Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
PERTEMUAN DI RUMAH UTAMA Part 2


__ADS_3

"Ibu..." panggil Marcella.


"Jadi ibu dan ayah memang datang untuk menghadiri pernikahanku ya" lanjut Marcella.


"Iya tentu saja sayang" jawab Tamara lembut.


Maafkan ibu sayang, ibu sebenarnya tahu akan hal ini bahkan sebelum kau datang kemari. Tapi ibu juga berusaha menghargai keputusan dari perjanjian ayah dan mendiang pamanmu.


"Apa ibu tahu kalau di keluarga ayah ternyata ada tradisi aneh bahkan pernikahan ini terjadi akibat tradisi itu. Apakah ibu tahu? sebelumnya aku mengamuk tidak mau menikah dengan kak Noah tapi setelah dia bilang kita akan bekerja sama untuk menyelamatkan perusahaan keluarga aku setuju" cerita Marcella.


Deg...


Tamara seketika terkejut dengan cerita putrinya. Bahkan putrinya sudah mengetahui alasan sebenarnya dari pernikahannya yang akan dilaksanakan besok. Ada sedikit kebahagian dalam diri Tamara bahwa mungkin saja Marcella tidak akan terlalu membencinya karena dia sendiri sudah menyetujuinya.


"Lalu apa yang membuatmu setuju sayang?" tanya Tamara.


"Aku setuju karena aku pikir sudah saatnya untuk membantu kakek. Ibu kan tahu selama hidupku aku bahkan tidak pernah bertemu dengan kakek dan melakukan kewajibanku sebagai cucu untuk ambil bagian dalam merawatnya di hari tuanya bahkan sampai kakek meninggal. Jadi aku pikir ini salah satu cara untuk untuk melaksanakan kewajiban yang selama ini aku tinggalkan. Toh aku dan kak Noah juga sudah sepakat tidak tinggal sekamar karena memang tujuan pernikahan ini hanya untuk mempertahankan perusahaan" Marcella bercerita dengan polosnya.


Selama ini Marcella memang tidak pernah menyembunyikan apa pun dari sang ibu, menurutnya anak perempuan adalah separuh jiwa ibunya jadi suka dan duka selalu dibagikannya dengan sang ibu. Tamara yang mendengar cerita dari Marcella mengecup dahi putrinya lalu memeluknya erat dia sangat senang dengan kebesaran hati putrinya yang rela mengorbankan kebahagiannya demi kepentingan banyak orang.


...


"Ayah mau kemana?" tanya Sita pada sang ayah yang sudah siap sambil menggenggam kunci mobilnya.


"Rahasia" goda Iron yang langsung disambut cemberut oleh putrinya.

__ADS_1


"Tumben ayah tidak diantar supir" lanjut Sita heran.


"Ayah mau ke rumah kakek" jawab Iron seketika menghilangkan keingintahuan dari putrinya.


"Ayaaaaaahhh" panggil Sita manja sambil menggandeng tangan sang ayah.


"Putri ayah mau apa?" tanya Iron yang sudah sangat mengerti dengan arti panggilan Sita.


"Sita ikut boleh yah? Sita rindu Marcella" pinta Sita sambil mengedipkan kedua matanya.


"Tidak boleh" jawab Iron datar. Jawaban Iron disambut hentakan jengkel oleh putrinya. Melihat ekspresi putrinya Iron terkekeh lucu lalu kembali mengelus kepala putrinya.


"Lebih baik Sita istirahat saja ya nak, besok kan pernikahan sepupumu apa anak ayah ini mau kalau besok kelihatan jelek di pesta hanya karna tidak maskeran? dan besok juga akan banyak dihadiri teman-teman bisnis keluarga kita beberapa CEO dari anak perusahaan akan datang banyak dari mereka juga masih muda-muda loh" Iron mengeluarkan senjata mujarabnya untuk mencegah Sita ikut.


"Bukan hanya pernikahan sepupu ayah, tapi pernikahan kedua sepupu" lanjut Sita protes. Dia kembali mencerna perkataan sang ayah mengenai beberapa CEO muda yang akan menghadiri pesta besok.


"Jadi bagaimana? apakah anak ayah tetap mau ikut?" tanya Iron sambil terus menggoda putrinya lucu.


"Eh tidak jadi yah, kalau ikut ayah pasti di pesta besok Sita mengantuk. Sita kan harus tampil menarik masa keluarga pengantin ke pesta matanya mata panda" jawab Sita polos lalu segera berlari naik ke tangga menuju kamarnya. Iron yang melihat tingkah lucu putrinya yang berhasil dia kerjai kembali terkekeh lucu sambil melangkah keluar rumah menuju rumah utama keluarga Bright.


Malam itu dirumah utama saat para pelayan melakukan persiapan akhir untuk pesta pernikahan dan penghuni rumah lainnya sedang sibuk dengan kesibukan masing-masing. Beberapa orang berkumpul di ruang keluarga yang berada di lantai tiga rumah utama. Beberapa orang tersebut tidak lain adalah Noah, Steven, David, dan pak Hans. Mereka duduk melingkar di depan perapian di ruang keluarga. Tidak lama orang terakhir yang ditunggu pun tiba. Iron yang baru saja sampai berdiri mematung di depan pintu yang dibukakan pak Hans dengan pandangan ke seluruh ruangan. Saat pandangannya bertemu dengan yang di cari tanpa aba-aba Iron langsung menghambur ruangan melempar target dengan kunci mobil yang digenggamnya lalu berteriak mengejar targetnya.


"Mana anak nakal itu pak Hans?" tanya Iron yang dibalas tatapan kebingungan oleh pak Hans.


"Itu dia, hei kau anak nakal! sini kau!" teriak Iron yang menghambur ruangan mengejar David yang dari tadi mencoba bersembunyi di balik sofa ruangan.

__ADS_1


"Hai mau apa kau kak?" teriak David sambil terus berlari.


"Dasar anak kurang ajar kau! berani-beraninya datang tanpa memberitahuku. Kemari kau!" teriak Iron yang sudah beberapa kali melompati sofa untuk menangkap David. Aksi kejar-kejaran di ruangan itu membuat Steven dan Noah tertawa lepas melihat aksi itu, sementara pak Hans tersenyum.


Pak Hans sangat bahagia untuk pertama kalinya ruang keluarga yang baru saja dibuka lagi setelah sekian lama kembali hidup. Pak Hans kembali teringat dengan masa remaja tuan-tuan mudanya yang selalu berkumpul setelah makan malam di ruang keluarga. Iron dan David yang selalu bermain kejar-kejaran, Anton, Eric, dan Alex yang sibuk belajar, ketua yang menikmati tehnya dan nyonya yang memangku kepala Rico yang sibuk membaca sambil merajut. Walaupun sekarang mereka tidak lagi selengkap dulu karena kesibukan dan tanggung jawab masing-masing. Eric yang mengambil kuliah di Amerika bahkan menikah disana serta membangun bisnis restoran Italia, Alex yang berhasil meraih cita-citanya untuk bekerja di pemerintahan sekarang bekerja di kedutaan Prancis, Anton yang melanjutkan bisnis keluarga sudah mendahului mereka dan sekarang dipindahkan ke satu-satunya pria yang memiliki mata sepertinya di ruangan keluarga saat ini yang tidak lain adalah Noah, serta hubungan Rico yang mulai rusak dengan saudara-saudaranya akibat keserakahannya dan sifat yang harus dituruti, bahkan kedatangan David sekarang yang merupakan anugerah setelah sekian lama menghilang untuk pertama kalinya kembali dengan istri tecinta dan putri cantiknya yang akan tinggal di rumah utama.


Aksi kejar-kejaran terus berlangsung hingga David yang sudah kelelahan segera berlari ke arah belakang pak Hans meminta perlindungan sama seperti yang selalu dilakukannya ketika remaja dulu.


“Pak Hans minggir, biar ku beri pelajaran anak kurang ajar itu” teriak Iron sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat terlalu banyak lari.


“Tidak jangan dengarkan keong racun itu pak Hans?” teriak David sambil menyebutkan panggilan kesayangannya untuk Iron.


Tiba-tiba…


“Ini tuan” pak Hans langsung memegang baju David lalu menyerahkannya pada Iron.


“Pak Hans!” teriak David manja kepada pria paruh baya yang selama ini tidak pernah menyuranginya tersebut.


“Hahahahah sini kau!” tawa Iron penuh kemenangan.


“Silahkan diberi pelajaran tuan” lagi kata pak Hans.


“Apa-apaan ini pak Hans!” ronta David yang terus menunjukkan wajah memelasnya ke arah pak Hans.


Bukkk….

__ADS_1


“Aduh sakit kak!” teriak David setelah mendapatkan jurus kungfu andalan Iron yang mendarat di kepalanya. Semua yang berada diruangan tersebut tak terkecuali Noah dan Steven kembali tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kakak beradik tersebut bahkan Noah terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa.


Betapa bahagianya jika kau disini ayah batin Noah.


__ADS_2