
#Flashback On
Kemarin malam, saat Lissa dan Very bercinta di apartemen, Lissa merasa aneh dengan sikap sugar daddy’nya itu. pasalnya Very datang ke apartemennya dalam keadaan setengah mabok. Dan pria itu meminta untuk dilayani oleh Lissa.
Namun saat di tengah-tengah kegiatan panas itu, Very yang biasa meracau memanggil nama Lissa, kali ini tidak. Very meyebut nama seorang wanita yang bernama Jenifer. Hal itu membuat Lissa sangat bingung. Ditambah lagi keadaan Very yang masih dalam pengaruh alkohol. Mungkin nama wanita itu adalah masa lalu Very. Lissa pun tidak mempermasalahkan hal itu. karena dia melakukannya bukan karena cinta, melainkan karena uang.
Usai kegiatan panas itu, Very ambruk begitu saja di atas tubuh polos Lissa. Meskipun sudah mendapatkan pelepasannya, namun wajah Very terlihat menyedihkan. Tidak seperti biasa. Akhirnya Lissa berinisiatif menghibur Very.
“Apa Jenifer itu mantan istri Om Very?” tanya Lissa sambil membelai rambut Very.
Very tak lantas menjawabnya. Pria itu mengubah posisinya berbaring di samping Lissa. Wajahnya masih terlihat sama. Apalagi setelah kemarin sempat bermimpi bertemu dengan perempuan pujaannya.
“Bukan. Dia adik tiriku.” Jawab Very dengan helaan nafas panjang.
“Lalu, jika hanya adik tiri Om, kenapa Om sampai menyebut namanya saat kita bercinta tadi?” tanya Lissa pura-pura kecewa.
“Maafkan aku. bukan aku menganggapmu sebagai Jenifer. Tapi aku tidak bisa melupakan dia. Karena dia adalah cinta pertamaku.” Ujar Very semakin membuat Lissa penasaran.
Kemudian Very melanjutkan ceritanya. Jenifer adalah perempuan pertama yang membuat Very jatuh cinta. Entah bagaimana awal pertemuan mereka dulu, hingga akhirnya mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih. Namun nasib sial menghampiri keduanya. Dimana saat Papa Very memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang wanita pengusaha kaya raya, dan pengusaha itu ternyata memiliki anak bawaan dari pernikahannya terdahulu. Dan anaknya itu tidak lain adalah Jenifer.
Status mereka pun menjadi adik kakak. Very tidak terima jika cintanya harus kandas begitu saja karena hubungan saudara tiri dengan Jenifer. Dan Jenifer pun memutuskan hubungan yang telah lama mereka jalin. Padahal hubungan keduanya sudah sangat jauh layaknya pasangan suami istri. Bahkan selama mereka menjalin hubungan, Jenifer sempat memakai alat kontrasepsi pencegah kehamilan.
Singkat cerita, Jenifer yang berusaha melupkan cintanya dengan kakak tirinya, akhirnya ia memutuskan untuk menerima cinta seorang pria yang semenjak masih kuliah pria itu terus mengejarnya. Pria itu adalah Darren. Padahal hati Jenifer juga masih untuh untuk kakak tirinya.
Saat Jenifer memutuskan menerima pinangan Darren, hati Very benar-benar hancur. Mungkin Jenifer juga. namun ia lebih memilih kebahagiaan orang tuanya daripada mementingkan kebahagiannya sendiri.
Selama beberapa bulan menjalani hidup berumah tangga dengan Darren, Jenifer selalu bersikap lembut layaknya seorang istri yang patuh pada suaminya. meskipun tanpa Darren ketahui, diam-diam ia masih menemui Very.
__ADS_1
Jenifer akhirnya memantapkan hatinya untuk menjalani rumah tangganya dengan serius dan melupakan Very. Wanita itu bertekat ingin memberi keturunan untuk suaminya agar bisa melupakan Very. Hingga akhirnya Jenifer melepas alat kontrasepsi yang selama ini ia pasang demi mencegah kehamilannya saat berhubungan dengan Very. Namun sayangnya setelah Jenifer melepas alat itu, tanpa sengaja ia dipertemukan kembali dengan Very. Pria itu tidak terima jika Jenifer memilih meninggalkan dirinya. Dan perbuatan dosa itu terulang kembali.
Jadi janin yang ada di dalam kandungan Jenifer saat itu bukanlah milik Darren, melainkan milik Very. Karena Very telah melakukan tes DNA sebagai bukti akurat. Tapi Jenifer tetap kekeh mengakui kalau janin itu milik suaminya.
Very sangat frustasi. Dia masih ingin merebut Jenifer dari Darren. Namun niat itu belum kesampaian saat mendengar kabar bahwa Jenifer mengalami kecelakaan lalu lintas setelah pulang dari baby moon bersama suaminya. naasnya lagi kecelakaan itu telah merenggut nyawa Jenifer dan janin yang dikandungnya.
Maka dari itu sampai saat ini Very masih dendam pada Darren. Dia menganggap bahwa Darren lah penyebab kematian Jenifer. Dan akhirnya Very balas dendam dengan cara menghancurkan perusahaan Darren dan juga mengambil seseorang yang sangat berarti dalam hidup Darren, yaitu istrinya, Ayara.
#Flashback Off
Lissa masih mengulas senyum sinisnya. Apalagi ia sudah tahu rencana Very. Dan siang tadi Very sudah berhasil menculik Aya dan membawanya ke luar negeri.
Jika seorang sahabat sejati mengetahui kalau sahabatnya berada dalam bahaya, hatinya pasti tergerak untuk menolongnya. Tapi tidak untuk Lissa. Karena sejak dulu Lissa memang bukan sahabat sejati Aya. Apalagi menurut Lissa, sejak dulu Aya sangat sombong dengan apa yang dia miliki. Kini akhirnya Lissa membiarkan Aya dalam bahaya. Dan dia akan mendapatkan Darren.
Apalagi sebelum Very berangkat ke luar negeri, pria itu sudah memberikan amanat pada Lissa untuk mengawasi proyek kerjasamanya dengan perusahaan Darren. Very dari sana nanti juga akan terus memantau. Jadi kesempatan itu akan digunakan Lissa sebaik mungkin.
Pagi harinya, Darren kembali mengalami mual-mual. Padahal hari ini akan berencana mencari Aya. Namun badannya begitu lemas karena sudah beberapa kali memuntahkan isi perutnya. Dia juga sudah meminum obat yang diberikan oleh dokter, namun tidak memberikan reaksi apapun.
“Ya Tuhan!! Kenapa tubuhku seperti ini? Aya, kumohon jangan pergi jauh! Maafkan aku, Sayang!” lirihnya sambil membasuh wajahnya.
Darren terpaksa menunda mencari Aya karena kondisinya yang kurang fit. Namun dia tidak kehabisan akal. Darren meminta seseorang untuk mencari atau melacak kemana istrinya pergi. Sedangkan urusan kantor, untuk sementara waktu ia serahkan pada Julian. Walaupun pria itu sedikit uring-urungan karena harus menghandle banyak sekali pekerjaan.
Siang harinya keadaan Darren sudah lebih membaik. Dia keluar dan mulai mencari Aya. Entah di mana, Darren juga belum memiliki petunjuk. Namun semangat Darren tidak akan pupus sampai ia menemukan istrinya.
Kini Darren sedang berada di sebuah restaurant. Dia istirahat sejenak sambil mengisi perutnya yang kosong sejak tadi pagi. namun, tetap saja, dia sama sekali tidak berselera makan.
Darren terlihat sedang memijit keningnya yang berdenyut. Kemana lagi dia akan mencari Aya. Orang suruhannya pun belum memberikan kabar. Bertanya pada mertuanya, itu bukan solusi. Yang ada semakin menambah masalah.
__ADS_1
“Ren?” seseorang menghampiri Darren yang tengah duduk seorang diri.
“Eh, Fal? Duduklah!”
Naufal sangat heran melihat sahabatnya ada di restaurant ini sendirian. Bukankah seharusnya dia sedang di luar negeri, karena berbulan madu dengan Aya.
“Bukankah, kamu sedang bepergian ke luar negeri bersama Nona Aya?” tanya Naufal penasaran. Karena memang dia tahu langsung dari Aya kalau bosnya itu mengambil cuti lebih awal sebelum libur akhir tahun untuk pergi ke luar negeri berbula madu.
Darren menjawab dengan gelengan kepala. Lalu ia menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Naufal, kalau Aya telah pergi meninggalkannya. Naufal pun sangat terkejut, meskipun ia tidak tahu alasan Aya pergi. Tapi perasaannya tidak enak, apalagi sebelumnya ia sempat bertemu dengan Aya dan Very.
“Boleh aku tanya seseuatu, Ren?” tanya Naufal.
“Apa?”
“Sebenarnya ada hubungan apa antara Nona Aya dengan kakak Jenifer? Maksudku, mendiang istri kamu.”
“Kakak Jenifer? Siapa yang kamu maksud, Fal? Jenifer tidak mempunyai kakak.”
“Very Atmaja. Bukankah dia kakak Jenifer?”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!