Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
KEBENARAN


__ADS_3

Selepas kepergian Rico dan juga Alycia, seluruh keluarga berkumpul di rumah utama. Iron masih saja mengomeli David yang tidak melakukan apa-apa saat semua penghinaan itu dilayangkan kepadanya. Berbeda dengan Iron, Marcella semenjak kejadian tadi justru lebih banyak diam dia lebih memilih untuk duduk diruang kaca seorang diri, sementara Lusi dan Tamara memilih untuk membantu Steven mengawasi para pelayan yang membereskan sisa-sisa pesta pernikahan dikarenakan pak Hans sedang berkumpul di ruang keluarga bersama Iron, David dan Noah.


"Apa yang ada dipikiranmu Vid? bisanya kau hanya diam saat Alycia menghina istrimu"


"Tidak apa-apa kak, walau bagaimanapun anak itu tetaplah keponakan kita" jawab David.


"Cih... keponakan apanya" Iron berdecih kesal.


"Tidak apa-apa kak, aku yakin Tamara juga tidak apa-apa karena sebelumnya aku sudah bercerita banyak mengenai kak Rico dan putrinya" lanjut David.


"Sepertinya paman belum tahu ya?" suara Noah mengalihkan perhatian David.


"Belum tahu apa?"


"Sudahlah Noah..." perkataan Iron barusan malah menambah rasa penasaran David, hal tersebut tergambar jelas dari kedua alisnya yang mengkerut.


David semakin mempertajam tatapannya pada Iron guna mencari jawaban. Iron yang mendapatkan tatapan sedemikian rupa mendengus pasrah.


"Iya iya... apa kau tidak bertanya-tanya selama ini dimana istrinya?" Iron buka suara.


"Istrinya?" David bingung.


"Iya... istrinya Rico" jawaban dari Iron menyadarkan David bahwa ia selama ini lupa dimana keberadaan Karin bahkan tadi hanya Rico dan putrinya saja yang menghadiri pesta.


"Memangnya kenapa dengan kak Karin? aku baru ingat terakhir kali mendengar kabar darinya saat mereka berdua melangsungkan pernikahan sekitar sembilan belas tahun yang lalu" David dan Karin adalah sahabat sejak kecil jadi walaupun hubungannya dengan Rico renggang namun tidak dengan Karin. Karin selalu menghubunginya walaupun hanya sekedar untuk curhat mengenai hubungan asmaranya dengan sang kakak.


"Mereka sudah lama bercerai"


"Apa?!" David sontak berteriak yang sedikit mengagetkan pak Hans yang duduk disamping Noah.

__ADS_1


"Hmmm... delapan belas tahun yang lalu"


"Kenapa mereka bercerai? lalu Alycia? kenapa Karin tega sekali meninggalkan putrinya" rentetan pertanyaan dari David masih dengan nada yang tinggi.


"Hei aku belum selesai" Iron menimpali.


"Eh iya iya silahkan lanjutkan kak" David sedikit cengengesan saat menyadari tidak sabarannya.


"Tidak lama setelah kau kabur dari rumah mereka melangsungkan pernikahan. Awalnya semua baik-baik saja hingga selama hampir setahun pernikahan mereka perlahan semua berubah. Mereka tak kunjung mendapatkan anak... tunggu dulu aku belum selesai" Iron mengunci mulut David saat adiknya itu akan memotong ceritanya.


"Karin datang dirumah ini bertemu dengan ibu, lalu ibu menyarankan agar mereka berdua menjalankan tes kesuburan. Sebenarnya Karin hanya perlu agar ibu bicara dengan Rico karena selama mereka menikah Rico hanya gila dengan pekerjaannya saja tapi akhirnya Karin setuju, tidak ada salahnya juga melakukan tes kesuburan pikirnya. Karin setuju namun tidak dengan Rico. Kau tahu kan bagaimana Rico itu? dia tidak ingin dirinya dianggap enteng apalagi tes itu sama saja seperti meragukan dirinya bisa menghamili Karin. Hingga suatu hari Karin mendapati hasil pemeriksaan kesuburan di dalam lemari pakaian Rico dan hasilnya sangat mengejutkan Karin namun Karin tidak langsung mengambil keputusan sepihak, dia ingin membicarakannya dahulu dengan Rico agar mereka sama-sama mendapatkan jalan keluar. Hingga hari itu saat Rico pulang kerja Karin mengajaknya bicara. Saat pembicaraan berlangsung Rico duluan emosi saat Karin mengatakan bahwa dia telah mendapati hasil pemeriksaan yang menunjukkan bahwa Rico positif mandul. Menurut Rico itu adalah sebuah penghinaan baginya. Akhirnya Rico menghajarnya habis-habisan bahkan memperkosa istrinya itu tanpa ampun menghasilkan lebam kebiruan yang ada hampir diseluruh tubuh Karin. Penganiyaan itu terus dilakukannya hampir tiap hari hingga suatu hari Karin kabur dari rumah mereka dan menggugat cerai Rico. Setelah perceraian itu Rico makin hancur dia semakin terkenal begis di dunia bisnis karena mendirikan The Black Snake yang bisa dikatakan sebagai senjata mematikannya" jelas Iron panjang lebar.


"Black Snake?" David masih merasa asing dengan sebutan mereka.


"Segerombolan pria berjas hitam tadi" sambung Iron.


"Seberapa berbahayanya Black Snake itu?" satu pertanyaan terlontar dari bibir David.


"Sangat berbahaya paman, mereka bahkan tidak segan membunuh hanya dengan satu perintah, mereka...."


"Merekalah yang membunuh ayah" kalimat terakhir yang lolos dari mulut Noah seketika membuat David seakan tersambar petir disiang bolong.


"Bagaimana bisa? kak Anton meninggal karena sakit bukan?"


"Mereka perlahan-lahan meracuni kak Anton hingga membuatnya semakin parah setiap harinya, dan sampai sekarang kita masih belum mengetahui siapa orang dalam utusan The Black Snake yang membuatnya semakin leluasa di rumah ini" lanjut Iron.


Kesedihan meruak dalam diri David, benar-benar tidak disangka Rico tega melakukan hal itu bahkan kepada saudaranya sendiri.


"Mungkin Rico berpikir kematian kak Anton akan memudahkannya untuk mengambil alih perusahaan ayah mengingat sebelumnya ada ribuan tawaran yang dilayangkan namun ditolak mentah-mentah oleh kak Anton". Setelah perkataan Iron barusan mulai timbul kekuatiran dalam diri David akan putrinya yang mungkin suatu saat pasti berurusan dengan orang-orang Rico.

__ADS_1


"Apakah... aku secara tidak langsung menghantarkan nyawa putriku?" ketiga pria diruangan itu terdiam mendengar pertanyaan dari David.


"Jangan berpikiran terlalu jauh Vid" Iron berusaha menenangkan adiknya.


"Bagaimana bisa aku tidak berpikir seperti itu kak? Marcella adalah putriku dia juga kehidupanku dan melihat tatapan Alycia padanya aku sangat yakin jika gadis itu membencinya" mata David memerah menahan segala emosi dalam dirinya.


"Kita tidak akan membiarkan itu terjadi Vid. Aku, Noah, Steven, pak Hans dan juga kau serta orang-orang kita akan melindungi putrimu itulah janjiku"


"Iya paman, aku juga berjanji akan menjaga Elle" sambung Noah.


"Benar tuan kami akan selalu berusaha yang terbaik bagi nona muda" jawaban pria paruh baya itu sedikit meluluhkan David hingga ayah Marcella itupun mengangguk.


...


"Hai" Steven menyapa gadis yang sedari tadi duduk sendirian di rumah kaca.


"Hmmm" Marcella menjawab namun enggan mengalihkan tatapannya ke arah hutan pinus dengan kayu-kayu yang tumbuh berjejer rapi.


"Apakah ada yang mengganggu pikiran anda nona?" Steven memberanikan diri bertanya.


"Sudah kukatakan berulang kali jangan bicara formal saat hanya ada kita berdua" masih tanpa menatap pria yang duduk didepannya.


"Baiklah... jadi katakan apa ada yang mengganggu pikiranmu dik?"


"Dik?" Steven tersenyum saat kedua mata indah itu berhasil menatap kearahnya. Saat senyuman itu terpampang jelas dibola matanya, Marcella tidak berkutik sama sekali.


Kali ini tentu saja hal yang mengganggu itu malah bertambah satu. Pertama segala perkataan pedas Alycia dan yang kedua senyuman pria didepannya yang benar-benar membuatnya berkali-kali terlihat sangat...


Tampan...

__ADS_1


__ADS_2