
Very tertegun setelah mendengar ucapan Aya baru saja. benarkah kalau hubungan Aya dan Darren akan berakhir? Karena setahu dirinya, selama ini Darren terlihat sangat mencintai Aya. Begitu juga dengan Aya. Tapi dia tidak ingin percaya begitu saja dengan ucapan Aya. Karena Very ingin memastikan sendiri nanti.
Tanpa mengucapkan sesuatu, Very keluar begitu saja dari kamar Aya. Entah apa yang akan dilakukan oleh pria itu setelah ini.
Setelah keluar dari kamar yang ditempati oleh Aya, Very sangat terkejut saat melihat Gandhi sudah ada di apartemennya.
“Ada apa kamu ke sini? bukankah aku sudah melarang kamu untuk datang ke sini tanpan izin dariku?” tanya Very.
Gandhi tak lekas menjawab pertanyaan Omnya. Dia merasa aneh dengan sikap Omnya hari ini. walau memang dia akui kalau Gandhi sebelumnya sudah dilarang oleh Omnya untuk datang ke apartemen ini tanpa izin dari pria itu, juga kalau tidak ada urusan yang sangat urgen. Tapi melihat ekspresi Omnya yang seperti itu, dari baru saja keluar dari kamar dan langsung menguncinya, Gandhi merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Omnya.
“Ada apa?” sentak Very saat melihat keponakannya justru melamun.
“Maaf. Om memang melarang aku datang ke sini tanpa seizin Om. Tapi aku datang ke sini karena ada masalah besar di perusahaan, Om.” Jawab Gandhi dan segera membuka laptopnya.
Very pun ikut duduk bergabung dengan Gandhi. Gandhi mengatakan kalau perusahaan cabang yang berada di Indonesia sedang mengalami penurunan nilai saham secara drastis. Sekarang juga Very harus menangani masalah ini.
Very tampak terdiam. Mungkinkah ini ulah Darren yang sudah mengetahui kalau istrinya ia bawa kabur. Lalu Very segera menghubungi Lissa, asisten pribadinya.
Very beberapa kali melakukan panggilan pada Lissa. Namun sama sekali tidak ada jawaban dari Lissa. Lau ia menghubungi salah satu karyawannya dan mengatakan kalau hari ini Lissa tidak datang ke kantor.
Saat Very sedang berbicara melalui sambungan telepon, Gandhi diam-diam mengamati seorang wanita yang tak lain pembantu Omnya tengah masuk ke kamar yang beberapa saat lalu Very keluar dari sana. Aneh. Karena selama ini Omnya tidak pernah memakai jasa pembantu. Selain itu apartemen ini sangat jarang disinggahi oleh Omnya. Dan tak lama kemudian, wanita itu keluar lagi dengan membawa nampan berisi piring dan gelas bekas.
Gandhi pura-pura tidak tahu dan terlihat sibuk mengerjakan sesuatu. Mungkin suatu saat dia akan mencari tahu sendiri, siapakah orang yang sedang berada di dalam kamar itu.
***
Siang ini tampak seorang wanita masih pulas dalam tidurnya di salah satu kamar hotel. Wanita itu masih dalam keadaan polos tanpa tertutup selimut. Di sekujur tubuhnya banyak sekali tanda merah bercampur memar di area pergelangan tangannya setelah semalam penuh, bahkan sampai menjelang pagi dia digilir oleh tiga orang pria berbadan kekar.
__ADS_1
Lissa yang masih dalam pengaruh alkohol, dia menerima saja permaian itu, walau merasakan sakit di area intinya. Karena Lissa berpikir yang melakukan itu adalah Darren. Suami dari mantan sahabatnya.
Perlahan Lissa mulai mengerjapkan matanya. seluruh tubuhnya masih terasak remuk. Namun ia harus segera bangun, karena perutnya sangat kelaparan.
Saat Lissa sudah membuka kedua matanya dengan sempurna, dia sangat terkejut saat melihat tubuh polosnya penuh dengan tanda merah. Tidak hanya itu saja. tepat di hadapannya sudah ada seorang pria berbadan kekar yang hanya memakai kain segitiga penutup senjatanya yang sudah tampak sesak.
“Hai, Sayang! Pagi-pagi kamu sudah menggodaku dengan tubuh polosmu itu.”
Lissa memundurkan badannya. Dia sangat ketakutan. Apalagi kini dia juga melihat dua orang pria lagi sedang duduk di sofa sambil memainkan senjatanya masih-masing yang sudah menegang. Lissa sangat jijik melihatnya.
“Siapa kalian? cepat keluar dari sini!” teriak Lissa ketakutan.
“Sayang, kamu lupa dengan permainan kita semalam? Dan pagi ini, kamu harus melayani kami lagi. setelah itu kami akan membawa kamu jalan-jalan.” Ujar pria yang sedang berada satu ranjang bersama Lissa.
Lissa semakin terkejut setelah tahu kalau semalam ia bercinta bukan dengan Darren, melainkan bersama tiga orang pria berbadan kekar itu.
Poor Lissa!!
***
Sementara itu, Papa Mirza semalam membatalkan penerbangannya ke luar kota lantaran putrinya yang sedang dalam bahaya.
Papa Mirza bergerak cepat tanpa memberitahu Darren, setelah kemarin malam Darren mengatakan kalau Aya diculik oleh rekan bisnisnya yang bernama Very Atmaja.
Papa Mirza mencari tahu perusahaan Very yang ada di Indonesia yang ternyata sedang melakukan kerjasama dengan perusahaan menantunya. Itu artinya selama ini Darren tidak tahu rencana busuk seorang Very Atmaja. Dan tadi malam juga Papa Mirza membuat nilai saham perusahaan Very anjlok. Setelah itu barulah ia menyerang perusahaan pusat yang berada di luar negeri.
Papa Mirza juga baru mengetahui sebuah kenyataan kalau ternyata Very Atmaja adalah Om dari Gandhi. Lalu, apakah niat balas dendam Very terhadap Darren masih ada hubungannya dengan masa lalu Aya dan Gandhi. Papa Mirza belum tahu. Yang terpenting sekarang adalah secepatnya menyelamatkan Aya.
__ADS_1
Sedangkan Darren yang sudah tiba di negara tempat Very tinggal dan diduga sebagai tempat di mana istrinya berada, kini sedang menggali informasi penting mengenai tempat tinggal Very dan juga perusahaannya.
Drt drt drt…
Darren mendapat pesan dari asistennya, Julian. Dia sangat terkejut saat mendengar kabar bahwa saham perusahaan Very yang sedang bekerjasama dengannya sedang anjlok. Padahal ia sudah berusaha untuk tidak melakukan apapun terhadap perusahaan pria itu sebelum ia berhasil menemukan istrinya. Jelas perusahannya ikut terdampak. Kini yang bisa Darren lakukan hanya meminta Julian mengatasi masalah perusahaannya sendiri sebelum terdampak lebih parah lagi dari perusahaan Very. Dan ia akan fokus mencari Aya.
Namun sebelum Darren melakukan pencarian istrinya, dia memberanikan diri untuk menghubungi mertuanya. meskipun dia tahu kalau semua ini salahnya.
Sambungan teleponnya dengan Papa Mirza terhubung. Pria itu mengatakan pada Darren kalau sudah menyebar anak buahnya untuk membantu mencari keberadaan Aya. Dan yang membuat Darren terkejut, Papa Mirza mengatakan kalau semalam sudah membuat perusahaan Very yang ada di Indonesia hancur.
“Ya sudah, Pa. terima kasih atas bantuannya. Darren berjanji akan menemukan Aya segera.” Pungkasnya sebelum akhirnya ia memutus sambungan telepon itu.
Darren mendapat pesan dari anak buahnya tentang alamat tempat tinggal Very. Sekarang juga ia menuju rumah pria itu.
Setibanya di depan sebuah rumah megah, Darren masih di dalam mobilnya. Dia tidak ingin bertindak gegabah dengan langsung menyerang Very membabi buta.
Darren melihat ada sebuah mobil memasuki halaman rumah itu. kebetulan memang pintu gerbangnya masih terbuka, dan sangat jelas dia bisa melihat siapakah orang yang akan keluar dari mobil itu.
“Gandhi??”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!