Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
PERNIKAHAN Part 4


__ADS_3

Dihalaman belakang para tamu yang telah hadir sejak pukul delapan pagi tadi mulai ramai memenuhi halaman belakang sambil beberapa tamu berbincang-bincang dengan orang-orang yang dikenalnya, yang lainnya sibuk dengan memuji konsep pernikahan yang serba putih, yang lainnya mencoba beberapa makanan pembuka yang disediakan serta ada beberapa dari mereka yang mencoba beberapa jenis minuman yang disuguhkan oleh para pelayan.


Sementara diluar gerbang penjagaan diperketat akibat banyaknya awak media yang mencoba untuk mengambil gambar namun tidak sama sekali diperbolehkan untuk memasuki area rumah itu. Awalnya awak media yang diperkirakan datang tidak sebanyak seperti sekarang namun beberapa dari mereka mendengar gosip yang beredar bahwa pernikahan direktur Bright Group ini merupakan pernikahan sedarah sehingga kehebohan pun terjadi.


Saat waktu menunjukkan pukul sepuluh kurang lima belas menit acara pernikahan dimulai. Diawali dengan MC yang merupakan kolega dari Iron mempersilahkan semua undangan untuk duduk di tempat yang disediakan diiringi dengan anggota paduan suara yang bersiap siap menyambut sang mempelai.


Noah diiringi Steven menuju ke halaman belakang kali ini dengan langkah pasti ia memasuki area pernikahannya. Saat memasuki area pernikahan Steven berhenti dan dilanjutkan oleh Noah yang berjalan seorang diri ke arah altar namun belum dua langkah Noah melirik ke belakang.


Apalagi ini? apa dia takut berjalan sendiri? oooh ayolah tuan... batin Steven yang melihat lirikan Noah, akhirnya Steven pun mengangguk lalu mengiringi langkah kaki Noah dari belakang. Noah memang sengaja agar dirinya diiringi Steven karena terlepas dari tugas Steven sebagai asistennya bagi Noah Steven juga adalah sosok sahabat dan yang mengenal Noah lebih baik dari siapa pun.


Para tamu undangan terkagum-kagum melihat ketampanan mempelai pria itu bukan hanya satu pria namun beberapa wanita yang menghadiri acara tersebut memandangi pria yang berjalan dibelakang mempelai pria. Beberapa dari mereka mengabadikan dengan ponsel mereka masing-masing.


Noah memakai jas berwarna abu-abu silver dengan dalaman kameja berwarna putih serta dasi yang selaras dengan warna jasnya bentuk pakaian yang melekat indah sangat cocok dengan bentuk tubuh tinggi kekar tersebut. Bahkan otot-otot punggung dan tangannya sangat kelihatan membentuk dibalik pakaiannya. Berbeda dengan Noah Steven mengenakan jas berwarna navy.


Marcella kali ini mondar-mandir dengan wajah yang sulit untuk diartikan sambil menggenggam campuran bunga mawar putih dan lily sebagai bunga tangannya.


Marcella menarik dan menghembuskan nafasnya kasar namun entah mengapa kegugupannya justru makin bertamabah hingga sepasang tangan dengan sentuhan hangat menggenggam tangan kanannya erat.


"Everything is gonna be okay" bisik David lembut kepada putrinya. Marcella langsung tersenyum saat menyadari sang ayah yang sudah berada disampingnya rupanya perkataan yang dibisikkan David langsung mampu membuat Marcella menguasai dirinya layaknya penawar.


Sedari kecil Marcella memang tipe orang yang selalu demam panggung tidak perduli seberapa banyak orang yang mencoba menguatkannya tetap saja penawar yang paling manjur adalah sang ayah bahkan sang ayah akan selalu berteriak dari arah tempat duduk tanpa menghiraukan orang lain yang mungkin terganggu hanya untuk menyemangati putri kecilnya saat ada pertunjukkan-pertunjukkan yang diadakan oleh pihak sekolah.

__ADS_1


Marcella masih menatap ayahnya lekat sambil memutar kembali kenangan-kenangan tersebut.


"Ayo" lanjut sang ayah sambil menaruh tangan kanan putrinya diapit di lengan kirinya lalu berjalan menuju tempat berlangsungnya pernikahan.


Sesampainya kedua pria itu Noah langsung menuju di depan altar sedangkan Steven mengambil bagian untuk berdiri di bagian kanan belakang tuannya jarak Noah dan Steven kira-kira empat langkah kebelakang dari arah Noah. Sekarang posisi Steven membelakangi Iron dan Lusy serta pak Hans yang duduk di deretan kursi pertama bagian kanan. Sementara di deretan kursi pertama bagian kiri telah duduk Tamara diikuti Sita yang duduk di sisi kiri bibinya dan satu kursi yang sengaja dikosongkan untuk David di sisi kanan Tamara.


Beberapa saat kemudian beberapa petugas memberi kode bahwa mempelai wanita akan memasuki area pernikahan para undangan pun berdiri menyambut mempelai wanita yang digandeng sang ayah. Saat mempelai wanita memasuki area pernikahan kelompok paduan suara pun mulai bernyanyi.


Deg... deg...


Kehadiran Marcella yang digandeng oleh David membuat semua mata tertuju kearah mereka.


Marcella mengenakan gaun pernikahaan neneknya. Gaun pengantin berwarna putih bersih berlengan panjang dengan bagian dada sampai pinggang dibuat ketat menunjukan dengan jelas setiap lekuk tubuh indah Marcella dengan bagian bawah sengaja dibuat lebar dan panjang kebelakang. Bagian belakang gaun itu sampai pinggang dibuat transparan menunjukan kulit mulus Marcella. Gaun itu sangat cocok dengan riasan wajah sederhana dari Sita yang membuat Marcella sangat elegan dan model rambut yang diikat satu kebawah dihiasi perhiasan dari sang ibu yang bertengger manis diikatannya serta kerudung pengantin transparan yang bagian depannya sampai di paha Marcella lalu bagian belakangnya panjang kebelakang melebihi panjang bagian belakang gaun neneknya.


Kehadiaran Marcella bahkan membuat Noah dan Steven terbelalak melihatnya bahkan Noah yang hampir tidak berkedip sama sekali.


Awalnya Noah ingin memberi perhitungan dengan Steven akibat lagu pilihannya. Bagi Noah pernikahan ini hanya formalitas belaka jadi Noah menyuruh Steven untuk mencari lagu yang liriknya tidak terlalu menjurus, namun ternyata Steven memilih lagu dengan lirik yang lebih parah karena pada umumnya lagu karangan Brian McKnight ini ditujukan kepada ayah sang kekasih untuk meminta izin meminang putrinya menjadi pasangan hidup. Benar-benar selera yang buruk pikirnya, namun setelah melihat Marcella Noah mengubur jauh-jauh protesnya tersebut karena sekarang perhatiannya hanya terpusat pada gadis itu sepenuhnya.


Dalam perjalannya Marcella meremas erat lengan jas ayahnya sambil berusaha untuk tersenyum seperti dia adalah wanita terbahagia didunia. Kelompok paduan suara terus bernyanyi dengan merdu


"*See in this box is a ring for your oldest

__ADS_1


She's my everything and all that I know is


It would be such a relief if I knew that we


were on the same side


Cause very soon I'm hoping that I..."


"Can marry your daughter


And make her my wife


I want her to be the only girl that I love for


the rest in my life"


"And give her the best of me 'til the day


that I die*"


Lagu cinta bernuansa R&B ini dibawakan dengan indah sehingga lagu yang sebenarnya merupakan permintaan doa restu dari ayah sang kekasih ini terdengar benar-benar pas dengan suasana sekarang. Lagu ini sengaja dipilih Steven karena menurutnya Noah belum pernah meminta restu dari pamannya David jadi lagu ini sudah mewakili permintaan restu tersebut, karena terlepas dari pernikahan ini hanya formalitas atau realita menurut Steven restu adalah hal yang sangat penting bagi seorang pria untuk menikahi seorang wanita.

__ADS_1


David menggenggam tangan kanan Marcella yang diapitnya dengan tangan kanannya seraya memberikan kekuatan kepada gadis itu. Marcella yang merasakan kehangatan genggaman ayahnya tersebut perlahan mulai bisa mengatur nafasnya dan kali ini setiap langkahnya diiringi dengan senyuman indah, bukan seperti senyum yang dipaksakannya di awal.


__ADS_2