Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
SEKUTU


__ADS_3

Malam semakin larut saat mobil mewah tersebut memasuki hutan menuju sebuah rumah megah yang tidak lain adalah kediaman pewaris Bright Group. Rumah tua yang megah itu berada jauh dari kebisingan kota tepat diantara hutan dengan pepohonan pinus yang menjulang tinggi, ya rumah warisan dari mendiang ketua Bright memang sengaja dibangun diantara hutan pinus membelakangi bukit dengan suasana yang tenang karena istri ketua Bright Group yang tidak lain adalah nenek Marcella dan Noah sangat menyukai alam dan memiliki hobi melukis. Tidak jauh dari rumah tersebut juga terdapat sebuah danau di dalam hutan yang indah dengan jembatan yang menyerupai dermaga kecil dipinggiran danau.


"Aaduh kepalaku" Marcella terbangun dan memegang kepalanya dia masih merasakan nyeri akibat perbuatan Noah.


"Dimana ini?" sambung Marcela yang kebingungan melihat sekelilingnya.


"Di hutan" sambung Noah.


"Oooh hutan... Apa? Hutan? Apa yang kita lakukan disini?" seketika mata Marcella terbelalak dan langsung duduk dengan tegap di kursi penumpang tepat disamping Noah.


"Aku ingin membuangmu agar kau diterkam singa" jawab Noah dingin, Steven yang mendengar perkataan Noah tersenyum tipis sambil membayangkan betapa pucatnya wajah Marcella akibat gertakan Noah tapi Steven sempat juga berpikir bahwa Marcella akan melontarkan lagi kata-kata tangkasnya seperti saat dia pertama bertemu dengan Noah di acara tadi. Noah yang duduk di samping Marcella tiba-tiba mendengar isakan kecil dari gadis disebelahnya.


Apa ini? Apa dia menangis? Hah gadis bodoh apa dia pikir aku bisa setega itu pada perempuan apa? Memang tadi aku sempat menamparnya, habis mau bagaimana lagi dia memberontak dan tidak mau diam gumam Noah.


"Kakak..." kata Marcella yang dengan seketika membuat Noah kaget dengan panggilan Marcella kepadanya.


"Cih, tadi engkau bahkan memakiku di depan umum lalu tiba-tiba sekarang dengan entengnya kau memanggilku Kakak" kata Noah sambil menyeringai tipis.


"Kakak apa engkau akan benar-benar melakukannya? Hiks hiks... Kau benar-benar akan meninggalkanku di tempat gelap dan menyeramkan seperti ini? Huuuu huuuuu...." kata Marcella sambil menghadap Noah dan langsung menangis sejadinya.


"Diam" Marcella tidak berhenti menangis


"Elle diam" kata Noah kedua kalinya tapi malah membuat tangisan Marcella semakin nyaring terdengar.


"Aku bilang diam!" teriak Noah sambil menatap wajah adik sepupunya tersebut dengan tatapan mematikan. Marcella yang melihat amarah kakaknya malah semakin takut dan sesegukan menangis.


"Berhenti disini!" perintah Noah. Steven pun segera menghentikan mobil di pinggiran hutan sesuai perintah tuannya karena dia tahu betul bahwa sekarang amarah Noah sudah tidak terkontrol.


Nona aku mohon diamlah atau tuan muda akan benar-benar melenyapkan anda gumam Steven dengan menarik nafas panjang.


Setelah mobil berhenti Noah pun segera keluar dari dalam mobil berjalan memutar dan membuka pintu Marcella lalu menariknya keluar dengan paksa.


"Kakak hentikan, apa yang kau lakukan kakak!" teriak Marcella tetapi Noah tetap menyeret gadis itu menjauh dari mobil lalu melemparkannya hingga gadis itu terjatuh di tanah. Lalu Noah pun berjalan mendekat, Marcella yang ketakutan setengah mati pun memundurkan badannya ke belakang karena pikirnya sekarang kakaknya tersebut sudah sangat-sangat marah.


"Apa kau benar-benar ingin kulenyapkan sekarang? Apa susah sekali mulutmu itu diam dan patuh dengan apa yang kukatakan?" teriak Noah yang amarahnya sudah memuncak.


"Dengar aku baik-baik. Apa menurutmu aku mau mengikuti tradisi bodoh ini? Apa menurutmu aku sangat senang menikahi sepupuku sendiri? Tatap mataku..." kata Noah sambil mencengkram dagu Marcella memaksa gadis itu untuk menatapnya.


"Tatap aku Elle!" teriak Noah, Marcella pun langsung menatap mata Noah lekat. Setelah melihat wajah kakaknya Marcella pun diam dan melihat kejujuran dari mata Noah jantungnya berdegup kencang.


"Aku bertahan karena janjiku kepada kakek dan ayah jika tidak apa menurutmu aku akan mengikuti semua hal bodoh ini?" kata Noah lalu melepas cengkramannya di dagu Marcella dan memalingkan wajahnya. Sial dia cantik juga batinnya.


"Jadi mulai sekarang bekerja samalah jangan memikirkan yang lain. Cukup pikirkan keluarga kita" perkataan Noah membuat senyum diwajah Steven akhirnya anda mengaku juga tuan, tapi aku tidak terpikir bahwa akan secepat ini gumamnya.


Marcella yang tadinya tersungkur ditanah akibat perbuatan kakaknya berusaha untuk bangkit. Noah yang melihatnya pun merasa bersalah dan segera membantu adik sepupunya untuk berdiri.


"Tapi... Apa yang bisa membuatku percaya dengan perkataanmu? Tadi kau memperlakukanku dengan sangat buruk seperti binatang yang kau lempar seenaknya bahkan mengancam untuk membunuhku lalu sekarang kau mengajakku untuk bekerja sama aku benar-benar bingung" kata Marcella yang tidak mengerti dengan segala perubahan sikap Noah kepadanya.


"Apa kau ingat pria paruh baya yang berkenalan denganmu tadi?" kata Noah


"Siapa?... Aku tidak ingat siapa pun" kata Marcella dengan tatapan heran. Noah yang melihat mimik wajah Marcella yang menggemaskan pun tertawa.


"Hahahaha... Apa tadi aku menamparmu dengan begitu keras ya sampai kau hilang ingatan seperti ini" kata Noah sambil terbahak.


"Paman Rico" sambung Noah


"Paman Rico? Ayahnya kak Alycia Memangnya paman Rico kenapa?" tanya Marcella semakin heran.


"Dia itu ular, dia berencana akan menggulingkanku dan merubah perusahaan atas nama pribadinya" kata Noah.

__ADS_1


"Lalu?" tanya Marcella. Ya ampun apa si bodoh ini tidak punya otak untuk berpikir yah?Kukira dia mewarisi kepintaran paman David seperti kata ayah. Tapi sepertinya tidak, cih apa isi otaknya ini keong semua? gumam Noah.


"Menurutmu? Tentu saja perusahaan sudah bukan menjadi milik keluarga itu akan jadi perusahaannya sendiri. Apa kau kira aku memimpin perusahaan maka seluruhnya milikku seorang? Aku hanya membantu kakek tapi saham perusahaan dibagi rata untuk seluruh anggota keluarga. Itu juga salah satu alasan mengapa aku memilihmu untuk mendampingiku bukannya Alycia karna ular itu dan anaknya pasti sudah bekerjasama" kata Noah menjelaskan kepada Marcella.


"Dasar serakah" kata Marcella. Noah pun langsung menatap wajah Marcella tak percaya dengan perkataan yang barusan dilontarkan Marcella. Marcella menghapus air mata dipipinya kemudian berjalan mendekati Noah dan langsung memegang pundak kakak sepupunya tersebut.


"Mulai sekarang kau tenanglah kak aku akan membantumu. Aku memang tidak pernah bertemu kakek tapi akan kupastikan keluarga kita akan baik-baik saja" kata Marcella dengan tatapan menyakinkan lalu menurunkan tangannya dari pundak Noah.


Marcella memang anak yang baik David dan Tamara mendidiknya dengan sangat baik. Marcella sangat membenci ketidakadilan bahkan di perusahaan pertama tempatnya bekerja dia dipecat gara-gara membela temannya yang dituduh menggelapkan uang perusahaan, tapi berkat kegigihannya dia berhasil mengumpulkan bukti yang menguatkan bahwa uang tersebut sebenarnya digelapkan oleh manager mereka lalu sahabatnya tersebut dijadikan kambing hitam. Noah yang melihat semangat membara dari mata Marcella tersenyum lalu mendekati Marcella dan memberikan tangannya untuk berjabatan. Marcella pun langsung menyambar tangan Noah dan mereka pun berjabatan tangan.


"Baiklah mulai sekarang kita sekutu" ucap Noah. Marcella pun berseringai tipis sambil mengangkat sebelah keningnya tanda setuju.


"Hahahahahah..." tawa Noah pun pecah.


"Kenapa?" tanya Marcella.


"Itu keningmu bagaimana caramu melakukannya? Kau benar-benar mirip kakek, apa kau tahu bahwa cucu kakek tidak ada yang bisa mengangkat kening sebelah seperti dirinya tapi sepertinya kau mewarisi itu darinya" kata Noah sambil tertawa.


"Benarkah? Yah baiklah aku juga kan cucunya berarti aku sangat beruntung karena mewarisi sesuatu yang bahkan tidak diwarisi oleh cucu kakek yang lain" kata Marcella sambil tersenyum. Noah pun menarik tangan Marcella menuju Mobil.


"Eh eh... Apa yang kau lakukan?" tanya Marcella kaget dengan perilaku Noah.


"Pulang... Apa kau mau benar-benar kutinggal disini agar singa menerkammu?" goda Noah. Marcella pun melihat sekelilingnya dia tidak dapat melihat hal yang lain selain hutan gelap dengan pepohonan pinus yang tinggi dan suara-suara binatang terdengar dari dalam hutan. Tanpa aba-aba Marcella langsung menarik tangannya dari genggaman Noah dan berlari masuk kedalam mobil. Steven yang melihat perilaku kakak beradik sepupu itu tertawa lalu membukakan pintu untuk tuannya.


"Apa kau merekamnya?" tanya Noah kepada Steven.


"Tentu saja tuan" jawab Steven.


"Bagus, kirimkan rekaman itu kepadaku agar aku dapat mengancamnya dengan itu jika dia berani mengingkari janjinya. Oh iya bagaimana dengan Alycia? Apa kau sudah mengurusnya?" kata Noah


"Sudah tuan, nona Alycia sudah diantarkan langsung kerumahnya" jawab Steven.


"Baiklah, pastikan dia tidak mendekati Elle" lanjut Noah.


"Buat perhitungan dengannya jika dia berani macam-macam".


"Baik tuan" jawab Steven. Marcella yang sedari tadi ketakutan dengan sekelilingnya tidak mendengar pembicaraan Steven dan Noah. Noah kemudian langsung masuk kedalam mobilnya, Steven pun segera melajukan mobil menuju kediaman tuan muda.


...


Craang...


Suara pecahan botol dan gelas tidak ada henti-hentinya terdengar dari kamar Alycia. Dia sangat tidak percaya dengan kejadian yang terjadi saat acara peringatan kematian mendiang kakeknya dimana Noah memilih Marcella bahkan mengusirnya dari tempat acara karena perilakunya kepada Marcella.


"Apa yang kau lakukan kak? Aku mencintaimu sangat mencintaimu aku bahkan mengorbankan pendidikanku hanya demi menghadiri acara yang selalu kutunggu-tunggu dimana kau akan memilihku menjadi istrimu" Alycia menggenggam foto Noah dan mencium kemudian mendekapnya erat. Kamarnya berantakan akibat botol minuman dan gelas yang dia lemparkan untuk melampiaskan kemarahannya. Tiba-tiba Alycia kembali membayangkan yang terjadi saat acara. Bagaimana bisa Noah tidak mengucapkan langsung pilihannya tapi malah mengocok kertas untuk diambil secara acak.


"Apakah aku benar-benar tidak ada artinya bagimu kak? Kau bahkan menerima gadis bodoh itu menjadi istrimu dan menyuruh orang-orangmu untuk menyeretku keluar dari tempat acara. Apa kau membenciku?" Alycia pun menangis tersedu-sedu tapi tiba-tiba dia menghentikan tangisannya dan tersenyum licik.


"Marcella... Aku akan membuat perhitungan dengannya aku bahkan akan menghabisimu kalau perlu dan siap-siaplah mengucapkan selamat tinggal untuk hari bahagiamu adikku sayang" Alycia bersumpah akan mengacaukan hari bahagia pernikahan Marcella dan Noah.


"Hallo, aku ada pekerjaan untukmu, kali ini bersiaplah dan lakukan yang terbaik jangan mengecewakanku akan ku kirimkan fotonya untukmu. Akan ku bayar kau tujuh kali lipat jadi pastikan kau berhasil" Alycia pun segera menutup telfonnya.


...


"Apa kita masih jauh? Sepertinya ini semakin masuk kedalam hutan, paman apa kau tidak salah jalan?" tanya Marcella kepada Steven. Dari tadi Marcella memang terus bertanya kapan sampai, kemana mereka pergi dan tidak pernah diam.


"Panggil dia Steven, namanya Steven bukan paman. Dia tangan kananku" kata Noah sambil tertawa kecil mendengar panggilan Marcella kepada Steven. Steven pun hanya terdiam tanpa mengganggu suasana hangat yang sedang terjadi.


"Oooh Steven, kak Steven kita kapan sampai? sambung Marcella.

__ADS_1


Apa apaan ini? Kakak sepupunya kan aku bukan Steven berani-beraninya dia memanggil orang lain dengan sebutan yang sama denganku gumam Noah.


"Hei kau! Apa kau tidak bisa diam?


Kenapa selalu saja bicara?" Noah mulai marah kepada Marcella.


"Memang apa salahnya kalau aku bertanya?Dari tadi kita tidak sampai sampai memangnya kita mau pergi piknik di kaki gunung?" kata Marcella sambil menaikkan nada bicaranya.


"Kau ini menyebalkan juga ya!" teriak Noah. Marcella kemudian menjulurkan lidahnya meledek Noah. Steven yang mendengar pertengkaran kakak beradik itu hanya tersenyum sambil terus melajukan kendaraan. Tidak lama kemudian mereka sampai di depan gerbang sebuah rumah mewah ditengah hutan. Saat melewati gerbang Marcella membaca tulisan di atas gerbang rumah mewah tersebut Bright's House mata Marcella terbelalak kagum saat melihat rumah mewah tersebut designnya sangat modern dengan didominasi kaca taman dihalaman depan rumah sangatlah luas.


"Wah.... Apa ini rumahmu Kak?" kata Marcella tidak percaya dengan hal yang dilihatnya.


"Ini rumah kakek, rumahmu juga. Ayo turun atau kau mau tidur di dalam mobil saja semalaman?" kata Noah menggertak. Marcella pun segera turun dan mengikuti langkah kaki Noah. Di depan rumah mereka disambut oleh kepala pelayan dan beberapa pelayan lainnya.


"Selamat malam tuan dan nyonya, silahkan masuk" sapa kepala pelayan.


Apa? Nyonya? Apa dia menyebutku begitu tadi? Wah Kak Noah memang hebat bisa memiliki banyak pelayan yang bahkan menyambutnya gumam Marcella.


Marcella melangkahkan kakinya masuk mengikuti Noah.


"Namanya Marcella dia adalah calon istriku, mulai sekarang perlakukan dia dengan sangat baik!" perintah Noah. Setelah memperkenalkan Marcella kepada para pelayan Noah pun menarik tangan Marcella menuju sebuah kamar.


"Ini kamarmu. Kamarku tepat disebelahmu. Disini juga ada balkon jadi kau bisa bersantai disana" lanjut Noah.


"Kamarku? Apa kita akan tinggal serumah sekarang? Aku bahkan belum menjadi istrimu dan mengabari ayah ibuku mengenai hal ini" kata Marcella.


"Kenapa kau susah sekali patuh? Lagi pula ini juga rumah kakek dan nenek jadi anggap saja kalau kau sedang berkunjung kerumah kakek" kata Noah.


"Bukan begitu kak aku kan bisa tinggal dirumah Sita sementara waktu" jawab Marcella.


"Apa menurutmu Alycia akan membiarkanmu setelah apa yang terjadi? Dia bisa saja mengirim orang untuk melenyapkanmu bodoh" kata Noah sambil mendorong kening Marcella dengan jari telunjuknya.


"Kakak!" teriak Marcella kesal dengan perbuatan Noah. Noah pun lagi-lagi tertawa dengan perilaku menggemaskan adiknya.


Menggemaskan sekali dia gumam Noah.


"Baiklah, aku akan tinggal tapi barang-barangku semua ada di rumah Sita" sambung Marcella.


"Tenang saja aku akan menyuruh orang untuk mengambilnya besok. Mandi dan istirahatlah dulu. Kau bisa menggunakan baju di dalam lemari untuk sementara. Untuk paman dan bibi aku akan mengurusnya besok, akan ku kabari mereka" kata Noah lalu berlalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Marcella. Marcella pun masuk dan menutup pintu. Marcella menuju kamar mandi dan membuka baju yang menutupi tubuh indahnya lalu mandi, setelah mandi Marcella mengambil handuk yang berada di lemari kamar mandi lalu mencari ruang ganti dia pun menemukan ruang ganti dan membuka lemari. Marcella sangat terkejut melihat baju-baju didalam lemari yang dipenuhi oleh kameja laki-laki.


Apa-apaan ini? Apa kak Noah sedang mempermainkanku? Jangan bilang ini kamarnya gumam Marcella.


Noah sudah berada dalam kamar tamu lalu segera membersihkan dirinya dan setelah selesai dia menuju ruang ganti dan tidak menemukan satu pun pakaian disana. Lalu dia baru ingat kalau sekarang dia berada di kamar tamu, sementara semua pakaiannya berada dalam kamarnya yang sekarang di tempati Marcella.


Sial! Seharusnya aku menyuruh pelayan memindahkan bajuku dulu tadi gumam Noah.


Noah pun mau tidak mau harus kembali ke kamarnya untuk mengambil baju. Setelah sampai di depan kamar Marcella Noah pun mengetuk pintu dan memanggil nama Marcella namun tidak ada sahutan dari dalam. Noah pun akhirnya langsung membuka pintu dan tidak menemukan Marcella di dalam kamar, akhirnya Noah pun langsung masuk menuju kamar ganti karena mengira Marcella masih sedang mandi. Tiba-tiba


Bruuukkk...


"Aduh kepalaku!" jerit Marcella yang terjatuh karena tertabrak tubuh bidang Noah.


"Aaaaaaaa!" Marcella pun berteriak kaget melihat Noah yang berdiri di depannya dengan hanya menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya.


Noah pun segera menutup mulut Marcella dan menariknya ke kamar


"Apa kau mau seluruh pelayan berlari kemari akibat teriakanmu itu hah? Apa kau mau mem..." tiba-tiba perkataan Noah langsung terhenti saat matanya melihat tubuh Marcella yang hanya memakai kameja kerjanya yang berwarna putih. Noah pun hanya menelan salivanya dan mencoba untuk mengendalikan dirinya.


"Kenapa kau memakai bajuku?" tanya Noah dengan tatapan yang masih tertuju di tubuh Marcella.

__ADS_1


"Kakak bilang tadi aku bisa menggunakan pakaian dilemari untuk sementara. Lagi pula aku tidak menemukan pakaian wanita disana jadi kupakai saja kameja ini. Oh iya apa ini kamarmu kak? Aku kan bisa tidur dikamar tamu saja" kata Marcella.


"Sudahlah tidak apa-apa, aku hanya mau mengambil pakaianku saja. Besok akan kusuruh pelayan untuk memindahkan barang-barangku" kata Noah langsung menuju ke kamar ganti mengambil bajunya lalu segera keluar. Sesampainya di kamar Noah yang berusaha untuk mengendalikan dirinya langsung menuju kamar mandi lalu kembali membasahi tubuhnya yang mendadak panas melihat penampilan Marcella yang hanya menggunakan kameja tipis miliknya.


__ADS_2