
Aku Bilik lagi ya๐๐๐
Hati-hati banyak ranjau typo berhamburan๐๐๐
------------------------------------------------------------------------
"Kamarikan tanganmu" Noah menyodorkan tangannya menawarkan bantuan karena sedari tadi Marcella kesulitan berjalan akibat luka di kakinya. Namun yang ditawari bantuan hanya menatapnya dengan tatapan masa bodoh sambil terus berjalan menarik-narik kakinya.
Perilaku keras kepala rupanya memang mengalir pada darah keluarga mereka.
"A... apa yang kau lakukan?" Marcella tiba-tiba terkejut dengan perilaku Noah yang menyibakkan gaun pengantinnya lalu membuka kedua sepatu yang dikenakan Marcella. Tak berhenti sampai disitu Noah kembali menunduk lalu membuka sepatu dan kaos kaki miliknya dan jadilah sepasang pengantin tanpa alas kaki.
"Aku bilang apa yang kau lakukan!?"
"Melepas sepatu. Lagi pula bukankah kakimu sedang kesakitan memakai sepatu itu?"
"Kakiku yang kesakitan lalu kenapa kau juga ikut-ikutan melepas sepatumu hah?"
"Hei wanita bodoh, sekejam-kejamnya aku aku tidak akan membiarkan istriku merasakan sakitnya sendiri..."
"Jadi mari kita lakukan bersama... kau tanpa alas kaki aku juga tanpa alas kaki. Oh ya kemarikan tanganmu atau kau kugendong" lanjut Noah dengan sedikit mengancam. Marcella mencoba untuk biasa saja walaupun sejenak dapat terlihat dengan jelas senyuman manis mengembang dibibirnya. Sejujurnya Marcella sedikit tersanjung dengan perilaku kakak sepupunya tersebut, jadi dibiarkannya saja.
__ADS_1
Prok prok prok...
Tiba-tiba suara tepukan tangan memenuhi tempat tersebut yang memancing segala mata menuju kearahnya.
"Wah wah wah benar-benar pasangan yang sangat serasi, pengantin pria keponakanku dan pengantin wanita juga keponakanku. Wah kalian berdua memang pasangan sedarah yang dimabuk cinta eeh" suara pria tersebut sejenak menghentikan suara tawa David dan Iron serta istri mereka tak terkecuali pak Hans dan Steven yang segera menyusul ke arah suara.
"Ooooh adikku sayang, pulang juga si malin kundang ini masih tahu rumah juga rupanya"
"Apa yang kau lakukan Kak?"
"Iron adikku sayang bukankah ini acara keluarga? tentu saja aku datang untuk ikut berpesta walaupun agak terlambat sedikit tapi tak apalah"
"Sudahlah Kak" David mencekal tangan Iron agar tidak semakin memperkeruh keadaan. Terlihat di tempat lain Steven dan pak Hans yang dibantu beberapa petugas keamanan rumah utama mulai mengosongkan area tersebut dengan tidak mengurangi rasa hormat agar semua tamu dipersilahkan meninggalkan tempat acara karena pesta telah ditutup untuk menghindari keributan yang kemungkinan terjadi disebabkan ulah Rico dan orang-orangnya.
"Apa kabarmu kak Rico? lama tidak berjumpa" sapa David sambil menyodorkan tangannya dan tentu saja tidak dibalas oleh pria tersebut.
"Alycia sayang kemarilah nak, sapa pamanmu ini oh ya dan jangan lupa beri selamat kepada kedua sepupumu itu" Seorang gadis dengan balutan dress hitam pendeknya segera maju dan menyambut uluran tangan David yang ditujukan pada ayahnya.
"Salam kenal paman, aku Alycia Vallerie Bright ayah banyak bercerita tentangmu dan oh ya yang ini pasti bibi Tamara kan pasangan kawin larimu itu?" emosi Marcella sudah sampai di ubun-ubun saat mendengar hinaan Alycia untuk ibunya, namun saat akan maju memberikan pelajaran pada wanita tersebut Noah dengan sigap menangkap pergelangan tangannya mencoba menahannya. Hal tersebut sengaja dilakukan Noah mengingat Rico dan Alycia tidak sendiri namun dikawal oleh beberapa pria berpostur tegap dangan balutan jas hitam senada yang tentunya sudah sangat terkenal dalam dunia bisnis sebagai The Black Snake pimpinan Rico sendiri.
Segala perilaku Marcella berbanding terbalik dengan perilaku Tamara yang tersenyum tulus saat mendapatkan segala hinaan dari keponakannya tersebut.
__ADS_1
"Salam kenal nak, aku Tamara ibunya Marcella sepupumu"
"Oh iya sepupu" Alycia segera berbalik membelakangi tangan Tamara yang tadinya diulurkan untuk diajak bersalaman membawa tubuhnya seketika menghadap kedua sepupunya yang saling bergandengan tangan didepannya.
"Cih..." satu kata yang terucap saat melihat gandengan tangan Noah dan Marcella dilanjutkan dengan serangkaian seringai liciknya.
"Selamat atas pernikahan kalian ya, aku turut senang dan terharu tentunya" sapa Alycia dibarengi dengan tingkahnya yang seolah-olah mengusap air mata yang tidak jatuh dari pelupuk matanya. Disisi lain Steven telah bersiap-siap sesuai instruksi untuk melindungi Marcella dari segala kemungkinan yang terjadi.
"Oh iya kak Noah apakah setelah ini kalian akan sekamar?" pertanyaan Alycia semakin menjalar kemana-mana. Alycia menunggu berharap Noah berkata tidak karena walau bagaimanapun dirinya dan Marcella masih ada kaitan darah.
"Tentu saja"
Deg...
"Aku dan Elle ku akan sekamar memangnya ada pasangan pengantin yang tidak tinggal satu kamar? lagi pula sebentar malam adalah malam yang panjang bagi kami berdua... dan kupastikan kita begadang sampai pagi sayang..." Noah mengusap lembut wajah Marcella dengan jemari halusnya sambil menatap lekat kedua mata indah itu.
Steven yang mendengan jawaban Noah terdiam sejenak, air mukanya tiba-tiba berubah.
Alycia mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Jika saja dia tidak berjanji pada Rico tidak akan membuat keributan besar maka saat ini juga dia sudah menghabisi wanita ****** yang sudah merebut posisi yang seharusnya menjadi miliknya. Alycia berusaha mengendalikan diri kembali pada rencana awal.
"Baiklah semangat untuk kalian berdua yah, oh iya Elle kurasa kau harus bersiap... kak Noah itu sangat ganas diranjang"
__ADS_1