Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
PERINGATAN KEMATIAN KAKEK Part 2


__ADS_3

Acara peringatan kematian mendiang ketua Bright Group dimulai tepat pukul delapan malam. Semua anak dan cucu berkumpul bersama para tamu lainnya berbincang-bincang sambil menunggu acara puncak. Marcella yang masih terbayang dengan kejadian sebelumnya hanya duduk ditemani Sita yang mengerti dengan perasaan sepupunya tersebut. Tiba-tiba seorang pria seumuran ayahnya mendekat ke arah mereka.


"Apa kau Marcella?" tanya pria tersebut sambil menatap Marcella.


"Iya benar Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Marcella yang mengira bahwa Rico adalah tamu yang akan bertanya letak toilet.


"Tenanglah nak jangan terlalu kaku seperti itu. Aku adalah pamanmu, paman Rico. Apakah David pernah bercerita tentangku?" kata pria tersebut sambil tersenyum kecil.


"Oh iya paman Rico bagaimana kabar anda paman? Maaf karna tidak mengenalimu" kata Marcella yang langsung memeluk Rico. Sejujurnya Marcella mengalihkan pembicaraan karna sang ayah tidak pernah bercerita mengenai pamannya yang bernama Rico. Rico pun membalas pelukan Marcella. Dari jauh tampak wajah tidak suka dari Noah yang sedari tadi memperhatikan perilaku sok akrab yang ditunjukkan Rico kepada Marcella. Dasar penjilat gumamnya.


"Apa kau sudah bertemu dengan kakak sepupumu Alycia?" tanya Rico setelah melepas pelukan Marcella.


"Alycia kemarilah sayang!" Rico memanggil putrinya tersebut. Wanita cantik dengan tubuh sexy tersebut mendekati sang ayah dengan cara berjalan yang menurut Sita dilebih-lebihkan karna ingin menarik perhatian Noah yang sedari tadi memperhatikan mereka.


Wah wanita ini benar-benar licik, yah tapi biarkan saja lah entah apa yang akan terjadi nanti ketika dia menikahi Kak Noah gumam Sita yang membayangkan kedua sepupunya tersebut bersanding di pelaminan dan kemudian memimpin perusahaan keluarga. Pastinya akan sangat seru, yang satu mematikan yang satu lagi licik. Sita pun menggoyang-goyangkan kepalanya yang sedari tadi memikirkan betapa buruknya hal tersebut.


"Hai aku Alycia, kau pasti..."


"Marcella Kak, kakak bisa memanggilku Elle" kata Marcella sambil tersenyum dan memeluk Alycia.


Elle? Cih, gadis bodoh itu rupanya benar-benar polos sampai tidak menyadari kalau wanita didepannya itu selicik ular gumam Noah sambil menikmati pertunjukan tersebut.


"Oke kau adalah anak paman David kan?" tanya Alycia yang melepaskan pelukan Marcella sambil kembali menyeka tubuhnya seolah-olah habis berpelukan dengan sesuatu yang kotor. Marcella yang melihat perilaku Alycia tersebut berusaha untuk sabar. Ini adalah pertemuan pertama mereka jadi memang akan sulit untuk membangun persahabatan bahkan dengan sepupunya sendiri pikirnya.


"Iya kak" kata Marcella sambil mengangguk.


"Oh iya bagaimana kabar David Elle?" sambung Rico. Baru saja Marcella akan menjawab pamannya pun menyambung kalimatnya tersebut.


"Oh iya dan bagaimana juga kabar wanita itu? Wanita yang membuat David kami sampai harus membangkang dari keluarganya sendiri?"


"Apa maksud anda ibuku paman?" tanya Marcella yang tak percaya jika ibunya baru saja dihina oleh pamannya sendiri.


"Yah aku kurang ingat juga, kurasa seorang wanita yang bernama Tamara. Oh iya dia ibumu ya? Hahaha astaga maaf aku baru ingat" sambung Rico dengan senyum liciknya.


"Oh iya tentu saja mereka baik-baik saja Paman. Ibuku merawat kami dan ayah dengan sangat baik dan dia adalah ibu terhebat didunia ini" jawab Marcella dengan senyum sejuta wattnya. Sita yang dari tadi mendengar hal tersebut langsung merasa sangat kasihan dengan sepupunya yang seperti seekor rusa tak berdaya di sarang singa, tapi dia tetap diam karna dia tahu dengan pasti siapa yang berhadapan dengan mereka. Paman Rico dan putrinya bukanlah lawan yang mudah. Sabarlah Elle gumamnya.


Sementara pertunjukkan antara paman dan sepupunya berlangsung Noah memanggil Steven untuk segera memulai acara puncak, bukan karna peduli dengan apa yang sedang terjadi tetapi Noah sudah kehabisan sabar melihat tingkah pamannya dan Alycia yang sedari tadi memojokkan Marcella.


Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, setelah hanya tersisa beberapa undangan saja acara puncak keluarga pun segera dimulai. Karena acara akan segera dimulai maka Rico dan Alycia pun langsung pergi meninggalkan Marcella yang masih menahan kuat air matanya agar tidak jatuh. Sita langsung menggenggam tangan Marcella dan mengedipkan matanya sebagai isyarat memberikan kekuatan pada sepupunya tersebut.

__ADS_1


Paman Iron yang merupakan paman Marcella yang lahir sebelum David pun membuka acara. Anton ayah Noah adalah anak tertua dari ketua. Anton meninggal karena kanker yang dideritanya dan kemudiaan kepergiannya pun berpengaruh pada kesehatan ketua. Ketua yang tidak mampu membendung kesedihan ditinggal dua orang putranya pertama David dan kemudian Anton pun mulai sakit-sakitan dan segera menyusul putranya Anton. Akhirnya tinggallah Noah di usianya yang masih sangat muda harus melanjutkan duduk di kursi kepemimpinan sang ayah. Noah sudah memimpin perusahaan saat usinya 20 tahun dan sekarang menginjak 31 tahun.


"Baiklah semuanya karna kita sudah berkumpul disini malam ini maka acara puncak pun akan segera dimulai. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hari ini kita akan menjalankan tradisi keluarga sesuai pesan ayah sebelum beliau wafat, bahwa ketika Noah berusia 31 tahun dia akan segera dinikahkan dengan salah satu dari saudarinya dan kandidatnya akan dipilih mulai dari putri kita yang berusia 20 tahun ke atas. Jadi hari ini kita akan memilih siapa diantara putri-putri kita yang layak dan pantas untuk mendampingi Noah dalam membangun perusahaan, tentu saja bukan hanya sekedar untuk membangun perusahaan keluarga tapi juga akan mendampingi Noah sebagai seorang istri" jelas Iron.


Penjelasan Iron membuat Marcella membelalakan matanya. Wow jadi mereka akan benar-benar melakukannya, seandainya usiaku masih 19 tahun pasti aku akan selamat dari calon kandidat gumam Marcella sambil memasang wajah cemberut. Sita yang melihat kelakuan sepupunya tersebut hanya bisa tersenyum kecil karna pikirnya mereka tidak terlalu berharap untuk dapat di pilih oleh kak Noah karna jelas-jelas mereka sangat jauh dari kriteria wanita idaman sang kakak.


Setelah penjelasan Paman Iron, Noah pun langsung naik ke panggung dan berdiri disebelah sang paman. Dari sebelah kanan datang seorang pelayan keluarga yang membawa kotak kaca yang berisikan kertas-kertas yang berwarna-warni. Didalam kertas-kertas tersebut ada nama-nama kandidat yang nantinya akan dipilih Noah secara acak. Alycia dan sang ayah terbelalak kaget dengan hal tersebut begitu juga dengan yang lainnya karena seharusnya Noah memilih langsung siapa calon istrinya bukan dengan mengambil kertas secara acak seperti sekarang. Marcella dan Sita pun langsung bertatapan kaget melihat hal tersebut, karena rupanya mereka harus kembali bersiap untuk mengorbankan masa depan mereka.


"Baiklah, langsung saja Noah" kata Paman Iron. Noah pun memasukkan tangan kedalam kotak dan mulai memilih secara acak kertas-kertas tersebut. Hal tersebut diiringi dengan Marcella dan Sita yang saling bergenggaman tangan dan menutup mata mereka erat berharap nama Alycialah yang akan keluar begitu pula dengan sepupu-sepupu mereka lainnya yang tidak kalah tegang.


Noah menahan senyumnya melihat tingkah Marcella dan Sita. Akhirnya dia pun mengeluarkan secarik kertas berwarna jingga dari kotak kaca tersebut dan perlahan membukanya. Saat kertas tersebut terbuka diiringi dengan hembusan nafas lega Noah dan senyum liciknya. Noah pun mengangkat kertas tersebut.


"Elle" ah sial kenapa aku malah mengatakan nama panggilannya gumam Noah.


"Marcella Natalia Bright" perkataan Noah tersebut langsung membuat dada Marcella terasa sesak. Dia hanya terpaku ditempatnya berdiri tanpa terasa air matanya pun jatuh.


Paman Iron tersenyum lega dengan pilihan Noah tersebut. Dari awal memang dirinya sangat menginginkan Marcella untuk menjadi istri Noah agar dapat memperbaiki kembali hubungan keluarga yang sempat dihancurkan David karena menikahi Tamara.


Noah turun dari panggung dan menghampiri Marcella yang berdiri menatapnya tanpa berkedip dengan air mata yang jatuh di pipinya. Orang-orang yang berdiri di depan Marcella pun menghindar memberi jalan kepada Noah yang terpaksa harus turun panggung karena gadis itu hanya diam terpaku di tempatnya dan mengabaikan namanya yang disebutkan Noah dari atas panggung.


Berani-beraninya kau mengabaikanku gumamnya.


Langkah kaki Noah berhenti tepat didepan gadis itu dan menyeka air matanya. Alycia yang geram dengan hal tersebut tidak dapat mengendalikan dirinya dan berjalan ke arah Marcella lalu menjambak rambut adik sepupunya tersebut dan menamparnya.


"Kakak apa-apaan ini? Kau bahkan mendorongku hanya untuk membelanya? Kau akan menyesal menikahinya kak dia wanita licik seperti ibunya yang menghancurkan kehidupan paman David dan membangkang dari Kakek"


"Sudah cukup!" teriak Marcella yang kemudian membuat suasana benar-benar hening dalam sesaat.


"Kakak boleh membenci dan menghinaku tapi jangan ibuku kak! Apa kau kira aku ingin menikahi pria sombong dan arogan ini?" perkataan Marcella benar-benar membuat darah Noah mendidih. Berani-beraninya kau menghinaku, baiklah akan kubuat hidupmu bagai dineraka saat menikah denganku.


"Apa kau dengar kak? Wanita bodoh itu bahkan menghinamu di depan semua anggota keluarga! Dasar wanita ******! Akan kuberi kau pelajaran!" sambung Alycia sambil bagkit dan meraih gelas hendak memukulkannya di kepala Marcella. Noah langsung menahan tangan Alycia dan memanggil pengawal. Steven pun datang dengan beberapa pengawal. Rico yang akan ikut campur pun ditahan oleh Iron.


"Sudahlah jangan ikut campur, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri."


"Seret wanita ini dari hadapanku sekarang dan jangan biarkan dia mendekati calon istriku!" perintah Noah kepada para pengawal disusul teriakan histeris Alycia yang dibawa oleh para pengawal.


Apa? Beberapa jam yang lalu dia mengataiku wanita bodoh lalu sekarang dengan entengnya dia berkata calon istri? Hah... Dia benar-benar pria gila! gumam Marcella.


Setelah Alycia diseret keluar oleh beberapa pengawal Marcella pun melepaskan tangannya yang dari tadi digenggam Noah dengan paksa.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" perilaku Marcella tersebut semakin membuat Noah geram. Noah menarik tangan Marcella menuju mobil tanpa mempedulikan acara yang belum selesai. Noah menghempaskan tubuh Marcella yang dari tadi mencoba berontak dan berteriak di dalam mobil. Karena perilaku Marcella semakin sulit dikendalikan Noah pun terpaksa menampar wanita tersebut hingga pingsan. Steven yang berada dari tadi didalam mobil hanya bisa diam dengan perilaku tuannya tersebut, Steven tidak heran dengan perilaku tuannya tersebut karna Noah memang terkenal kejam dan kasar apalagi saat marah.


Sekarang Anda benar-benar membangunkan singa yang tengah tertidur nona gumamnya.


Melihat Marcella yang pingsan setelah ditampar pun membuat persaaan Noah menjadi kacau karna ini pertama kalinya dia memukul seorang wanita ditambah wanita itu adalah calon istri sekaligus sepupu yang masih memiliki hubungan darah dengannya. Dia kemudian melonggarkan dasinya dan membuka jas hitam yang menutupi dada bidangnya lalu bersandar di kursi mobil sambil memejamkan mata dan menarik nafas panjang.


"Jalan" Steven langsung mengemudikan mobil menuju rumah tuannya. Sepanjang jalan Noah hanya diam tanpa berkata-kata, lalu dia tersadar bahwa ada sesuatu yang mengganjal di saku celananya. Dia pun mengambil benda yang berada dalam kotak hitam tersebut dan memakaikannya di jari manis Marcella sebuah cincin berlian yang indah melekat di jari manis Marcella.


"Apa yang harus saya lakukan dengan nona Alycia tuan?" Steven pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Kirim dia ke neraka!" kata Noah sambil kembali bersandar dan memejamkan matanya. Jawaban Noah tidak dapat lagi di sambung oleh Steven karna dia tahu betul bahwa sekarang tuannya benar-benar marah, bahkan jika sepatah kata lagi keluar dari mulut Steven bisa saja laki-laki itu akan membunuhnya saat itu juga.



Sementara itu di tempat acara para tamu dan keluarga terpaksa dibubarkan untuk mencairkan suasana mencekam selepas kejadian tadi. Sita duduk di kursi sambil memikirkan kembali betapa kerennya kejadian tadi. Dia tidak menyangka Noah akan menolak Alycia bahkan menyuruh pengawal untuk menyeretnya keluar agar dia tidak mengganggu calon istrinya yaitu Marcella.


Wah betapa beruntungnya kau Elle, tapi aku jadi tidak tega jika kau harus menghadapi tempramen Kak Noah yang menyeramkan tiap harinya gumam Sita. Saat Sita masih membayangkan segala hal mengerikan yang mungkin dapat terjadi tiba-tiba handphone nya berdering nama di layar tertulis Paman David. Sita tiba-tiba langsung bangkit dari tempat duduknya karena panik jika saja pamannya bertanya mengenai Marcella kepadanya. Iron yang dari tadi memperhatikan tingkah putrinya tersebut memutuskan untuk menghampirinya.


“Ada apa Sita? Kenapa kau terlihat panik begitu? Apakah ada penjahat di sini?” Tanya sang ayah.


“Iiiiih ayah ini bukan masalah penjahat yah tapi lebih dari itu lebih baik aku menghadapi seribu penjahat saat ini dibandingkan harus mengangkat telpon paman David” gerutu Sita sambil menunjukkan layar ponsel yang menunjukkan nama David.


“Apa yang harus aku katakan yah? Tidak mungkin aku tega menceritakan semua kejadian mengerikan tadi pada paman” sambung Sita sambil meremas kemeja ayahnya karena kepanikannya.


“Sudah sudah sini biar ayah yang bicara pada pamanmu” kata Iron sambil mengambil handphone yang terus berdering tersebut.


“Iya hallo Vid, bagaimana kabarmu?” Iron membuka pembicaraan.


“Hallo kak iya baik kak, aku mau bertanya apakah acaranya berjalan dengan baik? Karna dari tadi aku menghubungi Marcella tapi dia tidak menjawab telponnya aku kuatir ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi” Tanya David.


“Semuanya baik-baik saja Vid, hanya saja….” Iron pun menjelaskan segala hal yang terjadi sepanjang acara berlangsung


“Sudah intinya kamu jangan terlalu memikirkannya Vid, lambat laun juga dia akan mengerti dengan sendirinya” sambung Iron.


“Iya kak aku paham tolong jaga anakku kak, aku akan membicarakan hal ini dengan Tamara besok pagi” kata David.


“Baiklah, sampai jumpa di hari pernikahan putrimu Vid” kata Iron lalu mematikan telpon tersebut dan mengembalikan handphone Sita.


“Wah ayah, apakah Elle akan benar-benar menikah?” tanya Sita dengan nada tidak percaya.

__ADS_1


“Apa kau tuli dengan perkataan kakak sepupumu tadi? Tentu saja dia akan menikah lagi pula ini sudah tradisi dan wasiat dari kakekmu” kata Iron sambil mencubit hidung putrinya.


“Iiih ayah sakit!” teriak Sita sambil melepaskan tangan sang ayah dan mengusap hidungnya.


__ADS_2