Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
PERINGATAN KEMATIAN KAKEK Part 1


__ADS_3

"Sayang bangun, sayang nanti terlambat sudah jam 3 pagi" tepat pukul 3 Pagi Marcella dibangunkan oleh Tamara untuk bersiap-siap karena keberangkatan pesawat dua jam lagi.


Marcella menggeliat sambil mengucak-ngucak matanya yang masih mengantuk, Tamara yang gemas melihat kelakuan putrinya tersebut langsung mencium kening putrinya tak terasa air mata pun jatuh diatas kening putrinya. Membayangkan betapa Marcella akan membencinya dan David. Marcella yang sadar dengan hal tersebut pun bangun dan menatap sang ibu heran.


"Ibu kenapa menangis?" tanya Marcella.


"Tidak sayang..." jawab Tamara sambil menyeka air matanya.


"Ada apa bu?" tanya Marcella lagi sambil menggenggam tangan ibunya.


"Tidak apa-apa sayang Ibu hanya akan merindukanmu saja, kamu kan mau pergi jauh untuk pertama kali jadi ibu akan sangat merindukanmu" jawab Tamara sambil mengusap kepala putrinya.


Maafkan ibu sayang, ibu tidak bisa berbuat banyak seandainya kamu tahu tujuan sebenarnya ayahmu mengirimmu kesana pasti kamu akan sangat membenci kami. Maafkan ibu sayangku.


"Kan nanti setelah acara peringatan Marcella akan segera pulang bu, toh kan Marcella harus kerja juga jadi perginya memang juga tidak bisa lama-lama. Ibu jangan menangis lagi ibu kan tahu aku sangat benci kalau ibu menangis" kata Marcella sambil menyeka air mata Tamara. Tamara pun mengangguk.


"Sudah sudah bangunlah nanti ketinggalan pesawat loh".


Tamara pun membantu putrinya untuk bersiap-siap. Tepat pukul 4 pagi David dan Tamara tiba dibandara untuk mengantar putri mereka. Marcella pun mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan memeluknya bergantian.


"Baik baiklah disana dan tetaplah menjadi dirimu sendiri apa pun yang terjadi tetaplah menjadi putri ibu yang baik dan ceria" kata Tamara sambil menatap mata putrinya.


"Dengarkan kata-kata ibumu, dan tetaplah menjadi putri ayah yang terbaik" sambung David sambil mencium kening putrinya.


"Oh iya disana nanti sepupumu Sita akan menjemputmu di bandara, ayah sudah memberikan nomor handphone mu kepadanya" lanjut David.


"Iya yah, ibu juga sudah memberikan nomornya padaku segera setelah aku tiba akan langsung ku hubungi" jawab Marcella.


Marcella yang heran dengan perlakuan kedua orang tuanya itu pun hanya mengangguk kerena ini pertama kalinya kedua orang tuanya sangat kuatir, biasanya ketika Marcella berangkat untuk kegiatan perusahaan sampai seminggu orang tuanya jarang mengantar dan kuatir berlebihan seperti saat ini. Di dalam pesawat pun Marcella masih mencoba membayangkan dan mencerna setiap perkataan orang tuanya. Dia pun bangkit dari tempat duduknya untuk menuju toilet.


Brukk...


"Aduhhh kepalaku..." jerit Marcella sambil mengusap kepalanya yang terbentur dan melihat ke atas. Natan yang kaget pun langsung membantu Marcella berdiri dan meminta maaf.


"Maafkan saya nona saya tidak sengaja mana yang sakit?" tanya Natan sambil mengusap dan meniup kening Marcella. Marcella yang kaget dengan kelakukan manis Natan pun hanya menatap wajah laki-laki itu. Tampannya batin Marcella.


"Oooh iya ti tidak apa-apa tuan ini juga salah saya, saya berjalan tanpa memperhatikan saya mohon maaf" Natan yang melihat wajah Marcella yang merona pun langsung tersenyum. Manisnya dia.


"Tenanglah nona ini bukan sepenuhnya salah anda. Oh iya ngomong-ngomong nama saya Natan jadi jangan panggil saya tuan, panggil Natan saja" jawab Natan dengan senyum yang semakin menambah pesona pria itu.


"Oh oke baiklah Natan ngomong-ngomong nama saya Marcella jadi jangan panggil saya nona" balas Marcella disambung tawa keduanya. Pertemuan Natan dan Marcella tidak hanya sebatas itu saat turun dari pesawat dan keluar dari bandara pun keduanya tampak sudah sangat akrab.


...


"Tuan nona Marcella sudah tiba di bandara, menurut informan kita nona keluar dari bandara dan dijemput oleh nona Sita".


"Apa aku hanya membayarmu untuk informasi kecil seperti itu?" kata Noah geram dengan tatapan mematikannya.


"Nona Marcella dikirim oleh paman anda untuk mewakili keluarga mereka dalam acara peringan kematian ketua, dan sepertinya nona juga belum mengetahui maksud sebenarnya dari kedatangannya" gadis bodoh gumam Noah.

__ADS_1


"Nona Marcella adalah satu-satunya putri dari paman anda dan yang lainnya laki-laki yang 7 tahun lebih muda dari nona, nona juga bekerja sebagai manager design di Nusantara Group dan nona terkenal dengan segala prestasi dan juga kebaikan serta kesederhanaannya. Nona menabung dan menyumbang di badan amal 75% dari tabungannya tiap tahun" sambung steven.


"Baiklah cukup, sekarang pergilah dan bantulah persiapan acara peringatan sebentar malam. Aku ingin agar acara peringatan kakek dapat berjalan dengan baik" kata Noah sambil menyuruh Steven keluar.


Setelah Steven keluar Noah pun langsung memejamkan mata di sofa ruangannya sambil memikirkan siapa kira-kira yang akan dia pilih dari antara para sepupunya yang layak untuk menjadi istrinya bahkan ketika membayangkan keserakahan paman-pamannya Noah pun tidak menganggap satu pun dari antara anak mereka yang pantas untuk menjadi istrinya. Dalam lamunannya tersebut muncul nama Marcella yang sangat membuatnya penasaran. Ayahnya memang pernah bercerita mengenai pamannya David yang merupakan satu-satunya adik yang sangat dirindukannya, namun ayahnya tidak pernah mengatakan jika David memiliki seorang putri.


Malam yang ditunggu pun tiba. Para orang tua dan anak-anak yang merupakan keturunan dari keluarga Bright berkumpul untuk memperingati kepergian ayah atau kakek mereka. Acara yang bertemakan garden party tersebut diselenggarakan di taman belakang rumah mendiang ketua dari Bright Group tersebut, bukan hanya keluarga saja tetapi juga yang berhubungan dengan Bright Group juga diundang dalam acara tersebut. Semua orang memakai baju berwarna hitam sebagai tema peringatan tersebut.


Marcella yang dari tadi hanya duduk mencoba untuk ke dapur demi mengatasi rasa bosannya. Dia mondar-mandir mencari Sita. Sita adalah satu-satunya sepupu yang menurutnya asyik, selain Sita adalah orang yang pertama ditemuinya saat menjemputnya di bandara hanya Sita juga lah yang banyak bicara dengannya. Sepupunya yang lain bahkan tidak memusingkan kehadirannya. Hari itu sebenarnya Marcella agak sedikit bingung dengan penampilan para sepupu wanitanya yang tampil dengan sangat elegan dengan dandanan yang menor menurutnya jika hanya untuk menghadiri hari peringatan seperti ini. Kenapa penampilan mereka aneh semua yah, sepertinya hanya aku yang biasa-biasa saja disini gumamnya.


"Elle!" tiba-tiba suara Sita yang memanggilnya. Marcella pun menghampiri Sita.


"Kamu dari mana Sit? Aku mencarimu dari tadi" tanya Marcella.


"Siapa... Aku? Tentu saja bersiap-siap lah ini kan malam yang besar" jawab Sita sambil tersenyum.


"Tunggu... Apa kau tidak merias wajahmu?" sambungnya.


"Untuk apa merias wajah? Bukannya ini hari kematian kakek? Menurutku sangat berlebihan jika harus merias wajah" jawab Marcella dengan polosnya.


"Tunggu... Apa paman tidak memberitahumu?" tanya Sita.


"Memberi tahu apa? Ayah hanya menyuruhku kemari untuk menggantikannya karena ayah memiliki banyak kerjaan yang tidak bisa ditinggal" jawaban Marcella tersebut disambung dengan tepukan Sita di kepalanya.


"Aduuuh, mati aku..." Marcella pun kaget dengan jawaban Sita, belum sempat Marcella bertanya tiba-tiba Sita langsung menarik lengannya agar menjauh dari kerumunan orang.


"Memberi tahu apa?" Marcella semakin bingung dengan perkataan sepupunya.


"Acara keluarga tidak selalu hanya acara keluarga. Apalagi seperti acara peringatan kematian kakek sekarang. Ini adalah acara besar yang sangat berbeda dengan acara lainnya" penjelasan Sita semakin membuat Marcella bingung. Melihat reaksi sepupunya Sita pun semakin yakin kalau sepupu polosnya itu tidak tahu apa-apa.


"Ada sebuah tradisi besar keluarga yang akan dilaksanakan hari ini. Apa kau mengenal Noah William Bright? dia adalah kakak sepupu kita yang sedang memimpin perusahaan kakek sekarang, dia adalah anak dari paman Anton".


"Lalu apa hubungannya dengan kita?" tanya Marcella


"Hari ini dia akan memilih seorang diantara sepupu wanitanya untuk menjadi istrinya".


"Apaaaa?" jawab Marcella histeris.


"Hei... Ssttt jangan keras-keras teriaknya" kata Sita sambil menutup mulut Marcella dan menyeretnya untuk lebih menjauh dari kerumunan orang.


"Apa kalian gila? Bagaimana bisa menikahi sepupu sendiri?" protes Marcella.


"Itulah tradisi keluarga, dan kita hanya bisa menerimanya. Setahuku hal tersebut merupakan wasiat terakhir kakek karena kakek tidak ingin seluruh aset dan hartanya dimiliki oleh orang lain. Kakek hanya ingin seluruh aset dan hartanya dimiliki oleh keturunannya saja, jadi siapa pun yang menduduki kursi pemimpin Bright Group harus menikahi saudaranya untuk menjaga aset dan warisan tetap aman" penjelasan Sita malah tambah membuat Marcella kaget dan panik.


"Bagaimana ini?" tanya Marcella panik.


"Bagaimana apanya?" tanya Sita heran.


"Bagaimana kalau dia memilihmu atau aku? Aaaaahhhh habislah sudah masa depan kita" teriak Marcella sambil menutup muka dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Hahahah... Tenanglah itu bukan perkara besar, lagi pula kakak sepupu kita itu memiliki selera yang tinggi jika menyangkut wanita" kata Sita sambil tertawa.


"Sini, apa kau lihat wanita disana?" lanjut Sita sambil menunjuk seorang wanita cantik dengan gaun hitam sexy nya. Marcella pun mengangguk.


"Dia adalah kak Alycia sepupu kita anak dari paman Rico, dan dia memenuhi semua standar tipe wanitanya kak Noah. Aku dan yang lainnya yakin jika dia yang akan dipilih kak Noah nanti" penjelasan Sita diiringi hembusan nafas lega dari Marcella yang bersyukur masih ada kemungkinan masa depannya dapat diselamatkan.


Tidak lama setelah itu orang-orang pun berlari dan berkumpul setelah mendengar bahwa Noah William Bright telah tiba di tempat acara berlangsung.


"Apa kau siap? Baiklah ayo... Pesta baru saja dimulai" kata Sita sambil menarik lengan Marcella menuju tempat orang berkumpul yang menyambut kedatangan Noah. Marcella yang tidak tahu apa-apa membiarkan dirinya yang ditarik oleh Sita menuju kerumunan orang.


Diantara kerumunan orang tersebut tampaklah seorang pria tampan yang berusia 30an memiliki kulit putih mulus dan badan yang atletis turun dari mobil diiringi dengan seorang pria yang memakai jas warna hitam dibelakangnya. Hari ini Noah berpenampilan sangat tampan dan menarik, bukan karena dia sengaja untuk memamerkannya atau bersikap sombong, tetapi memang Noah sudah tampan dari lahir hanya saja tatapan dan sikap dinginnya selalu saja membuatnya tampak sangat terhormat sekaligus menakutkan.


Saat Marcella sedang mencoba mengamati kakak sepupunya itu dari antara kerumunan orang, tiba-tiba saja beberapa sepupunya yang baru sadar akan kedatangan Noah pun berlarian masuk diantara kerumunan orang. Tiba-tiba...


Bruuukkkk....


Suasana tiba-tiba menjadi hening ketika Marcella yang tidak sengaja terdorong akibat perlakuan sepupu-sepupunya yang berebut untuk melihat Noah pun menabrak tubuh gagah itu dan akhirnya terpental dan jatuh tepat di depan Noah.


"Aduuuuhhh... Sakitnya" jerit Marcella.


"Hei gadis bodoh apa kau mau mati? Berani-beraninya menabrakku!" teriak Noah yang sontak membuat semua orang disana terpaku ditempat mereka karena ketakutan. Baru selangkah Steven maju untuk memberi tahu tuannya bahwa itu adalah nona Marcella sepupunya pun terhenti dengan perkataan Marcella membalas Noah.


"Apa? Gadis bodoh?" teriak Marcella tidak mau kalah dengan Noah sambil bangkit dari tempatnya jatuh.


"Siapa yang kau katai bodoh? Aku?" teriak Marcella sontak membuat Noah geram. Wow berani juga dia batin Steven.


"Kau! Beraninya kau meneriakiku! Minta maaf sekarang juga!" kata Noah sambil menunjuk Marcella marah dengan perlakuan gadis tidak tahu diri itu.


"Hah, memangnya kau siapa sehingga aku harus minta maaf? Apa menurutmu aku menabrakmu karena sengaja?" kata Marcella dengan tatapan yang terpaku dengan mata Noah


Apa gadis ini memiliki nyawa lebih dari satu? Baiklah sudah cukup atau semuanya akan semakin memanas batin Steven.


Kali ini kesabaran Noah sudah hampir habis, tetapi langkahnya mendekati Marcella untuk memberikan pelajaran kepada gadis tersebut dihalangi oleh Steven yang tiba-tiba menghentikan tuannya dengan berbisik kepadanya. Tiba-tiba mata Noah terbelalak karena kaget bahwa gadis kurang ajar itu adalah sepupunya putri dari paman David.


Bravo... baiklah karena kau sepupuku maka aku tidak akan sungkan untuk memberimu pelajaran batin Noah dengan senyum liciknya sambil merapikan jas dan dasinya lalu melewati Marcella begitu saja, orang-orang yang dari tadi berkumpul pun perlahan bubar mengikuti punggung gagah itu.


Marcella masih berdiri menahan emosi sambil mengepalkan kedua tangannya langsung disambar oleh Sita yang dari tadi panik melihat perlawanan Marcella kepada Noah.


"Elle apa kau gila? Tidak ada yang berani sedangkan menatp mata Kak Noah, tapi kau malah menatapnya lekat sambil membentaknya? Wah hebat" kata Sita sambil membantu merapikan pakaian sepupunya itu.


"Apa dia memang seperti itu? Sangat sombong dan arogan" tanya Marcella sambil menahan agar air matanya tidak jatuh. Sita yang tidak mengerti dengan sifat Marcella hanya menenangkannya.


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi, kau beruntung karena tidak langsung dimusnahkannya" kata Sita sambil menggandeng tangan Marcella ke tempat acara karena peringatan kematian kakek mereka akan segera dimulai ketika kakak mereka Noah tiba. Mereka berdua berlalu tanpa menyadari sepasang mata Alycia memperhatikan mereka dari tadi.


Gadis bodoh! sifat pembangkang seperti ayahnya gumam Alycia yang memang dari awal tidak suka dengan keberadaan Marcella sama seperti ayahnya yang sangat membenci David karena membangkang dari orang tuanya demi menikahi Tamara.


Sita dan Marcella pun memasuki tempat acara dan duduk di salah satu meja yang sengaja disediakan untuk keluarga dalam acara peringatan kematian kakek mereka. Sita yang dari tadi memperhatikan Marcella menahan malu dengan semua tatapan orang kepadanya setelah insiden tadi pun menggenggam tangan Marcella berusaha untuk menenangkan sepupunya tersebut.


Dari jauh Noah menatap Marcella dengan tatapan khasnya. Berani sekali dia masih muncul setelah membentakku di depan umum, tapi harus ku akui kau memang berani gadis bodoh!

__ADS_1


__ADS_2