Belajar Mencintaimu

Belajar Mencintaimu
CIUM AKU!


__ADS_3

Malam semakin larut, rembulan bersinar terang menemani para penjaga yang akan berjaga sepanjang malam serta para pelayan yang bersiap untuk beristirahat dari hari panjang yang melelahkan. Berbeda dengan David dan Tamara yang sudah terlelap, Noah dan Marcella malah masih terjaga.


"Ehem"


"Hmmm?"


"Ehem ehem"


"Hmmmmm?"


"Uhuk uhuk uhuk uhuuu...." drama mode on


"Kakak kenapa? kakak tidak apa-apa kan? yang mana yang sakit? atau tenggorokan kakak kering? mau aku ambilkan air?" tanya Marcella dengan nada cemas sambil terus memeriksa Noah dengan kedua tangannya, sementara yang diperiksa malah berusaha keras menahan tawa.


"Atau jangan-jangan... kakak kena virus lagi!"


"Heh sembarangan kau ini, pria tampan sepertiku kebal dengan yang namanya virus karena mereka terlalu minder akan ketampanan ini" kata Noah menyombongkan diri.


"Aiisshhh... ya sudah lalu kakak kenapa?"


"Aku hanya bercanda saja"


"Huh!" teriak Marcella kesal, entah kemana perginya gadis yang hampir seharian menangis tadi. Noah yang baru beberapa waktu lalu membuka mata sudah berhasil membuatnya kesal.


"Hei pelankan suaramu bisa-bisa semua pelayan terbangun karena ulahmu"


"Kamar pelayan kan jauh dibelakang kak"


"Ya sudah kau bayangkan saja betapa cemprengnya suaramu itu" Marcella hanya berdecik kesal atas semua godaan kakaknya itu. Beberapa detik kemudian...


"Hei"


"Apa lagi?!"


"Coba cium aku!"

__ADS_1


"Apa!"


"Sstttt pelankan suaramu bodoh"


"Aku bilang cium aku apa kau tuli?"


"Bisa-bisanya kau menyuruhku melakukan hal menjijikan itu kak. Apku memang istrimu tapi ingat aku tetap sepupumu" Marcella menggerutu kesal sambil memegangi kedua belah pipinya yang bersemu merah. Noah pun memutar malas kedua bola matanya.


"Aku tahu Elle bodoh. Lagi pula aku menyuruhmu untuk mencium bau badanku bukan bibirku... atau kau mau aku ajarkan yang dibibir saja?" goda Noah sambil menaik nurunkan kedua alisnya. Marcella memasang tatapan sinis dengan bibir yang dikerutkan kesal sebelum akhirnya Noah memutuskan untuk mencium sendiri bau badannya.


"Bau ya..."


"Eeeeuuuhhh kakak jorok"


"Oh iya kau disini untuk membantuku bukan?"


"Bukan" sambar Marcella.


"Aku tahu kau disini untuk menebus rasa bersalahmu jadi bertanggung jawablah" Marcella menarik nafas panjang lalu perlahan bangkit dari sofa mendekat ke arah Noah.


"Mau apa?" Noah tersenyum saat melihat simpansenya menurut.


"Apa?! iih tidak mau ah malu..."


"Cik malu apanya? lagi pula kau hanya perlu melap badanku dengan lap basah saja"


"Tetap saja malu tau kak" Noah benar-benar heran dengan sepupunya ini biasanya semua wanita rela mengantri hanya untuk melihat tubuhnya saja dari jauh namun yang sekarang di depan mata malah banyak alasan untuk menghindar.


"Hanya dari pinggangku ke atas dan wajah" lama Marcella baru menjawab dengan anggukan.


"Dan kedua tanganku" Marcella menghembuskan nafas kasar.


"Dan kedua kakiku dari paha sampai kebawah... oh iya jangan lupa telapak kakiku juga"


"Aiiiiisshhhh...."

__ADS_1


"Hei jangan mengeluh. Dosamu sangat besar lihat ini tanganku tidak bisa digerakkan karenamu" ancam Noah sambil mengangkat tangannya yang diperban. Marcella pun akhirnya pasrah. Marcella masuk kedalam kamar mandi lalu mengisi bathup dengan air hangat lalu mengambil handuk kecil di lemari khusus handuk dan mengambil kursi kayu pendek disudut kamar mandi diletakkannya tepat disebelah bathup. Setelah selesai Marcella segera keluar memanggil Noah.


"Sudah kak ayo..." Noah pun segera bangkit namun karena Marcella melangkah duluan tiba-tiba...


"A aduh-aduh..." Marcella yang mendengar drama baru segera berbalik lalu memegang lengan Noah kuatir.


"Kenapa kak?"


"Pusiiing..." keluh Noah sambil memegang kepalanya dengan tangan yang tidak diperban.


"Astaga kenapa tidak bilang dari tadi, sini aku bantu" Hahahahahh kena kau. Marcella dengan sabar menuntun Noah sampai ke kamar mandi lalu membantu mendudukkan kakak sepupunya itu di atas kursi kayu yang sebelumnya disediakan.


"Angkat tangan kakak" Noah yang mendapatkan perintah adiknya pun menurut.


"Aduh aduh!" belum juga bajunya diangkat sudah aduh aduh saja batin Marcella.


"Astaga belum juga dikeluarkan sudah mengeluh saja"


"Hati-hati tanganku masih sakit Elle!"


"Iya makanya kau diamlah Noah!"


"Cik anak kurang ajar ini!" keributan menghiasi selama Marcella membantu Noah melepaskan kaos putih yang dipakaikan pak Hans setelah insiden berdarah tadi. Setelah melewati semua drama akhirnya terlepas juga. Baru saja ingin melap badan Noah drama babak baru pun dimulai.


"Hei tunggu dulu!"


"Ya ampun apa lagi kak" Marcella mulai bosan.


"Kau belum mengeluarkan celanaku"


"Cik padahal kan kakak bisa keluarkan sendiri" jawab Marcella kesal.


"Kau mau durhaka pada suami heh?" suami? ancaman macam apa ini? batin Marcella tidak terima.


"Hhhh suami bohongan juga..." gumam Marcella. Noah yang mendengar gumaman Marcella segera memasang tatapan sinisnya.

__ADS_1


"Kau bilang apa tadi?!" dengan nada tinggi.


"Noah cerewet!" teriak Marcella tiba-tiba. Noah yang mendengar sindiran dibalik teriakan Marcella segera bangkit dan...


__ADS_2