
Aya tidak menyangka kalau Darren sudah sampai di sini. padahal ia sempat beburuk sangka kalau suaminya itu tidak akan pernah mencari sekaligus menyelamatkannya. Dia juga ikut sakit saat melihat wajah Darren penuh lebam seperti itu.
“Hei, Tuan Darren! Lihatlah, dan dengarkan secara langsung dari mulut istrimu sendiri kalau sebentar lagi hubungan kalian berakhir.” Ujar Very sambil menarik kepala Darren hingga mendongak ke atas.
“Sayang!” lirih Darren menatap wajah istrinya.
Very tampak berdecak mendengar panggilan sayang dari Darren untuk Aya. Dari tatapan Darren saja pria itu sudah bisa melihat kalau Darren sangat mencintai istrinya. Namun entah kenapa Aya mengatakan kalau hubungannya dengan sang suami segera berakhir.
“Katakan, Aya! Katakan kalau kalian akan bercerai. Dengan begitu kamu bisa menjadi milikku.” Kini Very menghmpiri Aya sambil membelai pipi Aya dengan lembut.
Darren menggelengkan kepalanya. Dia berharap Aya tidak mengatakan hal itu yang justru akan membahayakan perempuan itu sendiri karena harus jatuh pada orang yang salah, yaitu Very.
Sedangkan Aya menunjukkan raut dinginnya bukan terhadap Very saja, melainkan pada Darren.
“Benar. Darren, hubungan kita berakhir. Untuk apa aku mempertahankan seseorang yang masih terperangkap dengan masa lalunya. Aku sangat kecewa denganmu.” Ucap Aya dengan suara tegas. Lalu tanpa sepengetahuan Very, Aya memberikan kode pada Darren dengan anggukan kepala.
Mungkin benar kalau awalnya Aya berniat mengakhiri hubungannya dengan Darren, karena suaminya itu masih terperangkap dengan cinta masa lalunya, yaitu pada mendiang istrinya. Namun setelah melihat perjuangan Darren hingga sampai sini dan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, Aya sangat yakin kalau suaminya sangat mencintainya. Apalagi tatapan Darren baru saja sangat jelas kalau pria itu benar-benar mencintainya.
Lalu, kenapa Aya masih mengatakan ingin hubungannya berakhir. Itu semua adalah trik Aya untuk mengalihkan perhatian Very. Dengan berkata seperti itu, pasti Very akan melepasnya begitu saja, karena pria itu akan merasa sia-sia sudah menculik dirinya.
“Maafkan aku, Aya. Maafkan aku yang sebenarnya hanya menjadikan dirimu pelarian atas kehilanganku pada sosok Jenifer. Maaf, jika sampai saat ini aku masih mencintai Jenifer.” Sahut Darren berusaha mengecoh Very agar melepaskan istrinya.
Very tampak murka pada Darren. Berani-beraninya pria itu bilang masih mencintai Jenifer yang notabene cinta sejatinya. Dia juga merasa sia-sia karena telah menculik Aya. Namun, niatnya masih sama, yaitu balas dendam pada Darren dan Aya tetap menjadi miliknya.
“Baiklah. Ternyata aku salah menculikmu, Nona Aya. Tapi, aku tetap akan membalas Darren, karena dia telah menyebabkan Jenifer meninggal, hahahahaha…… kalian kira aku bodoh, hah? Cepat hajar pria itu sampai mati!” seru Very pada anak buahnya.
__ADS_1
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
“Tidak! Tolong hentikan!” teriak Aya histeris.
Aya melihat dengan mata kepalanya sendiri saat beberapa anak buah Very menghajar suaminya. bahkan ada yang menggunakan tongkat baseball. Darren sendiri berusaha menghindar, namun tenaganya tidak cukup kuat jika harus melawan lebih dari tiga orang.
“Baj***an kau! Hentikan!” teriak Aya agi namun tidak dipedulikan oleh Very.
Samar-samar Very mendengar suara keributan dari luar. Apalagi gedung tua yang ia tempati ini seperti ruang terbuka di mana pintu-pintunya sudah tidak berfungsi. Dia sangat yakin kalau di luar pasti sudah ada orang-orang Darren yang hendak membantunya.
Aya terus saja memberontak saat Very membawanya kabur. Namun di luar dugaan, mereka berdua jatuh tersungkur saat tak menyadari ada sepasang kaki yang menjegal kaki Very. Aya segera memanfaatkan keadaan untuk lari. Tiba-tiba saja ada yang menariknya dan membawa kabur ke tempat yang lebih aman.
Sedangkan Very yang mengetahui Aya lari dengan seseorang yang dia kenal, dia segera mengejarnya. Namun itu semua tidak terwujud, karena ada seseorang yang langsung menarik bajunya dari belakang, lalu menghajarnya dengan membabi buta.
Very sangat terkejut saat melihat siapa pria yang sedang mengejarnya. Pria yang pernah dia segani dalam dunia bisnis, dan juga mengerikan atas kekejamannya yang dulu sempat ia dengar.
“Kamu pantas mati karena telah berani menyentuh putriku!” ucap Papa Mirza dan kembali menghajar Very.
Very tidak bisa berkutik lagi. tenaganya tidak ada tandingannya dengan pria yang usianya jauh di atasnya itu.
__ADS_1
“Ampun, Tuan! Maafkan saya! saya melakukan ini karena saya dendam pada menantu anda.” ucap Very terbata dengan nafas tersengal-sengal.
Rupanya Papa Mirza tidak peduli dengan alasan yang didengar dari mulut Very. Dia masih terus menghajar Very sampai pria itu hampir kehilangan nafasnya. Akhirnya Papa Mirza menghentikan aksi brutalnya itu.
“Malang sekali nasib putri anda yang menicintai seseoraang namun pria itu masih mencintai masa lalunya.” Setelah mengucapkan itu dengan nada sinis, mata Very terpejam rapat. Entah meninggal atau belum. Papa Mirza pun tampak mengepalkan kuat tangannya.
***
Di sebuah rumah sakit, tampak Aya sedang berbaring di atas brankar di salah satu kamar rawat inap. Tangan Aya sudah terpasang selang, karena kondisi tubuhnya yang begitu lemah. Dan di sampingnya tampak ada Gandhi yang sedang duduk sambil menatap Aya yang masih terlelap.
Harusnya ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi Gandhi untuk membawa kabur Aya dari suaminya. apalagi Darren kini sedang berada di ruangan ICU setelah mendapatkan beberapa luka yang cukup serius.
Namun, Gandhi tidak melakukan niat buruknya itu, mengingat saat ini di dalam rahim mantan kekasihnya sedang tumbuh janin buah cinta Aya bersama sang suami.
“Semoga rumah tangga kamu bahagia, Aya!” ucap Gandhi menahan kesedihannya, lalu beranjak keluar dari ruang rawat Aya.
“Selamat tinggal mantan terindahku!” lanjutnya lagi sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!