
Darren benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Naufal baru saja. bahkan dia tidak tahu kalau rekan bisnisnya, Very Atmaja adalah kakak dari mendiang istri pertamanya dulu. padahal setahu Darren, Jenifer tidak memiliki saudara. Saat pernikahannya pun hanya dihadiri oleh Mama dan Papa tirinya saja.
Lalu pertanyaan Naufal tentang hubungan Aya dan Very. Apakah itu berhubungan foto yang ia terima waktu itu. dimana foto Aya dan Very terlihat sedang berdua di sebuah café. Lantas, apakah hal itu sengaja dilakukan oleh Very, atau ada orang lain yang sengaja ingin menghancurkan rumah tangganya.
“Apa kamu yakin kalau Very Atmaja adalah kakak Jenifer, Fal?”
“Ya elah, meskipun aku tidak kenal dia. Aku dulu sering lihat Jenifer dijemput oleh pria itu. aku juga pernah dengar dari salah satu teman kalau Very adalah kakak Jenifer.” Jawab Naufal.
Memang sewaktu masih kuliah dulu Jenifer sudah berhubungan dengan Very. Namun perempuan itu tidak mempublikasikan hubungannya ke teman-temannya. Jadi Jenifer selalu berdalih kalau yang menjemputnya itu adalah kakaknya. Yang pada akhirnya mereka menjadi adik kakak sungguhan, walau saudara tiri.
Darren terdiam. Sepertinya ada hal yang janggal tentang masa lalunya. Karena selama menikah dengan Jenifer, istrinya itu sama sekali tidak pernah membahas masalah keluarganya, termasuk jika memiliki kakak yaitu Very Atmaja yang kini menjadi rekan bisnisnya.
“Apa benar hubungan Jenifer dan Very saudara kandung?” gumam Darren penasaran.
Entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak. Tapi Darren tidak ingin menuduh yang tidak-tidak pada perempuan yang sudah meninggal. Apalagi perempuan itu adalah cinta pertamanya.
Darren juga mengatakan pada Naufal kalau memang sejak dulu Jenifer tidak pernah cerita kalau mempunyai seorang kakak.
“Lebih baik kamu cari informasi dulu tentang siapa sebenarnya Very Atmaja itu, Ren. Aku khawatir kalau pria itu yang menyebabkan istri kamu pergi.” Saran Naufal.
Tak lama kemudian Darren mendapat pesan kalau kemarin keberadaan Aya sempat terdeteksi sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Namun setelah itu, keberadaannya tidak bisa dilacak lagi.
“Terima kasih, Fal atas informasinya. Tolong jangan sampai orang tahu kalau saat ini istriku sedang pergi. Khususnya pada mertuaku.” Ujar Darren sebelum pergi meninggalkan restaurant.
“Ok. Tenang saja. aku juga akan berusaha membantumu.”
***
__ADS_1
Setelah dari restaurant, Darren harus ke kantor karena ada meeting penting yang wajib ia hadiri. Dia juga akan mencari informasi tentang rekan bisnisnya itu, Very Atmaja.
Sesampainya di kantor, Darren segera menuju ruang meeting. Julian sudah lebih dulu masuk ke ruangan itu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Beruntungnya siang ini keadaan Darren sudah lebih fit dari sebelumnya. Jadi ia lebih bersemangat untuk mencari istrinya.
Usai meeting, Darren masuk ke ruang kerjanya dengan diikuti oleh Julian. Asistenya itu juga akan memberikan beberapa rangkuman hasil meeting tadi dan memberikan beberapa berkas penting untuk dicek ulang oleh bosnya.
“Tuan, besok ada meeting dengan Tuan Very.” Ucap Julian.
Darren terdiam. Mungkin dengan meeting besok, ia akan mempunyai kesempatan untuk mengorek informasi tentang rekan bisnisnya itu. Darren merasa janggal kalau kepergian istrinya masih ada hubungannya dengan Very Atmaja.
Setelah meeting itu selesai, Darren harus segera pergi menemui orang suruhannya yang tadi memberikan informasi tentang Aya. Sungguh Darren sangat takut jika istrinya saat ini sedang dalam bahaya.
Kini Darren sudah berada di sebuah tempat yang cukup sepi untuk melakukan pertemuan dengan orang suruhannya. Menurut hasil pelacakan, mobil Aya berhenti pada satu titik yang ke arah luar kota. Namun tak lama kemudian mobil itu kembali lagi, dan sayangnya tidak bisa dilacak lagi keberadaannya.
“Menurut saya, mobil istri anda saat kembali lagi itu bukan Nona Aya sendiri yang mengendarai.”
“Maafkan saya, Tuan. Ini hanya dugaan sementara. Menurut saya ada orang yang sengaja membawa mobil istri anda dan istri anda tidak ada lagi di mobilnya setelah berhenti di titik ini.” ujar pria itu sambil menunjukkan map lokasi mobil Aya berhenti.
Darren semakin frustasi. Itu artinya Aya tidak pergi sendiri. Dan ada dua kemungkinan. Pertama, Aya sengaja pergi dengan seseorang dan sudah membuat janji sebelumnya. Kemungkinan kedua, Aya diculik.
“Tolong cari informasi lagi, dan lacak orang yang membawa mobil istriku. aku nggak mau tahu bagaimana caranya.” Ucap Darren dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Darren benar-benar bingung. Dia tidak tahu harus mencari istrinya di mana lagi. namun yang harus ia lakukan sekarang adalah pergi ke luar negeri. ya, Darren akan meminta bantuan dari orang-orang Papanya yang dijamin bisa membantu mencari keberadaan Aya. Tentu ia harus menerima resikonya, yaitu menghadapi kemarahan sang Papa. Selain itu, Darren bisa menghindari mertuanya jika suatu saat bertemu. Karena Aya berpamitan pergi berbulan madu.
Besok, Darren akan terbang ke luar negeri. ke negara kelahirannya, yang seharusnya ia menata mimpi yang indah bersama sang istri. Namun sayangnya semua itu hanya ekspektasi.
***
__ADS_1
Malam ini di sebuah negara yang cukup jauh dari Indonesia, tampak seorang perempuan sedang terbaring di atas ranjang dengan mata terpejam. Bahkan sejak tadi siang, perempuan itu belum juga sadar dari pingsannya. Mungkin efek obat biusnya yang sengaja diracik dalam jangka waktu panjang, agar korbannya tidak cepat sadar.
Sementara di bibir ranjang itu tampak seorang pria duduk sambil menatap wajah cantik perempuan itu. perempuan dengan segala tutur katanya yang lembut dan mampu membuatnya jatuh hati untuk yang kedua kalinya. Sayangnya perempuan itu adalah istri dari orang yang menyebabkan tewasnya cinta pertamanya serta calon buah hatinya.
Ya, Very telah berhasil menculik Aya dan membawanya pergi ke luar negeri. namun saat ini ia dirundung gelisah. Ayara, perempuan yang sejak pertemuan pertamanya sudah membuatnya jatuh hati dan ingin memilikinya ternyata adalah istri Darren.
Awalnya Very akan membalas dendam pada Darren melalui istrinya. Namun kini ia tidak tega jika harus menyakiti Aya. Karena ia ingin memilikinya.
“Maafkan aku, Jenifer! Jika aku hanya membalas dendamku dengan cara seperti ini. semoga kamu bahagia di sana!” gumam Very.
Kini tangan Very terulur membelai wajah cantik Aya dan merapikan anak rambutnya yang sebagian menutupi wajahnya.
“Mulai sekarang, kamu menjadi milikku. Tidak akan ada orang lain yang merebutmu dari genggamanku.” Ucapnya sambil tersenyum penuh arti.
Aya merasa tidurnya terusik. Dia juga merasa kalau sudah terlalu lama tidur. Tak lama kemudian, perempuan itu mulai mengerjapkan matanya dengan pelan. Samar-samar ia melihat sosk pria tengah duduk di sampingnya sambil membelai pipinya. Aya teringat kalau ia sedang kabur dari rumah meninggalkan Darren.
“Kenapa kamu di sini??” teriak Aya saat melihat Very berada dalam satu kamar dengannya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1