Batal Cerai

Batal Cerai
Ch 44. Rasa Sesal


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥


Boleh dibaca kapan saja😆 asal sesuai umur. Yang merasa kurang panas, silakan dibaca di atas tungku api🤣🤣


****


Darren kembali mencium bibir Aya setelah berhasil merebahkannya di atas tempat tidur. Aya pun membalas ciuman Darren. Keduanya cukup lama berpagut mencari kenikmatan dalam manis bibir masing-masing.


Bibir Aya sudah membuat Darren ketagihan. Pria itu masih terus menikmati bibir Aya. Walau sudah memberi waktu untuk bernafas, nyatanya Darren kembali memagutnya. Baahkan tangan pria itu sudah berhasil menarik tali baathrope Aya, hingga nampaklah tubuh indah Aya yang hanya dibalut oleh dalaman saja.


Darren kini sudah melepas ciumannya. Dia menatap lekukan tubuh istrinya oenuh gai rah. Aya sendiri yang merasa baru pertama kali tubuhnya dilihat seorang pria, sontak ia menutupinya dengan tangan. Namun tak lama kemudian Darren menarik tangan Aya ke atas kepalanya, agar dia bisa menikmati dua bongkahan besar di dada Aya yang begitu menggoda.


Hhmmmppp….


Aya menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara desa hannya agar tidak keluar. Namun rupanya Darren sengaja membuat Aya mengeluarkan suara indahnya. Karena pria itu kini sudah membuka kain pembungkus aset berharga milik Aya, dan langsung menghisap choco chip’nya secara bergantian.


Ahhhh….


Aya reflek mengeluarkan suara itu kala merasa ada gelenyar aneh dalam tubuhnya saat lidah Darren memainkan dua buah choco chip’nya secara bergantian.


Sungguh Aya benar-benar dibuat melayang oleh suaminya siang ini. di luar sana cuaca sangat panas, begitu juga di dalam kamar itu di mana Darren dan Aya sedang berbagi kenikmatan untuk pertama kalinya selama mereka menikah.


Puas bermain-main bagian atas dan tengah, kini Darren mulia melancarkan aksinya di bagian bawah tubuh Aya. Bagian inti Aya yang begitu bersih menbuat Darren tidak sabar untuk memberikan sentuhan dengan bibir dan lidahnya.


Aya kembali mende sah. Namun kini reaksinya justru ia lebih membuka lebar pahanya. Rasa yang begitu nikmat dan tidak pernah ia alami selama ini membuat Aya reflek menekan kepala Darren seolah meminta agar pria itu lebih dalam mengobrak-abrik intinya.


Darren begitu semangat memberi kenikmatan di bawah sana. Tidak peduli dengan miliknya sendiri yang sudah menggeliat ingin segera masuk ke dalam sarangnya. Dia masih ingin membuat istrinya terbang melayang sebelum si senjata pamungkasnya masuk.


Saat Darren masih asyik mencumbu inti Aya, tiba-tiba saja perempuan itu merasakan sesuatu dalam dirinya seperti ada ingin dikeluarkan. Darren yang mengerti reaksi tubuh Aya, justru semakin mempercepat aksinya ditambah dengan permaian jari. Tak lama kemudian tubuh Aya mengejang dibarengi dengan aliran hangat keluar dari intinya.


Darren tersenyum puas saat berhasil membuat istrinya mencapai puncak. Kini waktunya ia memanjakan senjatanya ke dalam inti Aya yang sudah basah. Tentunya akan membuat istrinya kembali mende sah dan mencapi puncaknya lagi.

__ADS_1


Tubuh Aya masih lemas setelah mengalami pelesapan pertamanya. Lalu ia melihat suaminya sudah menanggalkan cd’nya, Aya sangat terkejut dengan benda itu. Dan bayang-bayang rasa sakit saat dia mencari informasi mengenai malam pertama, kini akhirnya dia paham. Penyebabnya adalah benda kokoh yang sedang berdiri di hadapannya itu.


Aya sedikit memundurkan badannya. Dia sungguh takut jika benda itu melesat memenuhi intinya. Sedangkan Darren yang melihat reaksi aneh dari wajah Aya, berusaha untuk menenangkannya dengan cara memberikan ciuman lembut pada bibirnya. ciuman yang seperti menghipnotis Aya dan membuat ia tanpa sadar kalau ada sesuatu yang keras sedang berusaha menerobos intinya.


Darren merasa kesulitan saat berusaha menembus inti Aya. Lalu tatapan matanya tertuju pada wajah Aya yang memerah sambil menggigit bibir bawahnya seperti menahan tangis. Namun karena hasratt Darren yang sudah membumbung tinggi, pria itu terus menembus inti Aya, meskipun terasa sangat sempit. Hingga akhirnya ia berhasil melesatkan senjatanya ke dalam inti Aya dengan sekali dorongan kuat.


Nafas Darren tersengal. Dia sungguh tidak percaya kalau istrinya ternyata masih virgin. Dan ini pertama kalinya bagi Aya melepas keperawanannya pada dirinya, yang tak lain suaminya.


Ada rasa bahagia karena dirinyalah yang menjadi satu-satunya pria yang berhasil memiliki Aya seutuhnya. Namun juga ada rasa sesal kala ia menganggap Aya sudah pernah melakukan hubungan badan sebelumnya dengan orang lain.


“Maaf!”


Darren mengecup kening Aya dengan posisi intinya masih diam di dalam inti Aya. Kemudian Darren mengusap air mata Aya yang menetes karena menahan rasa sakit akibat ulahnya baru saja.


“Awalnya memang sakit. Tapi hanya sebentar. Kamu tahan dulu, ya?” ujar Darren sebelum ia mulai melanjutkan kegiatannya.


Akhirnya siang itu adalah siang pertama bagi pasangan Aya dan Darren selama mereka menjalani hidup berumah tangga. Darren tak henti-hentinya memberikan hujaman kenikmatan pada istrinya. Begitu juga Aya yang masih pertama kalinya dan jelas masih sakit, namun lama-kelamaan ia menikmati permainan suaminya.


“Minumlah dulu! Setelah ini beristirahatlah.” Ujar Darren sambil menyodorkan segelas air minum untuk istrinya.


Setelah itu keduanya sama-sama terlelap dalam balutan selimut tebal dan tubuh masih polos tanpa sehelai benang menutupinya.


**


Pukul setengah lima sore, Darren bangun lebih dulu. Ia melihat istrinya masih terlelap. Kalau dia tidak ingat ada janji dengan Julian, pasti Darren masih menemani istrinya tidur.


Pria itu tersenyum puas saat melihat leher dan dada Aya penuh dengan tanda merah hasil karyanya. Tidak hanya itu saja. Darren merasa menjadi pria paling bahagia sedunia karena menjadi satu-satunya pria yang berhasil melepas keperawanan Aya. Dan ini pengalaman pertama juga bagi Darren.


*


Darren kini sudah menuruni tangga setelah mendapat panggilan dari Julian. Ternyata asistennya itu sudah menunggu di ruang tengah. Alhasil Darren tidak sempat mandi. dia hanya memakai kaos dan celana pendek, ditambah rambutnya masih acak-acakan.

__ADS_1


“Ini, Tuan. Berkas yang sudah saya kerjakan tadi.” ucap Julian sambil menyodorkan sebuah map.


“Terima kasih, Jul.”


Julian masih diam menatap bosnya yang kini sedang memeriksa berkas yang sudah ia kerjakan. Lalu tatapan Julian tertuju pada lengan Darren yang terdapat luka seperti bekas cakaran. Pria itu menyunggingkan senyumnya penuh arti.


“Ganas juga ya, Tuan?” Ucap Julian tiba-tiba.


Darren tampak mengerutkan keningnya lalu menatap ke arah Julian. Dia tidak mengerti apa maksud ucapan asistennya itu.


“Apa maksud kamu?”


“Itu, lengan Tuan ada bekas cakarannya. Ternyata Nona Aya ganas jug,-“


“Bulan ini gaji kamu aku potong sembilan pulih persen!” sahut Darren memotong ucapan Julian. Dia sangat kesal sekaligus malu dengan ucapan Julian. Alhasil senjata ancamannya yang bicara.


“Ampun! Jangan, Tuan! Maafkan saya. kalau begitu saya pamit pulang.” ucap Julian ketakutan. Dia juga tidak ingin semakin menambah masalah. Bisa-bisa gajinya dipotong seratus persen oleh bosnya.


Sementara itu Darren hanya menggelengkan kepalanya melihat Julian ketakutan. Lalu ia melihat lengannya, ternyata benar ada bekas cakaran Aya saat ia sedang melakukan kegiatan panas tadi.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin buat semua pembaca setia novel saya. Selamat hari raya idul fitri🙏🙏🤗🤗🤗

__ADS_1


 


__ADS_2