
Spliitttt...
"Aaaaaaa!" byuurrr
"Kakaaaaaaak!" teriak Marcella kesal karena seluruh tubuhya sudah basah kuyup terjatuh di dalam bathup. Noah yang rencana mau memberi pelajaran pada adik sepupunya itu malah membuat Marcella tergelincir masuk ke dalam bathup karena ingin menghindar. Noah yang melihat keadaan Marcella tidak dapat menahan tawanya lagi.
"Ahahahahhah rasakan itu hahahahah aduuuh Elle Ellee... cik cik cik hahahahahah" tawa Noah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Terpampang jelas sindiran disana yang membuat Marcella kesal setengah mati. Marcella pun bangkit dari dalam bathup lalu segera menyambar handuk di lemari handuk digunakannya untuk menyelimuti sebentar tubuhnya yang basah. Jika kalian pikir setelah itu Marcella akan keluar kamar atau meninggalkan Noah maka kalian salah karena Noah tetap menyuruh adiknya itu untuk melap badannya dengan lap basah sambil diselingi dengan beberapa ancaman mematikan yang membuat Marcella mau tidak mau harus menurutinya. Mulai dari istri durhaka yang akan terkena sial sampai mengancam akan mengadu pada David dan Tamara. Marcella yang masih dengan keadaan basah kuyup pun melap tubuh Noah dengan hati-hati sambil memasang wajah penuh kesal dan protes yang tentu saja tidak dapat diutarakan secara langsung. Noah adalah orang yang sangat bersih, dia juga akan merasa sangat terganggu jika berkeringat sedikit saja.
"Ehem..." cik apa lagi sih ini batin Marcella. Marcella tidak perduli dan terus melanjutkan kegiatannya yang sekarang sedang membersihkan dada bidang Noah.
"Emmm apa kau tidak merasakan sesuatu saat ini?" tanya Noah sambil menunduk menatap Marcella yang berjongkok didepannya yang duduk di kursi sambil terus menelusuri dada bidangnya dengan lap basah. Marcella yang malas meladeni hanya diam saja.
"Hmmmm... apa kau tidak merasa seperti ada aliran listrik menjalar di tubuhmu? atau rasa sesak? atau panas mungkin?" bicara apa sih ini orang? Marcella mulai kesal namun tetap enggan meladeni.
"Hei aku tahu apa yang kau rasakan sekarang, jujur saja tidak apa-apa tidak perlu malu" baiklah kalimat Noah barusan benar-benar membuat Marcella kehabisan akal, pasalnya Noah berbicara aneh sambil sesekali berpose sombong membusungkan adanya.
__ADS_1
"Kakak bicara apa sih?! aneh!" Marcella menatap dengan kedua mata yang disipitkan kesal.
"Aish sudah mengaku saja dari tadi kau diam karena terpesona dengan betapa sempurnanya tubuh ini kan hahahah.... aduh!" Noah mengaduh keras saat Marcella tiba-tiba memukul dada bidang kebanggaannya dengan lap basah yang dipegangnya, sungguh Marcella tidak tahan lagi dengan semua omong kosong pria didepannya ini.
"Wah kau benar-benar hebat adikku... ya sudah lanjutkan tugasmu... yang bersih" simpanseku benar-benar hebat, aku penasaran dulu bibi Tamara mengidam apa ya saat hamil? bisa-bisanya bibi melahirkan gadis dengan tingkat kepekaan wanita yang sangat rendah seperti adikku ini. Memangnya apa kurangnya tubuh seksi ini? ahh iya baiklah tunggu saja setelah aku sembuh aku akan lebih giat berolahraga lihat saja nanti apa dia mampu menolakku seperti ini atau sebaliknya batin Noah dengan selipan senyum sinis di akhir. Sementara Marcella yang malas berdebat kembali melanjutkan tugasnya. Gadis itu tidak perduli lagi yang penting cepat selesai batinnya. Setelah selesai melap badan Noah, Marcella segera membantu Noah berganti pakaian. Setelah Noah selesai dan hendak kembali ke ranjang barulah dirinya sadar Marcella masih basah kuyup.
"Hei ganti bajumu, kau mau sakit ya..." Noah sedikit resah saat melihat Marcella masih setia dengan handuk yang membalut bahunya dengan baju basah yang masih melekat dibadan.
"Biarkan saja nanti juga lama-lama kering" jawab Marcella enteng. Sebenarnya Marcella enggan keluar dari kamar Noah takut saja jika dirinya ketahuan David atau Tamara sedari tadi berada di kamar Noah. Gadis itu hanya takut terjadi salah paham apalagi ayah dan ibunya itu sudah memperingatinya sebelumnya untuk tidak pernah berbagi kamar dengan kakaknya itu mengingat alasan sebenarnya dari pernikahan mereka. Berbeda dengan Marcella, malah Noah yang sedari tadi resah memikirkan sebenarnya berapa level kebodohan Marcella.
"Pakai ini" Noah menjulurkan tangan memberikan kaos hitam miliknya untuk dipakai sementara.
"Tidak usah repot-repot kak, ini juga sebentar lagi kering kok" apa dia gila membiarkan baju basah kering dibadan seperti itu? batin Noah.
"Nanti kau sakit Elle bodoh!" Noah mulai geram.
__ADS_1
"Tidak apa-apa" masih setia mengeringkan rambut, masa bodoh dengan sekeliling.
"Kau ganti sekarang atau aku yang akan menggantinya!" ancam Noah. Awalnya Marcella sudah akan menurut tapi dia pikir mana mungkin dengan satu tangan dia bisa berbuat seperti itu dasar tukang ancam!.
"Dengan tangan bajak laut seperti itu mana bisa" gumam Marcella.
"Whoa rupanya kau meremehkanku Elle sayang... bahkan dengan kakiku pun aku bisa dengan mudah melepas semua yang melekat padamu tanpa sisa" sayang? cih jijik aku jijiiik... batin Marcella berteriak.
"Apa kau lupa yang dikatakan Alycia? apa perlu ku ingatkan kalau akuuuu..."
"Aaahhh iya-iya kau rajanya diranjang" sergah Marcella cepat. Beberapa saat setelah kalimat itu keluar Marcella baru sadar akan kalimat yang diucapkannya barusan. Marcella segera memutar badan menghadap Noah yang menatapnya dengan tatapan... yang sulit dijelaskan jelasnya seperti singa yang kelaparan. Sesekali Noah menyapu bibir atasnya dengan lidahnya sendiri dengan gerakan cepat. Jangan ditanya lagi Marcella benar-benar muak dengan adegan itu tapi tak bisa dipungkiri juga wajahnya yang mulai memanas dan pastinya semerah tomat siap panen. Noah mulai melangkah mendekat perlahan namun pasti ke arahnya yang masih mematung di tempat. Marcella mulai panik saudara-saudara hingga tiba-tiba...
Plakkk...
"Awwww... hei kau!" Noah berteriak kesakitan saat Marcella dengan gerakan cepat menamparnya tepat diwajah dangan ujung handuk yang semula dibahunya, lalu dengan gerakan sangat cepat merampas kaos yang dipegang Noah dan kemudian berlari sprint menuju ruang ganti.
__ADS_1
"Apa dia itu seperguruan dengan kera sakti atau semacamnya?" gerutu Noah sambil memandang kesal tubuh yang menghilang dibalik ruang ganti.