Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
PERNIKAHAN Part 5


__ADS_3

Perlahan namun pasti Marcella mendekati altar. Ditatapnya Steven sambil menyunggingkan senyumnya lebar-lebar lalu mengarahkan matanya kebawah dengan gerakan cepat. Steven yang paham dengan lirikan Marcella pun membalas dengan senyuman yang tak kalah lebarnya.


Marcella melirik ke arah sepatunya dan tersenyum bangga seolah-olah berkata bahwa aku berhasil dengan sepatunya yang tentu saja tidak lepas dari bantuan Steven yang susah payah mengajarinya sampai benar-benar bisa.


Sesampainya didepan altar David menatap dalam sepasang mata indah itu lalu beralih dengan pria didepannya dan kemudian memberikan tangan Marcella yang diapitnya kepada Noah.


"Jaga Elle baik-baik, terlepas dari status sebenarnya pernikahan ini dia tetaplah saudaramu. Mulai sekarang paman memberikan Elle sebagai tanggung jawabmu" David berbisik pelan didepan Noah. Noah yang paham kemudian mengangguk dan mengambil tangan Marcella lalu mereka berdua melangkah bersama menaiki altar.


Di atas altar masing-masing dari mereka mengucapkan janji pernikahan berbeda dengan Noah yang mengucapkan hampir terdengar sungguh-sungguh, Marcella justru mengucapkan dengan nada yang biasa-biasa saja namun berhasil ditutupinya dengan tatapan sendu serta sesekali tersenyum.


Jika orang lain yang mendengar dan melihat mungkin akan berpikir bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi dan memang ditakdirkan untuk bersama, namun berbeda dengan Steven yang paham betul dengan karakter keduanya. Walaupun Marcella belum terlalu lama di rumah utama namun bukanlah hal yang sulit bagi Steven untuk mengenal pribadi nona mudanya tersebut. Lagi pula saat diawal ketika belum bertemu dengan Noah Stevenlah yang mengumpulkan segala informasi mengenai Marcella.


Setelah selesai dengan segala ritual pernikahan para tamu undangan pun dipersilahkan untuk menikmati segala hidangan yang ada. Namun beberapa dari mereka seperti para CEO dari anak perusahaan dan beberapa perusahaan lain yang bekerjasama dengan Bright Group berkumpul-kumpul sambil sesekali membahas mengenai bisnis mereka. Noah yang sedari tadi sibuk menggandeng Marcella kesana kemari juga kadang meladeni pembicaraan group bisnis tersebut.


Noah sengaja membuat Marcella mengekorinya karena Noah akan sekalian mengenalkan Marcella dengan beberapa CEO anak perusahaan. Tidak mau kalah dengan sepasang mempelai ternyata Sita sedari tadi sibuk melirik beberapa CEO muda yang pernah disinggung ayahnya kemarin malam. Sita sangat senang karena ternyata ayahnya tidak berbohong buktinya ada beberapa CEO yang memang lulus kriterianya bahkan ada beberapa yang tampannya bukan main sedang berbincang-bincang dengan ayahnya.


Merasa lampu hijau mulai menyala Sita pun melangkahkan kakinya menuju sang ayah berharap kehadiran sang ayah akan memudahkannya untuk berkenalan, namun belum beberapa langkah Sita kemudian dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yang sangat-sangat dihindarinya.


"Hai!" sapa pria tiba-tiba yang membuat Sita terlonjak kaget seperti hampir terkena serangan jantung saja.


"Huh mengagetkan saja!" gerutu Sita kesal.


"Ayolah tidak bisakah kau sedikit berlaku layaknya wanita jika bertemu denganku? dari dulu tingkahmu seperti macan saja" kata pria itu dengan nada kesalnya.


"Memangnya apa urusanmu? aku adalah pemilik diriku seutuhnya jadi terserahku mau berbuat apa" tangkis Sita tak kalah kesal.

__ADS_1


"Iiiss dasar wanita" pertengkaran mereka terus berlanjut hingga sepasang mata Marcella dapat menangkap mereka dari kejauhan.


Marcella pun melangkah mendekat ke arah Sita meninggalkan Noah dengan segala topik pembicaraan yang sangat membosankan menurutnya.


"Natan!" panggil Marcella kepada pria yang sedari tadi membuat sepupunya tersebut dongkol.


"Wah wah si mempelai wanita ternyata, selamat ya atas pernikahanmu" Natan langsung menghambur memeluk Marcella erat.


Kali ini bukan hanya Sita yang terbelalak kaget akibat aksi barusan namun Steven apalagi Noah langsung meninggalkan pembicaraan dengan beberapa orang langsung menuju ke arah Marcella lalu menarik lengan wanita itu dengan kasar.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Noah dengan tatapan penuh rasa tidak suka ke arah Natan.


"Whoa santai bro aku hanya memberikan selamat kepada temanku apakah tidak boleh?"


"Teman?" teriak Steven dan Sita bersamaan bahkan Sita sempat terlonjak kaget karena baru menyadari kehadiran asisten Steven yang entah dari mana datangnya tiba-tiba sudah berdiri mematung disebelahnya.


"Ahh iya, aku dan Natan memang saling kenal kami bertemu di pesawat saat aku terbang ke mari" jelas Marcella yang moncoba untuk menetralisir keadaan.


"Ooohhh" jawab tiga orang secara bersamaan yang tidak lain adalah Noah, Steven dan Sita.


"Baiklah acara selamat-selamatnya sudah kan, sekarang Sita tolong kau temani saja calon tunanganmu itu"


"Kak Noah!bcalon tunangan apanya? memangnya sejak kapan aku mau bertunangan dengannya" jawab Sita dengan nada kesal akibat pernyataan Noah barusan Steven yang berdiri disebelah Sita pun hanya mengangguk-angguk kecil.


"Tunangan? Sita akan bertunangan dengan Natan? wah selamat ya!" ucapan selamat dari Marcella hanya disambut dengan senyuman oleh Natan sementara Sita semakin kesal saja.

__ADS_1


Natan memang adalah putra tunggal dari kolega Iron yaitu direktur dari Will's Group yang beberapa bulan ini sibuk dikenalkan Iron dengan putrinya, namun sepertinya hanya Natan saja yang menyambut baik segala usaha orang tua mereka. Berbeda dengan Sita yang dari awal memang selalu menghindari Natan.


"Ikut aku, ada seseorang yang ingin bertemu dengan kita" bisik Noah sembari kembali menggenggam tangan Marcella meninggalkan Sita dan Natan sementara Steven sudah berlalu duluan menemui pak Hans.


"Marcella selamat atas pernikahanmu" Marcella terbelalak saat mengetahui bahwa yang dimaksud Noah ternyata adalah tuan Daniel atasannya di Nusantara Group.


"Terima kasih pak" jawab Marcella halus sambil menyambut jabatan tangan pria paruh baya tersebut.


"Awalnya aku memang agak kaget ketika surat pengunduran dirimu sampai di mejaku karena kau adalah salah satu karyawan terbaikku, namun saat melihat alasan yang tertera didalamnya aku turut bahagia karena kau akan segera menikah" senyum Marcella tiba-tiba luntur namun kembali berusaha dipertahankannya.


Apa? surat pengunduran diri? apa dia... ahh sudah kuduga pasti pria jahat ini yang melakukannya pantasan saja dia pernah menyinggung gajiku batin Marcella kesal dengan keputusan sepuhak Noah.


Tanpa aba-aba Marcella pun mendaratkan tumit sepatu tingginya mendarat dengan indah dan tepat sasaan di atas kaki Noah yang membuat pria itu tiba-tiba mengerang kesakitan lalu menatap kesal Marcella yang tidak menghiraukannya sama sekali.


"Ada apa tuan Noah?" tanya pria peruh baya tersebut menyadari mimik wajah Noah yang menahan sakit.


"Ahh bukan apa-apa pak sepertinya digigit semut. Iya kan sayang?" wah Marcella sekarang sudah seperti nenek sihir saja. Noah pun mengangguk pelan ke arah Daniel.


"Baiklah kalau begitu tuan Noah dan Marcella saya mohon pamit untuk bergabung dengan yang lainnya" selepas kepergian pria paruh baya tersebut Noah langsung menggertak Marcella kesal dengan tangannya.


"Kau apa yang kau lakukan? beginikah caramu berterima kasih karena aku sudah berbaik hati mengundang mantan bos mu itu?" teriak Noah kesal.


"Iya! itu adalah ucapan terima kasihku terlebih lagi aku sangat berterima kasih dengan surat pengunduran diri yang kau layangkan tanpa sepengetahuanku" jawab Marcella dengan nada kesalnya.


"Hahahah jadi itu alasannya kau marah, ooh sayangku janganlah kau marah kepada suamimu ini aku hanya ingin kau fokus dengan tugasmu sebagai istriku" goda Noah dengan kedua mata yang dikedipkannya sesekali.

__ADS_1


"Iiiiiih!!!" tak perlu lama-lama Marcella mengangkat sedikit gaunnya lalu mendaratkan tendangan tepat di tulang kering kaki Noah lalu segera beranjak pergi begitu saja.


"Aaaw!!! hei dasar wanita iblis itu tunggu saja pembalasanku ya!" Noah meringis kesakitan sambil sesekali melompat kecil akibat kakinya yang terasa sangat sakit.


__ADS_2