelah mendapatkan maaf dari istrinya.

__ADS_1


“Lebih baaik kita kembali ke ruangan Aya, Mas. karena kamu sudah membuatnya sedih. Apalagi sebentar lagi kita akan mempunyai cucu.”


“Iya, Sayang. Maafkan aku! ya sudah, ayo kita ke ruangan Aya.”


***


Papa Mirza dan Mama Devina sangat terkejut saat sudah sampai ruang rawat Aya ternyata Aya tidak ada di sana. Papa Mirza takut terjadi sesuatu dengan Aya. Akhirnya ia bertanya pada perawat jaga. Ternyata Aya sedang berada di ruangan ICU untuk menemui seorang pasien yang dirawat di sana.


Papa Mirza dan Mama Devina pun segera menuju ruangan ICU. Setibanya di sana, mereka melihat Aya sedang duduk bersama Papa Vano sambil bercengkrama.


“Aya! Papa dari tadi mencari kamu. Ternyata kamu di sini.”


Melihat kedatangan Papanya, Aya masih takut dan mengira kalau Papa Mirza tetap ingin memisahkan dirinya dengan sang suami.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2